
"Kak, hujan," ucap Cantika saat melihat ke jendela kamar. "Deras banget kak."
Safira menatap jendela yang berada di belakangnya. Sejak tadi ia duduk membelakangi jendela. Saking asyiknya mereka berdua membahas soal-soal matematika hingga tak menyadari hujan yang turun dengan deras. Safira melihat jam di ponselnya. Hampir jam 6.
"Sudah adzan maghrib belum?" tanya Safira.
"Harusnya sih sudah ya. Aku nggak dengar. Kakak mau shalat?" Safira mengangguk. "Bareng yuk kak di musholla bawah. Biasanya papa kalau hujan begini nggak ke masjid. Kita ajak shalat bareng. Sayang tuh musholla jarang dipakai."
Safira menuruti ajakan Cantika. Mereka berdua turun. Di ruang keluarga mereka bertemu dengan Broto yang tampaknya juga sudah bersiap-siap melaksanakan shalat.
"Pa, ke masjid nggak?" tanya Cantika.
"Kayaknya nggak sayang. Hujannya deras banget. Kalian mau kemana?" Broto balik bertanya.
"Mau ajak papa shalat berjamaah. Jarang-jarang lho pa kita shalat berjamaah. Biasanya aku shalat sendiri di kamar." Wajah Cantika tampak sedih.
"Oke. Papa ajak mama untuk shalat bareng ya. Oh iya, coba kamu ajak oma."
"Oma, shalat bareng yuk!" ajak Cantika kepada Linda yang sepertinya baru selesai wudhu. "Mumpung papa nggak ke masjid."
"Tumben kamu ajak oma shalat bareng. Biasanya kamu malas banget shalat berjamaah," sahut Linda sambil terkekeh. "Pencitraan ya di depan Safira?"
"Ih, nggak gitu oma..." Cantika tampak malu karena ucapan omanya benar.
"Ayo, kita ke mushola. Yang lain juga pasti sudah menunggu."
Tak lama mereka berlima menjalankan shalat maghrib berjamaah. Selesai shalat mereka semua asyik berdoa sampai tiba-tiba Troy datang dan dengan seenaknya duduk di samping Safira.
"Kak Troy ngapain duduk disitu?" tegur Cantika galak. "Shalat gih!"
"Sebentar, mau nyapa calon masa depan kak Troy," jawab Troy seenaknya sambil mencoba menyender di bahu Safira.
"Troy, jaga sikap!" tegur Linda galak. "Sana buruan shalat. Nanti keburu habis waktunya."
"I-iya oma," jawab Troy sambil. bersungut-sungut.
__ADS_1
"Emangnya kak Troy masih ingat cara shalat?" ledek Cantika?
"Sia......"
"TROY!" Kali ini bukan hanya oma Linda yang menegur, tapi juga Broto dan Kemala. Akhirnya Troy keluar dari mushola.
"Sayang, kamu jangan meledek kakakmu terus," tegur Kemala. "Maaf ya Fira, kamu harus melihat kelakuan mereka yang seperti itu."
"Eh, nggak apa-apa bu," jawab Safira sambil tersenyum. Sebenarnya sejak tadi ia sudah merasa tak nyaman dengan sikap Troy tapi ia tak berani menegurnya. Untunglah oma dan yang lainnya seperti mengerti perasaannya.
"Kalau sudah selesai shalat kita makan malam. Fir, kamu nggak papa kan ikut makan malam bersama kami?" tanya Kemala.
"Oh, saya sebaiknya pulang saja bu. Kebetulan jam belajar Cantika sudah selesai," tolak Safira halus.
"Tapi masih hujan deras. Kakak makan malam bareng kita aja dulu sambil menunggu hujan reda," bujuk Cantika.
"Iya Fir, ikut makan malam saja dulu. Nanti pulangnya biar diantar supir," Broto ikut membujuk Safira.
"Kak, nggak boleh nolak rejeki lho."
"Anak kecil minggir!" usir Troy yang terlihat lebih segar. Sepertinya ia baru selesai mandi. Cantika melotot diusir oleh Troy.
"Apaan sih kak Troy?!"
"Ya elo pindah sana duduk dekat mama."
"Dih, kakak aja yang duduk dekat mama. Aku kan sudah duluan duduk disini. Kakak yang baru datang dong yang cari kursi kosong."
"Troy, kamu jangan begitu sama adikmu," tegur Kemala.
"Ma, dia kan sudah seharian dekat-dekat sama Fira. Sekarang gantian dong aku yang dekat-dekat Fira."
"Bukan mahram, nggak boleh duduk dekat-dekat," ucap Cantika santai sambil memeletkan lidahnya kepada Troy. "Lagian kak Troy kan bukan pacar atau suami kak Fira, ngapain pengen nempel kayak perangko?"
"Ih, nih anak minta di....."
__ADS_1
"Troy!" Kali ini oma Linda yang duduk di kepala meja buka suara. "Sini kamu duduk dekat oma."
"Yaelah oma, Troy kan maunya duduk di samping Fira. Kalau duduk dekat oma dan mama kan hampir tiap hari. Kalau dekat Fira kan jarang-jarang oma." Troy sudah mau menambahkan argumen namun ia melihat pandangan memohon yang terpancar dari mata Safira. Akhirnya dengan perasaan kesal ia duduk di sebelah Kemala. Duduk berhadapan dengan Safira. Lumayanlah.
"Bu, pak, oma, Safira pamit saja ya. Maaf kalau kehadiran Safira malah menimbulkan keributan," ucap Safira sambil menundukkan kepala. Ia sangat tak nyaman menyaksikan perdebatan Troy dan Cantika yang disebabkan dirinya.
"Iih.. kak Fira kok gitu? Kak fira jangan pulang dulu dong." rengek Cantika. "Tuh kan, gara-gara kak Troy nih."
"Kok gara-gara gue? Gue kan cuma minta elo pindah tempat duduk. Kalau elo nggak banyak cingcong pasti Fira nggak kepengen pulang buru-buru."
"Sudah, sudah. Kalian mau makan atau mau ribut?" tanya oma Linda. "Oma sudah lapar. Fir, kamu ikut makan bersama kami. Nanti habis makan biar diantar pulang oleh supir."
"Oma, biar Troy saja ya yang antar dia," bujuk Troy. Linda menatapnya curiga. Bukannya takut, Troy malah memamerkan smirk-nya.
"Oke. Kamu dan Cantika yang nanti mengantar Safira. Sekarang kita makan dengan tenang. Oma nggak mau mendengar lagi perdebatan kalian."
Troy menyorongkan piringnya kepada Safira. "Sayang. tolong ambilin makanan dong."
"Dih, najong banget sih kak!"
"Biarin. Elo juga mau dipanggil sayang?"
"Iyuuugh.. dipanggil sayang oleh kak Troy? Ih, mendingan dipanggil sayang oleh.... "
"Ilyas? Elo maunya dipanggil sayang sama Ilyas kan?" goda Troy. Godaan yang tepat sasaran karena wajah Cantika langsung memerah. Troy tergelak melihatnya. Kemala memukul pelan lengan Troy yang masih mengangsurkan piringnya kepada Safira.
"Nggak usah aneh-aneh. Sini mama ambilin makananmu," ucap Kemala sambil hendak mengambil piring Troy.
"Jangan ma. Kalau diambilin sama mama tuh sudah biasa. Tapi kalau diambilin sama bidadari yang ada di depan Troy, itu pengalaman langka. Kayak dilayani sama istri. Latihan dulu sebelum nanti Troy jadi imamnya. Iya kan my angel?" gombal Troy sambil mengedipkan sebelah matanya pada Safira yang langsung tertunduk. Cantika bergidik jijik mendengar gombalan kakaknya.
Safira merasa tak nyaman dan malu menghadapi sikap frontal Troy di depan keluarganya. Kalau seandainya punya pintu doraemon, maka Safira memilih memakai pintu itu untuk menghilang dan langsung sampai di kamarnya. Linda menyadari ketidaknyamanan Safira. Lalu ia langsung mengambil piring Troy dan mengisinya dengan nasi dan lauk yang terdekat darinya untuk Troy. Apesnya Troy, makanan yang ada di hadapan oma adalah nasi dan sambal terasi.
"Nggak usah aneh-aneh kamu. Cepetan makan, sebentar lagi kita shalat isya!" perintah Linda. "Masih bau kencur sudah sok-sokan pengen jadi imam buat anak orang. Shalat dulu yang benar, selesaikan kuliah lalu kerja. Kalau sudah sukses baru kamu dekati Safira. Itupun kalau Safira mau sama kamu."
Troy langsung cemberut karena keinginannya dilayani oleh Safira tak terkabul. Apalagi mendengar ucapan Linda yang tanpa basa basi. Ditambah lagi di piringnya hanya ada nasi dan sambal. Sambil menggerutu Troy mengambil sendiri ayam goreng dan tempe yang ada di hadapan Kemala, lalu menyuap makanan tanpa banyak bicara. Sementara itu Cantika cekikikan melihat penderitaan Troy. Safira pun setengah mati menahan tawanya. Ia tak berani menatap Troy yang ada di hadapannya karena khawatir tak kuat menahan tawanya.
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐