CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 25


__ADS_3

Happy Reading guys ❤


Suasana di dalam mobil terasa dingin. Pertama karena AC mobil yang memang benar-benar dingin, kedua karena situasi yang canggung sejak mereka meninggalkan rumah Safira.


"Hmm.. kak Troy naksir kak Fira ya?" tanya Salman yang duduk di kursi sebelah supir. Safira dan Sania duduk berdua di belakang. Pertanyaan yang membuat Salman mendapat hadiah telinga dijewer oleh Safira.


"Salman, jangan ngomong yang aneh-aneh!" tegur Safira.


"Siapa yang aneh? Salman kan cuma mau tahu saja. Wajar dong. Salman kan adik cowok kak Fira. Salman juga harus bertanggung jawab menjaga kak Fira."


"Kalau iya, gimana Man? Apa boleh kak Troy naksir kakakmu?" tanya Troy sambil tersenyum lebar.


"Naksir boleh-boleh saja. Itu hak kak Troy." Kali ini Sania yang bicara. Walau baru kelas 7, namun Sania termasuk anak pemberani. Bahkan lebih berani daripada Safira.


"Sania!" tegur Safira. Ia merasa tak enak pada Troy. Lagipula selama ini ia sangat menghindari masalah tersebut walau ia sudah tahu dari teman-temannya mengenai perasaan Troy terhadapnya.


"Lho, emang benar kak. Kak Troy atau kak Angga mempunyai hak untuk naksir kak Safira. Bahkan itu hal yang lumrah. Yang aneh itu kalau kak Troy naksir kak Salman." Yang lain tertawa mendengar ucapan Sania. Sementara Safira hanya geleng kepala.


"Jadi kalian setuju kalau kak Troy naksir kak Fira?" Salman dan Sania mengangguk. Troy merasa mendapat angin segar. Asyik nih, kedua adiknya sudah setuju, girang hati Troy.


"Berarti kalian setuju kalau kak Troy pacaran dengan kak Fira?" tanya Troy hati-hati.


"NGGAK SETUJU!" Kompak keduanya menjawab dengan suara keras sehingga Troy mengerem mobil secara mendadak karena kaget. Untunglah jalanan pagi itu lengang, sehinggak tak terjadi tabrakan beruntun.


"Kok gitu? Tadi kata kalian...."


"Kami hanya setuju masalah naksir. Bukan masalah pacarannya. Kak Troy kan sudah dengar sendiri apa yang tadi ayah bilang." Troy mati kutu.


"Sebagai anak kami terbiasa patuh pada orang tua, terutama ayah. Apa yang ayah katakan kami akan menurutinya. Apalagi kalau itu demi kebaikan kami."


"Ayah kalian diktator dong."


"Ya nggak gitulah kak. Itu namanya kami menghargai kerja keras ayah. Karena kami tidak belum bisa membalas budi ayah dan ibu, maka kami berkewajiban patuh dan menuruti apa kata mereka," bela Safira.


"Memangnya kak Troy nggak patuh sama ayahnya?" celetuk Sania. Troy mencengkeram keras kemudinya sehingga buku-buku jarinya memutih. Safira agak ngeri melihat reaksi Troy.


"Kak Troy nggak punya papa."


"Kak...."


"Papa kak Troy sudah meninggal."


"Kak, pak Broto kan papanya kak Troy." ucap Safira hati-hati.


"Jangan pernah menyebut dia seperti itu. Sampai kapanpun kak Troy nggak menerima dia sebagai papa." geram Troy.


Yang lain terdiam mendengar ucapan Troy. Safira yang tidak tahu menahu urusan keluarga Troy juga tak habis pikir kenapa Troy bersikap seperti itu. Padahal dalam pandangan Safira, pak Broto sangat sayang pada Troy. Terlihat betapa cemasnya beliau saat mengetahui Troy hilang.


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


"Zara, coba lo liat deh siapa yang turun dari mobil kak Troy?" Pagi-pagi Yuni dan Diana tergopoh-gopoh mendatangi Zara yang sedang bermain hp di depan kelas.


"Apaan sih kalian. Pagi-pagi heboh banget," sahut Zara kesal.


"Elo jangan nyesal ya kalau nanti dengar berita ini." Akhirnya dengan penasaran Zara mengikuti kedua sahabatnya melihat ke arah tempat parkir mobil khusus yang memang terlihat dari lantai dua.


"APAA!?! NGAPAIN TUH ANAK KAMPUNG TURUN DARI SITU?" jerit Zara tak percaya sekaligus marah melihat Safira turun dri mobil Troy. "Dasar cewek sok alim! Pura-pura nggak suka, begitu dijemput pake mobil langsung ikut."


"Cih nggak tau malu!" Kedua sahabatnya ikut memaki Safira.


Pemandangan barusan bukan hanya dilihat oleh Zara dan dua kameradnya, namun juga terlihat oleh puluhan siswa yang pagi itu memang sudah sampai di sekolah. Salah satunya Vonny yang saat ini mukanya merah menahan amarah. Dan beberapa barisan mantan maupun para gadis yang naksir berat pada Troy.


Tak beda dengan para sahabat Troy yang juga melihat tersebut dengan pandangan tak percaya.


"Ta, gue kagak mabok kan? Coba sini gue cubit tangan lo," Corong langsung mencubit dengan keras lengan Duta yang tentu saja mengakibatkan Duta berteriak kesakitan.


"Kamp**t lo Cor! Sakit tau!"


Masih belum puas kini giliran lengan Ilyas yang dicengkeram oleh Corong. Tentu saja empunya lengan berteriak kesakitan.


"Cor, benar-benar kebangetan lo!" omel Ilyas. Seto yang berada jauh dari jangkauan tangan Corong terselamatkan. Ia hanya tertawa melihat Corong yang masih melotot tak percaya melihat Safira turun dari mobil Troy.


"Hmm... terima kasih ya kak sudah mau menjemput Fira. Harusnya tadi Fira turun di depan taman saja," ucap Safira pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Masa kamu turun di depan taman. Itu kan masih jauh dari sekolah."


"Memangnya saat ini kenapa?" tanya Troy pura-pura tak mengerti. Sejak mereka turun dari mobil ia sudah mendengar beberapa jeritan tak puas dari para gadis di sekolah mereka. Bukannya memberi jawaban yang menenangkan, Troy malah menggandeng tangan Safira.


"Kak Troy.... " Safira berusaha melepaskan genggaman tangan Troy Namun Troy tak melepaskannya. Ia malah menarik Safira untuk berjalan di sampingnya. Pandangan Safira yang memelas, setelah memandang ke sekelilingnya, tak dihiraukannya.


"Troy, lepasin tangan Fira. Kasian tuh dia sudah mau nangis." Seto mendekat dan mencoba menyelamatkan Safira.


"Lho, nggak papa dong gue gandeng tangan cewek gue," ucap Troy dengan nada keras. Seolah sengaja ingin mengumumkan pada semua siswa bahwa kini Safira adalah kekasihnya. Muka Safira mulai pucat.


"Kak Troy!"


"Mulai hari ini Fira jadi pacar kak Troy ya?" Troy mensejajarkan pandangannya dengan menundukkan kepalanya ke arah Safira yang masih tak berani menatap ke arah Troy.


"Kak, please lepasin tangan Fira," Suara Safira mulai tersendat karena isak tangisnya.


"Jawab dulu kalau kamu mau jadi pacar kak Troy." Troy bersikeras tak mau melepaskan genggaman tangannya.


"Kak Troy kan sudah dengar apa kata ayah Fira tadi pagi." Para sahabat Troy memandang mereka bergantian. Ayah Fira? Troy bertemu ayah Fira? Wah, ada cerita apa nih?


"Troy Gunadi Hartawan!" terdengar suara menggelegar menyapa rungu mereka. Semua siswa di lantai bawah langsung bubar dan masuk ke kelas mereka. Meninggalkan Troy, para sahabatnya serta Safira yang tangannya masih dalam genggaman Troy.


"Lepaskan tangan gadis itu!" perintah Broto, sang papa tiri. "Jangan membuat onar pagi-pagi begini."


Troy memandang benci kepada Broto. Apa-apaan sih penjilat ini ikut campur urusan gue, makinya dalam hati.

__ADS_1


"Cepat lepaskan tangan dia. Kalian semua masuk ke dalam kelas. Apa kalian tidak dengar bel sudah berbunyi?" Safira masih berusaha melepaskan tangannya yang berada dalam genggaman Troy, namun tak berhasil.


Broto menarik nafas panjang dan menghembuskannya keras. Ingin rasanya ia memaki Troy, putra tirinya. Namun ia tak bisa melakukannya mengingat betapa ia sangat menyayangi putra sahabatnya. Belum lagi pandangan sedih Kemala kalau sampai Troy dihukum.


"Kalian berdua ikut saya ke kantor!"


"Tapi pak, pagi ini saya ada review Kimia," ucap Safira pelan sambil terisak.


"Siapa nama kamu, biar nanti bapak yang akan bilang kepada Mr. Bayu untuk memberi susulan kepadamu."


Tak lama keduanya sudah berada di dalam ruangan Broto yang nyaman. Hanya ada mereka bertiga. Broto menyuruh sekretarisnya untuk keluar dari ruangannya. Broto ingin menyelesaikan masalah ini sebagai seorang ayah, bukan sebagai kepala sekolah. Sementara itu Troy masih juga belum mau melepaskan tangan Safira. Padahal Safira sudah menangis.


"Troy, papa mohon lepaskan gadis ini. Kamu tidak kasihan melihat dia menangis?"


"Troy akan lepaskan tangan dia, kalau dia mau jadi pacar Troy."


Idih, kak Troy kenapa jadi pemaksa gini sih? batin Safira.


"Tapi pak, Fira nggak mau pacaran. Fira nggak boleh pacaran sama ayah. Fira mau fokus belajar supaya bisa mempertahankan nilai. Fira nggak mau mengecewakan kerja keras ayah ibu serta sekolah ini yang sudah memberikan beasiswa," ucap Safira pelan sambil terus terisak.


Oh, dia salah satu penerima beasiswa. Broto mengangguk-angguk. Dia tahu betapa beratnya menjadi penerima beasiswa di sekolah tersebut. Mereka harus bisa mempertahankan nilai dan menjaga tingkah laku mereka. Ada kesalahan dalam bersikap bisa menyebabkan beasiswa dicabut.


"Menjadi pacarku kan nggak membuat kamu melupakan pelajaran, Fir." Troy tetap bersikeras agar cintanya diterima oleh Safira.


"Kakak masih ingat apa yang ayah Fira bilang kan? Kak, Fira nggak mau membantah ucapan ayah."


"Memangnya setelah apa yang kita lalui di dalam goa, kamu nggak merasa kita memiliki hubungan istimewa?" Broto terkejut mendengar ucapan Troy. Oh, jadi ini gadis yang ditemukan bersama Troy di dalam goa. Apa yang terjadi di antara mereka.


Muka Safira memucat mendengar ucapan Troy. Teringat kembali olehnya bagaimana ia berada di dalam pelukan Troy saat pria itu menggendongnya. Lalu bagaimana ia terjatuh di pangkuan Troy. Buat Safira itu adalah peristiwa yang sangat intim. Apakah itu membuat kak Troy merasa aku adalah kekasihnya? Tapi di antara kami tidak terjadi apa-apa. Bahkan kak Troy belum pernah menembakku secara langsung. Aaah.. aku bingung.


"Troy, apakah maksudmu kejadian kalian berdua di dalam goa adalah kesengajaan? Kalian sengaja menghilang berdua karena...."


"Tidak pak! Itu tidak benar!" Ucap Safira panik membela diri. "Tidak terjadi apapun diantara kami. Saya berani bersumpah."


"Troy, masalah ini kita bahas lagi nanti. Sekarang biarkan gadis ini masuk ke kelasnya," bujuk Broto. "Papa janji kita akan cari jalan keluar atas peristiwa yang terjadi di dalam goa. Kalau memang perlu, kamu harus bertanggung jawab atas gadis ini."


Troy tersenyum licik tanpa disasari oleh Broto dan Safira. Setelah itu barulah ia melepaskan genggaman tangannya.


"Sayang, maaf ya kalau aku menyakiti tanganmu. Sekarang kamu kembali ke kelas. Nanti pas jam istirahat aku akan ke kelasmu." Safira terkejut mendengar panggilan sayang yang dilontarkan Troy. Ih, kak Troy apa-apaan sih.


"Nak Fira silahkan kembali ke kelas." Tanpa perlu diulang lagi, Safira langsung berpamitan kembali ke kelasnya.


Tinggalah Broto dan Troy di dalam ruangan tersebut. Tak satupun dari mereka yang berbicara. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing


"Apa saya boleh kembali ke kelas, pak kepala sekolah yang terhormat?"


"Troy, papa ingin bicara denganmu setelah pulang sekolah nanti. Sekarang kamu kembali ke kelas."


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2