Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Keajaiban


__ADS_3

Akhirnya Putra Cahya Winata telah kembali sadar dengan semua perilaku anehnya terhadap Lian, dia sadar mengenai ritual yang dia persembahkan tidak lah baik. Begitu akal Nata pun kembali normal layaknya seseorang yang sembuh dari penyakit gila.


Walupun masih harus pengontrolan setiap bulanya ke luar negeri, Nata juga sadar dan menerima apa yang di sarankan oleh dokter untuk ke sehatan dirinya dia pun harus meminum obat nya setiap merasakan depresi, setiap pagi dan malam dia harus meminum obat khusus. Tidak hanya obat-obatan Nata juga harus membiasakan dirinya dengan lingkungan yang membuat dia kembali mengingat momen yang bisa mengembalikan sakit nya, akan tetapi itu harus di lakukan Nata dalam mengontrol dan mengendalikan overthinking mengenai Liana dan Lian.


Penerbangan, Nata pergi untuk kembali ke negara nya setelah mendapatkan izin dari dokter yang senantiasa membantu dalam menyembuhkan mental nya, hal itu di lakukan dirinya untuk membuktikan bahwa tidak ada trauma lagi selama tiga bulan di luar negeri.


"Jangan lupa dengan obat, jika ada apa-apa hubungi saja." ujar dokter sambil melambaikan tangan kepada Nata.


......................


Sudut Pandang Nata, setelah tiga bulan yang lalu kini semua tampak berbeda rumah ini sangat sepi, apa lagi ketika Nonya memutuskan untuk tinggal di kampung halamanya untuk menghabiskan masa tua bersama tante Lian dan Bubu. Walaupun begutu semua yang ada di rumah ini sangat terjaga rapih.


Gue melangkah menyusuri semua ruangan yang ada, muali dari lantai bawah ingga ke lantai atas untuk melihat kondisi sekitarnya. Udara masih sama asri dan sejuk bisa di rasakan begitu dengan view yang memperlihatkan bangunan kokoh menjulang tinggi, kebun apel merah, dan taman bunga mawar masih sama, yang berbeda adalah suasana menjadi sepi tidak lagi seramai dulu.


Beberapa asisten rumah juga sudah tidak lagi bekerja di sini hanya sebagian kecil saja untuk menjaga agar rumah tetap terawat. Saat ini gue masih merasa baik-baik saja, walupun ilusi tentang Lian dan Liana masih menyelimuti tapi masih bisa aku kendalikan.


Tepat kurang lebih satu tahun yang lalu Lian berdiri di depan gue dengan wajah yang pucat, dia tak sadarkan diri di pangkuan ini sambil mengeluarkan busa. Gue merasa debaran yang kencang, namun pikiran ini berusaha menenangkan "Semua akan baik-baik saja, begitu dengan Lian" ucap gue berulang kali agar bisa di respon oleh alam bawah sadar.


Tidak sia-sia ketika percaya dengan penuh kesabaran akhirnya membuahkan hasil yang bagus, gue tidak merasa takut dengan kejadian yang menimpa Lian, atau orang terdekat gue yang melakukan tindakan memisahkan memang benar itu adalah hal yang baik, semuanya demi kebaikan gue juga Lian walaupun gue masih belum bisa mendapatkan kabar baik tentang dirinya.


"Ha ha ha, lucu sekali perjalanan ini." ujar Nata yang mengingat masa lalu, tentang dirinya dan kebodohan nya.


Seharusnya gue gak pernah percaya tentang ritual itu yang mungkin akan menyesatkan gue, bahkan orang yang gue cintai. Beruntung sekali lo Nat, memiliki orang-orang baik hati yang senantiasa menjaga, membimbing, dan menyayangi lo.


Message.


Aldi : Selamat siang pak, Nyonya bilang bapak sudah kembali ke Indo?

__ADS_1


[status pesan terbaca]


Nata mendapat pesan dari Aldi yang merupakan kepercayaan selama bertahun-tahun hingga sekarang dia bertahan untuk membangun dan menjaga PT Cahya Winata tetap jaya. Begitu Nata mendapatkan pesan itu dia tersenyum "Ya, Saya sengaja tidak memberi kabar karena lo pastinya sibuk mengurus pekerjaan."


Message. Nata pun menjawab pesan dari Aldi.


Nata : Santai, Saya sengaja tak memberikan kabar ini karena tidak ingin menambah pekerjan mu.


Nata : Jika senggang datanglah kerumah dan kita makan malam bersama.


^^^Aldi : Wah, terima kasih banyak pak, dan^^^


^^^dengan senang hati Saya datang ke sana.^^^


......................


Malam ini seperti malam dengan sejuta kenangan indah, saat Nata melihat langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang, momen bersama Lian bisa mengingatkan dirinya bersama Liana, begitu sebaliknya banyak hal-hal yang mirip diantara mereka berdua. Nata mengira dirinya akan kembali bersedih dengan penuh penyesalan ternyata perlahan dia bisa menerima semua kenyataan.


Dia juga sudah menerima dengan ikhlas tentang ketetapan semesta, yang mana hatinya tidak lagi merasa marah dia memahami bahwa hidup memiliki roda rintangan, kehidupan yang tidak selalu di inginkan tapi semua harus di jalankan dengan kesabaran dan mulut tidak mengeluh akan takdir.


Ketika Nata sampai di meja makan datanglah Aldi dengan gagah. "Selamat malam pak." ucap Aldi sambil memeluk Nata dengn riang.


"Aldi!"


"Gue juga kangen sama lo, Oiya! sekarang Dewi sudah resigned dan dia sudah berkeluarga dengan Anggara."


"Ya, pak benar sekali." Mereka pun bercengkerama, menceritakan perjalanan hidup yang sangat cepat tanpa dugaan. Dewi dan Anggara sudah menikah dan diberikan karunia seorang bayi perempuan yang sangat manis, Aldi yang kini sudah di angkat oleh Nata sebagi kepala direktur utama perusahannya.

__ADS_1


Nata juga memutuskan untuk mengalih fungsikan rumah ini menjadi Café and Restaurant yang akan di kelola oleh saudaranya, juga membantu lulusan baru yang ingin berkarir di bidang cafe dan restaurant. Hal ini di lakukan Nata Karen melihat trend sekarang dan masa depan, begitu dengan letak kota ini sangat berpeluang besar sebagai salah satu tempat wisatawan.


Nata juga di malam ini mengundang Dewi dan Anggara, namun sayang yang datang hanya Anggara karena Dewi tidak bisa meninggalkan si baby. Mengundang Anggara juga untuk membatu dirinya merealisasikan Café and Restaurant ini.


Ketika mereka sedang berbincang-bincang, Nata dan Anggara mendapatkan pesan dan pangilan dari rumah sakit di luar negri yang sedang menangani Lian, malam itu juga menjadi malam yang berbahagia bagi semuanya karena Lian memberikan perkembangan baik yang memungkinkan segera siuman dan sadar.


......................


Hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh semuanya, setelah perjalanan yang panjang akhirnya Lian bisa kembali sadar walaupun dia masih harus di rawat di rumah sakit untuk masa pemulihan. Di rumah sakit itu terlihat Lian berbaring masih lemas, disana juga dokter sedang memeriksa keadaan Lian.


"Hello Lian, good morning?"


"How do you feel better?"


Lian tersenyum dan mengedipkan matanya, "I've gotten better" jawab Lian. Mendengar Lian yang bisa berbicara tanpa terbata-bata membuat dokter itu sangat bahagia karena dikabarkan Lian tidak bisa berbicara, begitu dia juga kemungkinan lumpuh total pada syaraf tertentu akibat dari racun.


Ternyata semua itu tidak terjadi kepada Lian, dia di berikan kesehatan tanpa menghilangkan satu pun fungsi dari dirinya. "Dok, Thank you for taking good care of me. " Lian melihat senyum dari dokter, dia tidak tahu apa yang terjadi kepada dirinya yang dia ingat adalah hari bahagia tentang kabar mengenai Bubu yang memang anak tante Lian, selain itu pak Aryo sudah di tangkap juga dirinya mengetahui bahwa Nata mencintadirinya.


"Lian anyone wants to meet you" Ucap dokter sambil mempersilahkan Nata, dan tante nya.


Betapa bahagianya mereka bisa bertemu, begitu dengan Lian sangat exited dirinya langsung terbangun dari tidur dan membuak lebar tangan nya untuk memeluk Nata. "Nat... Aku merindukan mu"


"I miss you so much" lanjut Lian.


Tak lama dirinya memeluk Nata kini dia memeluk tante Lian. "Tante ku aku seperti tidur bertahun-tahun, aku merindukan kalian." Lian memeluk sambil terharu.


Mereka semua merasakan kebahagiaan hingga haru tangis menyelimuti, "Tidak apa-apa, rencana semesta sangat indah." ucap Nata kembali memeluk Lian.

__ADS_1


**Karena dibalik kesabaran dalam menghadapi roda kehidupan tanpa menyerah dan berkeluh kesah, tapi selalu berusaha penuh dengan keyakinan maka akan ada kebahagiaan yang sesengguhnya.


Seperti rencana Tuhan yang lebih baik untuk umatnya**.


__ADS_2