Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Malam Sejuta Cinta


__ADS_3

WARNING !! untuk pembaca sebelumnya mohon maaf, dan perhatian nya kepada pembaca di bawah usia 17 tahun harap tidak membaca episode ke- 41 ini atau dengan judul "Malam Sejuta Cinta" dikarenakan bab ini mengandung unsur dewasa pada beberapa setting.


OK, terima kasih sebelum nya dan selamat membaca.


......................


Setelah Nata makan di tempat lesehan favorit Lian, dia mengajak kekasihnya untuk menginap di hotel bintang lima. Menurut Nata hari ini adalah hari yang pas untuk memperkuat hubungan mereka setelah beberapa rintangan yang menghalangi.


"Li mau kan nginep di sini?" Nata kembali bertanya sambil meraih kedua tangan kekasihnya.


"... tapi Nat, kita harus meminta izin dari tante Sani dan aku rasa tante ku tidak akan mengijinkan kita !"


Entah kenapa Nata malah tertawa mendengar pernyataan Lian bak anak kecil yang harus serba izin, namun cengengesan Nata membuat Lian merasa marah telah meledek dirinya secara tidak langsung. "Heh ! Jangan mentertawakan ku, ini serius...." Lian dengan wajah sinis.


Nata bersikap sangat lembut, ketika dirinya mendapatkan respon yang tidak baik dari Lian dia langsung paham bahwa setiap orang memiliki kebiasaan yang lain. Dimana Lian ini memang anak baik baik yang tidak pernah melawan orang tua, walaupun bak anak kecil baginya.


Nata memeluk dari samping. "Maaf ya sayang... bukan gue meledek tadi, hanya saja pikiran ini merasa lo seperti anak kecil yang harus izin dahulu (tersenyum) tapi gue paham, dan memang kita harus izin sama orang tua terlebih dahulu, biar pun nanti... tak khawatir juga." Jawab Nata sambil mengelus-elus rambut Lian dan diakhir dia juga mencium keningnya.


"Nata beda banget, perlakuan nya sangat lembut, bahkan dia langsung mengerti aku ah baper gini." Lian berbicara di dalam hati.


"Ya betul itu...." jawab Lian sambil tersenyum.


"Ok kita telpon tante Sani, dan memberitahu nya jika kita menginap di sini." Nata sambil mengambil ponsel nya.


Sambungan telpon.


Nata : Assalamu'alaikum, tanteku.... (Suara Lian)


Tante Sani : Ya, waalaikumsalam Li.


Ada apa sayang?


Nata : Tante... aku mau izin, hehe aku sama Nata gak pulang.

__ADS_1


Tante Sani : Gak pulang gimana sayang....


SKIP Nata pun meminta untuk berbicara dengan tante Lian, dirinya meminta izin untuk tidak pulang malam ini melainkan menginap di sebuah hotel dengan alasan dirinya ingin menguatkan hubungan yang renggang dengan keponakan nya, selain itu Nata juga berjanji akan melindungi Lian.


Setelah lama berbincang akhirnya tante Sani mengizinkan mereka, tapi dengan satu syarat dimana mereka harus bisa menjaga diri, begitu tante Sani juga meminta kepada Nata untuk menja keponakannya. "Tante titip dan tolong jaga Lian."


"Nah bisa kan? Kita sudah dewasa... dan kita bisa memilih pilih kita mau kemana hehe yang penting bisa jaga diri baik-baik. " Ujar Nata sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Nat..." Lian memangil, dia nampak bingung dengan malam ini yang mungkin bertanya apa yang akan di lakukan nya untuk memperkuat hubungan mereka ?


Tentu kebersamaan apa yang akan di lakukan, yang menjadi tandabtanya ? Lian kini berpikir apa yang akan di lakukan setelah ini di mana mereka sudah menikmati pantai dengan berjala-jalan menikmati sunset, makan malam juga sudah? Lalu kenapa kekasihnya (Nata) harus memesan kamar hotel untuk menginap.


DAK DIK DUK DAK DIK DUK !


Suara detak jantung Lian kini semakin keras, debaranya juga sangat kencang. "Tenang lah Lian... jangan memikirkan yang lain." Lian berbicara di dalam hati.


"Kenapa say... hm?" tanya Nata memperhatikan Lian yang kini gelisah.


"Tidak kok." Jawab Lian lalu terdiam, dia pun enggan berpegangan tangan.


Nata tahu untuk membuat suasana mencair kembali maka dengan membawa Lian menyusuri pantai dan menikmati indah nya langit dengan rembulan. "Gue punya kejutan!" Nata mererai lengan Lian kembali dan menguncinya dengan berpegangan.


"Lo gak usah takut sama gue, kita disini hanya menikmati indah nya malam di pantai." Lanjut Nata meyakinkan kekasihnya, dia juga menatap dengan lembut lalu menunjukkan ke langit yang sempurna indahnya.


Lian pun kembali menatap penuh perhatian, dia yakin bahwa Nata memang tidak akan melakukan hal yang ada di dalam pikir nya walaupun dulu Nata pernah melakukan kiss secara diam-diam, mungkin itu adalah masa lalu yang tidak akan di ulangi nya kembali.


"Bahasa cinta secara nonverbal memang perlu, tapi jika itu berlebihan tidak akan menjadi baik." pikir Lian.


......................


Sudut Pandang Lian.


Memang Nata memberikan kejutan indah malam ini, seromantis ini kah dulu Nata kepada ba Liana ? Malam dengan api ungun di basisir pantai menyatu bersama pantulan cahaya indah dari rembulan ke pada lautan. Oh indah sekali nampak cantik malam ini juga di temani beribu bintang, angin yang dingin memberikan kesegaran, gemuruh ombak yang menenangkan.

__ADS_1


"Suasana ini romantis..." uacap ku dengan refleks karena sangat menikmati alam. Nata yang mendengar aku mengatakan itu langsung menyahut sambil memberikan jas nya agar aku tak terlalu kedinginan, walaupun aku suka angin malam itu.


"Ya sangat romantis ketika lo ada bersama gue." kata Nata tidak gombal itu serius, hingga aku tersipu malu.


Sudut Pandang Campuran.


Lian hanya tersenyum, dan dia pun memangil Nata karena perutnya merasa lapar. "Nat aku lapar... " Lian menyeringai sambil memegang perutnya.


22 : 23 WIB


Tidak terasa waktu sudah malam, dan wajarlah Lian merasakan lapar karena hari semakin malam... ditambah mereka tidak hanya duduk diam melainkan kembali menelusuri bibir pantai, sambil menghitung bintang dan menceritakan masa kecil yang indah. Mereka berdua ternyata pernah mengalami hal sama ketika terlalu fokus memandang bintang mereka pernah tersandung.


"Kok bisa sama ya kita Li? kayaknya udah jodoh deh.... " Ujar Nata, dia punengambil jagung manis untuk di bakar.


"Hah? Jodoh ya?"


"Iya lah jodoh orang lo gak akan jadi milik siapa pun... inget lo apa yang lo janjiin dengan nyinya, amanat!" Jawab Nata menjelaskan.


Mereka pun tertawa, mentertawakan diri nya sendiri atas hal-hal yang telah diblewati memang mungkin mereka adalah jodoh, sebab semesta selalu menyatukan kembali. "Lian kapan lo siap?" Nata mencuri perhatian Lian, dirinya menatap dengan lembut begitu jarak diantara mereka sangat dekat.


Semakin malam mereka merasa semakin candu jika terus berduaan, suasana yang romantis mendukung semuanya. Apalagi ketika Nata menatap dengan lembut begitu keyakinan mereka akan takdir cinta. "Jantung ini berdebar kembali.... " Lian berbicara di dalam hati.


"... dan apa yang di katakan Nata, apa dia ingin mencium ku?" Lanjut Lian.


Nata mulai meraih lengan Lian dia pun memberikan ciuman di keningnya. merka berdiri berhadapan begitu dekat jarak diantara keduanya. Nata yang melihat si mungil membuat nya ingin memeluk, dan mencium mesra. Begitu ketika Lian mendapatkan ciuman di keningnya dia hanya diam bahkan memejamkan matanya.


satu...dua...tiga...empat menit merka pun berciuman, ini adalah kali ke dua Lian melakukan ciuman akan tetapi malam ini dirinya sangat menikmati sentuhan lembut.


SKIP


KAMAR HOTEL


"Sayang... " keluar dari mulut Lian.

__ADS_1


"... mmm" Nata.


__ADS_2