
"Ngga, elo masih ngejar si Fira?" tanya Arif pada Angga yang sedang asyik main PS.
"Kenapa? Mau ikutan ngejar dia? Langkahin dulu mayat si Bento."
"Kok mayat gue sih Ngga?" tanya Bento tak terima.
" Kalau gue yang jadi mayat, nanti gue nggak bisa ngejar si Fira dong." Angga dan Arif tertawa melihat wajah Bento yang berubah bete. "Tumben elo nanya-nanya."
"Sekarang kan si Troy sudah lulus, Jadi sudah nggak ada saingan dong buat ngejar Fira. Pepet terus Ngga." Arif memberi semangat.
"Justru sekarang gue lagi bingung dan nggak yakin bisa bersaing dengan si Troy. Elo tau sendiri kan Troy tajir abis. Gue cuma remahan roti dibandingkan dia. Mana mungkin Fira mau sama gue."
"Wah, sok merendah lo! Elo tuh juga tajir tau. Orang tua lo punya usaha di luar negeri. Gaya hidup lo aja yang beda sama Troy. Kalau masalah kekayaan gue rasa sebelas dua belas," ucap Bento dengan mulut penuh. Tangan kirinya memegang setoples kacang mede, sementara tangan kanannya sibuk mentrasnfer kacang dari toples ke mulutnya. "Lagipula gue yakin Fira bukan cewek matre yang bakal lebih memilih si Troy."
"Gue setuju sama si Bento. Tumben elo pintar Ben?"
"Sialan lo! Gini-gini gue cowok berprestasi lho."
"Iya deh iya. Prestasi lo kan juara bayi sehat sekotadya. Dan saat itu nggak ada yang bisa ngalahin elo dengan tubuh tambun lo," ledek Arif.
Tiba-tiba..... braakk! Pintu kamar terbuka dan tampaklah si kembar Nakula dan Sadewa yang masuk ke dalam kamar Arif dengan nafas tersengal.
"Wooo.. kalian kenapa bro?" tanya Arif setelah hilang kagetnya. "Kalian kayak dikejar-kejar setan."
"Ini lebih menyeramkan dan mengerikan dibanding dikejar setan, Iya kan Wa?" ucap Nakula yang didukung dengan anggukan kepala Sadewa.
"Apaan sih? Kalian lebay banget," celetuk Angga tanpa mengalihkan pandangannya permainan PS. "Mendingan kalian minum dulu tuh. Kalau sudah tenang baru cerita."
Keduanya menuruti ucapan Angga. Lalu keduanya menjatuhkan diri di tempat tidur Arif.
"Woy, hati-hati dong. Memangnya badan gue kurang gede apa, sampai kalian jatuh menimpa badan gue. Kalau kejatuhan Sonya gak papa. Lah ini kejatuhan batang. Sono sono minggir!" Omel Arif.
"Apaan Rif? Sonya? Wah gue bilangin Sonya ya kalau elo suka ngayal jorok tentang dia," ledek Angga. Kali ini ia meletakkan stik PSnya. "Elo naksir Sonya ya? Mau gue comblangin?"
"Apaan sih lo? Siapa juga yang naksir Sonya." Wajah Arif memerah karena malu.
__ADS_1
Para sahabatnya tertawa ngakak melihat sikap Arif. Baru kali ini Arif naksir cewek. Biasanya cewek-cewek yang mengejar Arif. Siapa sih yang nggak kesengsem sama Arif, anak juragan pemilik 10 kios di pasar, 5 pintu ruko dan puluhan kontrakan. Belum lagi perpaduan Sumatera dan Sunda yang mengalir di darahnya menjadikan Arif berwajah tampan bertubuh jangkung proporsional, hidung mancung, mata tajam, dan kulit sawo matang. Semuanya itu membuat banyak gadis yang jatuh cinta dan mengejar perhatiannya. Bahkan tidak sedikit teman-teman Arlena, kakaknya sulungnya, yang naksir Arif. Padahal saat ini Arlena sudah kuliah semester tujuh.
Bukan hal aneh bila Arif sering gonta ganti pacar. Tapi semua itu tak membuat para mantannya sakit hati. Bahkan terkadang mereka ikhlas diduakan atau bahkan ditigakan oleh Arif. Bila di jurusan IPA, Troy yang menjadi idola para gadis maka di jurusan IPS Ariflah pemegang rekor mantan terbanyak. Bayangkan saja, bila dirata-rata dalam satu semester Arif memiliki paling sedikit dua mantan pacar. Tapi jangan membayangkan Arif memanfaatkan ketampanannya untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma susila kepada para gadis yang pernah menjadi kekasihnya. Sikapnya sangat lembut dan sangat menghargai para gadis yang dekat dengannya. Bahkan saat Arif memutuskan mereka, para gadis itu tidak protes. Justru mereka bangga pernah menjadi pacarnya.
Namun melihat Arif naksir cewek adalah hal langka. Bahkan sepertinya baru kali ini Arif kesengsem kepada seorang gadis.
"Ooh... cewek yang lo sering bikin elo mimp...... mmmpphhh." Arif langsung membekap mulut Bento. Ia tak ingin para sahabatnya mengetahui hal itu.
"Waaah parah lo... elo sering ngebayangin si Sonya ya kalau lagi .......... " Kali ini bantal melayang ke kepala Angga. Wajah Arif mendadak panik.
"Apaan sih lo semua?!" tanya Arif gusar. Sebenarnya ia malu tapi ia menutupinya dengan bersikap gusar.
"Guys.. guys.. masalah Arif suka ngebayangin Sonya saat **** itu perkara sepele. Ini ada berita penting yang elo perlu tahu, Ngga," ucap Sadewa.
"Apaan sih Wa?"
"Tadi gue dan Kula lewat depan rumah Fira. Kalian nggak akan percaya apa yang kami lihat."
"APAAN?!" tanya yang lain bersamaan. Mereka semua penasaran.
JUEGGEEEERRR!! Berita itu bagaikan petir yang menyambar Angga.
"Kalian jangan nyebar fitnah. Mana mungkin malam-malam begini Fira pergi sama Troy. Kalian salah lihat kali." Bento berusaha menyangkal berita itu. Ia melirik Angga yang mematung akibat berita itu.
"Kita nggak bohong! Bahkan kita sempat saling sapa dengan Fira." ucap si kembar meyakinkan. "Nih buktinya. Tadi Kula sempat memotret mereka."
Arif langsung mengambil ponsel Nakula. Dan benarlah apa yang mereka katakan. Mobil Troy parkir di depan rumah Safira. Dan terlihat Safira sedang mengobrol dengan orang yang berada di dalam mobil itu. Keadaan menjadi hening. Tak satupun mengeluarkan suara. Mereka tak tahu harus mengucapkan apa. Keheningan meliputi mereka selama beberapa saat.
"Ngga... lo baik-baik aja kan?" tanya Bento sambil menyentuh pelan bahu Angga.
"Gue? Gue baik-baik aja. Cuma kaget dan sedikit nggak percaya aja kalau akhirnya Fira takluk pada pesona Troy," ucap Angga pelan. "Mungkin memang gue yang nggak sadar diri mau mendekati Fira. Apalah gue ini kalau dibandingkan dengan cowok itu."
"Woy, jangan patah arang dululah. Selama bendera kuning belum berkibar, elo masih bisa mengejar Fira." Arif berusaha menghibur.
"Ebuseeeh... sadis amat! Nggak ada ceritanya ngejar bini orang ya!"
__ADS_1
"Ah, sudahlah. Kenapa kita jadi ngebahas si Fira. Kita kumpul kan karen mau mabar. Ayo kita mulai. Gue sudah mulai capek nih."
"Woo dasar jompo!"
⭐⭐⭐⭐
Angga menatap layar ponselnya. Dibukanya aplikasi pesan. Ia memilih satu nama dari kontaknya. Angga terlihat ragu namun akhirnya ia mulai mengetik pesan.
Angga : Assalamu'alaikum
Safira : Wa'alaykumussalaam
Angga : Belum tidur Fir?
Safira : Ini baru selesai belajar. Ada apa?
Angga : Besok berangkat sekolah sama siapa?
Safira : 😲🤔 .... Tumben nanya. Kenapa? Mau bareng aku naik angkot?
Angga : 😊 Memangnya boleh naik angkot bareng kamu?
Safira : Ya bolehlah. Itu kan kendaraan umum. Selama kamu bayar ongkosnya pasti nggak akan diturunin di jalan.😄
Angga :😅😁
Safira : Oh iya kamu cuma mau tanya soal besok atau ada hal lain? Soalnya aku sudah mulai mengantuk.
Angga : Sorry kalau aku ganggu. Besok kita berangkat bareng yuk.
Safira : Insyaa Allah. Sudah dulu ya. Assalamualaikum
Angga : Wa'alaykumussalaam
Hati Angga berbunga-bunga setelah menutup percakapan dengan Safira. Besok ia akan menanyakan langsung pada Safira mengenai hubungannya dengan Troy. Gue nggak boleh berprasangka buruk kepada gadis itu. Gue yakin dia memiliki alasan tersendiri mengenai kebersamaannya dengan Troy. Gue yakin Safira nggak akan tergoda dengan kekayaan Troy. Tapi kenapa mereka bersama? Angga akhirnya terlelap dengan begitu banyaknya pertanyaan di dalam kepalanya.
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐