Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Menyimpan Rahasia


__ADS_3

Setelah dirinya mendapatkan surat hasil dari otopsi yang membuktikan bahwa jenazah atas nama Liana itu ternyata miliki seorang wanita bernama Lisa, hal itu membuatnya terkejut... kini misteri memang perlahan-lahan akan terungkap namun semua semakin penuh tanda tanya besar.


Kenapa Liana bisa melakukan hal ini, wanita baik-baik wanita yang menginginkannya bahagia malah merusak kebahagiaan nya ! Nata sangat kecewa dengan Liana yang sudah membohongi semua ini jujur hatinya sangat menyesal masih mencintai Liana yang seharusnya dia benc !


Ok, jika Liana masih hidup dia ada di balik topeng "Lisa" tapi jika Liana ada di balik wajah wanita yang benar-benar Liana bagaimana ? Apa mungkin Liana menyembunyikan semua ini karena dia sudah memiliki anak? Tapi anak siapa itu.


"Gue harus mencari wanita itu!" ucap Nata sambil mencari foto Liana, yang baru dia sadari bahwa dengan foto itu dia pasti bisa mendapatkan identitas wanita berwajah Liana di ruamh sakit.


"Dokter Benzin... gue bisa menanyakanya juga. " lanjut Nata.


Tininininit~ suara pangilan untuk Putra Cahya Winta, "Ah~ sialan!" ucap Nata emosi karena dirinya tidak bisa menguak kasus ini dengan cepat, ada proyek yang harus dia selesaikan terlebih dahulu. Tapi dia juga tidak bisa menunda-nunda hal ini karena bisa saja pihak ruamh sakit merahasiakan ini.


"Dewi... gue harus minta bantuan kepada nya."


"Ah! Tapi gak mungkin gue minta Dewi, huft Anggara mana ijinkan isterinya untuk pergi-pergi apalagi dia sudah punya anak kecil yang harus di jaga setiap saat. " Lanjut Nata berpikir.


......................


Karena Nata harus ada meeting kerja dengan Kim akhirnya dia pun harus berhenti memikirkan misteri dibalik kematian kekasihnya, tapi Kim juga ada di dalam semua misteri. Sungguh Nata harus di buat perfeksionis dalam menghadapi kerja nya itu, "Kim jangan sampai lo menusuk gue dari belakang." pikir Nata tentang Kim yang bisa saja ingin menghancurkan bisnis nya.


"Hai Putra.... " sapa Kim sambil berjabat tangan dan berpelukan.


"Laki-laki yang beruntung bisa mendapatkan hati wanita baik." Ucap Kim berbicara di dalam hati, Kim berpikir bahwa Nata sangat beruntung pernah mendapatkan hati dari sahabat nya yaitu Liana dan sekarang Lian yang merupakan teman SMA.


"Kita pasti bisa menjalankan ini dengan sukses, melihat progres yang di luar palan... sepertinya Aldi itu sangat berbakat !? Tapi kemana Aldi?" Kim bertanya setelah memuji tangan kanan Nata.


"Apa ini rencana Kim... dia yang membuat Aldi celaka?" Nata berpikir buruk tentang Kim, dia mengira bahwa semua ini memang rencana Kim. Setelah Kim menyingkirkan Aldi dia bisa mengambil alih tander, yang juga Nata pasti akan sibuk dengan kasus Liana.


"Hey kok lo bengong?" ujar Kim sambil menepuk pelan bahu Nata.


"Tidak papa, baik semuanya kita mulai saja... dan sebelum nya terima kasih kepada...." Nata memulai meeting dia juga memberikan ucapan terimakasih kepada rekan bisnis nya yang sudah bergabung.


"Seandainya lo tahu tadi Lian di antar oleh gue... pasti lo marah banget dan sama seperti di hari pertama lo bertemu gue." Entah kenapa Kim sangat senang melihat Nata cemburu seperti di Quebec City, Kim merasa bahwa laki-laki seperti Nata seharusnya tidak mendapatkan wanita baik hati dan lembut seperti sahabatnya juga Lian.


"Tidak pantas lo bisa merasa bahagia dengan sahabat sahabat gue!" Kim muali marah apalagi ketika dia juga harus mengingat tentang satu sahabatnya yang sudah di nodai oleh laki-laki bajingan Putra Cahya Winata.


......................


Alur cerita mundur, betapa sangat terkejut dan marah ketika Liana (Lisa) dan Kim mendengarkan cerita sahabatnya yang sudah di nodai oleh Nata, bagi Liana Nata adalah laki-laki yang tidak pernah berani menyentuh kehormatan perempuan, bahkan dia sangat mengindari untuk hubungan hal itu. Selama bertahun-tahun Nata selalu menjaga Liana walaupun dia memang terkenal dengan pria arogan yang selalu ingin menang sendiri.


Sahabat mereka menceritakan dengan perlahan-lahan, jujur saat itu wanita berwajah Liana sangat sedih karena Liana pasti merasa sakit hati jika terus mendengarkan ceritanya, tapi bagaimanapun dia harus mengatakan hal ini, begitu dirinya juga sangat sakit hati mendapatkan perlakuan rendah dari laki-laki bajingan.


Kejadian satu bulan sebelaum sahabatnya Liana sadar dari koma, dirinya pergi dengan perut besar untuk menemui Nata secara diam-diam meminta kepada represionis untuk bertemu, namun ketika dirinya hendak memasuki ruangan kerja ternyata disana ada wanita bernama Della.

__ADS_1


"Aku melihat Della dan Putra sangat mesra..." ucap Wanita itu yang memang mengetahui bahwa CEO dari PT Cahya Winata telah baikan dengan mantan kekasihnya.


Dia menceritakan sebelum akhirnya Della dibpenjara karena sudah melakukan tindakan kriminal, wanita itu merasa jika waktu itu tidak lah tepat karena dirinya pernah di usir oleh Della di sebuah Cafe London, ketika dirinya ingin meminta tangung jawab atas ke hamilanya.


Della melihat wanita itu dan langsung menyeret nya ke belakang Cafe yang kebetulan sepi, disana aku di tanya kedatangan nya untuk apa namun ketika aku mencoba berbohong Della melihat tes fack dia pun menatap dengan tajam. "Wanita malam tidak perlu meminta tangung jawab!"


Saat itu Della berpikir bahwa dirinya adalah wanita bayaran, yang kenyataan nya dia pemilik bar and resto yang telah lelap oleh minumanya. Namun ketika dirinya di bawa oleh wanita yang sama-sama mabuk dia sempat sadar dan menolak.


"Ayo!" paksa wanita itu, yang dia yakini adalah Della. Ketika aku di seret oleh wanita itu aku mengamuk dan mengatakan. "Lepas !?" begitu wanita itu mengamuk akhirnya Della meminta bantuan kepada bodyguard.


"Ayo bangun." kata wanita itu sambil membantu wanita yang sudah pasrah dengan keadaan, wanita itu membawa dirinya ke salah satu kamar dan saat itu dia sudah tidak bisa apa apa hanya pendengaran nya masih sempurna.


Kejadian malam itu tak hanya membuatnya kaget, bahkan dia harus stress dengan pikiran ini bagaimana bisa ini terjadi begitu dengan kekasihnya pasti sangat marah mengetahui dirinya sudah tidak perawan, hingga akhirnya wanita itu memilih untuk putus tanpa alasan.


Wanita itu marah begitu melihat tidak ada baju sehelai pun, dan di meja sudah berteteran uang yang banyak termasuk cek sebesar 50 Juta. Saat itu masih tidak sadar siapa yang sudah melakukan hal ini yang akhirnya setelah dirinya melihat CCTV begitu dia mengingat komunikasi diantara mereka.


"Sangat cantik...."


"Kamu memang pintar sayang."


"Ya Putra, siapa lagi pacar lo ini memang pintar."


Selanjutnya setelah satu bulan dirinya pun harus mendapatkan kabar buruk tentang kehamilan yang tidak di inginkan, dan ketika aku datang ke Cafe London Della mengatakan bahwa wanita malam tidak perlu meminta tangung jawab, tak terima dia memberi tahu siapa dirinya sebenarnya !? Della balik mengancam bahwa dirinya dan Putra akan membunuh.


Karena wanita itu tidak percaya apa benar Putra sekejam itu akhirnya datang kembali dengan perut besarnya untuk meminta pertanggung jawaban kembali, namun wanita itu malah kembali bertemu dengan Della bersama bodyguard disana dia mengatakan "Putra tidak akan bertangung jawab seperti yang kau mau." dirinya juga melemparkan uang setelah di seret oleh para bodyguard.


Liana dan Kim sangat terharu mendengar cerita sahabatnya yang sangat tidak di duga harus mendapatkan kehidupan pahit, mereka akhirnya setuju dengan keputusan sahabatnya yang penuh memohon agar Liana mengijinkan dirinya balas dendam dengan mengunakan penyamaran wajah Liana. Ketika itu Liana hendak mengoperasikan wajah nya kembali, namun karena sahabatnya dia pun mengurungkan dirinya untuk tidak oprasi.


Walaupun di dalam hati Liana tidak ada sedikitpun rasa balas dendam, terhadap mantan kekasihnya. Namun dirinya juga tidak bisa menghentikan keputusan sahabatnya untuk balas dendam tentang kehidupannya yang menjadi hancur.


Liana juga sangat senang dengan perkembangan Nata yang telah menjadi laki-laki baik bersama Lian, tapi dirinya tidak tahu harus berbuat apa lagi ketika sahabatnya itu ternyata hamil oleh Nata... dibalik bahagia Liana melihat perkembangan Nata ada hal penyesalan telah meminta kepada nyonya untuk merahasiakan tentang "Liana yang masih hidup. " juga meminta kepada nyonya untuk "Menjodohkan Lian dengan Nata" menurut nya perjodohan itu sangat membawa dampak baik bagi kehidupan Nata sebaliknya.


Alur Cerita Maju, Kim sudah mengepalkan kedua tanganya dengan erat dirinya juga tidak fokus dengan presentasi yang sedang berlangsung. Nata yang melihat Kim tanpak emosi pun merasa curiga, jika Kim memang memiliki niatan buruk terhadap bisnisnya.


"Pak Kim?" salah satu rekan kerja nya berhasil membuat Kim sadar dari lamunannya.


Agar semuanya tidak curiga dengan dirinya yang menggengam erat kepalan Kim pun berpura-pura menahan sakit perut. "Sorry... semuanya saya sudah tidak tahan sekali perut saya sakit hingga seperti ini. " Kim meringis seolah-olah memang benar.


Akhirnya Kim berhasil mensiasati Nata. "Ah~ Nata lo telalu negatif banget dengan rekan bisnis. " Pikir Nata sambil tanganya mempersilahkan Kim untuk ke toilet.


"Huh~ memang si bajingan, gue tidak akan pernah membuat lo bisa bersama Lian, wanita baik harus dengan laki-laki baik."


"Sebelum janur kuning melengkung, gue masih bisa berusaha.... " Lanjut Kim berbicara di dalam hati sambil keluar dari ruangan.

__ADS_1


Namun ketika dirinya melangkah lebih jauh, dia baru sadar tentang posisi nya yang sedang berpura-pura menjadi kekasih Liana, "Ah~ kok begini banget sih perjuangan cinta? (menghela nafas) padahal ini kali pertama gue naksir sama cewek!" Ujar Kim.


......................


Jam 19.40 WIB


di Cafe London, Lian dan Nata melakukan pertemuan kembali setelah sekian lama mereka tidak mengunjungi cafe itu. Malam yang indah dan romantis, kini Lian membuka pintu untuk menikmati view malam sekitar bukit tulis dan danau hati.


"Begitu indah malam ini, tapi kenapa aku merasa tidak se happy itu?" Lian yang duduk di kursi no. 14 sudut 36° sambil menunggu Nata, pikir Lian tentang kejadian siang dimana Nata harus berbohong.


Hal itu juga membuat Lian penuh tanda tanya kenapa Nata harus berbohong. "Kenapa harus berbohong?" ucap Lian menikmati sunyi malam di cafe London yang sebenarnya ramai dengan suasana romantis.


"Halo Li...." sapa Anggara dan duduk di depan sahabatnya, Anggara tahu bahwa Nata terlambat, begitu dia berpikir bahwa sahabatnya cemberut karena sudah menunggu lama.


"si tuan muda sepertinya harus datang terlambat, karena sekarang waktunya lo cerita sama gue? Maka Tuhan memberikan waktu terlambatnya Nata untuk gue." Lanjut Anggara, dia memang sangat peduli bahkan untuk membuat sahabatnya tetap ada dalam aura positif tidak berpikir negatif dengan kekasihnya yang mungkin saja memang sebaliknya.


Lian pun tersenyum, "Kamu bisa saja merayu aku untuk bercerita."


"Iya dong, gue itu kangen banget sama sahabat gue ini yang biasanya cerita, ketawa bareng gila-gilaan, di setiap sudut ruangan ini sekarang cuma ada ilusi lo doang! " Anggaran mengatakan dengan penuh perhatian, memang benar dalam beberapa waktu ini Lian cuti.


Bahkan tidak sedikit rekan kerja nya yang merindukan sosok Lian, tidak hanya rekan kerja beberapa langganan juga bertanya tentang kemana si perempuan damai itu? Lian memang sangat membawa kedamaian bagi setiap orang yang hadir bersinggah di kehidupan nya.


"Ah~ aku juga merindukan nya, tapi jujur aku jadi malu mendengar semua sanjungan itu."


Hahahaha, Anggara mentertawakan sahabatnya yang tiba-tiba saja menjadi malu malu kucing mendapatkan sanjungan. "Sudah... sekarang ceritakan apa yang membuat wajah lo asem gitu!"


"Ah! Sial si tuan mudah sudah sampai saja.... " ucap Anggara sambil berdiri dari posisi duduk nya.


Mendengar itu Lian pun langsung menoleh, Nata malam ini memang datang terlambat tapi sebagai tanda maafnya dia memberikan aku bucket bungan dan si manis teddy bear bersama senyum manis nya. "Harus aku akui ketika Nata datang dan memeluk ku, lalu meminta maaf ini adalah harapan ku." ucap di dalam hati Lian sambil merasakan pelukan hangat dari Nata.


".... sayang maaf ya karena harus menunggu."


"Oiya ini untuk pacar aku yang penyabar... thanks you." Nata sambil memberikan hadiahnya.


......................


Malam yang indah juga romantis, namun menyimpan teka-teki tanda tanya bagi Lian setelah pulang, dia pikir Nata akan mengatakan tentang cincin yang dia beri, ternyata tidak ! Dia juga berpikir bahwa Nata akan jujur mengenai hasil tes otopsi yang sudah keluar ternyata tidak juga.


Malam itu Nata terlihat sangat sibuk, apalagi beberapa pangilan mendesak sangat menggangu kenyamanan ku, dan akhirnya setelah aku selesai makan aku meminta pulang karena mengantuk. Semua itu aku katakan karena tidak ingin menganggu kerjanya dan akhirnya aku berbohong.


Di perjalanan menuju rumah aku pura-pura tertidur, hingga akhirnya Nata memangku ku ke kamar. Saat itu Nata sangat peduli bahkan sebelum dia pergi dia mencium kening ku tanda sayang dan ketika itulah aku mengerti mungkin memang bukan saatnya semua di jelaskan oleh Nata.


"Love you Lian... maaf ya gue belum bisa jadi kekasih yang lebih baik, tapi gue janji gue akan melakukan yang terbaik. " Ucap Nata sebelaum dia pergi dari kamar.

__ADS_1


__ADS_2