
Di perjalanan menuju rumah Lian. Kini Nata terdiam, dia memikirkan sesuatu yang di mana walaupun dirinya berhasil membuat Lian kembali peduli akan tetapi kejadian tadi di taman “Angsa Cinta” ternyata membuat Nata gagal move on dari Liana, dan hal itu juga membuat mereka hanya diam-diam saja. Nata melihat Lian tidak biasanya dia seperti membatasi diri hal itu terlihat jelas diam nya Lian, dan cara menjawab Lian sangat singkat.
“Li kita sudah mendapatkan beberapa kemungkinan, dan ini sangat jelas kedekatan mereka menunjukkan kecurigaan, begitu ketika Gala keceplosan menanyakan Abian kepada Della?”
“Ya.” jawab Lian sambil melihat-lihat pemandangan di kaca mobil.
Nata pun mencoba bertanya kembali tentang hal yang sangat membuat dirinya bertanya-tanya tentang kedekatan Lian dengan Gala. “Li, gue mau tanya tentang lo dan Gala, boleh?”
“Tanyakan.”
“Ok, lo sama Gala lagi pendekatan? Kalian lagi kencan?”
Lian melirik Nata, dia kini terdiam seperti sedang berpikir. “Ya kencan.” saat mendengar pernyataan dari Lian, kini dia hanya menganggungkan kepala sambil berpikir bahwa kenapa Lian terdiam dan seperti menjaga jarak, mungkin Lian memang sudah tertarik dan memberikan hatinya kepada Gala, maka dari itu Lian terlihat cuek.
“Li, tentang pak Aryo dan Bubu menurut lo bagaimana caranya agar kita bisa melakukan tes DNA secara diam-diam?”
“Mm apakah malam ini kembali makan bersama, jika ya se bisa mungkin kamu mendapatkan rambut pak Aryo.”
“Tapi bagaimana caranya agar gue bisa mengambil secara diam-diam?” pernyataan Nata membuat Lian sejenak berpikir dan tak lama menjawab dengan bisikan, Nata dengan memahami apa yang di ucapkan Lian pun menganggukkan kepala.
Setelah Lian membisikkan ide nya, dia pun langsung membuka seat bell. “Terima kasih.” ujar sambil membuka pintu mobil.
“Li.” panggil Nata, namun Lian tidak menghiraukan dan dia tetap berjalan tanpa menoleh sedikit kepadanya. Sikap itu membuat Nata merasa yakin bahwa dirinya memang bukan orang yang di pedulikan kembali oleh Lian, kini wajah Nata kembali murung.
“Gue tahu mungkin lo masih marah dengan apa yang gue tuduhkan, selanjutnya lo menjauh.”
“Setelah ini ? Lo mungkin akan pergi karena lelaki bernama Gala yang lo kenal sebagai orang yang baik, bahkan lo berkencan!.”
“Aaah! (Marah) sialan, tapi kenapa Lian tidak menjadi benci jika Gala benar-benar ada di balik kematian Liana? Dan jika Lian juga menyukai Gala kenapa tadi dia malah pojok Gala tentang kedekatan nya dengan Abian dan Della ?”
“ Apa-apaan ini!” Lanjut Nata, dan kembali mengendarai mobilnya menuju rumah.
......................
Rumah Putra Cahya Winata
Kedatangan saudara tiri membuat Nata terkejut. Hal itu pertama kalinya Abian adik tiri Nata menginjakkan kaki di rumah ‘Cahya Winata’ dirinya kembali teringat tentang kejadian di Taman Angsa Cinta yang di mana Gala bertanya pada Della tentang Abian, namun kedatangan Abian ke rumah nya masih tanda tanya entah apa tujuan Abian ?
“Hai saudara.” sapa Abian penuh keterbukaan. Nata dengan senyuman hangat mengunjukkan ke rasa senang dikunjungi oleh Abian, dia juga memeluk Abian sambil mengusap punggungnya.
“Kenapa tidak memberi tahu aku jika ke rumah, pasti gue menyiapkan sesuatu.”
“Ah tidak masalah, gue kemari atas undangan dari nyonya.” mendengar pernyataan itu Nata sangat terkejut dirinya berpikir kenapa nyonya menyeru Abian, apa yang akan nyonya bicarakan ? Kenapa nyonya tidak membicarakan terlebih dahulu ?
“Permisi ....” tiba-tiba saja Nata dikejutkan kembali oleh orang yang datang.
“Oya salahkan duduk pak Aryo.” ujar Nata mempersalahkan.
“Permainan apa yang sedang nyonya mainkan?” di dalam benak Nata penuh tanda tanya. Nata pun pergi ke kamar Nyonya dan mencarinya, sungguh Nata sangat ingin berbicara tentang kedatangan mereka berdua, namun sangat disayangkan karena Nyonya ternyata sudah bertemu dengan mereka di meja makan.
“Tuan, nyonya sudah menunggu di meja makan.” saat itu juga Nata berekspresi dengan kesal kepada pelayan.
“Kenapa tidak mengatakannya dari tadi! Sialan, di sana ada siapa saja?”
“Maaf tuan”
“Ya! Di sana ada siapa?” tanya dengan nada tinggi.
“Ada tuan Abian dan Pak Aryo.”
Ternyata nyonya mengundang Abian makan bersama karena pak Aryo adalah adik dari ibunya Abian sebab hal itu mengundang Abian juga. Nyonya tahu bahwa Abian adalah teman dekat Nata juga, bahkan beberapa waktu lalu Abian dan Nata dinobatkan sebagai saudara tiri yang akur dan sukses bekerja sama mengembangkan perusahaan PT Cahya Winata.
Dengan kabar itu nyonya berharap tuan muda mau merestui hubungannya dengan pak Aryo. “Saya senang mendengar berita ini, tapi saya tidak bisa menyutujui nya sekarang.” ujar Nata setelah pak Aryo dan Abian kembali pulang.
Ketika mereka sedang membicarakan hal itu di ruang kerja milik nyonya tiba-tiba saja pelayan memberikan kabar yang membuat nyonya khawatir, akan tetapi tidak bagi Nata dia merasa senang mendengar kabar pak Aryo pingsan.
__ADS_1
Kamar Nata, terlihat Nata tersenyum sambil memasukan rambut ke dalam toples kecil. “Ternyata tidak sulit mendapatkan rambut pak Aryo.”
“Tuhan selalu memihak kebaikan.”
“Se pandai dirimu menyembunyikan kejahatan semua akan terungkap, perlahan-lahan ...."
Message
^^^Della : Nat, lo sekarang dimana?^^^
Nata: memang nya ada apa Dell?
^^^Della : Gue terjebak, banyak sekali media mengejar.^^^
^^^Lo tau kan gue sangat takut dengan mereka?^^^
Nata : Shareloc.
......................
Jl. Bukit Ambawa 02
Nata melihat mobil Della sedang parkir di penginapan, begitu ia juga melihat di luar banyak sekali wartawan yang sedang menunggu.
“Kenapa gue harus teringat kepada Liana!” ujar Nata sambil keluar dari mobil dengan pen samaran.
Penginapan Ambawa merupakan salah satu tempat yang penuh dengan kenangan antar Nata dan Liana, mereka sering bertemu semasa Liana sibuk shooting, di tempat ini juga mereka pertama kali bertemu secara tidak sengaja. Kini Nata terdiam sejenak melihat sudut tempat.
“Aku baru merasakan sangat berat, ternyata ikhlas itu tidak mudah.” ucap Nata di dalam hatinya.
“Hai.” Della melambaikan tangan sambil tersenyum.
“Ayo!”tanpa basa basi Nata langsung menarik lengan Della dan berlari di kerumunan wartawan.
“Seharusnya tadi tidak menyapa, mungkin media tidak akan mengejar dan mengambil foto kita.” Lanjut Nata sambil menyetir.
“iya maaf ya ... gue jadi bodoh, tapi semua itu karena gue senang lo ternyata dateng, peduli.”
“... emang selama ini gue bohong, gue memang selalu peduli, dan lo kenapa harus berkata tapi sih?” jawab Nata wajahnya mulai kesal. Della yang mendengar itu menjadi khawatir jika Nata akan marah.
“Gue tidak bermaksud ....” sebelum Della menjelaskan panjang lebar Nata pun menghentikan mobil nya.
“Cukup! Gue tidak mau lagi mendengar apa pun itu, sekarang lo turun.”
“TURUN!” Lanjut Nata.
......................
Kamar Eliza Bunga Berlian, Lian merasa tidak enak dengan sikap nya kepada Nata yang mana dirinya bersikap acuh dan berusaha tidak peduli dengan apa yang terjadi kepada Nata walaupun semua itu dilakukan sebagai kewaspadaan agar dirinya tidak terbawa suasana, atau sebaliknya agar Nata tidak mengira dirinya tertarik.
“Nata mungkin sekarang sedang kembali terpuruk?” ucap Lian sambil membuka HP.
Message.
Lian : Nat, kamu di mana?│
Liana sedang mengetik pesan untuk Nata, namun dia mengurung kan diri sebab kembali teringat dengan pesan sang sahabat dan berpikir memang lebih baik membiarkan terlebih dahulu sampai Nata benar-benar memperlihatkan kesungguhan terhadap dirinya, akan tetapi pikiran nya itu sangat tidak seraras dengan perasaan nya.
......................
Keesokan hari di Caffe London, Lian kini datang dengan Anggara dirinya menolak tawaran Gala sebab dia merasa tidak nyaman dengan sikap manis nya Gala, yang mana tadi malam Gala memberikan buket bunga, makanan, juga surat maaf karena dirinya harus meninggalkan kekasihnya di taman.
Tadi pagi Gala juga memberikan buket bunga, bekal yang isinya camilan dan makan siang. Sayangnya ketika Gala sampai di depan rumah Lian tiba-tiba saja datang Anggara untuk menjemput yang akhirnya Lian pergi dengan Anggara sahabat nya. Di perjalanan tadi Lian juga menceritakan tentang kemarin, tentang kencan dengan Gala yang membuat Anggara kaget dan heran karena sahabat nya bisa menerima Gala sebagai kekasih. Lian pun menjelaskan kenapa dirinya bisa menjalin hubungan dengan Gala akibat dari miss komunikasi, dan kebodohan nya, selanjutnya Lian menceritakan tentang Nata yang bertemu dengan Della, Nata yang teringat kepada Ba Liana, dan yang aneh adalah “Kenapa di sekian banyak tempat, harus Taman Angsa Cinta yang menjadi tempat kencan yang padahal tempat itu tidak begitu favorit.
Lian juga menceritakan kecurigaan terhadap Gala, Della juga Abian. Hal itu membuat Anggara memikirkan sesuatu untuk memanfaatkan hubungan asmara Lian dan Gala, di mana menurutnya dengan hubungan itu Lian bisa menggali informasi tentang kecurigaan nya yang mungkin saja ada hubungan dengan kematian Liana.
__ADS_1
“Gue rasa lo bisa manfaatkan hubungan itu untuk menggali informasi tentang kecurigaan lo Li.”
“Tapi itu pengkhianatan dong Ga?”
Mendengar pernyataan itu membuat Anggara tidak habis pikir akan sahabatnya yang sangat peduli kepada orang yang sedang di curigai dan seketika dia tertawa. “Haha ... Li hati lo terbuat dari apa sih?”
“Ya itu kembali sama lo deh, sekarang gue mau tanya tentang Nata.”
“Apa kabar perasaan lo kepada Nata ... ingat ya, gue tidak pernah merestui lo dengan playboy itu. Lagi an terlihat jelas di taman Nata bertemu dengan Della.”
“Tunggu! Jangan dulu bicara lo, Nata tadi sore bertemu dengan Della di penginapan Ambawa.” lanjut Anggara menjelaskan kepada Lian, dia juga melibatkan sebuah berita ter kini tentang kedekatan dengan Della.
Yang mana hal itu membuat dirinya meyakini tentang Nata yang mungkin saja memang tidak mencintainya hanya saja Nata butuh melampiaskan semua kepada seseorang ... walaupun begitu Lian tetap merasa khawatir apalagi melihat wajah murung Nata.
“Iya aku akan waspada dan mungkin tidak akan pernah membiarkan Nata memiliki hati ini.”
“Harus!” tegas Anggara.
Message dari nomor yang tidak di kenal.
^^^Unkenow : apa benar ini dengan Eliza^^^
^^^Bunga Berlian?^^^
^^^Unkenow : Jika ya, tolong segera hubungi saya.^^^
Lian : Ya, saya dengan Eliza
Bunga Berlian.
^^^Unkenow : Syukur kamu sudah memblas,^^^
^^^Saya Nonya dari Nata. Saya harap kamu^^^
^^^bisa datang kerumah untuk menghibur Nata.^^^
Lian sejenak terdiam, kini dia sangat tidak bisa membiarkan sosok seorang ibu khawatir akan anaknya. Lian akhirnya memutuskan untuk menemui Nata tanpa se pengetahuan sahabatnya namun dirinya memberi tahu tante jika dirinya pergi ke rumah Lian.
......................
Sepulang dari Cafe London Lian mampir ke tempat les Musik Bubu yang ternyata Bubu sedang menunggu jemputan, akhirnya Lian menghubungi Nyonya dan membawa Bubu pulang ke rumah. Sampai di rumah Putra Cahya Winata, Lian terkejut karena di kamar Nata sudah ada Della yang sedang duduk menyuap di makanan untuk Nata yang berbaring.
“Ternyata, Nata sakit ... dan Della memang peduli.”
“Mereka juga terlihat dekat, tapi aneh bukankah Nata sedang curiga kepada Della?” lanjut di dalam hati Lian dan saat itu juga Nata melihat sosok Lian sedang berdiri di ambang pintu, Nata memalingkan wajahnya seraya tidak ingin ada kehadiran Lian.
Sayang kepedulian Lian di acuh kan Nata, Nata yang didatangi oleh Della membuat Lian menjadi berpikir bahwa Nata memang tidak mencintai dirinya. Della selalu membuat rencana untuk mendapatkan hati Nata dan di dalam rencana itu Della tidak sendirian dia bekerja sama dengan Gala yang juga ingin mendapatkan hati Lian seutuhnya, namun Lian masih mengacuhkan Gala.
Message.
Gala : Apa Lian sudah sampai ?
^^^Della : Sebelum Lian sampai, gue sudah ada di sini,^^^
^^^dan lo tahu reaksi Putra melihat Lian di depan pintu?^^^
Gala : Bagaimana, apa lo berhasil memberi tahu Putra
tentang hubungan gue dan Lian ?
^^^Della : tentu saja, dan Putra terlihat muak.^^^
^^^Della : Sekarang lo tlpn dan ajak pulang tuh Lian.^^^
__ADS_1