
Setelah Lian dan Nata mengambil hasil tes DNA Liana dengan Lisa. Kini mereka pergi menuju rumah Kim Untuk menyelesaikan semua permasalahan yang menjadi tanda tanya besar di balik misteri Kecelakaan.
Mereka berdua kini sudah sampai di depan rumah milik Kim, dari balik kaca mobil mereka sedang memantau rumah yang terlihat sepi, yah walaupun sepi Kim sepertinya masih ada di rumah sebab mobil nyama sih terparkir.
"Nata, kenapa kita tidak menemui nya saja… dan aku rasa kita tidak perlu memantau seperti orang bodoh?" Lian tersadar, bahwa dirinya seperti orang yang bodoh karena memantau keberadaan Kim dibalik pintu mobil, dan yang sebenarnya tujuan mereka adalah menemui Kim bersama yang lainya.
Apa yang dikatakan kekasihnya membuat Nata terdiam seperti memikirkan sesuatu hal. Nata pun tertawa lepas di dalam mobil sebab dia baru sadar dengan apa yang sedang dilakukan oleh dirinya sendiri. "Hahaha."
"Memang benar untuk apa memantau seperti ini!" Jawab Nata sambil menggelengkan kepala.
"Sayang kita belum sarapan, jadi tidak fokus… ." Ucap Lian sambil membuka roti untuk Nata. Sangat romantis ketika Lian menyuapi Nata dan memperhatikan dengan baik.
"Aku kau minum juga sayang." Sahut Nata sambil menelan makanan.
"Tentu saja… ." Jawab Lian sambil membuka tutup mineral.
"Terima kasih sayang (cium kening Lian) untung saja kamu menyiapkan semua ini, jika tidak aku akan mati kelaparan." Ucap Nata nada manja, dia sangat bersyukur karena Lian adalah kekasih yang peduli.
Setelah selesai sarapan Lian pun pergi menuju rumah Kim dengan diikuti oleh Nata dari belakang.
Ting nong ting nong (suara bell rumah)
Tidak harus menunggu lama akhirnya Kim pun keluar, begitu wajahnya terlihat sangat terkejut dengan kerutan di dahi juga kelopak mata atas terangkat. "Hah! Lian, bagaimana bisa dia tahu gue ada di sini?" Kim bertanya di dalam hatinya.
"Hai Kim!" Lian menyapa dengan senyuman yang indah.
"Lian kenapa kamu bisa sampai di sini?"
"Apa yang membawamu kemari?" Lanjut Kim bertanya.
__ADS_1
Lian tahu ekspresi Kim menunjukkan adanya ketakutan, begitu dirinya juga tidak bisa diam sesekali menoleh ke belakang seakan akan sedang mengkhawatirkan sesuatu. "Apapun yang lagi kamu sembunyikan sebentar lagi akan terungkap Kim." Ucap di dalam hati Lian sambil meraih tangan kanan Kim dan menggenggam nya.
Jelas kini Kim seperti tidak mengerti dengan sikap dan kedatangan Lian yang sebenarnya ingin apa? Kim mengerutkan alis nya. "Ada apa Lian?" Tanya Kim sambil menatap.
"Kim, boleh kah aku berbicara di dalam rumah." Pinta sambil mengusap lengannya.
Mata Kim memperhatikan sekitarnya, seperti sedang mencari seseorang. "Apa kamu sendirian?"
"Tidak, aku tidak sendirian."
"Hah, terus dengan siapa Li?" Kim mulai gelisah.
"Tidak perlu takut, kita harus menyelesaikan ini bersama Kim, jadi izinkan aku dan Nata berbicara di dalam rumah ya?" Lian menatap penuh harapan.
"Tapi menyelesaikan apa?" Jawab Kim seolah-olah tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Lian.
"Kim, kamu dan Lisa juga wanita berwajah Liana… kalian sedang bersekongkol." Selanjutnya pernyataan Lian membuat Kim tidak bisa berdaya, dia diam menutup mulutnya.
Karena Kim yang diam saja Lian pun masuk ke rumah nya tanpa di persilahkan. Begitu dirinya juga mendengar ada tangisan bayi, dan langkah kakinya pun menuju ke sebuah kamar di lantai dua.
"Lian tunggu!" Kim menghentikan Lian ketika dirinya sudah menghampiri anak tangga terakhir.
"Kim!" Panggil Nata.
Kedatangan Nata membuat Kim tersadar bahwa Lian memang tidak sendirian, dan kini rahasia Kim bersama yang lainya akan terbongkar hati ini. "Apa sebaiknya memang harus mendengarkan Nata?" Kim terdiam dan dirinya pun berbelik menemui Nata.
"Nat, sepertinya gue juga harus mendengarkan cerita yang sebenarnya dari lo." Ucap Kim sambil memegang pundak Nata.
Ruang Tamu.
__ADS_1
Terlihat wanita berwajah Liana sangat kesal dengan Nata, ia terus menatap sinis sambil menggendong bayi nya. Kim dan Lian saling menatap, ya! Kim memang sangat mencintai Lian dia tidak bisa mengalihkan pandangannya begitu saja. Sedangkan Lisa hanya bisa menatap Nata mantan kekasihnya secara diam-diam.
Mereka sudah berkumpul bersama, dan sepakat untuk menyelesaikan semua permasalahan ini dari berbagai sudut yang bersangkutan. Pertama-tama Lian dan Nata mendengarkan apa rencana yang sedang mereka jalankan dari misteri ini!
Lisa pun menceritakan bagaimana dirinya ikut andil untuk balas dendam kepada Nata… disana dia menceritakan, bahwa semua ini bermula dari kesalahan Nata yang tidak mau bertanggung jawab atas Nana sahabatnya, bahkan berdasarkan cerita dari sahabat nya itu, Nata meminta Nana untuk menggugurkan kandung dengan mberikan uang kepada Nana melalui Della kekasih Nata pada saat itu.
Nana tidak habis pikir bahwa Nata akan menodai dirinya juga menghamili nya, sehingga kehamilan nya itu menghancurkan hidup dan mimpi yang sedang dia rajut! Lantas Nana juga tidak terima karena dirinya di perlakuan seolah-olah wanita bayaran.
Disuatu moment yang tepat, Nana memanfaatkan keadaan Liana yang ternyata masih hidup namun dengan kondisi wajah yang telah berubah, dan ketika Liana ingin mengembalikan wajah aslinya Nana pun menghentikan. Nana mulai bercerita seperti yang dia alami, memang awalnya Liana tidak akan menduga bahwa Nata akan melakukan hal itu kepada seseorang! Jikalau dia adalah wanita bayaran.
Namun, pada akhirnya Liana dan Kim percaya dengan Nana sahabat nya yang merupakan kembaran dari Lisa. Hingga akhirnya mereka berencana untuk balas dendam kepada Nata sebab mereka tidak terima atas perlakuan Nata kepada Nana juga atas apa yang dulu pernah dilakukan Nata kepada Liana adalah sebuah kencaman Kim! Kim emosi sebab Nata adalah laki-laki bajingan.
Waw! Semuanya menjadi masuk akal bagi Lian dan Nata atas apa yang ingin mereka bals atas perlakuan Nata. Namun, semua itu adalah kesalah pahaman. Karena yang sebenarnya Nata tidak pernah seperti itu, ya! Della lah yang sudah memitnah Nata.
"Kalain semua harus mendengar hal ini… ." Ucap Nata sambil memutar rekaman video Della yang sedang mengakui semuanya.
Karena cinta memang bisa menghalalkan segala cara, Della melakukan semua itu karena dirinya tidak ingin ditinggalkan oleh Nata, sosok mantan terindah yang selalu diharapakan Della untuk kembali bersama.
Betapa terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Della, yang akhirnya mereka sadar! Bahwa semua ini adalah kesalahan yang fatal. Walaupun begitu, syukur nya merrka belum jauh melakukan apa yang akan di balaskan kepada Nata.
Setelah semuanya jelas dan terbukti, mereka pun saling meminta maaf atas apa kesalahn yang sudah di lakukan. "Jujur saja gue menyesal karena berpikir bahwa Nana adalah wanita bayaran!" Ucap Nata sambil tersenyum kepada anak nya.
Nata masih tidak percaya bahwa dirinya ternyataa saat ini telah menjadi seorang ayah. "Seharusnya gue mencari Nana, dan bertanggung jawab atas perbuatan!" Lanjut Nata.
"Sudahlah… gue juga menyesal atas niatan yang tidak seharusnya! Dan, seharusnya gue lebih pintar!" Nana menyesalinya.
"Ok, gak papa semuanya sudah terjadi dan marai kita berbaikan." Lian merangkul, dan merka pun ikut merangkul.
Tidak terjadi perdebatan yang sengit, semua nya paham bagaimana menyikapi sebuah permasalahan secara sehat. Ya! Merka adalah manusia dewasa.
__ADS_1