CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 47


__ADS_3

Cantika : Kak, hari ini jalan ke mall yuk


Safira : Memangnya hari ini kamu nggak mau belajar?


Cantika : Lagi bosan kak. Lagipula materi untuk ujian kan sudah kita pelajari semua.


Safira : Kamu yakin sudah mengerti semua?


Cantika : Insyaa Allah sudah mengerti. Kak Fira lupa ya, semester kemarin nilai matematika Cantika yang tertinggi di kelas. Gara-gara itu peringkatku di kelas jadi lumayan tinggi.


Safira : Oh iya, semester kemarin kamu masuk lima besar ya di kelas. Ya sudah, kamu yang bilang ke bu Kemala kalau siang ini belajarnya libur dulu. Kalau dibolehkan kita ketemuan langsung di mall nya.


Cantika : oke kak. Nanti aku kabari lagi ya.


Satu jam kemudian Safira, Cantika dan Sania sudah asyik berkeliling mall. Tiga gadis itu asyik ngobrol dan bercanda.


"Kak, nonton yuk," ajak Cantika.


"Film apa?" tanya Safira


"Ada film horror baru. Kata teman-temanku filmnya seram banget. Kita nonton itu aja yuk," ajak Sania. "Kak Cantika nggak takut film seram kan?"


"Oh film yang lagi jadi trending topic itu. Ayo, kita nonton itu. Memangnya kamu berani San? Kalau aku paling nanti banyak teriak-teriak. Aku ini penakut tapi senang nonton film horror."


"Wah, sama dong dengan Sania. Dia juga gitu." ucap Safira meledek adiknya.


"Kalau begitu nanti kak Fira duduk di tengah ya. Kalau aku takut bisa ngumpet."


"Wah, kalau kayak gini artinya badan kak Fira bakal biru-biru nih gara-gara kalian. Nggak usah nonton horror deh," goda Safira. "Lagipula filmnya nggak cocok buat kalian."


"Yaa.. kak Fira kok gitu. Kami janji deh nanti nggak kencang mencengkramnya." Sania dan Cantika kompak membujuk Safira.


Akhirnya mereka bertiga antri untuk membeli tiket. Karena filmnya masih satu jam lagi, mereka memutuskan ke foodcourt. Saat mereka sedang menunggu makanan datang, tiba-tiba Safira melihat sosok yang cukup akrab.


"Can, itu kak Ilyas bukan?" tanya Safira sambil menunjuk seorang pengemudi ojol yang sedang mengantri makanan.


"Yang mana kak?"


"Itu lho yang pakai jaket hitam hijau itu."


"Oh iya, kak Fira benar. Itu memang kak Ilyas."


"Kak... kak Ilyas!" panggil Safira saat dilihatnya pengemudi ojol itu beranjak ke kursi untuk menunggu pesanannya. Pengemudi itu menoleh dan tersenyum pada mereka


"Eh, kalian lagi mau makan? Cuma bertiga?" tanya Ilyas.


"Iya kak. Nih, Cantika bosan belajar katanya. Butuh refreshing," jawab Safira sambil menunjuk Cantika yang mendadak pendiam.

__ADS_1


"Troy mana Fir?"


"Kok nanyanya ke Fira."


"Ya, siapa tahu... "


"Siapa tahu apa kak?" tanya Safira.


"Kamu kan sering ke rumah pak Broto, pasti sering bertemu Troy."


"Ah, nggak juga. Ketemunya sesekali aja kalau pas kak Troy pulang nggak terlalu malam."


"Tuh kan, kamu pasti lebih tahu tentang jadwal si Troy."


"Kak Ilyas, nggak kuliah?" tanya Safira penasaran.


"Kuliah. Memangnya kenapa? Pasti kamu pikir kak Ilyas nggak kuliah ya."


"Ya nggak gitu kak. Fira justru bingung aja karena kak Ilyas kan diterima di PTN melalui jalur undangan. Apakah kakak lepas?"


"Nggak. Kakak tetap kuliah kok. Bahkan kakak dapat beasiswa."


"Lalu kenapa kak Ilyas jadi driver ojol?" tanya Cantika sambil memperhatikan penampilan Ilyas dari atas sampai ke bawah.


"Akhirnya kamu bicara juga. Kak Ilyas pikir kamu malu ngobrol sama driver ojol. Memangnya kenapa kalau kak Ilyas jadi driver ojol? Kamu malu sahabat kakakmu cuma jadi driver ojol?" tanya Ilyas sambil mengacak pelan rambut Cantika.


Safira dan Sania senyum-senyum saja melihat sikap gugup Cantika. Sementara itu Ilyas bergegas berdiri kala nomor pesanannya dipanggil.


"Kak Ilyas pergi dulu ya."


"Iya kak. Semangat ya kak," balas Safira.


"Kak Cantika kok nggak kasih semangat kak Ilyas?" tanya Sania. "Siapa tau kak Ilyas nunggu kak Cantika menyemangati dia."


"Kenapa aku harus menyemangati kak Ilyas?" Cantika balik bertanya dengan wajah merah seperti kepiting rebus.


"Kak, kok wajah kak Cantika memerah gitu?" bisik Sania pada Safira yang sedari tadi menahan tawanya.


"Ssstt... kamu nggak usah kepo gitu. Yuk, kita balik ke bioskop. Kita beli popcorn dulu sebelum nonton."


Cantika merasa lega Safira menyelamatkannya dari keingintahuan Sania. Sebenarnya Cantika mendengar komentar Sania mengenai wajahnya yang memerah, namun ia mencoba cuek. Tiba-tiba ....


"Can, ini buat kamu." Ilyas kembali dengan segelas thai tea. "Fir, maaf ya aku nggak beli buat kamu dan adikmu."


"Ih, nggak papa lagi kak," sahut Safira. Sebelah tangannya menjawil lengan Cantika memberi isyarat agar Cantika mengucapkan terima kasih pada Ilyas.


"Eh, makasih kak buat minumannya." ucap Cantika tergagap.

__ADS_1


"Sama-sama. Kapan-kapan kalau waktu kakak senggang, kak Ilyas mampir ke rumah. Sudah lama kak Ilyas nggak ketemu dengan Troy," ucap Ilyas sambil mengacak perlahan rambut Cantika. "Nanti kalian pulang jangan terlalu malam. Kak Ilyas pergi dulu ya."


Sepeninggal Ilyas, Safira dan Sania sibuk menggoda Cantika yang kini pipinya benar-benar memerah seperti tomat.


"Cieeee.... ehem ehem... " goda Sania sambil tersenyum jahil. "Senangnya yang dapat minuman dari ....."


"Iih.. apaan sih kamu. Biasa aja tau," sahut Cantika malu namun mulutnya tersenyum. Terlihat sekali ia sangat senang menerima pemberian dari Ilyas. "Wajar kan kak Ilyas membelikan aku minuman. Aku kan adik sahabatnya. Jadi aku sudah seperti adik buat dia."


"Cieeee... adik ketemu gede, ya kak?" ledek Sania.


"Sudah, sudah. Kamu jangan ngegodain kak Cantika terus. Ayo, kita masuk. Sebentar lagi filmnya mau mulai."


⭐⭐⭐⭐


"Can, itu bukannya kak Troy ya?" tanya Safira sambil menunjuk seorang pria yang berjalan bergandengan dengan seorang gadis cantik.


"Yang mana kak?"


"Itu lho yang pakai kemeja hitam," jawab Safira sambil menunjuk ke arah yang dimaksud. "Itu tuh yang baru keluar dari restauran sushi."


"Eh iya, itu kak Troy. Eh, tapi dia sama siapa ya?"


"Mungkin itu pacar kak Troy," ucap Safira.


"Ah, kak Troy kan naksir kak Fira. Masa dia menyerah?"


"Ya nggak apa-apa kan kalau kak Troy memilih gadis lain sebagai pacarnya."


"Tapi Cantika maunya kak Fira yang nanti jadi pacar kak Troy," jawab Cantika sambil cemberut.


"Kak... kak Troy!" panggil Safira sambil melambaikan tangan saat dilihatnya Troy berjalan ke arah mereka.


"Troy, itu ada yang panggil kamu," ucap wanita yang digandeng Troy.


"Mana?"


"Itu lho, cewek yang pakai jilbab hijau. Yang bertiga itu lho!"


Troy melihat ke arah yang dimaksud. Betapa terkejutnya ia saat melihat Safira melambaikan tangannya. Sontak ia melepas tangan gadis yang berada di sampingnya.


"Can, yuk kita dekati kak Troy!" ajak Safira bersemangat.


Sementara itu Troy mulai gugup. Apalagi saat gadis yang bersamanya kembali bergelayut manja di lengannya. Mampus gue! maki Troy dalam hati.


"Hai kak!" sapa Safira dengan senyum lebar saat tiba di hadapan Troy.


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2