CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 10


__ADS_3

"Troy, boleh mama masuk?" Terdengar suara Kemala di depan pintu kamar Troy.


Sambil bersungut-sungut, Troy membuka pintu kamarnya. Setelah itu ia langsung berbaring kembali di ranjang king sizenya. Kemala geleng-geleng kepala melihat kamar anak bujangnya seperti kapal pecah. Tanpa banyak bicara Kemala memunguti baju dan buku yang berserakan di lantai. Sepertinya Troy habis meluapkan emosinya. Kebiasan buruk Troy ya seperti ini, melemparkan semua barang yang ada di dalam kamarnya bila ia merasa kesal dan frustasi.


"Troy, makan malam dulu yuk," ajak Kemala. "Papa, Cantika dan Oma sudah menunggu."


"Nggak lapar."


"Jangan begitu dong. Kamu itu sudah kelas 12, harus menjaga kondisi Sebentar lagi kamu akan menghadapi ujian akhir semester lho," bujuk Kemala. "Atau kamu mau makan di kamar? Biar mama suruh bi Iyem membawakan makanan kesini."


"Troy mau istirahat, ma." Kemala menghela nafas mendengar jawaban anaknya.


"Troy, boleh mama tanya sesuatu?"


"Tanya apa?"


"Kata papa kamu berantem?


"Aah.. ngapain sih Broto pake ngadu segala ke Oma. Cari muka banget!"


"Troy, papamu nggak cerita apa-apa ke oma. Om Anto juga nggak laporan. Tadi papa hanya cerita ke mama. Oma nggak tau mengenai hal ini."


"Tumben mereka nggak ngadu." gumam Troy.


"Kamu jangan berprasangka buruk sama papamu. Selama ini justru dia sering melindungi kamu. Tapi rupanya oma punya mata-mata disekolah, yang papamu juga nggak tahu siapa orangnya."


"Ah, bulls***! Troy nggak percaya. Yang namanya kacung dan penjilat nggak bisa dipercaya."


"Troy, mau sampai kapan kamu bersikap seperti ini ke papamu?" tanya Kemala lembut sambil mengusap-usap punggung putranya.


"Dia bukan papa Troy."


"Dia itu suami mama, berarti dia papamu, nak."


"Bukan! Ma, Troy mau tidur," Troy menutup wajahnya dengan bantal. Kalau sudah begitu, percuma Kemala bicara panjang lebar. Karena Troy pasti takkan mendengarkan.


"Ya sudah, kalau kamu nggak mau makan. Nanti kalau oma tanya mama akan bilang ke Oma kalau kamu ngantuk." Kemala berdiri dari ranjang. "Mama tadi sore bikin kroket isi daging lho. Mama akan suruh bi Iyem membawakan susu hangat dan kroket untuk kamu."


Sepeninggal Kemala, Troy mencoba untuk tidur. Tapi usahanya tak berhasil. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya. Ia masih kesal pada Angga karena anak itu berani melawannya. Lihat saja nanti, gueakan membalas, batin Troy. Tiba-tiba pintu kamar diketok. Troy langsung waspada. Mampus gue kalau oma naik kesini.


"Den.. den Troy, ini bibi antar susu dan kroket." Terdengar suara pelan Iyem. Troy langsung melompat dari ranjang dan membuka pintu kamar. Sebenarnya ia kelaparan akibat perkelahian tadi.


"Taruh saja di meja belajar."


"Den, tadi non Mala bilang luka-luka den Troy diolesin salep ini supaya besok pagi sembuh." Iyem menyerahkan salep titipan Kemala. Iyem adalah wanita separuh baya yang sudah bekerja pada keluarga oma Linda sejak Kemala remaja. Usianya tak jauh beda dengan Kemala.


"Makasih bik. Taruh aja disitu."


"Non Mala nyuruh bibik buat olesin. Soalnya non Mala bilang, den Troy pasti nggak akan pakai salep ini."


"Bik, Troy bukan anak kecil. Biar nanti Troy olesin sendiri."

__ADS_1


"Nanti bibi akan ambil piring kotor. Bibi mau saat itu den Troy sudah mandi dan ganti baju. Setelah bibi akan mengolesi salep ini." Iyem nggak mau mengalah. "Kalau den Troy nggak mau nurut, biar nanti bibi laporin ke Oma kalau den Troy habis berantem."


"Eh, jangan dong bi! Memangnya bibi tega lihat Troy nggak dikasih uang jajan sama oma?" Troy merayu Iyem supaya tidak mengadukannya pada oma Linda.


"Makanya den Troy harus nurut kalau dibilangin," omel Iyem. "Anak dan ibu sama-sama keras kepala!"


Troy nyengir lalu buru-buru kabur ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Perutnya mulai keroncongan. Lebih baik ia segera membersihkan diri lalu makan malam dan cepat-cepat tidur sebelum oma mengecek ke kamarnya.


⭐⭐⭐⭐


Drrrt.. drrrt.. ponsel Safira menjerit saat ada pesan masuk. Safira yang baru saja selesai membaca Al Qur'an segera mengambil ponselnya sebelum adiknya terbangun. Jam menunjukkan pukul 10 malam. Hmm.. siapa ya malam-malam begini kirim pesan? tanya Safira dalam hati heran. Nggak mungkin si kembar kan? Jam segini mereka sudah tamasya ke pulau kapuk.


Safira merasa heran saat membuka ponselnya. Ia melihat nomor tak dikenal mengirimkan pesan.


>>Pura-pura alim. Senang ya di perebutkan oleh dua cowok. Dasar g***l!


Begitu bunyi pesannya. Lalu ada juga kiriman video. Safira segera membuka video tersebut. Apa hubungannya video dengan kata-kata itu?


"Astaghfirullah." Safira menatap tak percaya video yang dikirimkan oleh orang tak dikenal tersebut. "Ini kak Troy dan ..... Angga?! Kenapa mereka berkelahi?"


Tak lama wa grup kelasnya mendadak ramai. Rupanya ada yang mengirimkan video tersebut ke grup kelas.


>> Wah, itu kan kak Troy dengan anak IPS. Kenapa mereka berantem?


>> Itu kenapa deh mereka berantem?


>> Anak IPS? Kelas berapa? Kenapa mereka berkelahi?


>> Safira? Apa hubungannya Safira dengan dua cowok itu?


>> Biasa, ada yang pura-pura alim padahal tebar pesona.


Masih banyak komen yang dituliskan oleh teman-temannya. Sebagian besar mempertanyakan apa hubungan kedua cowok itu dengan Safira. Bahkan ada beberapa temannya yang menghujat dengan kalimat yang menyakitkan. Safira tak sanggup berkomentar apapun. Ia yakin kalau ia membalas komentar-komentar tersebut, pasti teman-temannya lebih semangat menghujat. Bukan kali ini saja Safira dihujat seperti ini. Dulu saat ayahnya masuk pemberitaan karena dituduh melakukan penggelapan, banyak teman-temannya yang bersikap seperti saat ini.


Drrt.. drrt.. sebuah pesan pribadi masuk ke ponselnya. Safira mengerutkan kening karena tak mengenal nomor pengirim. Siapa sih malam-malam begini kirim pesan? Ah, paling-paling salah satu teman yang tidak menyukainya. Safira memilih mendiamkan pesan tersebut.


Drrt..... drrt.... Kembali ponselnya berbunyi menandakan pesan pribadi masuk. Ya ampun, apa kurang segala hujatan yang mereka sampaikan di grup? tanya Safira dalam hati. Ia membatalkan niatnya membuka pesan-pesan tersebut. Ribet banget sih mereka ikut campur urusan orang lain aja, sungut Safira. Mendingan aku tidur, biar besok pagi bisa membantu ibu.


Safira baru saja meletakkan kepalanya di atas bantal saat ponselnya kembali berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Ya ampuun.. siapa sih? Eh, tapi biasanya ada yang penting kalau malam-malam begini menghubunginya. Akhirnya dengan mata yang mulai mengantuk, Safira menjawab panggilan tersebut.


"Selamat malam, Safira," sapa pria di ujung sana. Safira lagi-lagi mengerutkan keningnya. Kantuknya langsung hilang. Ia sangat jarang menerima telpon dari seorang pria, apalagi malam-malam begini. Ini siapa sih?


"Assalaamu'alaykum. Maaf ini siapa ya?"


"Aku Troy."


"Oh, kak Troy. Ada apa malam-malam begini telpon Fira?"


"Nggak ada apa-apa. Cuma mau bilang selamat malam saja sama kamu," jawab Troy.


"Hah?! Kok random banget kak," balas Safira sambil tertawa.

__ADS_1


"Kamu lagi ngapain?" tanya Troy. "Aku mengganggu ya?"


"Hmm.. iya kak." Buset nih cewek terus terang banget, batin Troy. "Aku mau tidur pas kak Troy telpon."


"Baru jam segini kok sudah tidur? Ini kan masih sore."


"Hahahaha... kak Troy nih lucu ya. Sudah jam 10 malam kok dibilang masih sore. Jelas-jelas langit sudah gelap pekat."


"Ya, soalnya aku biasa tidur di atas jam 12 malam. Apalagi akhir-akhir ini aku susah tidur."


"Ooh..."


"Kamu nggak mau tanya kenapa aku susah tidur?" Troy heran dengan reaksi Safira yang biasa saja. Kalau cewek lain biasanya langsung antusias atau pura-pura antusias tanya ini itu. Tapi Safira datar-datar saja menanggapinya.


"Kak Troy pasti punya alasan sendiri untuk hal itu," jawab Safira.


"Aku susah tidur karena selalu ingat kamu," ucap Troy. Sumpah, gombal banget nih orang, batin Safira.


"Ooh..." Astagaaa, nih cewek cuek banget. Kalau cewek lain pasti sudah terkikik malu sekaligus menggoda.


"Kok gitu doang reaksinya?"


"Hmm.. aku harus gimana kak? Kenapa juga kakak harus ingat aku? Harusnya sebelum tidur kakak tuh wudhu, shalat, dan baca doa." Buseeet, malam-malam gue diceramahin batin Troy. Memang beda nih cewek. Spesial.


"Makasih ya sudah mengingatkan aku."


"Sama-sama. Maaf kak, telponannya sudahan dulu ya."


"Kenapa? Dilarang orang tua kamu?"


"Bukan. Aku sudah ngantuk. Lagipula besok sebelum subuh aku sudah harus bangun untuk membantu ibu masak. Kalau tidur terlalu malam aku khawatir besok susah bangunnya."


"Fir, besok pulangnya bareng aku yuk. Aku mau main ke rumah kamu."


"Maaf kak, besok Fira ada kerja kelompok dengan si kembar," elak Safira. Itu memang benar.


"Kalau begitu kita ketemu di rumah Seto."


"Hah?! Mau ngapain? Kita kan bisa ketemu di sekolah."


"Hmm.. kalau di sekolah nggak bisa ngobrol lama-lama sama kamu. Banyak yang gangguin."


"Di rumah mas Seto juga nggak bisa ngobrol lama. Aku kesitu kan buat kerjain tugas, bukan buat ngobrol."


"Iya juga sih."


"Hmm.. kak, aku tutup ya telponnya. Assalamualaikum." Tuuuut.. tanpa menunggu jawaban dari Troy, Safira langsung memutus pembicaraan.


Ih, nih orang random banget sih malam-malam telpon, omel Safira. Apa maksudnya sih? Apa benar yang dikatakan Sinta kalau kak Troy suka sama aku? Bodo amat ah, buang-buang waktu aja mikirin hal nggak jelas kayak gitu. Mendingan juga tidur. Tak sampai lima menit Safira sudah melanglang ke alam mimpi.


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2