Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Penuh Teka Teki dan Kecurigaan


__ADS_3

Malam ini masih dalam acara perayaan hari jadi Lian dan Nata, yang bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun Lian. Pukul 19.35 WIB (Wilayah Indonesia Barat) terlihat para tamu undangan sedang menikmati hidangan spesial menu makan malam dari Café London. 


Semua orang sangat merasa puas dengan hari ini, bahkan beberapa diantara tamu memuji acara yang super unik dan langka ini. "Acara ini sangat menarik, selama kurang lebih 5 jam kita tidak merasa bosan bahkan bisa menikmati segala yang ada di sini udah kayak liburan…." ucap salah satu dari konglomerat memuji Nata sambil berjalan menuju kolam renang. 


Memang benar mereka bisa menikmati acara dansa dengan para kekasih atau pasangan nya begitu dengan para jomblo bisa langsung dapat ikan yang indah dan elegan, karena ada bagian acara tentang "makcomlang." seru-seruan di Café London selain menikamati view mereka juga bisa ber foto di berbagai spot, serunya lagi bisa menikamati indahnya taman bunga anggrek.


Acara yang tidak membosankan karrna ada beberapa game, selain itu para tamu undangan bisa bersantai di danau hati, berlayar dengan perahu kecil bahkan bisa menghabiskan waktu dengan memancing ikan, sangat unik bukan? Mereka bisa sesak hati melakukan berbagai aktivitas sebalum acara yang formal berlangsung.


Namun acara itu sangat dijaga ketat oleh bodyguard, bahkan tidak ada media yang bisa meliput acara tersebut karena saking privat nya acara, dan hanya tamu yang membawa undangan lah yang bisa hadir. Acara itu dihadiri kurang lebih seratus orang dan diantaranya ada beberapa artis serta para presiden dari perusahaan. 


......................


Sekarang Lian dan Nata sedang makan malam tepat di kursi legendaris dengan nama sudut 36°. Mereka sangat menikmati malam yang indah itu dengan keromantisan, namun ketika di pertengahan makan malam tepat pada hidangan penutup entah kenapa perasaan Lian sangat simpati kepadanya, dia bisa tahu apa yang sedang di rasakan bahkan di sembunyikan oleh Nata. 


Sejenak melodi yang indah, dan menenangkan hati berhenti beberapa detik, keheningan mulai terasa dirasakan oleh Nata, suasana sayup-menyayup terasa dingin menyelimuti hingga menembus tubuh nya. Kini pikiran Nata muali kembali kepada sosok Liana yang sudah pergi. 


Memori-memori indah tentangnya mulai bermunculan sehingga air mata menggendang. Akan tetapi suara panggilan Lian membuat dirinya tersadar tentang malam ini adalah malam yang indah, malam penuh makna bagi Lian juga semua orang. 


"Nat, apa kamu baik-baik saja?" tanya Lian sambil mengusap tangan kanan Nata yang berada di atas meja. Lian juga menatap Nata seolah-olah semua ini normal terjadi. "Tidak papa jika kamu mengingatnya kembali, karena itu tidak bisa kita hentikan." 


Nata masih belum menjawab, kini dia merasa bersalah karena telah mengatakan cinta kepada Lian namun hatinya masih untuk Liana. Begitu semua kesedihan nya tidak bisa membohongi Lian tapi tidak dengan Nata yang terus merahasiakan perasaan nya. 


"... hanya terharu saja, dengan melihat semua ini, dan gue sangat bahagia setelah berbagai rintangan cobaan untuk bersama lo akhirnya Tuhan izinkan gue." jawab Nata sambil mengusap genggaman tangan Lian. 


"Kenapa kamu harus bohong? Padahal aku sudah mengatakan bahwa itu tidak papa jika memang kamu mengingat kembali memori tentang ba Liana, aku bisa paham…" bisik hati Lian. 


"Maafkan gue Li, gue kembali berbohong gue tidak ingin lo merasa kecewa. Walaupun lo sangat mengerti keadaan gue dan bener-bener peduli gue tapi gue gak bisa jujur Li, gue gak bisa melukai hati lo walupun secara tidak langsung gue benar-benar melukainya." bisik dalam hati Nata.


" Bisa kah kita berjalan menelusuri danau? " ajak Nata.


" Boleh. " Lian pun menerima ajakan itu walupun dia penuh kehawatiran tentang hubungan nya, dan kembali mengingat kandas nya cinta ba Liana dan Nata yang kini dia takutkan terjadi kepada hubungan nya.


......................

__ADS_1


Walupun Lian tampak gelisah, dia tetap mengikuti keinginan Nata juga berpikir positif. "Jika hubungan ku harus kandas, aku akan terima apa pun yang terjadi karena bagiaman pun hati tidak bisa memaksa... maaf kan aku Nonya."


"Aku tidak tahu bagiaman cara mencintai Nata..."


Mereka pun berjalan menelusuri pinggir danau yang indah, dengan lampu hias juga bintang-bintang di angkasa, namun mereka masih hening. "Maaf kan tuan muda Anda ini Nonya... karena harus berbohong, Saya tahu ini sangat lah salah tapi Saya akan belajar mencintai Lian dengan tulus setelah hari ini."


"Nat"


"Iya Li?"


"Lihat lah bintang itu, bahkan tempat ini sangat indah Nat...."


"Nata?" Lian berteriak dan suaranya menggema, dia pun tersenyum mengalihkan semua kesunyian yang sedang di rasakan.


"Nata aku cinta kamu, kamu.... " lanjut Lian berteriak.


"Lian, aku juga mencintai kamu..." balas Nata berteriak, merka pin saling melirik. Namun Lian tahu ada keraguan ketika jeda untuk mengatakan cinta.


 "Kebohongan bisa terdengar sangat indah ketika seorang gadis jatuh cinta dengan orang yang mengatakannya." (Gabrielle Zevin) Lian mengingat apa yang pernah ia baca.


"Ketika aku lebih sering bersama mu, dan membiasakan diri menghabiskan waktu berdua... Aku yakin aku bisa membuat mu jatuh cinta."


......................


"Kim...." seseorang memanggil Kim yang hendak pergi ke toilet.


"Lo ngapain masih di sini?" tanya Kim mulai gelisah, matanya terus memantau sekitar ruangan.


"Iya bentar lagi kok."


"Gak ada benatr benataran ayo...." Kim menarik lengan seseorang itu dengan cepat mereka pun keluar dari acara itu dan kini sedang di tempat parkir.


"Jangan bikin kecurigaan! Bukan nya lo gak mau rahasia ini terbongkar!"

__ADS_1


Seseorang itu pun terdiam dan menganggukkan kepala, lalu pergi masuk ke dalam mobil, namun tiba-tiba saja Anggara memanggil Kim dan membuat suasana menjadi tegang bagi Kim dan seseorang itu.


"Angga?"


"Kim itu Angga menuju kemari, kunci nya mana?" lanjut seseorang meminta kunci mobil kepada Kim.


Anggara langsung berlari, sepertinya dia merasa curiga dengan seseorang yang ditemui Kim. "Tunggu... Kim dia siapa?" dengan spontan tangan Anggara mencoba menghentikan mobil yang akan melaju.


Kim mencoba tenang dan dirinya cengengesan agar Anggaran tidak merasa curiga. "Lo kenapa kek heran gitu (tertawa.) hah?"


"Tidak untuk bercanda, ini serius dia siapa?"


"... Dia siapa, kenapa sih?"


"Jawab bukan bertanya kembali!" Anggara dengan wajah serius.


"Bukan siapa-siapa, itu Li... Lisa."


"Lisa?" ucap Anggara.


"Lisa, mungkin wanita itu memang Lisa tapi kenapa gue merasa bahwa Kim sedang menyembunyikan sesuatu. Wajah Kim gelagat Kim seperti sedang berbohong! Jelas tadi Kim sangat tegang... dan dia juga tidak memperkenalkan Lisa dengan gue!" bisik dalam hati Anggara.


"Gue harus cari tahu siapa Lisa!" Lanjut di dalam hati Anggara sambil menganggukan kepala kepada Kim.


Akhirnya Kim bisa bernafas lega setalah dua orang yang hampir saja mengetahui semua rahasia. "Untung saja tidak terbongkar, dan gue harus hati-hati! Dia benar-benar PR banget buat gue..." bisik dalam hati Kim sambil masuk ke acara bersama Anggara kembali.


Message.


Anggaran : Putar lo dimana sekarang?


"Oiya gue lupa meraka pasti lagi bermesraan, huft gak bisa hari ini... Ok jalan satu-satunya sekarang mengamankan lebih dulu CCTV." pikir Anggara sebab dia tidak ingin terjadi hal yang sama seperti dulu.


"Ga lo mau kemana?" tanya Kim menghentikan langkah kaki Anggara yang hendak ke ruangan CCTV.

__ADS_1


"Gue kebelet ni." alasan Anggara.


Kim pun senyum tipis sambil mengangguk. "Heh! Emang gue bodoh... mana ada toilet ke arah situ, gue harus ikuti Anggaran." pikir Kim sambil perlahan-lahan mengikuti kemana Anggara pergi.


__ADS_2