
"Fir, ibu mau bicara." Dian memasuki kamar Safira.
"Ada apa bu?"
"Kamu jadi tutornya nak Cantika?"
"Iya bu. Kenapa?"
"Kok bisa? Apakah karena dia adik nak Troy?"
"Ya ampun ibu. Fira terima job ini bukan karena dia adik kak Troy. Pak kepsek yang meminta Fira menjadi tutor anak bungsunya."
"Fir, kenapa kamu ambil job ini?"
Safira menarik nafas panjang sebelum akhirnya mulai bicara. "Bu, Fira mau bantu ayah."
"Maksudmu?"
"Bu, Fira nggak tega melihat ayah bekerja seperti sekarang. Pulang kantor masih harus narik." Dian tercekat mendengar ucapan putri sulungnya. "Sebagai anak pertama, tugas Fira membantu ayah dan ibu. Fira nggak mau menjadi beban bagi kalian."
"Nak, kamu bukan beban buat 0kami. Kamu dan adik-adikmu adalah anugerah terbesar yang Allah berikan untuk kami. Sudah menjadi kewajiban kami memberikan pendidikan terbaik bagi kalian." Dian memeluk Safira. Dalam diam ia menangis.
"Bu, jangan nangis dong. Fira jadi sedih lihat ibu menangis." Safira mengetahui ibunya menangis walau tak terdengar. "Fira sebagai anak terbesar memiliki tanggung jawab membantu kalian. Bukan berarti Fira tidak menghargai perjuangan kalian. Tapi Fira juga nggak mau menyia-nyiakan apa yang Fira miliki."
"Tapi nak, kami masih sanggup membiayai kalian."
"Fira tahu itu, bu. Tapi ijinkan Fira ikut membantu ayah dan ibu. Dengan bekerja sebagai tutor, paling tidak Fira bisa menabung untuk kuliah nanti. Jadi ayah bisa fokus kepada pendidikan adik-adik."
"Kamu memang anak yang baik dan penuh pengertian."
"Iya dong. Fira kan anak ayah dan ibu." Safira memeluk erat sang ibu. "Ibu jangan nangis lagi. Doain aja pekerjaan ini berjalan lancar."
"Gimana dengan nak Troy? Kamu masih ingat pesan ayah kan?"
"Kak Troy? Ada apa dengan dia? Fira kan mengajar adiknya, bukan kak Troynya." Dian tertawa mendengar ucapan Safira. "Tenang bu, Fira selalu ingat dengan pesan ayah. Fira nggak akan membiarkan kak Troy mengganggu kehidupan Fira ."
"Tapi kalian akan sering bertemu."
__ADS_1
"Sebentar lagi kak Troy akan kuliah. Menurut Cantika, dia mau dikuliahkan di Jerman." Safira berusaha menenangkan Dian yang terlihat khawatir.
Dian terdiam. Ia khawatir putrinya tergoda oleh apa yang Troy miliki. Wajah yang tampan dan harta berlimpah.
"Tenang bu, Fira nggak suka dengan cowok model kak Troy. Lagipula saat ini Fira nggak ada niatan pacaran. Bahkan kalau perlu nggak usah pacaran."
"Langsung menikah ya Fir?" ledek Dian.
"Ih ibu, masih lama lah ngebahas urusan kayak gitu. Fira mau sukses dulu, mau membahagiakan ayah, ibu dan adik-adik."
"Aamiin. Ibu akan turut mendoakan agar keinginanmu bisa terwujud."
"Terimak kasih ibuku yang cantik sejagat raya. Fira sayang banget sama ibu."
⭐⭐⭐⭐
"Gimana sayang? Kami cocok dengan Fira?" tanya Kemala saat menemani Cantika menonton TV.
"Cocok ma. Orangnya baik, ramah dan asyik. Tegas tapi nggak nakutin."
"Ih, jangan kak Troy yang antar jemput. Nanti kak Fira malah nggak mau ngajarin Cantika," tolak Cantika.
"Lho, kenapa begitu? Kan biar kakakmu ada kegiatan sambil menunggu saatnya kuliah."
"Jangan ah, ma. Percaya deh sama Cantika."
"Mama harus percaya apa?"
"Ma, kak Troy kan naksir kak Fira."
"Oh ya? Kamu tau darimana?"
"Mama kan lihat sendiri gimana sikap kak Troy waktu Cantika pertama bertemu kak Fira."
"Iya sih, papamu juga pernah cerita kak Troy bikin Safira serba salah. Menurut cerita papamu, telah terjadi sesuatu di antara mereka saat mereka terjebak berdua di dalam goa."
"Maksud mama?"
__ADS_1
"Ah, kamu masih kecil. Kamu nggak ngerti pembicaraan orang dewasa."
"Ih mama... Cantika kan sudah kelas 8, bukan anak TK lagi. Cantika tahu apa yang bisa terjadi saat dua orang berlainan jenis berada di tempat sepi. Lagipula informasi mengenai hal-hal seperti itu kan mudah ditemui di internet."
"Menurutmu apakah benar telah terjadi sesuatu di antara mereka?"
"Cantika nggak percaya hal itu. Kalaupun terjadi sesuatu itu pasti gara-gara kak Troy yang memaksa. Mama tahu kan gimana kak Troy. Suka maksa orang."
"Kok kamu bisa seyakin itu?"
"Ma, walau Cantika baru sekali bertemu kak Fira, Cantika tahu bagaimana prinsip hidup dia. Dia bukan tipe gadis yang mudah tergiur oleh ketampanan dan kekayaan seseorang. Buat kak Fira, akhlak seseorang lebih penting. Sementara itu kan mama tahu sendiri gimana anak mama yang satu itu. Nggak ada akhlak!" Cantika tergelak mendengar ucapannya sendiri.
"Hush, kamu nggak boleh begitu. Itu sama saja kamu bilang mama bukan ibu yang baik dan telah gagal mendidik kakakmu."
"Mama nggak gagal, tapi emang kak Troynya aja yang tambeng. Susah dikasih tau. Mama jangan sedih ya."
"Can, kadang mama suka merasa bersalah kepada kakakmu itu. Seharusnya mama tidak menikah lagi dengan papamu."
"Kalau mama nggak menikah lagi dengan papa, sampai sekarang aku nggak akan punya mama," ucap Cantika sedih. Ya saat Kemala menikah dengan Broto, Cantika baru mau lulus SD. Ibu kandungnya meninggal saat Cantika kelas 1 SD. Selama beberapa tahun Broto merawat sendiri putrinya.
Papanya Troy, Guntur Hartawan adalah sahabat Broto. Mereka bersama-sama merintis karir di bidang pendidikan hingga akhirnya papanya Troy menikah dengan cinta pertamanya, anak ketua yayasan tempat mereka bekerja. Pernikahan itu menghasilkan seorang anak, Troy Gunadi Hartawan. Saat Troy lulus SD, papanya divonis sakit kanker paru stadium akhir. Guntur Hartawan sempat bertahan selama beberapa tahun sebelum akhirnya menghembuskan nafasnya saat Troy baru saja lulus SMP.
Sebelum meninggal Hartawan sempat meminta Broto berjanji untuk menikah dengan Kemala dan menjaga Troy. Keinginannya itu ia ucapkan di depan Linda dan Kemala. Mereka terkejut mendengar permintaan tersebut. Bahkan Kemala sempat berpikir suaminya itu berhalusinasi karena berada di bawah pengaruh morphin yang digunakan untuk mengurangi rasa sakitnya. Ternyata Guntur meminta pengacara mensahkan wasiat tersebut. Oma Linda pun terlihat pasrah saat diminta menjadi saksi untuk wasiat tersebut.
Tiga bulan setelah kepergian Guntur, Kemala dan Brotoyudho pun menikah. Tentu saja hal itu membuat Troy marah. Ia merasa sang mama mengkhianati papanya. Ia menuduh Broto menikahi mamanya karena menginginkan jabatan yang tinggi di sekolah yang dimiliki oleh keluarga Kemala. Kemarahan itu terus bersarang di hati Troy hingga kini.
Kemala sempat ingin memperlihatkan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Guntur, namun Broto melarangnya. Ia tak ingin membuat Troy malu dan melampiaskan kemarahannya pada almarhum papanya. Sementara itu Cantika yang sudah lama tak merasakan kasih sayang seorang ibu, sangat senang saat Broto memutuskan menikah dengan Kemala. Apalagi Kemala sangat sayang padanya. Demikian pula Troy.
"Mama tahu nggak, saat papa menikah dengan mama, Cantika sangat bahagia. Akhirnya Cantika punya mama. Cantika nggak pernah menganggap mama adalah mama tiri. Pun demikian dengan kak Troy. Cantika selalu menganggap kak Troy adalah saudara kandung yang sangat menyebalkan."
Kemala tertawa melihat ekspresi Cantika saat menyebut Troy menyebalkan.
"Nah gitu dong ma. Jangan sedih lagi ya. Kalau mama menyesali pernikahan mama dan papa, berarti mama menyesali kehadiran Cantika dalam hidup mama." Kali ini wajah Cantika terlihat sedih.
"Mama nggak pernah menyesali kehadiran kalian dalam hidup mama. Bahkan mama berpikir papa Guntur adalah perantara tuhan untuk mempertemukan kita semua dalam sebuah keluarga. Mama sangat sayang pada kalian semua. Papa, Troy dan kamu adalah harta mama yang paling berharga." Akhirnya mereka berdua saling berpelukan erat.
⭐⭐⭐⭐
__ADS_1