Cinta Layu, Dendam Bersemi

Cinta Layu, Dendam Bersemi
12. Kenangan lama


__ADS_3

Aya duduk di kursi balkon sembari menatap kebun strawberry "Hmm...alihin pandangan Lo dari strawberry strawberry radikal ini Ay. Lo masih bisa beli di Supermarket."


Tak sadar, Bintang yang hendak mengambil pakaian tak sengaja mendengarkan ucapan Aya.


"Ganti baju Lo."


"Dasar hantu, selalu aja tiba tiba ada di belakang gue. Bersuara dikit kek." Aya berdecak kesal.


"Tuh udah gue pilihin. Kayanya cocok buat Lo." Bintang menyerahkan celana sport panjang dan sebuah kaos putih untuk Aya.


"Topi yang Lo pegang buat apa?"


Bintang membawa sebuah topi besar yang biasanya digunakan kepantai atau pergi ke tempat yang panas.


"Udah lama gak nyari strawberry, kayanya udah siap panen. Lo ikut ga?"


Mata Aya bersinar, senyumnya juga merekah. Tidak menyangka hal yang sangat ia inginkan bisa terpenuhi.


"Berkebun? Gue mauuu." Aya sangat bersemangat.


"Kita ke pondok depan. Agak jauh dari villa ini, kalo disini ntar keliatan temen temen."


Aya mengangguk dengan girang sembari meraih pakaian yang di berikan Bintang.


"Buruan ganti nya." Ucap Bintang saat melihat Aya berjalan dengan gembira menuju kamar mandi. "(Gemess)" batin Bintang sembari tersenyum kecil.


"Iyaa" Aya menyahut dari kamar mandi.


*****


Sembari menunggu Aya ganti baju, Bintang duduk diujung kasur menatap keluar jendela. Raut wajahnya berubah datar, Bintang sesekali tersenyum saat melihat lemari, senyuman yang penuh tanda tanya. Tidak ada yang tahu isi pikiran Bintang sebenarnya dan bagaimana sifat asli laki laki tersebut.


"Udah yu..." Aya keluar dari dalam kamar mandi sembari merapikan rambut.


Lagi lagi, Bintang dibuat tertegun oleh penampilan Aya. "(Padahal pake celana panjang sama kaos doang tapi kenapa bisa secantik ini)" batin Bintang.


"Bin....bin...ayoo" Aya melambai lambaikan tangannya di depan Bintang yang nampak termenung.


"Oh iya ayo."


Bintang dan Aya jalan mengendap. Mereka memilih turun lewat tangga menuju garasi, karena jika menggunakan lift, bunyinya cukup keras.

__ADS_1


"Gue ngerasa tuan rumah gak ada harga dirinya. Di rumah sendiri harus ngendap ngendap gini kaya mau maling" bisik Aya.


"Stt diem. Berisik."


Mereka melewati ruang depan di bagian dapur begitu saja. Tanpa mereka sadari, seorang laki laki berdiri tengah mengambil minuman dingin dari kulkas dan memperhatikan gerak gerik aneh Bintang dan Aya.


Saat sampai di sebuah garasi yang cukup luas bahkan mampu menampung 6 mobil dan 2 motor itu, Aya sedikit heran mengapa Bintang malah memilih mobil Lamborghini untuk dia bawa.


"Masa ke kebun naik mobil ini sih bin?"


"Emang kenapa? kalo Naik motor takut ada yang liat."


Aya hanya menggelengkan kepala dan akhirnya tetap pergi dengan mobil itu. Orang kaya mah beda, mau ke kebun aja naik lambo.


Disepanjang jalan, Aya membuka kaca mobil. Sesekali Aya keluar melambaikan tangan dan merasakan udara sejuk menerpa tubuhnya.


"Lo suka tempat ini?"


"Suka banget Bin, Adem. Apalagi ada kebun strawberry yang seluas ini."


Bintang tersenyum mendengar jawaban Aya, seolah ada sesuatu yang akan dia rencanakan.


Setelah 10 menitan menyusuri jalan menuju pondok, Aya dan Bintang sampai di sebuah bangunan di tengah kebun yang tak jauh dari jalan. Bangunan itu terlihat seperti rumah kecil namun dindingnya terbuat dari kaca dan dipenuhi tirai putih dengan tulisan 'pondok taran 8' tergantung di depan pagar.


"(Gue gak tau kita bakal bahagia kaya gini sampai kapan. Semoga aja ini bukan yang terakhir)" Batin Bintang.


Tidak ada yang tahu maksud dari perkataan Bintang dan mengapa Bintang mulai merubah sikapnya terhadap Aya.


"Nih ambil keranjangnya. Gue masuk dulu." Bintang menyodorkan sebuah keranjang yang terbuat dari rotan.


Mendengar perkataan Bintang, senyum di wajah Aya sedikit memudar "Lo gak ikut nyari strawberry?"


"Ntar gue nyusul, mau duduk dulu bentar." Bintang mengacak ngacak rambut Aya.


"Ihhh....yaudah."


Jika obsesi perempuan sebayanya pada hal lain seperti K-Pop atau Drakor, berbeda dengan Aya. Selain suka Buahnya, Aya juga mengoleksi berbagai furniture dan souvernir dengan tema strawberry.


Tak banyak hal yang dilakukan Aya saat ini. Aya hanya berjalan kesana kemari mencari strawberry yang paling matang dan bagus untuk di petik.


Disisi lain Bintang duduk di kursi ayunan yang terpasang di depan pondok. Sembari meneguk sebotol air, Bintang mengawasi gerak gerik Aya dari kejauhan.

__ADS_1


Pemandangan itu membawanya pada sebuah kenangan lama.


3 tahun lalu 


Hari itu, keluarga Taran tengah berlibur bersama di pondok strawberry. Hanya sekedar untuk family time ditengah kesibukan keluarga mereka yang nyaris tak ada waktu bahkan untuk sarapan bersama sekalipun.


"Kak itu kupu kupu nya terbang kesana. Cepet tangkap kak." Malin berlarian kesana kemari berusaha menangkap seekor kupu kupu.


Seorang gadis berambut hitam sebahu dengan dress dan topi putih di belakang Malin ikut mengejar kupu kupu "Itu itu tangkap."


"Hati hati La. Kalo Lo jatuh Gue yang disalahin om tante." Bintang berdecak kesal.


"Ko kak Laila aja sih yang di jagain. Malin ngga?" Dengan raut masam, Malin terdiam menatap Bintang.


"Haha, Malin kan udah dijagain kak Laila. Jadi biar Kak Laila kakak yang jagain." Bintang mengelus lembut rambut Malin.


Laila tertawa kecil saat melihat Bintang bertingkah so dewasa dihadapan Malin, padahal Bintang dan Malin hanya berbeda satu tahun.


Bintang menyadari bahwa tawa kecil Laila itu mengejek tingkahnya. Namun meskipun kesal, Bintang tetap mengikuti pergerakan Laila dan Malin di belakangnya.


Tak lama, Laila memelankan langkahnya. Laila memetik sebuah strawberry yang berukuran cukup besar dan perlahan mundur mendekati Bintang.


"Tuh makan. Hahaha" Gadis bernama Laila Moriza Manhoor atau kerap disapa Laila itu menyumpal mulut Bintang.


Melihat ekspresi kesal Bintang, Laila berlarian kesana kemari sembari tertawa saat Bintang mengejarnya.


"Iya dek Bintang, kamu paling the best kok. Hahaha" ejek Laila


Bintang berdecak kesal mendengar ucapan Laila. Bintang tidak suka dipanggil dek, meskipun usia Bintang dan Laila berbeda 3 tahun, tapi Bintang merasa bahwa dia adalah seorang laki laki dan harus bersikap lebih dewasa.


Disisi lain, laki laki berbadan besar tengah duduk santai diatas kursi sembari diseduhi teh oleh seorang perempuan yang nampak elegan duduk di sampingnya. Mereka berdua adalah orang tua Bintang dan Malin.


"Pah, mah makanan udah dateng. Ayo makan dulu." Ucap seorang laki laki dari dalam pondok.


Ayah dan ibu Bintang menghampiri laki laki bernama Galaksi Raigan Taran atau sering dipanggil Gala. Rupanya laki laki itu adalah kakak pertama Bintang.


"BINTANG, LAILA, MALIN. UDAH DULU MAINNYA, AYO MAKAN DULU" teriak Gala dari pondok.


Disisi lain, mendengar teriakan kakak nya Bintang segera menarik lengan Laila dan Malin mendekat ke pondok.


Hari itu mereka berenam makan, bercerita dan menghabiskan waktu bersama. Seperti keluarga harmonis pada umumnya.

__ADS_1


......................


__ADS_2