Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Hati Tidak Pernah Berbohong


__ADS_3

Hotel Festival Utama


Nata yang sedang asyik bercumbu mesra dengan Della dan Bintang, tiba-tiba saja mendapatkan spam panggilan sehingga menghentikan mereka untuk melakukan hubungan. "Sebentar ya, ada klien mendesak." ujar Nata, lalu pergi keluar ruangan. 


Di depan kolam renang sambil duduk di kursi, dirinya sangat terkejut ketika Anggara menceritakan sekaligus meminta dirinya untur berhati-hati dengan para wanita nya yang bisa saja menjebak situasi yang ada, sehingga tidak bisa keluar untuk membantu dirinya mencari Lian. 


"Gala, apa jangan-jangan Lian sedang dalam bahaya! Gue gak bisa diam saja." ucap Nata sambil mengambil kemeja nya. Melihat Nata yang tergesa-gesa membuat Della bertanya. "Sayang… kamu mau kemana?" 


"Sayang… cinta ku semuanya, aduh! Sorry banget ada kerjaan mendesak sekali. Aku cabut ya! Malam aku kesini kalian bersenang-senang saja dulu ya muach" Jawab Nata sambil mencium mereka berdua, agar tidak curiga atau merasa khawatir. Hal itu juga terpaksa di lakukan agar Della percaya bahwa dirinya sudah mencintainya kembali dengan begitu tidak akan ada kecurigaan.


......................


Mobil, Nata sangat kesal sekaligus khawatir karena ponsel Lian tidak bisa di lacak. "Gue gak bisa jika jarus kehilangan wanita yang gue cintai." ucap sambil mengendarai mobil yang enatah tujuan nya kemana. 


"Mobil tua! Ya, plat nomor mobil Gala yang harus gue cari tahu." 


......................


Graha Cam, setelah satu jam lebih di perjalanan akhirnya Nata sampai juga di tempat yang dikunjungi Gala dan Lian, karena dia juga melihat ada mobil Gala dan dengan cepat Nata menanyakan kepada resepsionis tentang keberadaan mereka yang dibenarkan bahwa mereka ada untuk camp disini. 


Nata melihat Gala dan Lian sedang duduk di kursi sambil menunggu pesanan. "Hati ini tidak bisa bohong, gue cemburu banget!" ucap Nata sambil perlahan mendekati mereka. "Hai, kalian sedang berkencan?" ujar Nata, membuat Gala juga Lian terkejut melihat Nata, akan tetapi Lian sangat senang karena bisa bertemu dengan Nata, dan Nata juga menyapa.


"Ya, ngapain lo disini? Bukanya lo lagi sama Della." ucap Gala dengan sinis, namun tiba-tiba saja terlihat gelisah melihat sekeliling restaurant.


"Tunggu! Lo... Tau banget ya gue lagi sama siapa."mendengar pernyataan dari Nata membuat Gala semakin tidak menentu, terlihat dirinya sangat gugup dan ketakutan.


" Jangan mendekat! "ucap Gala mengancam Nata, dirinya tiba-tiba saja mengambil pisau dan meletakkan di dekat leher Lian.


Lian mencoba tenang, dan menjelaskan kepada Gala mengenai ibunya yang sudah di pindahkan. Begitu dengan kekasihnya yang aman ada di rumah nya. Namun Gala tidak percaya begitu saja.


"Sekali lo bohong! Gue gak akan segan-segan membunuh semuanya."

__ADS_1


Kini Lian mencoba menjelaskan, dan menghubungi kekasihnya itu dan setelah pangilan telepon akhirnya Gala percaya tentang bu apa yang di katakan oleh Lian Gala terdiam, matanya mulai berkaca-kaca begitu dengan pisau yang di genggam nya terlepas jatuh ke bawah.


"Li... Lian, maaf...." ucap Gala sambil bersimpuh, dan memohon. Lian tidak tega melihat Gala yang menangis menyesali semuanya. Akhirnya dia meminta Gala untuk berdiri.


"Tapi kamu harus bisa ber tanggung jawab dengan semua ini, kamu mau kan? Untuk membantu kita mengatakan yang sebenarnya." Gala pun menganggukan kepala dan akhirnya mereka ber tiga pegi meninggalkan tempat cam itu.


......................


Villa Putra Cahya Winata


Mereka semua ada di villa Nata untuk bersembunyi dan merencanakan hal berikutnya. Di villa itu ada Tante Lian, kekasih Gala, Aldi, Dewi, dan juga Anggaraa. Malam itu merka berdiskusi untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian yang dimana sebelum melaporkan hal ini. Pertama-tama harus mencari tahu tentang salah satu militer yang bergabung dengan Abian.


Setelah beberapa jam mereka mencari informasi dan data-data lain akhirnya menemukan fakta bahwa salah satu militer itu adalah intelligence. Namun mereka sekarang merasa kebingungan bagai mana cara menguak bahwa inteligensi itu bergabung dengn kejahatan bersama Abian dan Della.


"CCTV, kita harus bisa mendapatkan nya akan tetapi kita harus berhati-hati."


"Kalian tidak perlu khawatir, aku memiliki rekaman CCTV itu tapi... file nya ada di rumah, yang mungkin sekarang mereka sedang mencari aku dan Gala di sana." ucap kekasih Gala.


"OK, karena yang aman adalah gue, gue yang akan pergi kerumah lo dengan berbagai alibi."


"... Aku, aku pergi menemui tante ku dulu ya boleh kan, takutnya tante ingin ke toilet."


......................


Teras Depan, malam muali sunyi. Ketika Nata hendak menutup pintu depan dirinya melihat Lian terdiam sambil menatap galaksi di angkasa begitu indah, hal itu sekaligus mengingatkan dirinya kepada sosok Liana.


"Hey..." sapa Nata yang membuat Lian terkejut.


"... Pak Nata, kenapa pak?" tanya Lian, dirinya masih merasa canggung setelah beberapa waktu harus acuh.


"mmm indah ya, dulu ketika masih ada Liana dia juga suka memandang bintang dan bulan." jawab Nata sambil menatap langit.

__ADS_1


Lian melirik Nata, tatapan itu membuat Nata kembali menatap dengan lembut. Mereka seperti sedang mengkomunikasikan apa yang sedang di rasa." Li, maaf ya tentang sikap gue selama ini, seharusnya tidak mengatakan hal semena-mena, dan gue emang egois... Sejujurnya gue..."


"Li... Lian?" terdengar suara Anggara yang memanggil Lian dan menghentikan pembicaraan Nata.


"Iya... Aku di luar." jawab Lian sambil melirik kearah pintu.


"Lo di sini toh, sama pak Putra... Si"


"palyboy" janjut Anggara membisikkan ke Nata. Hal itu membuat Nata terdiam sambil melihat Anggara yang menarik lengan Lian.


......................


Sudut Pandang Nata.


Baru saja gue mau mengungkapkan isi hati ini, tapi sahabatnya malah datang dan merusak segalanya. Mmm, si Anggara mengatakan gue 'playboy' di depan Lian, benar-benar anak itu bikin gue kasal aja. Walaupun gue dekat dengan banyak wanita tapi hati gue hanya untuk Lian seorang.


"Liana, bagaimana jika gue mencintai seseorang dengan satu alasan?"


Jujur... gue masih berat jika mengingat masa-masa lo yang begitu peduli, dan sekatang ada wanita care ke gue sama hal nya lo peduli gue Li, Ya! Dia adalah Lian, kamu tahu jika dia tidak hanya membuat gue bahagia, dia juga bisa merubah gue perlahan-lahan menjadi laki-laki yang baik, akan tetapi ia juga bisa membuat gue kembali menjadi laki-laki playboy.


"Giman caranya gue mengungkapkan perasaan ini Li."


......................


Pintu Kamar, Anggara menatap tajam sahabatnya sambil berpegangan tangan. "Li, gue hanya ingin lo bahagia, jadi gue minta untuk menjauh dari laki-laki itu" mendengar permintaan Anggara membuat Lian terdiam sejenak, dirinya tahu bahwa Anggara sangat sayang dan peduli, bahkan apa yang dikatakan sahabat nya itu pada akhirnya selalu benar.


"Li, gue tidak ingin melihat air mata lo netes."


"Mungkin seperti hari ini, gue yakin lo sangat kecewa... terhadap Gala." Lanjut Anggara sambil memeluk Lian.


"Terima kasih, aku baik-baik saja kok." jawab Lian, dan ketika pelukan itu semakin erat datang lah Nata menyaksikan kejadian itu.

__ADS_1


"Seandainya gue yang ada di samping lo Li...." ucap dalam hati Nata, mata merka pun bertemu dan saling menatap lembut, lagi-lagi perasaan tidak bisa di bohongi, Nata merasa iri melihat kebersamaan dan kedekatan itu membuat dia cemburu.


"Nat, apa arti tatapan ini." gumam di dalam hati Lian.


__ADS_2