CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 29


__ADS_3

"Dut, elo kenapa? Gue perhatiin dari tadi muka lo lecek banget," tegur Troy saat mereka berkumpul di kantin. Hari ini adalah hari pertama ujian sekolah.


"Nggak bisa ngerjain ujian?" tanya Corong.


"Lupa contekan?" ledek Seto yang baru datang.


"Nggak usah pada ngeledek deh," sahut Duta kesal.


"Kenapa, cewek lo hamil?" tanya Ilyas tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Hush.. jangan sembarang ngomong Yas!" tegur Seto.


"Gue kan cuma nebak, To. Bukan mustahil hal itu terjadi. Kalian lihat sendiri kan bagaimana gaya pacaran mereka. Sama kayak Corong."


"Main pinterlah," sahut Corong sambil terkekeh. "Banyak pelindung dijual bebas."


"Insyaf woy insyaf. Dunia sudah mau kiamat, nggak usah maksiat melulu," tegur Ilyas.


"Sudah ah, kalian ribut banget!" sentak Duta kesal. Tentu saja sikap ini membuat para sahabatnya kaget. Selama mereka berteman belum pernah mereka melihat sikap Duta seperti hari ini.


"Bro, are you okay?" tanya Seto sambil merangkul bahu Duta. "Cheer up! Ini baru hari pertama ujian."


"Gue nggak yakin bisa menyelesaikan ujian. Gue lagi nggak bisa mikir," jawab Duta pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Masalah lo serius banget ya?" tanya Corong. Selama ini dia orang terdekat dengan Duta.


"Cor, elo kan yang paling dekat sama dia. Kok, elo malah nggak tau ada kejadian apa."


"Kalau dia nggak cerita gimana gue bisa tau," bela Corong.


Duta hanya diam mendengar para sahabatnya berdebat. Ia benar-benar bingung menghadapi masalahnya.


"Dut, cerita sama kita. Ada masalah apa. Siapa tau kita bisa bantu."


"Yola hamil," ucap Duta pelan. Lebih mirip bisikan sebenarnya.


"Apa?!" Seto seolah tak mempercayai pendengarannya.


"Kenapa? kenapa?" tanya yang lain penasaran.


"Yola....."


"Yola kenapa? Dia baik-baik saja kan? Bukannya baru dua hari yang lalu kalian ketemuan? Bahkan kalian sempat check....."


"Cor.. berisik lo!" tegur Seto keras.


"Tebakan gue benar ya Dut?" tanya Ilyas perlahan. Kini semua memusatkan perhatiannya pada Duta. Menunggu jawaban Duta.


"Tebakan yang mana?" tanya Corong bingung. "Tebakan kalau ....."


Duta tak menjawab, ia hanya mengangguk lesu.


"Oh my God!"


"Ini serius? Elo nggak lagi nge-prank kita kan?" Duta tak menjawab, ia hanya memperlihatkan sebuah foto. Terlihat test pack dengan dua garis merah.


"Dia nge-prank elo kali," tebak Troy tak percaya.


"Nggak. Ini serius. Dia melakukan test ini saat kita terakhir ketemuan kemarin. Dia sudah telat 6 minggu. Tadinya Yola pikir itu akibat stress karena mau ujian. Tapi dia mulai mual-mual sejak seminggu lalu."

__ADS_1


Semua terdiam mendengar penuturan Duta. Antara percaya tak percaya mendengar berita tersebut.


"Memangnya kalian nggak main aman?" tanya Corong yang langsung mendapat ketokan di kepala dari Troy.


"Pakai pengaman nggak menjamin 100% nggak hamil," ucap Ilyas. "Kalau Allah sudah berkehendak apapun bisa terjadi."


"Lalu gimana bro? Apa yang akan kalian lakukan?" tanya Troy setelah terdiam beberapa saat.


"Yola mau menggugurkan kandungannya setelah ujian selesai."


"Jangan!" ucap Seto dan Ilyas berbarengan.


"Kenapa jangan? Biarin aja. Itu artinya Duta terbebas dari tanggung jawab," ucap Troy. Corong mengangguk mendukung. "Apalagi itu keputusan si cewek. Bukan atas permintaan Duta."


"Jangan menambah dosa. Zinah saja sudah dosa besar, masa mau ditambah dengan dosa menggugurkan kandungan," nasihat Ilyas.


"Iya gue tau. Makanya gue bingung yas. Gue nggak mau kandungannya digugurin, tapi Yola ngotot mau gugurin kandungannya. Dia pengen ngejar cita-citanya menjadi pengacara," ucap Duta lesu.


"Ajak nikah," saran Ilyas santai.


"Hah?! Nikah?" Serempak keempat sahabatnya berseru tak percaya.


"Iya. Nikah."


"Tapi gue belum siap nikah, Yas."


"Kalau belum siap kenapa melakukan hubungan suami istri?" tanya Ilyas.


"Kita saja belum lulus. Gue belum kerja."


"Lo ajak ngomong Yola baik-baik. Gue rasa dia ambil keputusan menggugurkan karena dia nggak yakin elo mau tanggung jawab. Lo tunjukin kalau elo mau bertanggung jawab. Setelah itu kalian bahas dengan orang tua kalian," saran Ilyas.


"Urusan nafkah gue rasa nggak bakal jadi masalah. Kalian bukan dari keluarga susah. Mereka pasti mau bantu. Sepahit-pahitnya elo disuruh kerja di perusahaan bokap lo," imbuh Seto.


"Lulusan SMA kerja apaan?" tanya Corong. "Jangan-jangan cuma jadi OB atau kurir di perusahaan bokapnya Duta."


"Iya yas. Mana mungkin anak pemilik perusahaan menjadi OB atau kurir," tambah Duta.


"Kenapa nggak? Justru kalau elo kerja dari bawah, elo bisa jadi boss yang baik."


"Coba aja dulu sarannya Ilyas. Siapa tau keluarga lo dan Yola malah akan mendukung pernikahan itu."


"Menikah muda? Nggak kebayang di pikiran gue Duta bakal menikah muda." Corong geleng-geleng kepala tak percaya. "Seorang Duta yang terkenal player mau nikah muda. Wow, amazing."


"Baiklah, nanti gue coba ajak ngomong si Yola."


"Nah gitu dong. Itu baru namanya gentleman." Keempat sahabatnya menepuk bahu Duta memberikan dukungan.


⭐⭐⭐⭐


"Troy, selesai SMA kamu jadi melanjutkan kuliah di Jerman?" tanya oma Linda saat mereka makan malam bersama setelah ujian selesai.


"Belum tau Oma," jawab Troy.


"Apakah kamu sudah melupakan keinginanmu menjadi pembuat pesawat terbang?" tanya Kemala.


"Apa nggak ketinggian tuh cita-cita?" sindir Cantika, adik tirinya yang sekarang kelas 8.


"Heh, anak kecil jangan ikut campur ya. Gue gam..... "

__ADS_1


"Troy, jaga bicaramu. Dia itu adikmu." Oma Linda memperingatkan. "Kalau kamu nggak jadi ke Jerman, kamu ambil kuliah bisnis saja di Amerika atau Australia."


"Troy nggak tertarik kuliah bisnis oma."


"Troy, kamu itu calon penerus perusahaan yang telah dibangun oleh opa. Kalau bukan kamu, siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan opa."


"Kan ada om Anto, om Firza, Brilly, atau Sean anak om Firza."


"Anto lebih memilih jadi guru. Lagipula nanti dia yang akan menjalankan yayasan. Firza juga sudah punya memiliki tanggung jawab menjalankan perusahaan mertuanya. Anak-anak mereka masih SMP."


"Tapi oma...."


"Troy, kamu itu cucu lelaki oma paling besar. Sudah menjadi tanggung jawab kamu menjadi penanggung jawab perusahaan. Oma ingin segera pensiun."


"Kalau begitu biar mama saja yang menjalankan perusahaan opa."


"Lalu apa rencana masa depan kamu?" tanya Kemala. "Oma dan mama nggak selamanya bisa menjalankan perusahaan opa. Kalaupun Brilly dan Sean yang akan melanjutkan, masih dibutuhkan waktu lama hingga mereka siap."


"Troy masih mau bersenang-senang ma. Troy belum siap dengan tanggung jawab sebesar itu," tolak Troy.


"Oma tidak meminta kamu sekarang juga memimpin perusahaan ini. Makanya oma ingin kamu mengambil kuliah bisnis."


"Tapi aku lebih tertarik pada teknik." Troy masih terus menolak.


"Jadi ke Jerman?" desak oma Linda.


"Hmm.. mungkin di Indonesia saja oma."


"Kenapa? Apa karena Safira? Apa yang sudah dia lakukan sehingga kamu merubah keinginanmu kuliah di Jerman?"


"Safira? Oma tau dia?"


"Safira, kelas 11 IPA 4, penerima beasiswa, salah satu siswa kebanggaan SMA Bhakti Nusa, peraih nilai tertinggi setiap tahunnya. Bukan hanya di angkatannya, tapi juga sepanjang sejarah sekolah kita. Orang tuanya berasal dari kalangan biasa. Ayahnya driver ojol yang baru saja mulai bekerja kembali di perusahaan kecil. Ibunya hanya penjual nasi uduk. Safira dan adiknya Salman kerap bekerja serabutan demi membantu orang tuanya." Oma Linda menarik nafas panjang setelah selesai bicara.


"Darimana oma tahu banyak tentang dia? Troy saja yang sudah beberapa bulan mendekati dia nggak tau sebanyak itu."


"Dia gadis yang akhir-akhir ini kamu dekati kan?" tanya oma Linda.


"Iya oma. Dia gadis yang ingin Ttoy jadikan kekasih." Troy menghela nafas kesal.


"Dia menolakmu?" Troy tak menjawab. "Kalau dia menolakmu untuk apa kamu memilih kuliah di sini?"


"Troy belum menyerah oma. Kalau Troy kuliah di luar negeri, Troy khawatir dia akan menjadi milik pria lain."


"Seandainya kegigihanmu mendekati gadis itu kamu terapkan dalam pendidikanmu, oma yakin prestasimu nggak akan kalah dengan gadis itu."


"Kak Troy itu memang pemalas, oma. Kemarin saja bukannya belajar, kak Troy malah main game sampai tengah malam," adu Cantika.


"Nggak usah ngadu- deh. Anak kecil sok tau!"


"Cantika nggak sok tau kok. Suaranya kan terdengar sampai kamar."


Broto, Linda dan Kemala hanya bisa menggelengkan kepala melihat perdebatan antara Troy dan Cantika.


"Nilai kamu lebih parah daripada kak Troy." Troy tak mau kalah. "Kemarin bu Sharon bilang ke kak Troy kalau nilai matematika dan ipa kamu di bawah KKM semua. Bikin malu."


"Sudah.. sudah.. kalian berdua sama saja," Oma Linda berusaha menengahi karena dilihatnya Cantika sudah mau menangis. "Troy, mulai hari ini kamu harus mulai memikirkan masa depanmu. Dan kamu Cantika, harus belajar lebih serius lagi supaya nilaimu bagus. Kalian berdua jangan membuat malu oma."


Yang lain mendengarkan, tak mampu membantah ultimatum oma Linda.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2