CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 38


__ADS_3

Troy sedang asyik bermain game saat pintu kamarnya diketok. Siapa sih, ganggu aja, omel Troy


"Ngapa.... eh oma." Troy mengurungkan niatnya mengomel saat dilihatnya Linda berdiri di depan kamarnya. "Ada apa oma?"


"Oma mau ngomong sama kamu. Oma tunggu kamu di ruangan oma." Tanpa banyak kata Linda meninggalkan Troy.


Ada apa ya? Perasaan gue nggak bikin salah apa-apa. Setelah mematikan game console-nya, Troy menyusul Linda ke ruangannya.


Memasuki ruang kerja omanya dilihatnya Kemala dan Cantika ada disana.


"Ada apa oma?" tanya Troy.


"Troy, oma mau bicara serius sama kamu."


"Soal apa oma? Eh, anak kecil. Ngapain lo disini?"


"Emang kenapa kalau aku disini?" Cantika balik bertanya.


"Troy, jangan gangguin adikmu terus," tegur Kemala


"Troy, apa rencanamu setelah selesai ujian? Kamu jadi mau liburan ke Jerman?" tanya oma. "Sekalian kamu mau cari kampus disana."


"Nggak jadi oma."


"Kenapa? Nggak jadi liburannya atau nggak jadi kuliah disana?"


"Nggak apa-apa oma. Mendadak malas aja. Bosen juga liburan ke luar negeri terus."


"Hmm.. padahal biasanya kamu dan sahabat-sahabatmu ada libur pendek pasti langsung jalan-jalan." ucap Kemala.


"Bosen jalan sama mereka terus, ma."


"Kalau bukan sama mereka, lalu mau jalan sama siapa? Pacar? Ih, amit-amit. Kamu nggak boleh liburan berdua pacar," ucap Kemala. "Mama nggak mau tiba-tiba ada anak gadis datang menuntut pertanggungjawabanmu."


"Kak Troy lagi nggak punya pacar, ma. Justru dia lagi mau..... " Cantika langsung menutup mulutnya saat dilihatnya Troy melotot marah ke arahnya.


"Troy, karena kamu belum punya rencana apapun untuk masa depanmu, kemarin oma sudah ngobrol dengan Opa Randy. Kamu ingat dia kan? Dia sahabat opamu." Troy mengangguk ragu.


"Ada apa mama bertemu dengan om Randy?" tanya Kemala.


"Randy sedang membutuhkan asisten di kantornya. Kebetulan sekretaris pribadinya mengundurkan diri karena alasan kesehatan."

__ADS_1


"Om Dirga sakit apa ma?" tanya Kemala.


"Mama nggak tanya lebih jauh ke Randy. Dia cuma bilang butuh asisten sampai dia menemukan asisten baru. Oma langsung menawarkan Troy untuk menjadi asistennya."


"Maksud oma, Troy harus kerja selama liburan ini?" tanya Troy tak percaya. Wah, bisa berantakan nih rencana gue ngedeketin Safira.


"Iya. Oma sudah mengatur schedule kamu. Pagi sampai sore kamu bekerja di kantor opa Randy. Malam kamu ikut bimbingan eksklusif untuk ujian masuk perguruan tinggi. Bimbingan tersebut bukan hanya menyiapkanmu untuk kuliah di dalam negeri tapi juga di luar negeri."


"Belajar lagi? Ya ampun oma, sampai kapan Troy harus belajar? Padahal belum juga seminggu Troys selesai ujian."


"Sampai kamu sudah nggak bernafas lagi," sahut oma Linda sadis.


"Oma tega banget sama Troy. Memangnya oma nggak kasihan sama Troy?"


"Oma lebih memilih tega seperti ini sama kamu demi masa depanmu. Oma lebih kasihan kalau masa depanmu nggak jelas."


"Kata siapa masa depan Troy nggak jelas?"


"Apa hal itu perlu diperjelas lagi?" sarkas oma Linda. "Troy, kamu cucu oma yang paling besar. Oma menaruh harapan besar padamu untuk melanjutkan nama besar keluarga kita. Yayasan, sekolah, perusahaan opamu semuanya membutuhkanmu."


"Cucu opa dan oma kan bukan cuma Troy. Masih ada yang lain."


"Tapi oma, itu kan masih lama. Troy aja baru selesai ujian. Pengumuman kelulusan juga belum. Lagipula Troy punya planning lain," protes Troy.


"Justru karena masih lama, oma mau mengajarkanmu merintis karir dari bawah. Supaya kamu mengerti bagaimana me-manage berbagai hal yang berhubungan dengan perusahaan. Dan menurut oma, menjadi asisten opa Randy adalah salah satu opsi tepat untuk kamu belajar." Omongan oma Linda adalah ultimatum bagi semua orang. "Opa Randy adalah guru yang tepat untukmu."


"Apa nggak bisa nanti-nanti saja magang jadi asistennya?" tawar Troy. "Lagipula kepala Troy masih berasap nih gara-gara ujian kemarin."


"Memangnya di kepala kak Troy ada kompor atau api unggun? Kepala jarang dipakai mikir mah nggak mungkin berasap," sindir Cantika.


"Wah, anak kecil ikut-ikutan aja," sergah Troy kesal. "Nggak usah sok tau deh."


"Cantika tahu kenapa kak Troy nggak mau magang di tempat opa Randy. Soalnya kalau kak Troy mengikuti rencana oma, dia nggak akan bisa mendekati kak Fira." Cantika langsung berlindung di belakang Kemala saat dilihatnya sang kakak hendak menghampirinya.


"Kak Fira? Safira maksudmu?" tanya Linda pada Cantika. "Apa hubungannya?"


"Kak Fira mulai besok akan menjadi tutor Cantika, oma," jawab Cantika. "Kak Troy kan naksir berat sama kak Safira. Cantika yakin, kak Troy pasti berencana PDKT sama kak Fira. Iya kan?"


"Nggak usah sok tau!" sahut Troy cepat.


"Hmm.. apakah ini Safira yang dulu pernah kita bahas? Gadis penerima beasiswa yang dulu tersesat bersamamu di hutan?"

__ADS_1


"Iya oma," jawab Troy sambil menundukkan kepalanya.


"Troy, gadis itu tak selevel denganmu."


"Apa maksud oma? Kenapa oma merendahkan dia?" Troy mulai terlihat emosi setelah mendengar ucapan Linda. "Apa bedanya dia dengan Troy? Oma sebagai pendidik nggak boleh dong bersikap seperti itu."


Bukannya menjawab pertanyaan Troy, oma Linda hanya mendengus. Terdengar sangat meremehkan.


"Sebelum kamu melanjutkan rencanamu, pikirkan baik-baik ucapan oma. KALIAN TIDAK SELEVEL."


"OMA!!" tegur Troy keras sehingga membuat yang lain terjengit kaget.


"Kenapa? Kamu tidak suka dengan kenyataan itu?" tantang Linda. "Apa kamu tahu maksud ucapan oma?"


"Oma jahat! Oma munafik! Oma picik! Oma selalu mengajarkan kepada kita bahwa semua manusia itu sama. Semua manusia itu setara. Lalu kenapa sekarang oma merendahkan siswa yang sering membuat harum nama sekolah kita? Dia itu bukan gadis sembarangan. Meski berasal dari keluarga yang sederhana, tapi dia selalu bekerja keras dan tak pernah main-main dalam mencapai prestasi!" Troy terlihat berapi-api saat membela Safira. Lagi-lagi Linda tak bereaksi selain tersenyum tipis.


"Troy jaga bicaramu!" tegur Kemala.


Ia khawatir Linda akan marah mendengar ucapan Troy. Kemala sebagai anak tahu Linda tak seperti yang Troy ucapkan. Linda sebagai pemimpin yayasan tak pernah membeda-bedakan. Bahkan ia sangat menghargai mereka-mereka yang bekerja keras demi mencapai prestasi. Namun ia pun tak habis pikir kenapa sang mama mengatakan gadis itu tak selevel dengan Troy.


"Turuti apa yang telah oma rencanakan untukmu. Oma tak mau dibantah! Mulai besok kamu bekerja di kantor opa Randy. Kamu sudah harus berada di sana sebelum jam 9 pagi. Kamu mengerti?!" Ucapan Linda adalah perintah yang tak terbantahkan.


"Tapi oma...." Linda meninggalkan ruangan kerjanya. Meninggalkan yang lain dalam keadaan bingung.


"Ma, bisa nggak sih mama bujukin oma? Troy belum kepengen kerja."


"Kamu tau kan bagaimana oma. Apa yang sudah oma putuskan untukmu pasti baik. Lagipula menurut mama wajar kalau oma menaruh harapan tinggi sama kamu."


"Tapi ma... "


"Kak Troy nurut aja dulu sama oma. Lagipula kalau kak Troy mau deketin kak Fira jangan terburu-buru dan nekat gitu. Kak Fira nggak suka cowok model gitu," Celetuk Cantika.


"Sok tau kamu!"


"Ih kak Troy oon nih. Memangnya kak Troy masih nggak ngerti apa maksud omongannya oma?" Troy menggeleng. Ia benar-benar tak mengerti apa maksud oma Linda.


"Mau Cantika kasih tau?" Troy mengangguk. Bukannya memberikan jawaban yang memuaskan, Cantika malah dengan santai keluar ruangan. Tepat di pintu, dia berbalik dan memeletkan lidahnya meledek Troy.


"Iiih.. nih anak minta ditoyor ya!"


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2