Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Satu Langkah Lagi


__ADS_3

Ketika Lian dipeluk Anggara ternyata disaksikan tidak hanya oleh Nata melainkan Aldi dan Dewi melihat bos nya yang mengenaskan, sehingga mereka berinisiatif untuk merencanakan sesuatu. "Pak, yang sabar ya" ujar Aldi di samping Nata sambil merangkul dan membuat dirinya kaget. "Astaga! Kalian ngapain di sini?" tanya Nata sambil mendorong mereka untuk pergi. 


"Kita tahu… tak perlu di dorong begini dong pak." ucap Dewi sengaja dengan keras hingga terdengar oleh Anggara dan Lian, mereka pun melepas pelukan itu dan melirik ke belakang. 


"Sayang" ucap Anggara kepada Dewi sambil melambaikan tangan dia pun berjalan menemui Dewi. Betapa terkejutnya Lian dan Nata karena ternyata Dewi dan Anggara sudah jadian. "Oiya Putra dan Lian mungkin belum tahu tentang hubungan kita." 


"Ya, kita adalah sepasang kekasih."jawab Dewi sambil merangkul Anggara dari samping dan menggenggam tangannya. 


Dewi yang mengetahui perasaan bosnya pun mengatakan kepada Anggara untuk tidak menilai bosnya sebagai laki-laki playboy, serta memintanya untuk merestui hubungan bosnya dengan Lian. "Sayang bos ku ini memang si playboy, tapi… hati nya hanya untuk Lian seorang sayang, karena diam-diam dia memerintahkan aku dan Aldi untuk jadi mata-mata! Semua karena cemburu, khawatir, takut."


"Sorry bos." lanjut Dewi sambil lari menarik lengan Anggara pergi ke lantai atas karena takut. Begitu dengan Aldi dia pun menyusul. 


Di depan pintu kamar hanya ada Nata dan Lian, mereka kini saling melirik. Akan tetapi Nata masih gengsi untuk mengatakan kejujurannya dia pun hanya mengucapkan selamat malam setelah itu pergi ke kamarnya. "Goodnight" 


Setelah mendengarkan hal itu Lian pun pergi ke kamarnya, dia kini memikirkan tentang apa yang dikatakan Dewi, mengeni Nata yang selama ini menyimpan perasaan untuk dirinya. "Apa benar semua yang dikatakan oleh Dewi, tidak mungkin dia berbohong? Tapi kenapa Nata terlihat biasa aja seakan-akan itu tidak benar." 


"... Aldi waktu itu menjadi mata-mata, namun Nata tidak berkata jujur, kenapa?" Lian mengingat kembali sambil menutup jendela. 


"Hanya karena menjaga martabat dan harga diri! Gengsi banget sih." lanjut Lian pergi ke tempat tidur.


......................


Hari Ulang Tahun


Dewi dan Aldi pun merencanakan sesuatu dimana tepat dihari ulang tahun ibunya Putra (Nata) mereka mencoba mempertemukan Nata dan Lian sekaligus mereka membujuk Lian untuk jujur tentang perasaannya. 


"Li, kita tahu perasaan mu… bukan kah kalian sama-sama cinta?" tanya Aldi sambil memberikan nots miliki bosnya. 


"Apa ini?" tanya Lian. 

__ADS_1


"Baca, dan semoga kamu bisa memahami." jawab Aldi. 


"Tenang saja di sini ada kita yang akan mendukung hubungan lo, dan menjadikan lo bersama dengan Pak Putra." ucap Dewi, sambil merangkul Lian dari samping, tak lama Anggara datang dan mengajak Dewi untuk berdangsa.


......................


Lian pun duduk di kursi dan memuka lembaran demi lembaran, di dalam nots itu tertulis tentang isi hati Nata yang begitu bahagia bisa mengenal sosok Lian, tertulis bahwa Lian di kenal sebagai wanita yang baik hati, lembut, dan pemberani... tak hanya itu, Lian bisa membuat dirinya berubah perlahan-lahan untuk menjadi laki-laki yang peduli, menghargai waktu yang di berikan seseorang. Nata juga menemukan kebahagiaan dengan sederhana. Bersama Lian dia bisa kembali memiliki cinta di hatinya, kehidupannya kembali berwarna, bahkan jantungnya muali bedebuk kencang ketika bersama.


Akan tetapi, Lian juga bisa membuat dirinya kembali menjadi laki-laki yang semena-mena seperti apa yang ada di dalam pikirannya tanpa perasaan. Nata kembali menjadi playboy hanya karena Lian berpacaran dengan Gala, kabar itu membuat Nata sakit hati, dan marah sehingga melampiaskan ke semua yang bisa membuat dirinya bersenang-senang tanpa kebahagiaan.


"Love you Lian, Liana...." diakhir tulisan itu terdapat kata cinta namun tidak hanya untuk dirinya akan tetapi ada nama lain yang membuat Lian menjadi ragu mengenai Nata yang mencintai siapa sebenarnya.


"Memang sulit melupakan cinta seseorang yang penuh kenangan, dan itu tidak akan pernah bisa untuk di lupakan hanya bisa di alihkan." ujar Lian sambil berdiri dan memasukan nots kedalam tas.


"Apa sekarang sudah waktunya, apa aku harus ungkapkan perasaan ini." ucap di dalam hati Lian.


......................


Akhirnya berkat bantuan Aldi, Lian bisa bertemu dengan Nata di pesta itu.


"Hai Nat" Lian menyapa.


Nata pun tersenyum hangat, dirinya melihat Lian tidak seperti biasanya di sini Lian terlihat begitu anggun dia juga sangat senang mendapat sapa dari Lian. Hal ini juga merupakan momen yang ditunggu-tunggu. "Hai Li, terima kasih ya sudah datang."


Lian pun menganggukan kepalanya. Tak lama Nata mengatakan bahwa hari ini dia merasa senang bisa kembali saling sapa, dan mengatakan bahwa Lian terlihat cantik. "Gue senang bangat akhirnya kita bisa seperti biasa."


"Aku juga sama." jawab Lian tersenyum.


"... Li, lo cantik sekali." pernyataannya itu membuat Lian tersipu malu sekaligus merasa senang mendapat pujian yang tidak biasanya. Disini mereka berdua saling menatap dengan lembut, terlihat mereka sangat bahagia seperti sepasang kekasih yang baru saja jadian, walaupun belum saling mengungkapkan isi hati.

__ADS_1


"Mau kah kamu berdangsa dengan ku?" sambil mengulur kan tangan kanan, Nata juga tersenyum dengan manis. Tak lama Lian pun menerima untuk berdangsa. Hari ini hari yang tidak akan terlupakan, keromantisan dengan lantunan musik yang syahdu membuat mereka yang berdangsa sangat menikmati, Ya! Dekorasi ulang tahun Nonya terlihat romantis, elegan seperti pesta kerajaan.


Waktu yang pas untuk Nata mengatakan isi hatinya kepada Lian. "Li, gue sangat bahagia ketika bersama lo, gue tidak bisa menahan dan merahasiakan perasaan ini, Li... " namun ketika Nata akan berkata jujur tentang perasannya, Nyonya memberikan pengumuman bahwa dirinya akan melangsungkan pertukaran cincin di hari ulang tahunya setelah acara dangsa.


" Li, gue kesana dulu. " lanjut Nata setelah mendengar Nonya mengumumkan bahwa setelah acara ini akan ada acara yang tidak pernah terlupakan dan merupakan kebahagiaan nya bisa bertemu dengan seseorang yang mencintainya dengan sepenuh hati.


"Apa yang akan di katakan Nata?" ucap Lian di dalam hati.


Hal itu membuat Nata marah dia pergi meninggalkan Lian untuk menemui Nyonya. Nata tidak pernah setuju jika Nyonya harus menikah kembali apalagi bersama orang yang salah, dengan segera Nata membongkar kebusukan Aryo.


Disana Nyonya sangat marah kepada tuan muda yang menggantikan pertukaran cincin. Namun tak lama nyonya sadar betapa jahatnya Aryo, mereka pun langsung menghubungi pihak kepolisian untuk menangkap dan memasukan Aryo ke sel penjara.


......................


Malam hari dengan sejuta kebahagiaan itu hadir setelah acara ulang tahun, Lian dan tantenya pun di undang untuk makan malam sekaligus tingal bersama dengan keluarga Cahya Winata, karena Bubu yang ternyata merupakan anak tante Lian, dia pun meminta kepada Nonya untuk bisa tingal bersama di rumah Cahya Winata.


Setelah merkeka makan bersama Lian pun diajak Nata pergi ke luar untuk melihat bintang di taman bunga di malam yang indah itu Nata berkeinginan mengungkapkan isi hatinya.


"Lian..." panggil Nata sambil memperhatikan Lian, namun ketika dirinya hendak mengungkapkan perasaan itu enatah kenapa malah mengurungkan niat nya apa lagi fokus itu malah beralih ketika matanya melihat warna bibir Lian yang terlihat pucat.


"Kamu kok pucat?" Lian pun melirik Nata dan mengatakan bahwa dirinya sangat lelah setelah mengejar pak Aryo.


"Mungkin aku capek setalah kejadian sore." mendengar hal itu Nata langsung mendekati Lian, dan ketika Nata hendak cek suhu badan Lian dengan tangan nya, tiba-tiba saja dia pingasa dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga Nata panik.


"Lian? Hey... Bangun Li."


"Li, tolong!"


"Tolong!"

__ADS_1


Entah apa yang terjadi kepada Lian, akan tetapi mereka dengan cepat membawa Lian ke rumah sakit, di sana mereka bertanya-tanya apa yang terjadi kepada Lian? Itu sangat aneh karena Lian seperti keracunan.


__ADS_2