Cinta Layu, Dendam Bersemi

Cinta Layu, Dendam Bersemi
14. Cuek


__ADS_3

"Strawberry nya dimakan, jangan ngelamun terus." Ujar Bintang.


Aya hanya melirik sekilas lalu melanjutkan lamunannya.


Begitu lah heningnya suasana di dalam mobil saat ini. Sampai di depan rumah pun Aya langsung keluar dari mobil. "Thanks ya" hanya itu yang Aya ucapkan.


Bintang merasa sedikit tidak enak dengan sikap dingin Aya, mengingat setelah mengantar pulang Aya selalu meminta Bintang untuk memberikan kabar bila sudah sampai di rumah, namun kali ini Aya tidak memintanya.


Disisi lain Bintang juga merasa lega, dengan ini Aya bisa menjauh dari nya dan bisa aman untuk sementara waktu.


Tak lama, Bintang mengeluarkan sebuah foto yang terpampang di dompetnya, tentunya bintang selalu membawa foto itu kemana mana.


"Gue tau gue salah. Tapi gak seharusnya Lo ganggu orang yang gue sayang. Urusan Lo cuma sama gue."


Dengan mata berkaca kaca seolah dirundung kecewa yang besar, Bintang merobek foto itu menjadi serpihan kecil sebelum akhirnya meninggalkan kediaman Aya.


Keesokan harinya


Aya turun dari mobil tepat di depan lobi sekolah, terlihat Vania sudah menunggu kedatangan Aya.


Tanpa basa basi Vania berlari menghampiri Aya dan memeluknya "YAAMPUN AY, GUE KHAWATIR BANGET. LO GAKPAPA KAN?"


"Gue gakpapa Van. Berisik deh Lo." Aya berusaha melepaskan pelukan erat Vania.


"Ihh serius. Lo kenapa kemarin? Lo kemana aja? Ada yang luka gak? Ken..."


"Stttt. Lo liat gue aman. Santai aja" Aya memotong ucapan Vania.


Aya berjalan memasuki sekolah saat melihat Bintang berdiri di samping tiang menatapnya.


"Hmm yaudah bagus deh, kenapa gak nyewa bodyguard aja sih Ay?"


"Gak perlu, cuma kejadian kecil doang."


"Tapi kalau kejadian lagi bahaya Ay, gue juga panik sampai nelpon Bintang buat nolongin Lo. Gue juga sempet ke sekolah malem nya tapi kata satpam gak ada kejadian apa apa di sekolah. Gue...."


"Wait wait...Lo nelpon Bintang?" Aya mengerutkan dahi


"Iya, Bintang juga panik pas gue kasih tau lokasi Lo dimana."


Mendengar pernyataan Vania, Aya merasa heran. Aya ingat betul saat Aya bertanya bagaimana cara Bintang menemukannya Bintang menjawab saat Bintang sampai Aya sudah lebih dulu ditemukan oleh pak satpam, jadi Bintang langsung membawanya pulang.


Pikir Aya, Jika setelah telpon Vania dan Aya terputus Vania langsung menelepon Bintang, ada kemungkinan Bintang lebih dulu sampai dan ikut mencari Aya bersama pak satpam. Apalagi saat Vania dan Aya berteleponan itu posisi bintang sudah berada di perjalanan menuju sekolah.

__ADS_1


"Ay...Ay...Lo kenapa diem aja?" Vania menggoyang goyangkan tubuh Aya.


"Eh..ehh ngga, Ayo ke kelas."


Dari belakang, seorang laki laki bersembunyi dibalik dinding mendengarkan perbincangan dua orang sahabat itu. Melihat Aya dan Vania pergi, laki laki itu juga keluar dari sekolah sembari tersenyum tipis.


Disisi lain Bintang juga diam diam berjalan dibelakang Aya dan Vania, kebetulan kelas mereka juga di lorong yang sama meskipun terhalang 2 kelas.


"Tas Lo kemana ay?" Vania melihat punggung Aya nampak kosong.


"Ketinggalan di kelas Van."


"Ohh waktu itu Lo belum sempat ngambil tas? Ehh bentar Ay, rambut gue gak rapi."


Saat Vania berhenti di depan Jendela kelas, Vania menyadari Bintang berada tepat di belakang mereka. Begitu juga Aya, sebenarnya aya sudah menyadari keberadaan Bintang sejak awal, namun Aya tak menghiraukannya.


"Eh Bintang, sejak kapan Lo di belakang kita."


"Gue cuma mau balikin baju Lo ketinggalan di rumah gue kemarin." Bintang menyodorkan sebuah paperbag kepada Aya.


Hal ini dilihat dan didengar oleh para murid yang berpapasan dengan mereka disana. Para siswi juga mulai berbisik bisik mempertanyakan hubungan antara Bintang dan Aya.


Dengan cepat Aya mengambil paperbag itu dan berlalu meninggalkan Bintang. Begitu juga Vania, Ia hanya berlari mengikuti Aya sembari bertanya tanya apa yang terjadi dengan Aya. Tumben sekali Aya bersikap dingin pada Bintang.


"Ay ay...Lo sama Bintang kenapa sih?"


Vania sadar bahwa sikap Aya hari ini benar benar aneh. Vania juga tak mau mempertanyakan masalah Aya karena mungkin saja suasana hati Aya sedang kacau saat ini, jadi Vania hanya mengiyakan ucapan Aya.


Sesampainya di kelas, Aya langsung disambut senyuman manis Dimian di depan pintu.


"Gue masuk dulu Ay." Vania meninggalkan Aya di depan pintu bersama Dimian


"Pagi Ay." Ucap Dimian


"Pagi Dim. Lo lagi ngapain disini?"


"Nungguin Lo, gue mau ngasih ini." Dimian menyodorkan sebuah paperbag kecil.


Bintang melihat kejadian itu dan berhenti tepat di hadapan Dimian dan Aya. "Minggir gue mau masuk."


"Loh bro, kelas Lo diujung sana." Ucap Dimian dengan ketus.


"Gue mau ngomong sama Awan."

__ADS_1


"Awan sini! Bintang mau ngomong sama Lo!" Teriak Dimian dari pintu.


"Hah? Iya bentar gue lagi ngerjain tugas! Masuk aja." Sahut Awan.


Sebenernya jika ingin masuk, pintu itu masih muat untuk Bintang lalui. Namun sampai saat ini, Bintang masih berdiri di depan pintu.


"Mmm ini apa Dim?" Aya berusaha mencairkan suasana.


"Itu obat Ay. Gue pagi tadi mampir dulu ke apotek beliin Lo beberapa suplemen sama vitamin." Dimian terdengar malu malu mengucapkannya.


Aya menatap Bintang sekilas.


"Makasih ya Dim." Aya tersenyum pada Dimian sembari mengambil Paperbag yang dipegang Dimian.


"Nanti istirahat gue balik lagi Wan." Ujar Bintang dan nampak pergi meninggalkan mereka dengan wajah datar.


*****


Siang itu, seperti biasa Vania menggandeng tangan Aya untuk Makan siang di kantin. Awalnya Aya menolak karena kemungkinan besar dikantin Aya akan bertemu dengan Bintang.


Namun akhirnya Aya bersedia karena diiming imingi strawberry jepang oleh Vania.


Sejujurnya Aya tak menghiraukan tatapan para murid yang seolah membicarakan dirinya saat Aya lewat di depan mereka. Tapi tetap saja Aya merasa risih.


"Bentar Ay, gue pesen dulu. Lo mau apa?"


"Gue mau jus strawberry yang biasa aja."


Vania mengangguki keinginan sahabat nya itu dan berjalan meninggalkan Aya. Aya sendiri tengah berusaha mencari meja kosong.


"Akhirnya Nemu juga." Aya hendak duduk di sebuah meja kosong di tengah tengah kantin.


"Eitsss...meja ini gue duluan yang Nemu."


Secara tiba tiba, Celine muncul dan menarik lengan Aya hingga Aya tertarik ke belakang dan menyebabkan kaki Aya terbentur Meja.


"Arhhh...apa si masalah Lo sel." Aya mengerang kesakitan.


"Cari tempat lain, disini bukan tempat makan pel*cur, Hahaha" Celine dan Rania tertawa, nada ucapan mereka seolah menghina Aya.


Aya hanya menatap tajam ke arah Celine dan Rania sembari memegang betis kaki yang mulai membiru. Disisi lain para siswi mulai membicarakan Aya.


"Turunin tatapan murahan Lo Cahaya. Gak usah so jadi korban disini, kita semua tau cewek kaya Lo manfaatin jabatan buat deket sama cowok cowok tajir di sekolah iyakan? Haha"

__ADS_1


"MAKSUD LO APA!" Suara Aya meninggi, emosi nya sudah tak bisa di bendung lagi.


......................


__ADS_2