
Happy Reading
"Bagaimana Fir? Sudah lebih baik?" tanya Miss Lucy.
"Alhamdulillah sudah Miss. Tapi kaki saya..."
"Kata dokter kakimu jangan banyak digerakin dulu. Itu ada kruk buat bantu kamu jalan. Setelah pulang, kakimu harus diperiksa lebih lanjut di rumah sakit. Untuk memastikan tidak ada yang patah atau retak."
"Kayaknya cuma terkilir biasa miss."
"Kamu nggak usah membantah Fir. Ini kemauan oma Linda," ucap Troy yang baru saja masuk ke dalam kamar tempat Fira istirahat di rumah pak Rahman.
"Oma Linda?"
"Iya, bu Linda ingin bertanggung jawab karena kejadian ini terjadi saat acara sekolah berlangsung," jelas Miss Lucy.
"Oma Linda itu ketua yayasan. Seperti yang kamu tahu, aku cucu oma Linda," ucap Troy sambil duduk di samping Safira.
"Troy, kamu ngapain duduk disitu?" tegur Miss Lucy.
"Cuma duduk miss. Nggak bakal ngapa-ngapain juga. Iya kan Fir? Lagipula kami sudah menghabiskan waktu bersama saat di dalam goa." Troy mengucapkan kalimat absurd yang membuat Safira dan miss Lucy melotot.
"Kak... Jangan ngomong yang aneh-aneh," cicit Safira malu. Apalagi bila dia mengingat bagaimana Troy menggendongnya serta kejadian saat dia terjatuh ke atas pangkuan Troy.
"Apa yang kalian lakukan di dalam goa? Kalian nggak berbuat aneh-aneh kan di dalam sana?" tanya miss Lucy curiga.
"Menurut miss Lucy apa yang bisa terjadi saat sepasang manusia berbeda jenis kelamin, berduaan di tempat gelap?" Kembali Troy mengucapkan kalimat absurd. Kalimat yang mampu membuat orang yang mendengarnya berfantasi liar.
"Astaghfirullaah... kami nggak ngapa-ngapain!" sahut Safira panik. "Beneran miss, kami nggak ngapa-ngapain. Percaya sama saya miss. Kak Troy, please jangan bercanda ah."
Sialnya saat itu Diana dan Yuni yang ingin bertemu miss Lucy mendengar percakapan tersebut. Dan lebih sial lagi mereka tidak mendengar percakapan tersebut hingga selesai. Mereka langsung berbalik ingin memberitahukan hal tersebut kepasa Zara. It's a big news. Ternyata si gadis alim sudah nggak suci!
Miss Lucy memandang Troy dan Safira secara bergantian dengan pandangan menyelidik. Ia yakin Safira tidak akan berbuat macam-macam. Tapi ia meragukan Troy yang selama ini terkenal playboy. Apalagi pergaulan remaja jaman sekarang yang bisa dikatakan mengerikan. Dilihatnya pandangan Safira yang memohon bahkan matanya berkaca-kaca. Sementaa itu Troy memasang smirk-nya yang mampu membuat banyak gadis bertekuk lutut.
Tiba-tiba Troy terbahak-bahak hingga tubuhnya terguncang. Miss Lucy heran melihatnya hingga akhirnya ia melihat kilatan jahil di mata Troy. Sementara itu Safira menangis antara panik dan lega.
"Troy! Kamu jahil banget sih!!" tegur Miss Lucy keras. "Nggak lucu tahu. Lihat itu Safira menangis gara-gara ulah kamu. Sudah sana keluar dari kamar ini."
Troy melihat ke arah Safira dan betapa terkejutnya ia saat melihat Safira terisak sambil menutup wajahnya.
"Fir... maafin kak Troy. Aku cuma bercanda."
"Kak Troy jahat! Hiks.. hiks.. hiks.." Safira masih terisak dalam pelukan miss Lucy.
"Troy, kamu kalau bercanda lihat-lihat situasi dong. Kalau ada orang yang mendengar mereka bisa berpikir macam-macam."
"Maaf ya Fir. Kak Troy janji nggak akan bercanda kayak begitu lagi. Please, maafin kak Troy ya. Kak Troy nggak akan keluar dari sini sebelum kamu memaafkan dan tersenyum lagi."
"Troy...."
"Sebentar miss.. Troy menunggu jawaban dari Safira. Please Fir, bilang kalau kamu memaafkan kak Troy."
"Fira mema.... "
"Fira!.... bagaimana kondisi kamu?" Tiba-tiba Sinta, Santi, Rosa, Angga dan Sonya merangsek masuk ke dalam kamar. Mereka melihat wajah Fira yang basah dengan air mata. Angga merasa ada sesuatu yang tak beres. Dengan emosi ia menarik kerah baju Troy dengan kepalan tangan terangkat siap memukul.
__ADS_1
"Angga! Tahan emosimu," tegur Miss Lucy.
"Dasar brengsek! Lo apain Fira sampe nangis begitu? Elo beneran pengen ngerasain bogem mentah gue rupanya?!"
"ANGGA!" Kembali miss Lucy mengingatkan dengan suara keras. Kali ini Safira juga ikut menegur.
Sonya langsung menarik Angga dan memeluknya menjauh dari Troy. Sementara itu Rosa dan si Kembar hanya melongo melihat kejadian yang cukup cepat tersebut.
"Angga, aku nggak kenapa-napa," ucap Safira. "Bukan kak Troy yang bikin aku menangis. Aku cuma masih agak shock. Tapi sekarang aku sudah baik-baik saja."
Lagi-lagi Troy merasa kagum kepada sikap Safira yang melindunginya. Gila nih cewek hatinya terbuat dari apa sih? Gampang banget dia memaafkan gue yang sudah bercanda keterlaluan, batin Troy.
Angga dan Troy keduanya mendengus kesal. Keduanya seakan singa yang siap saling menerjang lawan.
"Sudah.. sudah.. kalian jangan membuat Safira tambah shock dengan kelakuan barbar kalian." Sekali lagi Miss Lucy menegur. "Sekarang ada apa kalian kesini?"
"Kami mau mendengar cerita Safira kenapa dia bisa masuk ke dalam hutan, miss," jawab Sonya.
"Iya Fir, kamu kenapa meninggalkan kami di musholla tersebut?" tanya Angga penasaran. "Kamu tahu kan kalau kami masih berada disana?
"Setelah kita selesai shalat, kulihat kakek itu keluar musholla. Aku melihat ke depan kalian sudah nggak ada. Kupikir kalian sudah pulang duluan."
"Nggak mungkin dong aku meninggalkan kamu," potong Angga cepat.
"Iya Fir, nggak mungkin aku meninggalkan kamu sendirian disana." ucap Troy tak mau kalah.
"Ssstt..." Yang lain menyuruh mereka berdua untuk diam. Semua memasang wajah serius sekaligus penasaran. termasuk miss Lucy.
"Tapi saat itu kalian benar-benar sudah nggak ada. Makanya aku mengejar kakek itu."
"Kek... kakek...!" Panggil Safira kepada si kakek yang hendak meninggalkan musholla yang sudah mulai gelap.
"Ada apa nak?" Kakek itu berhenti dan tersenyum tipis.
"Kakek melihat teman-teman saya yang tadi menjadi makmum?" Si kakek menggeleng dan mulai melangkah lagi.
"Tu-tunggu Kek. Boleh saya berjalan pulang bersama kakek?"
"Kamu takut pulang sendiri?"
"Nggak kek. Saya justru khawatir melihat kakek pulang malam-malam begini sendirian. Saya khawatir kakek tersandung. Kakek saya antar sampai rumah ya."
"Nggak usah. Kakek bisa sendiri."
"Tapi kek, saya sebagai anak muda merasa nggak enak melihat kakek pulang sendirian."
"Rumah kakek jauh dari perkemahan kamu. Apalah kamu nggak takut jalan malam-malam sendirian?"
"Ada Allah yang menjaga saya kek." Si kakek kembali tersenyum tipis tanpa mengatakan apapun. Safira langsung megikuti langkah kakek tersebut.
Setelah berjalan selama kurang lebih setengah jam, menurut perkiraan Safira, akhirnya mereka tiba di sebuah rumah sederhana namun terlihat apik.
"Nah, kakek sudah sampai. Sekarang saya permisi balik ke perkemahan ya," pamit Safira.
"Mampir dulu nak. Temani kakek ngobrol sebentar sambil menunggu nenek dan anak kakek kembali dari kota. Kebetulan tadi siang nenek sempat masak sebelum pergi."
__ADS_1
Safira hampir menolak, namun melihat kakek tersebut tersenyum ramah akhirnya ia mengiyakan undangan si kakek. Baru saja Safira duduk, tibalah seorang nenek dan seorang pemuda tampan.
"Wah, ada tamu rupanya." tegur si nenek dengan suara lembut. Pemuda di sebelahnya tak berbicara, malah langsung masuk ke dalam rumah.
"Selamat malam nek. Maaf saya diajak mampir oleh kakek. Kebetulan tadi kami shalat berjamaah di mushola lama." Si nenek hanya tersenyum sambil menatap suaminya.
Tak lama si pemuda tampan membawakan minuman. Karena tidak enak menolak, akhirnya Safira meminumnya. Belum lama meminumnya, Safira merasa sangat mengantuk.
Flashback off
Semua terdiam sekaligus mendadak merinding mendengar cerita Safira. Padahal saat ini sudah jam 8 pagi.
"Lalu menjelang subuh aku terbangun di dalam goa yang gelap."
"Kenapa kamu nggak menghubungi kami?"
"Aku nggak bawa hp. Lupa."
"Ya ampun Fira!" seru yang lain berbarengan. "Pantas saja kamu nggak bisa dihubungi.
"Kalau kak Troy bagaimana bisa tersesat di hutan?" tanya Sinta.
Kali ini gantian Troy dan Angga menceritakan kejadian setelah mereka shalat hingga mereka ikut mencari Safira ke dalam hutan.
"Lalu kak Troy kenapa terpisah dri rombongan?" tanya Rosa penasaran.
"Dia menyerah mencari kamu, Fir," celetuk Angga.
"B*****t.... "Troy langsung menutup mulut saat melihat pelototan miss Lucy. "Gue bukan menyerah tapi gue mau istirahat sebentar sampai kalian lewat lagi. Untung aja ada seorang bapak yang berjalan paling belakang dan menutupi kepalanya dengan sarung mau menemani gue."
Angga memandang Troy heran.
"Semalam yang berjalan paling belakang itu pak Herman dan pak Luthfi. Nggak ada dalam rombongan semalam yang menutup kepalanya pakai sarung."
Kembali semuanya terdiam dan bertukar pandangan dengan rasa takut.
"Terus siapa dong yang menemani gue? Terus siapa dong kakek-kakek itu?" Semuanya tak bisa menjawab.
"Apakah kemarin kalian berdua juga bertengkar?" tanya Pak Rahman yang baru datang bersama pak Broto dan pak Yahya.
"Iya pak. Mereka sempat bertengkar saat mau shalat maghrib," jawab Safira.
"Sama seperti saat kalian bertengkar ketika mencari Safira di hutan?" tanya pak Rahman lagi. Troy dan Angga menunduk menghindari tatapan Pak Rahman.
"Untunglah kalian masih dalam lindungan Allah. Yang kalian temui itu adalah para jin yang tinggal di dalam hutan. Mereka akan muncul dan menjebak manusia yang hatinya dipenuhi kemarahan dan kebencian. Sama seperti kalian kemarin."
"Tapi kenapa kakek itu membawa Safira?" tanya Angga bingung. "Dia kan tidak ikutan bertengkar."
"Ingat, Safira yang menawarkan diri mengantar kakek itu," jawab pak Rahman.
"Syukurlah kalian dapat segera ditemukan. Papa nggak bisa membayangkan bagaimana perasaan mamamu dan oma Linda kalau sampai kalian tidak ditemukan." Troy hanya mendengus mendengar ucapan Broto. "Terima kasih pak Rahman atas kerja samanya. Kami juga mohon maaf sudah merepotkan warga dusun sini."
"Sama-sama pak Broto. Semoga ini semua menjadi pembelajaran bagi kita semua."
⭐⭐⭐⭐
__ADS_1