
"Bangun ayam sudah berkokok."
"Bangun ayam sudah berkokok."
Suara alaram di kamar Lian, begitu terdengar tangan Lian langsung mencari keberadaan alaram untuk mematikannya. "Hoam~ (menguap) sudah pagiblagi saja, waktu terasa sangat cepat." ucap Lian terbaring mengucek mata nya sambil mengumpulkan nyawa.
"... sepertinya aku harus kembali bekerja di cafe. " pikir Lian setelah melihat kesibukan Nata di kantor.
"Tapi bagaimana dengan kasus itu?" dirinya muali kembali memikirkan misteri di balik kematian Liana yang sudah muali terungkap.
Message.
^^^Anggara : Li ada bingkisan ni dari fans lo.^^^
Anggara mengirimkan pesan dan gambar mengenai banyaknya bingkisan hadiah dari pelanggan Cafe London yang ternyata benar, bahwa dirinya bak idola. Hal itu membuat nya tidak lagi mempertimbangkan untuk kerja atau resign, Lian mengambil langkah untuk kembali bekerja.
"Aku sepertinya memang harus kembali bekerja, aku harus mengabari Nata bahwa aku akan kerja mulai hari ini!" Lian sambil beranjak pergi dari kasurnya.
"... walaupun aku kerja aku masih tetep bisa mencari bukti ya! aku juga tidak akan pernah diam begitu tentang Nata, aku akan mengetahui nya segera kenapa dia harus berbohong!" ucap di dalam hati Lian sambil handuk bersiap siap untuk mandi.
Setelah Lian siap dia juga berpenampilan sangat berbeda untuk berpenampilan pemimpin dengan dress berwarna biru muda membuat nya tampak menawan, Lian sangat anggun. "Cantik juga" ujar dirinya sambil bercermin dan sesekali tersenyum, rambut Lian yang hitam kini mulai tumbuh panjang sudah melewati bahunya.
"Aku bilang Nata saja lah jika aku kembali bekerja. "
Message.
^^^Lian : Sayang aku sudah kembali bekerja hari ini. Di cafe London.^^^
Nata : Benar kah?
Nata : Jika begitu, gue akan meeting di sana.
^^^Lian : Oya? Siap deh... aku akan tungu kamu.^^^
......................
Lian terlihat sangat bahagia, dia pun mengajak bubu untuk berangkat bareng. "Sayang sudah siap?" tanya Lian di anak tangga sambil turun ke bawah, dan di depan sudah terlihat sepupu tampan nya yang gagah juga rapih telah tersenyum melambaikan tangan.
"Ok sudah cakep!" jawab Lian meraih pipi.
"... Oiya tante aku mau kembali kerja hari ini, karena sudah banyak yang menanti ku begitu para pelanggan setia." Lanjut Lian sambil mengambil roti di meja makan nya, lalu dia bersalaman dengan tante Sani.
"Hey buru-buru sekali."
"Yasudah hati hati ya sayang.... " Lanjut tante Sani sambil mencium kening Bubu dan Lian, mereka juga tak lupa bersalaman.
"Assalamu'alaikum.... "
"Waalaikumsalam."
......................
__ADS_1
Sesampai di sekolahan Bubu, Lian sangat terkejut karena melihat sosok wanita berwajah Liana keluar dari ruangan kepala sekolah, dengan segera Lian mengikutinya namun sayang karena dirinya sudah tidak bisa mengikutinya ketika harus berpapasan dan menabrak salah satu pekerja yang sedang membersihkan depan koridor.
"Maaf-maaf ya bu saya tidak sengaja." Lian meminta maaf sambil membantu ibu itu bangun, Lian tampak terburu-buru begitu matanya juga mencari di mana wanita berwajah Liana.
"Ya gak papa kok neng, lain kali hati-hati saja." jawab.
"Iya ibu makasih ya, semoga ibu baik-baik saja. " jawab Lian sambil mengusap punggungnya. Lalu ketika dirinya melihat ke arah lain wanita itu sudah tidak ada di sudut mana pun. "Sepertinya wanita itu sudah pergi, tapi untuk apa dia datang kemari?" Lian bertanya di dalam hatinya.
Bubu yang tadi ada di sampingnya pun berlari menuju ba Lian, "Ba kenapa tadi melepaskan ku dan pergi begitu saja?" Bubu bertanya.
Lian tersenyum. "Tidak ada apa apa sayang...." Lian pun terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu.
"mm yaudah kita kekelas yuk!" Lian pun mengajak Bubu ke kelasnya.
......................
Cafe London
Suasana tempat ini masih sama, Lian tertatih di depan pintu sambil merasakan ke sejukan tempat yang sama persisnya seperti dulu kali pertama dia menginjakan kaki di Cafe London. "Aku kembali. " Ucap Lian dengan enerjik memasuki Cafe.
pukul 07.00 WID satu jam setengah sebelum cafe di buka, ya sekarang Cafe London tidak lagi buka jam delapan pagi melainkan jam 08.30 menit begitu Cafe tutup tidak lagi jam 23.00 tapi sebelum jam 22 malam Cafe sudah tidak lagi buka.
Ruangan di Cafe tampak nya berbeda, karena CEO cafe menambahkan taman kanak-kanak khusus orang tua yang membawa balita dan anak anak kecil, begitu lengkap di sini juga tersedia pengasuh atau baby sitter. "Wah Lian? akhirnya lo kembali lagi. " salah satu karyawan terkejut melihat Lian sedang melihat-lihat perubahan ruangan di cafe.
"Hey... udah lama ya kita gak jumpa." Sapa Lian sambil berjabat tangan dengan Tommy salah satu barista.
"Gue kangen tahu, bahkan semua nya kangen ame lo.... " Tommy memeluk Lian, setelah itu dia memangil teman-teman nya memeberi tahu bahwa Lian telah bergabung bersama.
"Hey hey hey! sini kumpul EO mana ni udah dateng belum?"
"Siap pak sudah."
"Kita akan ada acara ultah saudara saya...." Anggara menjelaskan kepada semua pegawai nya untuk membuat acara ini berjalan dengan baik walaupun harus dadakan, tapi ditengah diskusi yang singkat dirinya di kejutkan oleh sosok sahabat yang sangat di nanati yaitu Lian.
"Eh Lian... sahabat gue akhirnya lo kembali juga." peluk Anggara dengan erat, Anggaran memang sangat menanti kedatangan sahabat nya itu karena Lian semuanya selalu mudah, Lian bak malaikat penolong.
"Iya pak tenang ada Lian." ucap salah satu karyawati. Namun di balik kebahagiaan mereka ada salah satu yang tidak menyukai kehadiran Lian yaitu EO baru, wanita itu menatap Lian dengan sinis begitu terus memperhatikan dengan wajah tidak suka.
"Tidak bisa di biarkan jika begini posisi gue akan di mabil alih oleh wanita itu, dasar loh sok jadi primadona." wanita itu berbicara di dalam hatinya sambil mengeluarkan gadget untuk memotret.
"Lihat saja gue akan hancurkan persahabatan lo dengan pak Angga!" Wanita itu tersenyum jahat.
......................
Pukul 14.35 WIB
Setelah Lian selesai makan siang di taman Anggrek bersama sahabat nya itu baru saja Lian ingin menceritakan perkembangan mengenai misteri di balik kecelakaan ba Liana, eh~ tiba-tiba saja Dewi datang dengan wajah penuh emosi. "Angga!" Dewi tidak memangil suaminya dengan sebutan mas, sayang atau papah seperti bisanya.
Lian dan Angara langsung berdiri, bagitu Lian juga tidak jadi bercerita tentang hal itu. Anggara yang melihat istrinya terbakar emosi langsung menghampiri nya. "Tungu dulu, jangan kamu emosi dan marah seperti ini? Bilang perlahan-lahan kenapa?" Anggara langsung mencoba menenangkan Dewi, dia pun meterai tangan Dewi dengan pelan-pelan mengajak nya duduk bersama dengan Lian.
Syukur nya Dewi sadar akan sikap seharusnya, dia pun duduk dan menatap suaminya setelah itu Dewi menoleh Lian namun dengan tatapan tidak suka. "Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan wanita itu. " jarinya menunjuk kepada Lian.
Anggara pun menoleh Lian, dan dirinya merasa heran kenapa tiba-tiba istrinya datang dengan emosi juga meminta kepadanya untuk menjaga jarak jika tidak ada asap. "Kenapa sayang, apa ada yang mengatakan hal hal lain kepada mu?" tanya Anggaran sambil memeluk Dewi dari samping.
__ADS_1
Dewi hanya mengeleng kan kepala, "Tida mm aku hanya tidak suka melihat kalian terlalu dekat seperti tadi, walaupun kalian sahabat." ucap Dewi masih menatap Lian sinis. Dewi sedang berbohong yang sebenarnya ada seseorang yang telah ngadu.
"Ya sayang... kita mungkin terlalu bahgia bisa kembali bekerja bareng lagi, terus terang tadi gue juga bahagia sekali ketika si Lian mendapatkan cincin dari Putra."
"Oya? cincin apa?" Dewi penasaran.
"... aku belum tahu sih Nata memberikan cincin ini tanda apa, karena dia belum sempat menjelaskan tentang cincin ini. " Lian pun menjawab sambil tersenyum.
"Hmmm." Dewi sambil menatap suaminya dan memelukmu.
"Tenang aja sayang gue gak akan pernah selingkuh, apalagi sama sahabat sendiri terus? Kita tahu bahwa kita saling memeiliki pasangan begitu kan?"Anggara kembali meyakinkan Dewi.
Disana Lian juga meyakinkan Dewi tentang hubungan nya dengan Anggara sebagai sahabat dan selamanya mereka akan menjadi sahabat. Begitu Lian dan Anggara memberikan penjelasan dan kepercayaan akhirnya Dewi percaya dan meminta maaf kepada Lian atas kecurigaan nya, dan Lian memaklumi hal itu begitu mereka pun saling berpelukan.
" Sialan! mereka malah semakin akur, gua tidak akan diam sampai di sini Li lihat saja ini akan berhasil membuat lo di benci oleh mereka berdua!?" Ucap di dalam hati yang penuh amarah, EO itu pun pergi melangkah menuju loker milik Lian dan mengambil kotak makan yang bertulisan.
"Sayang jangan lupa dimakan ya, love you."
EO itu pergi keruangan CEO secara diam diam untuk menyimpan kotak makan yang sehrsnya sudah Lian berikan kepada Nata yang hari ini meeting di Cafe London.
......................
"Ya sudah aku mau ke ruangan kamu...." ucap Dewi kepada suaminya. Mereka pun pergi bersama dan meninggalkan Lian di taman Anggrek.
Begitu mereka berdua sampai di ruang CEO Dewi langsung menemui kotak makan yang sudah ada di meja, begitu dirinya membaca tulisan langsung kembali emosi. "LIHAT INI!" Dewi melihatkan kotak makan kepada Anggara dengan wajah marah.
"Hah?" saat itu Anggara terheran-heran kenapa ada kotak makan dengan tulisbtangan yang di kenal. "Itu kan tulis tangan Lian? tapi tidak mungkin Lian memberikan itu untuk gue... lagian gue dan Lian baru saja makan! Ah~ pasti ada yang ingin menjebak gue juga Lian." Pikir Anggara.
"KENAPA DIAM! GAK BISA JAWAB KAN?"
"... bukan begitu, ini sepertinya ada yang ingin menjebak gue sama Lian?"
"JEBAK APA? KAMU BERALASAN LAGI!"
"Sayang sumpah, aku ini udah makan sama si Lian... masa si Lian ngasih makanan itu kembali kan gak mungkin?"
"INI BUKTINYA? INI KAN TULISAN TANGAN LIAN!"
"AKU TAHU TULISAN INI, INI ADA DI DIARY ALAY KAMU SAMA SI LIAN. " lanjut Dewi menjelaskan.
Di sini Anggara sangat bingung harus bagaimana menenangkan semuanya apalagi ketika Dewi terlihat sangat marah dan sudah tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Anggara, begitu ketika terbukti tidak ada CCTV-nya Dewi semakin yakin jika CCTV-nya di matikan agar tidak ada bukti perselingkuhan mereka berdua.
Kejadian ini belum diketahui oleh Lian, begitu ketika Lian melihat loker nya yang sudah terbuka dia sangat terkejut bagaimana bisa roker yang terkunci dan tidak ada yang tahu password nya selain dirinya, begitu ketika Lian cek kotak makan nya sudah tidak ada. "Kemana kotak makan yang aku silakan untuk Nata?" ujar Lian dirinya sangat bingung.
ting (satu pesan masuk) Lian pun langsung melihat isi chat.
Message.
Nata : Sayang aku cancel meet di cafe London.
"Dasar pakor!" bisik Dewi sambil melewati Lian yang sedang membaca pesan dari Nata. Begitu ketika dirinya mendengar apa yang dikatakan Dewi langsung melirik Dewi dan tidak mengerti apa maksudnya.
"Kenapa...." pikir Lian.
__ADS_1