Cinta Kita Di Antara Corona

Cinta Kita Di Antara Corona
I Just Need You Know


__ADS_3

Picture perfect memories


Scattered all around the floor


Reaching for the phone cause


I can't fight it anymore


And I wonder if I ever cross your mind


For me it happens all the time


It's a quarter after one


I'm all alone and I need you now


Said I wouldn't call, but I lost all control


And I need you now


And I don't know how I can do without


Another shot of whisky


Can't stop looking at the door


Wishing you'd come sweeping in the way you did before


And I wonder if I ever cross your mind


For me it happens all the time


It's a quarter after one

__ADS_1


I'm a little drunk and I need you now


Said I wouldn't call, but I lost all control


And I need you now


And I don't know how I can do without


Guess I rather hurt than feel nothing at all


It's a quarter after one


I'm all alone and I need you now


And I said I wouldn't call


But I'm a little drunk and I need you now


And I don't know how I can do without


Oh, baby, I need you now


Lirik lagu Lady Antebellum terus kuulang di tengah air mataku yang juga berlinang. Sakit rasanya menahan rindu yang sangat besar di hatiku. Sesak dan ingin kukatakan padanya bahwa aku ingin kembali bersamamu, masih adakah jalan kembali?


Luky, aku memanggil namanya berulang kali. Aku merasa hatiku hancur berkeping-keping, Bukan hanya baru saja kehilangan semua kebersamaan dengan sahabat-sahabatku yang paling kusayang, tetapi hatiku menyadari sepenuhnya telah membuat kesalahan yang besar dalam hidupku.


Semalaman aku tidak tidur, menangis dan berpikir sambil merebahkan badan di lantai kamarku. Mencoba mengurai satu persatu persoalan. Kenapa bisa menjadi separah ini. Menarik benang merah di antara lembah keserakahan yang pernah kubuat. Rasa menyesalku tumpah meruah, mencari jalan kembali memperbaiki ini semua. Namun, aku juga ragu, jalan mana dulu yang harus kutempuh.


Haruskah mulai dari Luky? Kenapa aku block semua akses komunikasi untuknya? Kenapa? Mungkinkah inilah benang pertama yang harus kuluruskan? Membuka akses informasi dan komunikasi dengan Luky untuk menyelesaikan urusan hati kami. Mungkin lebih baik jujur padanya, bahwa aku mencintainya dan tak ingin hubungan kami berakhir seperti itu. Aku menginginkannya dan ia adalah orang yang telah kupilih sebagai sahabat baikku dan juga sebagai kekasih hatiku.


Aku mulai menekan tombol unblock di semua akunku, bahkan juga akun bapaknya. Aku pasti sudah gila, bahkan tak mau terhubung dengan keluarganya saat kami putus. Aku pikir, sudah saatnya aku meminta maaf juga pada dua bapaknya yang dulu selalu baik padaku, hanya karena hubunganku berakhir dengan Luky, aku juga tidak mau berkomunikasi dengan mereka. Betapa tidak dewasanya perilaku ini. Sementara bapak kandungnya dan bapak tirinya selalu mendukungku selama ini.


Tak lama setelah aku buka, semua pesan masuk. Dari Luky dan keluarganya, dan aku semakin menangis dengan penuh sesak saat menerima semua kabar ini. Gegabah, penuh amarah dan hati yang kini dipenuhi oleh penyesalan yang besar dalam hidupku. Aku telah berlaku tidak adil pada diriku sendiri, dan pada Luky.

__ADS_1


Pesan dari Luky, bahwa ia tidak pernah mengirimkan pesan padaku dan minta putus. Sherlyn yang melakukannya dan ia berbohong pada Luky dan juga padaku. Betapa bodohnya aku tidak melakukan konfirmasi apapun pada Luky. Apa sulitnya menelpon kembali setelah menerima chat, menelpon bapaknya atau menghubungi orang-orang lain terdekatnya.


Aku menyesal, aku menyesal telah melakukan ini. Percaya pada satu pesan di chat whatsapp yang tak pernah kucek ulang, apakah itu Luky yang mengirimkannya. Sambil air mata berduyun di wajahku, segera kulayangkan panggilan untuknya. Hatiku tak sabar, bergemuruh rindu dan ingin kusampaikan maaf dan penyesalanku.


"Halo!" suara di seberang sana.


"Bapak Wilhem? How are you? I'm sorry for not contacting you or giving you any updates" kataku cepat saat tahu bahwa yang mengangkat telpon Luky adalah bapaknya.


"I'm good, but Luky is not good" katanya seakan tercekat.


"What do you mean? what happen to him?" tanyaku panik.


Bapak Wilhem, yang merupakan ayah tirinya Luky menjelaskan keadaan Luky yang sakit parah setelah putus denganku. Ia dirawat di rumahnya karena kota mereka lockdown dan seluruh rumah sakit penuh sesak dengan pasien Covid-19. Semakin hancur hatiku mengetahui ini. Bapak Wilhem juga menjelaskan bahwa Sherlyn telah mengirim pesan padaku dan itu bukan Luky yang melakukannya. Mereka menyayangkan sikapku yang mudah percaya dan meninggalkan Luky begitu saja. Bagaimana bisa aku menutup semua akses untuk Luky tanpa memberinya kesempatan sama sekali.


Sekarang Luky terbaring di rumahnya, sakit tak berdaya saat aku bahkan tak di sana mendukungnya meski hanya lewat telpon saja. Aku yang salah, aku yang gegabah, kini menyesali semua amarah yang telah kuarahkan padanya sebelumnya. Aku berbicara pada Luky, di antara tangis dan kata-kata tak beraturanku. Luky memintaku berhenti menangis dengan suara lemahnya yang bahkan sulit terdengar jelas olehku.


"Aku merasa baik dengan mendengar suaramu. Bahagia, kamu menghubungiku kembali. Sekarang berhentilah menangis" katanya.


"Nggak bisa. Aku menyesal dan mengambil sikap gegabah" kataku lagi.


"Apa ada hal lainnya yang kamu lakukan saat kita putus?" tanyanya masih dengan suara yang lemah.


Aku menceritakan hal yang kulakukan dengan Vavan. Apa yang terjadi dengan Genk Gepukku. Luky mendengarnya tanpa membantah satu katapun sampai aku menyelesaikan ceritaku. Aku bingung, sekaligus khawatir apakah ia akan semakin marah, atau aku menceritakannya di waktu yang salah.


"Semua sudah berlalu. Ambil pelajaran dan mari move on dengan hidup kita" jawabnya kemudian.


"Hidup kita? jadi kamu memaafkanku dan mau memulai lagi hubungan kita?" aku bertanya untuk meyakinkan diri bahwa inilah yang akan terjadi.


"Yes, mari mulai lagi hubungan kita. Berjanjilah mulai sekarang untuk selalu komunikasi dan tidak gegabah dalam membuat keputusan!" ia terdengar serius.


"Yes. Aku janji!" jawabku.


Selebihnya kami menghabiskan waktu dengan video call ber jam-jam. Ah betapa kurindukan kisah asmara kami jarak jauh ini. Terima kasih Tuhan atas kembalinya hubungan kami ini.

__ADS_1


__ADS_2