CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 48


__ADS_3

"Hai kak!" sapa Safira dengan senyum lebar saat tiba di hadapan Troy.


⭐⭐⭐⭐


"Eh, hai Fir. Kalian lagi disini juga?"


Cantika menatap tajam sang kakak. Lalu ia menoleh ke arah gadis yang ada di samping Troy. Wajah Cantika jelas-jelas menunjukkan ketidaksukaannya pada gadis itu.


"Kak Troy ngapain disini? Nggak ke kantor?" tanya Cantika ketus. Safira langsung menjawil Cantika


"Kak Troy ke kantor kok. Ini kan sudah jam pulang." kilah Troy sambil berusaha melepaskan tangan gadis yang di sampingnya.


"Ini belum jam 5. Kantor apaan yang pulang sebelum jam 5?" tanya Cantika lagi.


"Can, jangan gitu ah sama kak Troy." Safira berusaha mengingatkan Cantika untuk bersikap lebih ramah. "Kak Troy sama siapa nih? Pacarnya ya? Kenalin dong."


"Troy, mereka adik-adikmu? Kenalin aku Desi." Gadis yang bernama Desi mengulurkan tangannya. Safira langsung menyambut tangan gadis itu sambil tersenyum lebar.


"Aku Safira. Yang ini Cantika, adik kak Troy. Dan yang itu Sania, adikku."


"Kamu siapanya Troy?" tanya Desi dengan pandangan curiga.


"Oh, aku adik kelasnya kak Troy."


"Adik kelas? Kalian saudaraan? Kok kamu bisa jalan bareng adiknya Troy?" Desi semakin curiga. "Kamu bukan pacarnya Troy kan?"


"Bukan kak. Kami nggak saudaraan. Kebetulan aku tutornya Cantika. Aku juga bukan pacar kak Troy." Jawaban Safira membuat Desi lega.


"Kamu siapanya kak Troy?" Ganti Cantika yang bertanya. "Ngapain kakak gelendotan kayak gitu sama kak Troy?"


"Adik manis, aku ini pa ..... "


"Dia teman kampus kak Troy," potong Troy cepat.


"TROY! Kamu kok gitu?"


"Des, kamu pulang naik taksi aja ya. Aku harus mengantar adikku pulang."


"Kenapa aku harus naik taksi? Kamu kan bisa mengantarkan aku dulu, lalu pulang sama adikmu. Kecuali kamu mau mengan ......"


"Hai Fir!" Tiba-tiba Angga muncul dari belakang Safira. Di tangannya tampak plastik berisi buku.


"Eh Ngga. Sudah selesai beli bukunya? Kalau sudah selesai kita pulang yuk. Eh, kamu sudah shalat ashar belum? Aku dan Sania mau shalat dulu nih. Kamu nggak apa-apa kan kalau menunggu kami shalat?" tanya Safira cepat.


"Eh, i-iya. Nggak apa-apa. Aku juga mau shalat ashar nih," jawab Angga tanggap.


"Kak Troy sudah shalat belum?" tanya Cantika sambil menatap tajam ke arah Troy dan Desi.


"Eh, be-belum. Ayo Des, kita shalat dulu," ajak Troy.


"Troy, tadi kamu kan bilang mau antar aku beli skincare. Kok tiba-tiba mau shalat?" tanya Desi tak senang.

__ADS_1


"Memangnya kak Desi nggak shalat?" tembak Cantika ketus.


" Shalat. Tapi itu kan bisa nanti setelah aku selesai belanja skincare." jawab Desi tak kalah ketus. "Ayo Troy."


"Eh.. kita shalat dulu yuk!" ajak Troy. "Belanja skincarenya kapan-kapan aja ya. Aku mau antar mereka pulang."


"Kok antar mereka sih? Tadi kamu bilang kan mau antar adik kamu aja. Kenapa sekarang berubah mengantar mereka semua?" tanya Desi tak suka sambil menunjuk Safira, Sania dan Angga. "Memangnya mobil kamu angkutan umum?!"


"Fir, kita pulang sekarang yuk. Nanti kita shalat asharnya di masjid besar yang dekat alun-alun. Sekalian nanti shalat maghrib disitu," ajak Angga sambil menarik tangan Safira. Kali ini Safira membiarkan Angga menggandengnya. Tentu saja yang lain heran melihatnya kecuali Desi.


"Cantika, kak Troy, Fira pulang duluan ya. Ayo San kita pulang." Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Troy dan Cantika.


"Ayo Troy, kita jadi kan beli skincare?" tanya Desi sambil menggelayut manja pada Troy.


"Kak, aku mau pulang duluan ya. Kakak lanjutin aja belanjanya." Cantika meninggalkan sang kakak. Troy yang ingin mengejar Cantika ditahan oleh Desi.


"Troy, biarin ajalah adik kamu pulang sendiri. Dia kan sudah besar."


"Sorry Des, kita putus."


"Apa maksudmu putus. Kita baru jadian seminggu yang lalu. Kenapa harus putus? Aku nggak mau putus! Ya sudah, kita batalin belanja skincarenya. Ayo kita kejar adik kamu."


"Nggak usah mengikutiku! Kamu pulang saja sendiri!" Troy melepaskan tangan Desi yang masih memegangi lengannya. Lalu ia berlari mengejar Cantika.


Sementara itu di tempat lain, Safira langsung melepaskan tangannya yang sejak tadi digenggam oleh Angga.


"Thanks ya Ngga."


"Sama-sama Fir. Kamu nggak apa-apa kan?"


"Itu... tadi... Troy."


"Oh itu. Sorry ya aku jadi manfaatin kamu. Sudahlah nggak ada yang perlu dibahas. Pasti kamu pikir aku cemburu ya? Aku dan kak Troy nggak ada hubungan apa-apa."


"Kalian pulang bareng aku aja yuk. Kan rumah kita berdekatan," ajak Angga. "Kebetulan tadi aku habis mengantar papa ke bandara."


"Nggak usah, Ngga. Merepotkan."


"Nggak merepotkan kok. Aku malah beruntung banget bisa ketemu kalian. Tiap sore kan ada peraturan lalu lintas 3in1. Kalau aku pulang sendirian, jangan-jangan malah kena tilang karena melanggar peraturan."


"Kak, jadi mau shalat ashar nggak?" tanya Sania yang dari tadi hanya diam melihat drama di depan matanya.


"Gimana Fir? Mau ya pulang bareng? Kalau kamu menolak, terpaksa aku di mall ini sampai jam 9 malam."


"Ayo shalat, kak," ajak Sania lagi.


"Ayo Fir, nanti keburu habis waktu shalat asharnya."


Akhirnya Safira menyetujui ajakan Angga untuk pulang bersama. Tepat saat Safira masuk ke dalam mobil, Troy dan Cantika tiba di parkiran. Troy yang melihat Safira masuk ke mobil milik Angga hanya bisa melayangkan tinjunya ke udara karena kesal dan cemburu. Busa-bisanya Safira membiarkan tangannya digandeng oleh si Angga. Atau jangan-jangan mereka sudah jadian? Tapi Safira kan nggak mau pacaran?


Sementara itu Cantika memandang kesal kepada kakaknya.

__ADS_1


"Ini gara-gara kak Troy nih, makanya kak Fira pulang duluan."


"Kok gara-gara gue? Emang gue ngapain?"


"Kak Troy ngapain jalan sama cewek lain? Katanya kakak suka sama kak Fira? Padahal Cantika lagi berusaha lho supaya kak Fira mau menerima kak Troy."


"Apa tadi Fira cemburu ya?" tanya Troy sambil senyum-senyum sendiri.


"Mana mungkin kak Fira cemburu. Dia kan nggak suka sama kak Troy."


"Lah tadi elo bilang lagi mengusahakan supaya Fira suka sama kak Troy. Berarti mungkin aja dia cemburu melihat kak Troy jalan sama Desi."


"Kak Troy ngapain sih dekat sama cewek model gitu? Dia tuh cuma menang tampang dan body doang. Akhlakless kalau kata anak sekarang. Jauh banget sama kak Fira."


"Kenapa begitu?"


"Ya iyalah. Cewek model gitu mah mendingan jangan dijadiin pacar. Masa lebih mentingin belanja skincare daripada shalat. Nggak benar banget."


"Kamu tetap mau nolongin kak Troy biar bisa jadian sama Fira kan?"


"Nggak!"


"Kok gitu?"


"Kak Troy kan sudah punya pacar. Ngapain juga masih pengen jadiin kak Fira pacar?"


"Si Desi sudah kak Troy putusin."


"Kapan?"


"Tadi," jawab Troy kalem.


"Ih, kak Troy tega banget. Cantika nggak jadi mau jodohin kak Troy dengan kak Fira, deh."


"Lho, kenapa nggak jadi? Jangan labil gitu dong, Can."


"Kak Troy sama kayak kak Desi. Sama-sama akhlakless. Kok tega banget main putusin anak orang. Pasti nanti sama kak Fira juga begitu. Kak Troy playboy kelas ikan terbang nih. Kak Troy kok segitu mudahnya mutusin cewek? Gimana kalau Cantika yang kena karmanya?" omel Cantika.


Troy hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya mendengar omelan Cantika. Nih, anak kenapa jadi ngomel panjang pendek deh.


"Ayo buruan nyalain mobilnya. Nanti nggak keburu shalat asharnya."


"Kita mampir ke masjid yang tadi si Angga sebutin ya."


"Pasti kak Troy mau pencitraan di depan kak Fira. Kalau shalat tuh perbaiki dulu niatnya. Jangan sampai salah niat. Bisa-bisa shalatnya nggak diterima."


"Iya, iya. Dasar bawel!"


"Eh, tapi sore ini kan 3in1. Kita nggak bisa pulang dong."


"Ya, kalau gitu kita jalan aja lagi di mall ini. Shalat di mushola aja. Atau si Desi kita jadiin joki?" tanya Troy sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


"Terserah kak Troy deh. Aku cuma mau cepat pulang. Tadi janji sama mama sudah sampai rumah sebelum isya." Cantika memasang muka sebal.


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2