CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA

CINTA KITA BUKAN CINTA MEREKA
CKBCM 45


__ADS_3

Tak terasa sekarang Safira dan teman-temannya sudah mendekati penghujung masa SMA. Seminggu lagi mereka akan menjalani masa ujian sekolah. Dengan kesibukan belajar untuk ujian, Safira mengurangi jam mengajarnya. Sebenarnya Broto sudah menawarkan Safira cuti mengajar namun Safira menolak karena masih mampu menjalani kewajibannya sebagai pelajar sekaligus sebagai tutor untuk Cantika.


"Kak, sebentar lagi kak Fira kan akan ujian. Kakak kenapa nggak libur aja dulu. Cantika masih bisa kok belajar sendiri."


"Nggak apa-apa. Kan sekarang jam mengajarnya juga sudah berkurang dari tiga kali seminggu menjadi sekali seminggu. Justru kak Fira yang nggak enak hati karena pak Broto tetap membayar fee seperti biasa."


"Ih, nggak apa-apa lagi kak. Permintaan mengurangi jam belajar kan datangnya dari papa, bukan keinginan kakak. Malah, tadinya oma menyuruh kakak libur mengajar sampai ujian selesai."


"Keluarga kamu baik banget Can. Kakak jadi nggak enak sendiri."


"Kakak tau nggak, kehadiran kak Fira sebagai tutor bukan hanya membawa perubahan ke nilai Cantika, tapi juga membawa perubahan pada diri kak Troy. Dia jadi rajin shalat. Apalagi kalau ada jadwal kak Fira mengajar." Cantika tertawa mengingat kelakuan absurd Troy.


"Kalau niat kak Troy berubah karena ingin mencari perhatian kak Fira, itu niat yang salah. Kita shalat bukan untuk dipuji manusia lain, tapi karena kita menjalankan perintah Allah."


"Cantika pernah bilang begitu ke kak Troy, tapi dia bilang begini. Awalnya karena kak Fira, tapi nanti lama kelamaan bisa jadi kebiasaan."


"Kak Troy memang selalu punya jawaban ya." Mereka tertawa bersama.


"Ngetawain apa sih? Kayaknya seru banget?" tanya Troy yang baru pulang dari kampus.


"Eh kak Troy. Kok sudah pulang? Nggak ada kuliah?" tanya Cantika.


"Ini sudah jam berapa neng?" Troy balik bertanya sambil mengacak rambut Cantika. "Tuh lihat sudah jam 8 lewat. Memangnya kamu mau menyuruh Fira menginap disini?"


Cantika dan Safira melihat ke jam dinding yang ada di kamar Cantika. Benarlah, jam menunjukkan pukul 8 lewat 20 menit. Rupanya mereka terlalu asyik belajar sambil berbincang sehingga tak menyadari hari semakin malam.


"Astaga, kak Fira nggak sadar kalau sudah jam segini. Kamu kok nggak bilang? Memangnya kamu nggak capek, Can?"


"Kalau sudah ketemu dengan kak Fira, Cantika suka lupa waktu. Soalnya cara kak Fira ngajar enak banget. Cantika juga senang ngobrol sama kak Fira karena berasa punya kakak perempuan." Cantika menggelendot manja pada Safira.


"Aku antar pulang ya Fir?" Troy menawarkan untuk mengantar Safira.


"Nggak usah kak. Kebetulan hari ini Fira bawa motor," tolak Safira halus. Wajah Troy mendadak kecewa.


"Yaaa... ditolak nih." Cantika tergelak melihat kakaknya kecewa.


"Lagipula kak Troy kan baru pulang. Pasti masih capek."


"Rasa capekku hilang begitu lihat wajah kamu, Fir."

__ADS_1


"Idiiiih.. gombal banget sih kak." Cantika semakin tergelak.


"Kak Troy nggak ngegombal kok." Troy membela diri. Safira tertawa kecil melihat perdebatan kakak beradik itu. Kini dirinya sudah terbiasa melihat mereka berdebat.


"Can, belajarnya sudah dulu ya. Lusa kita belajar bareng lagi."


"Oke kak."


"Fir, kamu beneran nggak mau aku antar?" tanya Troy sambil berjalan di samping Safira. "Motor kamu simpan saja disini."


"Kak Troy ada-ada saja. Kalau motornya ditinggal disini, bagaimana besok ayah berangkat ke kantor?"


"Oh iya ya. Atau begini saja, kamu aku antar pakai mobil. Nanti biar bang Eko yang bawa motor kamu."


"Nggak usah kak. Kasihan bang Eko. Jam kerja dia sudah selesai dari tadi. Mungkin saat ini dia ingin istirahat biar besok segar saat harus bertugas." Lagi-lagi Safira menolak tawaran Troy.


"Fir, kamu kok gitu ? Apa susahnya sih sesekali kamu menerima tawaranku?" tanya Troy kesal.


"Kak Troy tahu kenapa Fira bersikap seperti ini. Fira nggak mau merepotkan kak Troy. Besok pagi kak Troy harus ke kampus dan siangnya ke kantor. Pasti nggak mudah menjalani dua kegiatan seperti itu. Dan pastinya tubuh kak Troy pasti lelah."


Tiba-tiba Troy menarik tangan Safira dan memerangkap gadis itu diantara kedua lengannya. Matanya menatap dalam-dalam ke mata Safira. Safira tak bisa berkutik karena di belakangnya ada dinding. Safira langsung menunduk menghindari tatapan Troy.


"Kak, jangan begini," ucap Safira pelan. Ia merasa jengah karena wajah Troy berada sangat dekat.


"Kak..."


"Fir, mau nggak kamu jadi pacar kak Troy?" tanya Troy hati-hati. "Sebentar lagi kamu lulus SMA dan kuliah, masa ayahmu nggak mengijinkan punya pacar?"


"Maaf kak, bukan hanya karena ayah nggak mengijinkan Fira pacaran tapi memang Fira yang nggak mau pacaran. Fira mau fokus kuliah lalu bekerja."


"Setelah kamu bekerja apakah kamu mau pacaran?" Safira terdiam.


"Entahlah kak. Aku belum berpikir sejauh itu," jawab Safira. "Kak, tolong biarkan Fira pulang. Nanti keburu tambah malam."


Akhirnya dengan berat hati Troy membiarkan Safira berlalu dari hadapannya. Gue akan bikin elo bertekuk lutut, batin Troy sambil memandangi Safira yang meninggalkannya.


"Kak, tadi kak Fira diapain?" tanya Cantika kepo sekaligus kesal. "Biarin aja sih kak Fira menjalani hidupnya seperti yang dia mau. Kalau memang kak Troy naksir berat sama dia, kak Troy rajin-rajin berdoa minta sama Allah supaya kak Fira dijadikan jodoh kak Troy."


"Anak kecil nggak usah ikut campur," tukas Troy kesal. "Mau tau aja urusan orang gede."

__ADS_1


"Akan jadi urusan Cantika juga kalau sampai kak Fira nggak mau kesini lagi untuk mengajar."


"Apa hubungannya?"


"Ya adalah hubungannya. Bagaimana kalau gara-gara kak Troy sering gangguin dia lalu kak Fira nggak mau kesini lagi?" omel Cantika. "Sudahlah, kak Troy cari aja cewek lain untuk dijadiin pacar. Jangan ganggu kak Fira."


"Bawel!"


"Ada apa sih kalian ribut melulu?" tanya Kemala. "Fira sudah pulang, Can?"


"Sudah ma."


"Ma, mau nggak punya menantu kayak Safira?" tanya Troy tiba-tiba.


"Lho, ada apa nih tiba-tiba kamu nanyain hal itu? Kamu mau menikah muda dengan Fira? Memangnya Fira mau sama kamu?" Cantika terkikik mendengar perkataan Kemala.


"Diam lo, bocah!" sembur Troy kepada Cantika yang masih terkikik. "Troy cuma ingin tau aja, kira-kira mama mau nggak punya menantu seperti Fira."


"Kenapa nggak. Fira itu baik, sabar, dewasa, sikapnya menyenangkan, shalihah, dan sepertinya keibuan juga." Wajah Troy langsung cerah mendengar ucapan Kemala. "Kamu beneran naksir dia ya?"


"Aah, Troy cuma iseng aja nanyain hal itu. Jadi kalau nanti Troy menikah dengan Safira, mama nggak keberatan dong?"


"Dari tadi kamu ngomongin soal pernikahan, mama curiga kamu kebelet nikah ya?"


"Nggaklah ma. Umur Troy aja baru 19 tahun."


"Lalu ngapain nanya-nanya? Seumuran kak Troy tuh harusnya tuh mikir kuliah aja, nggak usah mikirin soal pacar apalagi pernikahan. Urus diri sendiri aja belum becus, bagaimana mau urus anak orang." celetuk Cantika sambil mencibirkan bibir ke arah Troy.


"Eeeh... nih anak minta di..... " Troy langsung bungkam saat dilihatnya Kemala melotot ke arahnya. "Dasar resé!"


"Sudah sana kamu makan malam dulu. Mama sudah panaskan makananmu. Dan kamu Cantika sana siap-siap tidur biar besok nggak susah dibangunin saat mau shalat subuh."


"Iih mama, bukan Cantika yang susah dibangunin. Tuh kak Troy yang tidurnya kayak orang mati. Jangan-jangan ada bom meledak di sampingnya dia nggak bangun juga."


"Dih, kenapa jadi bawa-bawa gue? Beneran pengen gue pukul ya?" ancam Troy.


"Sudah, sudah! Kalian ini masih kayak anak kecil saja. Berantem melulu." Kemala langsung melerai anak-anaknya yang kembali ribut.


"Dasar bocil!"

__ADS_1


"Dasar kakak jelek! Weeek!" Cantik langsung kabur saat dilihatnya Troy hendak menghampirinya. Kemala hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka.


⭐⭐🥰⭐⭐


__ADS_2