Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Balas Dendam


__ADS_3

Alur cerita mundur, empat bulan setelah dikabarkan Liana meninggal. Nata yang hancur bukan karena kabar Liana saja melainkan Lian yang di kabarkan menjalin hubungan bersama dengan chef Gala Sentosa, membuat dirinya menjadi sakit hati sebeb cinta nya tidak terbalas.


Bahkan sosok Lian adalah wanita yang bisa membuat dia frustasi ingin dimiliki, kejadian itu membuat Nata memilih menjadi laki-laki peminum, pemain perempuan, playboys, kembali jadi dingin, kasar dan kejam. Bagimana tidak kejam ! Menurut pengakuan dari wanita yang sempat tidur dengan dirinya, ia sama sekali tidak ingin bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.


"Laki-laki bajingan!" ujar wanita itu kesal karena mendapati dirinya tertidur tanpa busana di ranjang, begitu dirinya juga melihat uang yang menandakan bahwa dia adalah wanita bayaran yang tidak semestinya.


"Siapa wanita dan laki-laki kurang hajar itu?" dirinya sangat marah tentang kejadian semalam, ketika dia mabuk berat ada sosok wanita menghampiri dirinya yang mulai tidak sadar sedang duduk di sofa.


"Ayo bangun." kata wanita itu sambil membantu wanita yang sudah pasrah dengan keadaan, wanita itu membawa dirinya ke salah satu kamar dan saat itu dia sudah tidak bisa apa apa hanya pendengaran nya masih sempurna.


Namun dia bisa ingat siapa nama laki-laki itu, "Bagaimana?"


"Sangat cantik...."


"Kamu memang pintar sayang."


"Ya Putra, siapa lagi pacar lo ini memang pintar."


......................


Alur Cerita Maju. "Ini adalah awal dari segalanya...." ujar wanita berwajah Liana.


“Lihat saja gue akan memulainya hari ini!” lanjut wanita berwajah Liana di dalam hati.


Wanita itu sedang duduk di samping Lisa dengan tatapan yang tajam kepada Kim, entah apa rencana yang akan di lakukan wanita itu untuk membalas semua dendamnya atas kejadian yang di lakukan Nata kepadanya. “Eh kenapa lo menatap gue seperti itu ?”


“Kim bisa bantu gue kan?”


“Bantu apa Li?” tanya Kim masih dengan santai dia pun mengambil beberapa camilan.


Lisa yang sedang santai memakan-makanan siang nya kini melihat ke arah Liana, “Kenapa Lisa malah terdiam, bukanya tadi dia nampak serius ingin meminta bantuan kepada Kim, mmm sebenarnya apa yang ingin dia katakan?” pikir Lisa berbicara di dalam hatinya dengan penuh rasa penasaran.

__ADS_1


Wanita berwajah Liana itu pun kini melirik tajam Lisa, dan dia pun mengatakan bahwa dirinya ingin ke pemakaman almarhum Nana yang merupakan kembara dirinya.


“Ini pas banget, kita harus mencari orang untuk menjaga pemakaman Liana... karena kemungkinan besar Lian maupun Nata atau keluarga Liana bisa membongkar makam itu dan mencari tahu identitas sebenanya!” Kim menjelaskan.


“...tapi Kim, untuk saat ini kita gak mungkin bisa ke sana secara bebas mmm bisa saja mereka sudah memiliki penjaga makam nya! Kita tahu jika mereka itu sedang curiga dengan kita itu pasti! Apalagi di kejadian pesta.” Lisa membantah karena melihat beberapa pertimbangan yang bisa saja semuanya terbongkar.


“Kita harus cerdas ! karena jika ceroboh sedikit semuanya akan terbongkar.” Lanjut Lisa.


Kini giliran wanita berwajah Liana lah yang mengatakan pendapatnya, “ Kenapa kita tidak ungkap saja kebenarannya, toh Nata dan semuanya tidak akan pernah tahu siapa Liana yang sebenarnya!”


“...ah gue lagi-lagi dan lagi yang harus menolong kalian ini, seharusnya gue gak perlu ni pura pura jadi pacar nya lo, terus sekarang kepanjangan kan! Nih jika semua terbongkar bisnis gue dan Nata kena dampaknya! Jadi gue minta sama lo dan lo (menunjuk wanita berwajah Liana, dan Lisa) jangan banyak tingkah dulu deh kita amankan diri di sini setelah satu bulan barulah beraktivtas dengan hati-hati.” Kim kini berpikir sama dengan Lisa, hal itu demi bisnis nya.


“Masa bodo gue akan tetap pergi....” ucap wanita berwajah Liana di dalam hati.


Akan tetapi dirinya tidak datang ke pemakaman kembarannya melainkan pergi ke sebuah perusahan PT Cahya Winata, tanpa sepengetahuan Lisa dan Kim. Agar semuanya berjalan dengan lancar wanita berwajah Liana itu memanfaatkan pertemuan Kim dengan Nata hari ini, yang mana dia akan ikut masuk ke dalam bagasi mobil secara diam-diam.


......................


"huh gue memang pintar!" ucap dengan bernafas lega.


Sosok wanita berwajah Liana kini turun dengan penyamaran nya, dia kini mengenakan baju serba hitam hitam, begitu dengan topi dan masker menutupi wajahnya. Ia kini masuk ke ruangan miliki Nata dimana dia sangat terkejut ketika melihat banyak sekali foto yang terpanjang adalah foto Liana.


"Bukan kah Putra ini sudah memiliki kekasih, tapi foto yang terpanjang di sini masih foto Liana?"


"Waaah ini bukan main-main, ternyata laki-laki bajingan itu masih mencintainya." lanjut wanita berwajah Liana sambil menaruh selembar kertas yang berisikan surat.


Tidak berlama-lama dirinya pun merasa harus pergi sebab ia melihat ada cctv diruangan Nata, yang merupakan hal bodoh karena tidak mematikan cctv itu terlebih dahulu. Namun dirinya tidak khawatir karena penyamaran nya tidak akan mudah di tebak.


Ketika dia hendak membuka pintu tiba-tiba saja mendengar suara orang-orang ramai yang membuat dirinya memilih berlindung, walupun masih tidak tahu mereka mau kemana. "Gue harus waspada." ucap sambil bersembunyi di bawah meja kerja Nata.


Ternyata mereka datang tepat sekali ke ruangan Nata. "Ayo pak ganti semua dengan yang ini." ujar salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Oh, jadi mereka datang kemari untuk mengganti foto-foto itu?" ucap di dalam hati wanita berwajah Liana, ia juga tampak kaget ketika melihat ada salah satu foto wanita yang tidak asing selain Liana. Dirinya merasa pernah bertemu tapi enatah dimana, "Ah... siapa ya?" berpikir.


"Pak Putra ini sebenarnya cinta sama siapa sih, di balik banyak nya foto almarhum eh ada foto-foto nya si mantan." ujar salah satu yang sedang memanjang foto.


"Ya suak suak orang ganteng!"


"... Kan bukanya waktu itu pak Putra di kabarkan clbk sama Della ya."


"Eh tapi cewek yang sekarang lebih cantik, dan berpengaruh baik sama si pak Putra." Mereka pun berbincang bincang mengatakan tentang Putra dan para wanita nya.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun keluar, tanpa mencurigai ada seseorang yang sedang bersembunyi. Akhirnya wanita berwajah Liana pun keluar dari persembunyian nya dengan lega, tapi ketika dirinya hendak membuak pintu tiba-tiba saja Putra (Nata) juga membuka secara berbarengan.


Hal itu membuat dirinya kaget, dan panik harus melakukan apa. "Eh pak... bikin saya kaget aja." wanita itu sambil mengusap dada.


Nata terdiam dan mengamati sejenak, sambil mengangguk kan kepala nya. "Ya sorry... jika saya membuat kaget."


"Semuanya sudah beres pak, sesuai dengan permintaan bapak." ucap wanita itu mencoba untuk tenang dalam penyamaran nya.


Nata mungkin merasa curiga, tapi ketika wanita itu mengatakan tentang apa yang sudah di selesaikan nya membuat dia berpiki "mungkin orang ini salah satu diantara mereka."


......................


Nata sangat senang melihat semuanya terpanjang dengan rapih dan sesuai keinginannya. Dirinya tidah terhenti memandang foto-foto Lian sambil tersenyum. "Apa yang telah gue perbuat, pasti menyakitkan hati lo." ucap dirinya mengingat kejadian lusa.


"Tidak seharusnya gue bersikap seperti itu Li." lanjut di dalam hati Nata, yang kini matanya tertuju pada sebuah kertas.


Nata pun mengambil kertas itu, lalu membuka nya. Surat yang ditulis oleh wanita berwajah Liana kini telah sampai di depan mata Nata.


"Kenapa kamu melakukan ini, ketika aku kembali... aku masih menungu dirimu di sini, aku sangat merindukan mu Nat." Isi dari kertas itu.


"Apa maksudnya?" ujar Nata yang kini bertanya-tanya tentang kerta yang berisikan tulisan dan tulisan itu sama persis tulis tangan Liana.

__ADS_1


Sudut Pandang Putra Cahya Winata, kini dirinya termenung di kursi kerja memikirkan siapa yang telah membuat surat? Seseorang yang tadi dia temui mungkin saja orang nya, orang yang telah mengirimkan surat! Tapi wanita itu sama sekali tidak ada miripnya dengan postur tubuh Liana.


__ADS_2