CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 5


__ADS_3

""Kak Troy tumben shalat?" komentar Santi. Sontak yang lain langsung tertawa ngakak saat mendengar komentar Santi.


"Ah nggak juga. Kak Troy sering kok shalat disini. Kalian aja yang jarang lihat," elak Troy gugup.


"Masa sih?" Kali ini Sinta yang berkomentar. "Kita bertiga kan selalu shalat disini tapi nggak pernah lihat kak Troy berjamaah."


"Oh, kak Troy memang jarang ikut berjamaah. Malas. Penuh."


"Padahal pahalanya lebih banyak lho kalau berjamaah," ucap Safira pelan.


"Oh.. eh.. kak Troy berjamaahnya belakangan. Mushallanya kan kecil, jadi ada beberapa kali shalat berjamaah kan."


"Troy ini selalu berjamaah kok," bela Corong yang kebetulan non muslim. "Tapi di kantin." Meledaklah kembali tawa mereka.


"S****n lo!" Troy hanya bisa mengumpat mendengar ucapan Corong.


"Maaf kak, saya pamit duluan," ucap Safira perlahan sambil beranjak meninggalkan mereka.


"Fir, tunggu dulu!" Panggil Troy.


"Eh, iya kak?"


"Kamu nggak jadi ikut kami makan es krim?" tanya Troy. Safira menatap Troy sekilas lalu memandang si kembar.


"Yang mau makan es krim kan kami. Memangnya kak Troy mau gabung?" tanya Sinta heran. Biasanya sahabat kakaknya ini paling nggak suka bergabung dengan mereka.


"Kebetulan kak Troy hari ini ulang tahun. Gimana kalau sekalian saja kak Troy traktir kalian?" Seto dan yang lainnya memandang Troy heran sembari menahan tawa. Sejak kapan ulang tahun Troy pindah ke bulan September?


"Wah, selamat ya kak. Eh, tapi bukannya ulang tahun kak Troy itu bulan....." Santi langsung menutup mulut saat melihat Troy melotot padanya.


"Troy, bukannya elo lagi..... Wadauuu... kenapa kaki gue lo injek sih Troy?" Protes Corong.


"Tapi gue hari ini lagi nggak bawa mobil Jadi gue nebeng elo ya To."


"Hah?! Lah kalau elo nebeng sama Seto, gue gimana? Kan tadi rencananya gue mau nebeng sama Seto sampai terminal," protes Ilyas.


"Hmm.. kalau mobilnya nggak cukup biar Fira nggak usah ikut kak," potong Safira saat dilihatnya Troy hendak membalas protes Ilyas.


"Lho, kok gitu Fir? Kita kan sudah rencanain ini sejak minggu lalu. Mumpung lagi nggak banyak tugas." protes Santi.


"Iya Fir. Mumpung lagi ada promo pelajar lho. Bebas pilih toping apapun." imbuh Sinta.


"Kalau begitu, biar Fira naik angkot aja kesananya."


"Sama gue aja Fir, naik motor," ajak Duta sambil memasang senyum mautnya.


"Lho, kenapa elo jadi mau ikut Ta? Gue kan cuma mau traktir Safira dan si Kembar," sungut Troy.


"Yakin bos nggak butuh kita buat nemenin?" ledek Corong sambil menaikturunkan alisnya.


"Eh... "


"Sudah gini aja. Troy, elo ikut sama Corong aja. Gue sudah terlanjur ajak Ilyas duluan. Nanti ketemuan di mall aja." Seto memberi solusi.


"Tapi To... "


"Jangan kebanyakan protes. Buruan ambil keputusan, biar bisa cepat berangkat. Jam 3 kita sudah harus sampai sini lagi. Sekarang sudah jam setengah 1."


"Elo nggak pamit dulu sama Broto?" sindir Duta.


"Waduh iya.. gue baru ingat." Troy menepuk jidatnya. "Gue Wa aja si Broto. Ayo kita cabut."


"Broto? Sin, itu maksudnya pak Broto ya?" tanya Safira bingung saat mereka sudah dalam perjalanan ke mall.

__ADS_1


"Iya, kak Troy itu anaknya pak Broto. Pak Anto itu omnya kak Troy. Kamu nggak tahu?" tanya Sinta. Safira menggeleng.


"Kamu nggak tahu kalau sekolah ini punya keluarganya kak Troy?" Kembali Safira menggeleng. Ia benar-benar nggak tahu mengenai hal tersebut. Selama ini ia memang hanya fokus belajar, karena sebagai murid beasiswa ia dituntut memperoleh nilai yang bagus.


"Fir, kamu itu nggak gaul ya?" tanya Ilyas.


"Hmm.. nggak kak."


"Jangan-jangan teman dekat kamu cuma kami berdua?" Safira mengangguk malu-malu.


"Cuma kalian berdua yang mau berteman sama aku. Yang lain langsung berubah sikap saat tahu aku cuma murid beasiswa dan ayahku driver ojol." jelas Safira sambil tersenyum. Seto sempat terpana saat melihat senyum Safira melalui kaca spion tengah.


"Kamu nggak sedih temanmu cuma sedikit?" tanya Seto.


"Nggak papa kak. Itu lebih baik, jadi aku bisa fokus belajar. Kalau kebanyakan teman, khawatir lebih senang main daripada belajar. Kasihan ayah dan ibu kalau sampai beasiswaku dicabut hanya gara-gara aku keasyikan main." Safira menjawab sambil tersenyum malu-malu.


"Fir, mas Seto punya permintaan."


"Apa mas? Jangan aneh-aneh ya permintaannya."


"To, elo jangan macam-macam," tegur Ilyas khawatir. Ia tak ingin Seto mempermainkan Safira.


"Gue kagak aneh-aneh kok. Dia itu kan sahabatnya adik-adik gue. Nggak mungkinlah gue macam-macam sama dia," ucap Seto menenangkan Ilyas. "Mas minta, jangan sering-sering senyum begitu. Bisa membuat banyak cowok sakit jantung gara-gara lihat senyummu."


Wajah Safira langsung memerah mendengar ucapan Seto.


"Diiih... mas Seto gombal banget sih.!" Si kembar langsung mencubit lengan kakak mereka.


"Aduh... aduuh... kalian nih jangan asal nyubit dong. Mas kan lagi nyetir. Kalau nabrak gimana?" protes Seto.


"Lagian mas Seto sih aneh banget."


"Apanya yang aneh. Safira itu cantik dan pintar. Mas Seto yakin banyak yang jatuh hati sama dia. Apalagi kalau lihat senyumnya. Waaaah... bahayaaaa."


⭐⭐⭐⭐


"Cor, gue pinjam duit lo ya." pinta Troy saat dalam perjalanan ke mall. "Elo tau kan duit gue cuma dua puluh ribu."


"Elo sih gegayaan mau traktir segala."


"Yee, mumpung ketemu sama Safira. Kita kan perginya ramai-ramai, nggak mungkin dong gue cuma traktir Safira. Kapan lagi dapat kesempatan kayak gini."


"Lo mau pinjam berapa?"


"Gopek aja."


"Yakin cukup? Biasanya elo ngabisin sampai sejuta lebih buat cewek-cewek yang lo deketin."


"Kalau kurang gue pinjam kartu kredit lo ya."


"Oke, tapi jangan telat bayarnya ya. Gue bisa diomelin bokap kalau ada tagihan yang gak dibayar."


"Tenang aja. Nanti gue bujuk nyokap buat bayarin hutang gue ke elo."


Sesampainya di mall mereka melihat Safira, Seto, Sinta dan Santi sudah menunggu. Duta, Corong dan Troy langsung menghampiri mereka.


"Mana Ilyas? Nggak ikutan dia?"


"Nggak, dia musti pulang. Mungkin nanti dia nggak ikut pengayaan. Tapi dia sudah ijin ke Miss Lucy," jawab Seto.


Bersama-sama mereka menuju kedai es krim kekinian. Benar kata si kembar. Sedang ada promo. Hal ini mengakibatkan antrian yang lumayan panjang.


"Dek, beli yang biasa saja. Mas capek nih ngantri begini," omel Seto.

__ADS_1


"Ih mas Seto mah nggak tau serunya ngantri."


"Iya, nggak usah beli yang promo. Beli yang biasa saja. Tenang, kak Troy yang akan traktir kalian." imbuh Troy.


"Nggak usah kak. Kami memang menunggu acara promo ini. Soalnya selain bebas pilih toping, beli satu gratis satu. Yang utamanya sih karena ada pembagian photocard grup KPop idola kami," tolak Santi. "Kalau beli yang nggak promo nggak dapat photocardnya."


"Benar kak. Iya kan Fir," Safira mengangguk.


"Fir, kamu juga mau photocardnya?"


"Nggak kak. Aku nggak suka KPop," jawab Safira.


"Ya sudah, kamu bareng kak Troy aja beli yang nggak promo. Biar kita bisa cepat duduk. Atau kak Troy traktir es krim di tempat lain."


"Nggak usah kak. Lebih seru begini. Bareng Sinta dan Santi," tolak Safira. Sementara itu Corong dan Duta menahan tawa melihat bos mereka hanya bisa garuk-garuk kepala.


Akhirnya setengah jam kemudian mereka sudah duduk di foodcourt untuk menikmati es krim yang dibeli dengan perjuangan. Ketiga gadis itu sibuk memperhatikan photocard yang mereka peroleh.


"Katanya nggak suka Kpop, eh malah ikutan heboh." gumam Troy kesal.


"Lo kenapa sih bro? Kayak ayam murang sajen," tegur Seto.


"Tuh teman adik lo."


"Dia kenapa?"


"Tadi bilang sama gue dia nggak suka KPop. Eh, sekarang ikutan heboh sama si kembar. Apa sih bagusnya tuh cowok-cowok Korea? Machoan juga gue. Nyata ada di depan mata."


"Lo kalo lagi ngomel gitu mirip banget sama oma Linda," ledek Duta sambil terbahak.


"K*****t lo Ta."


"Kalian nggak kepengen makan siang? Sudah jam 2 lho." Troy mencoba menawarkan makan siang pada mereka. "Makan di resto steak itu yuk. Aku yang traktir deh."


"Kak Troy kan sudah traktir es krim. Itu sudah cukup kak," tolak Safira. "Lagipula sudah jam segini. Kalian ada kelas pengayaan jam 3 kan?"


Yaelah, ngapain pake diingetin sih, batin Troy kesal. Nih cewek berlagak nggak mau atau beneran nggak mau sih?


"Fira, memangnya kamu nggak lapar?" tanya Sinta. Rupanya ia mulai merasa lapar karena tadi tidak sempat jajan di kantin.


"Aku tadi sudah makan bekal sebelum ke musholla."


"Itu kan cuma sedikit, Fir. Kalau aku mana cukup makan segitu doang," ucap Santi yang memang tubuhnya lebih berisi dibandingkan Sinta.


"Itu cukup buat aku San. Apalagi ini es krimnya banyak banget topingnya. Lumayan bikin kenyang."


"Ayolah kita makan siang sebentar. Kamu nggak kasihan sama kita-kita yang mau belajar padahal kita belum makan siang," bujuk Corong. "Kak Troy itu punya penyakit maag. Kalau telat makan bahaya."


"Beneran kak? Kok kak Troy nggak bilang dari tadi," tanya Safira khawatir.


"Dari tadi sebenarnya perutku sudah mulai pedih, tapi aku nggak mau bikin kamu cemas. Apalagi kita kan baru kenal. Nanti disangka aku caper sama kamu," jawab Troy sok cool. Setengah mati ketiga sahabatnya menahan tawa melihat akting Troy.


"Jangan begitu kak Troy. Sakit maag bukan penyakit remeh. Ya sudah, kita makan di foodcourt ini aja biar cepat ya."


"Kamu beneran nggak mau makan di resto steak itu?" Safira menggeleng.


"Kelamaan kak. Kasihan kak Troy, nanti benar-benar kumat maagnya." Ucap Safira sambil tersenyum. "Lagipula kayaknya nggak cocok dengan kantong siswa SMA kayak kita."


"Tapi ini kan ulang tahunku. Nggak papa dong kalau kita makan yang agak mahal sedikit. Aku sanggup kok."


"Daripada buat kita makan-makan, lebih baik kakak sumbangin buat panti asuhan. Uang yang kakak keluarkan buat traktir kita disitu bisa untuk memberi makan anak-anak panti selama 3-4 hari."


Sumpah, kalau kayak gini gue bisa beneran jatuh cinta. Gila, senyumnya manis bangeeeet. Mana humble banget nih cewek, nggak kayak cewek-cewek lain, batin Troy.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2