Cinta Layu, Dendam Bersemi

Cinta Layu, Dendam Bersemi
19. Cakra dan Malin?


__ADS_3

Saat ini Vania menyadari Bahwa Cakra menatap nya terus. Vania merasa canggung dan malu, ia ingin berusaha mencairkan suasana.


"Woi cumi, Bintang gak dateng ke sini?" Ucap Vania sembari menepuk bahu Awan.


"Uhuk uhukkk...Cumi cumi, Lo kali bulu babi." Awan berdecak kesal, hampir saja ia tersedak minuman.


Vania melotot dan menarik kerah baju Awan. "Dihhh...maksud Lo gue beracun gitu!"


"Ehh ehh santai santai, ma-maksud gue gak gitu." Awan berusaha melepaskan kerah bajunya.


"Gak lucu Wan!" Vania menguatkan Pegangannya.


"I-iyaa sorry Vania..."  Awan hampir saja kesusahan bernafas.


Dengan perawakan Awan sebenarnya Awan bisa saja dengan mudah membalikkan suasana dengan mendorong Vania, namun Awan sadar bahwa Vania hanya bercanda ditambah lagi Vania adalah seorang perempuan, tentu saja Awan tidak tega.


"Bintang gak dateng Van." Ucap Cakra.


Vania sedikit tersipu saat mendengar Carka menjawab pertanyaannya. "Eh gak dateng ya Ca, hehe."


"Busettt, Bahasa Lo beda banget kalau lagi ngomong sama Cakra. Suka Lo ya sama Cakra." Awan menatap tajam kearah Vania sembari tersenyum miring.


"A-apaan sih gak jelas Lo..." Vania nampak tersipu.


Malin yang merupakan anggota OSIS tentunya malam ini juga hadir, Cakra menyadari bahwa Malin duduk tepat di sebrang meja nya. lebih tepatnya sejajar dengan arah Vania duduk. Ntah mengapa tapi Cakra selalu tak bisa mengalihkan pandanganya saat melihat Malin.


Disisi lain MC mulai membuka acara, seluruh tamu undangan pun duduk menempati kursi masing masing. Kursi tamu undangan juga diposisikan mengelilingi Kolam renang dimana panggung tempat MC berdiri berada tepat di seberang kolam.


Setelah mendengar sambutan dari MC, acara dimulai dengan mendengarkan sambutan dari Aya. Tentu saja kali ini juga Dimian masih mengikuti Aya naik keatas panggung, dimian berlaga mengulurkan tangan untuk membantu Aya menaiki tangga.


"Untung Bintang gak dateng. Kalau Dateng gue gak tau nih pesta bisa tahan berapa jam." Ucap Vania.


"Jangankan berapa jam, gue gak yakin bisa tahan beberapa menit." Imbuh Awan.

__ADS_1


Awan, Cakra dan Vania hanya bisa saling bertatapan lega.


Disamping itu, Awan, Cakra dan Vania tidak menyadari bahwa dibelakang mereka ada seorang laki laki dengan topeng hitam diam diam mendengarkan pembicaraan mereka.


"Hallo semuanya, selamat malam rekan rekan OSIS SMA Unggulan Garuda Bangsa angkatan 25 dan murid murid lainnya yang telah meluangkan waktu untuk hadir disini. Sebelumnya Gue berterimakasih kepada rekan rekan semuanya yang udah mau berjuang sama gue selama setahun ini. Lo semua luar biasa. Minuman ini gue persembahkan buat kalian semua."  Aya mengangkat gelas minuman yang sedari tadi ia pegang dan meminumnya dalam sekali tegukan.


Seluruh tamu undangan juga berdiri dan menagngkat gelas minuman mereka kemudian bersulang dan meminumnya bersama sama.


"Gue berterima kasih buat semuanya, buat semua yang udah kalian lakuin demi SMA kita yang tercinta. Gue harap kedepannya kita bisa berteman baik seperti sebelumnya meskipun udah gak dalam lingkup organisasi lagi." Ucapan Aya tersebut ditanggapi dengan tepuk tangan yang meriah.


Sesaat sebelum Aya turun dari panggung, Aya sempat melihat sosok perempuan yang sedari tadi Aya cari tengah berdiri di bagian paling belakang area pesta. Area itu cukup gelap jadi Aya juga tidak yakin.


Sampai akhirnya Aya turun dan kembali duduk bersama Alpha'B menikmati minuman dan mengobrol bersama sembari menyaksikan penampilan para musisi yang diundang oleh Aya.


Sesekali Aya melirik kearah perempuan yang duduk di pojok itu, beberapa kali juga Aya menangkap perempuan aneh tersebut juga tengah menatapnya. Jelas saja Aya semakin penasaran.


"Emm guys Lo semua tau gak siapa perempuan bertopeng putih yang duduk di pojok itu?" Ucap Aya sembari menggerakkan dagu nya menunjuk ke arah perempuan aneh itu duduk.


Sontak Vania, Awan, Cakra dan Dimian menoleh. Setelah diamati beberapa saat, Awan, Cakra dan Dimian saling bertatapan dan langsung terdiam.


"I-iya Ay, mungkin aja. Kita juga gak tau." Gelagat Awan dan dua sahabatnya itu tiba tiba berubah.


Namun Aya tidak menyadari perubahan sikap Alpha'B. Pikiran Aya masih sibuk mengingat ngingat siapa perempuan itu, seolah rasanya Aya tidak pernah melihat perempuan itu di sekolah namun pernah melihat nya di suatu tempat.


Sampai akhirnya acara inti di mulai, MC mempersilahkan semua tamu untuk berdiri di area luas di samping panggung. Area luas itu mampu menampung tamu undangan sampai 100 orang lebih dan telah dipersiapkan khusus untuk dansa bersama.


Dimian berlutut di depan Aya dan mengulurkan tangannya. "Lo mau gak jadi pasangan dansa Gue Ay." Ucap Dimian.


"TERIMA...TERIMA...TERIMA..." Seluruh tamu bersorak meminta Aya menerima ajakan Dimian.


Disisi lain seseorang dibelakang Alpha'B menjatuhkan gelas dan mengalihkan perhatian semua orang. Daripada terjatuh, gelas itu lebih terdengar seperti di banting dengan kuat.


"Ma-maaf semuanya aku gak sengaja."

__ADS_1


Perempuan bertopeng merah yang menjatuhkan gelas itu berucap dengan gugup.


Dress hitam yang dia kenakan juga basah terkena cipratan air. Perempuan itu berusaha membersihkan dress nya namun tatapan semua orang membuat nya malu sampai akhirnya dia hanya bisa mematung dan menatap laki laki yang duduk disebelahnya dengan tajam.


Lain hal dengan Cakra, disaat yang lain hanya menatap ke arah perempuan tersebut Cakra malah bergegas menghampirinya. Cakra lantas tak segan memegang tangan perempuan tersebut sembari mengelusnya lembut.


"Malin Lo gakpapa kan?"


Cakra berkata demikian karena rupanya perempuan tersebut adalah Malin. Perempuan yang sedari tadi tak mampu Cakra alihkan pandangan saat menatapnya. Cakra mengelus lembut tangan Malin, sesekali membolak baliknya untuk memastikan tak ada luka atau goresan apapu disana.


Namun Malin merasa tak nyaman, Malin langsung menarik tangannya dengan kasar dari genggaman Cakra. "A-aku gakpapa kak tangan aku cuma licin."


"Gakpapa gimana, baju Lo kotor." Cakra berusaha membersihkan dress Malin dengan tissue.


Tak hanya itu, Cakra juga melepas jas yang ia kenakan dan mengalungkannya pada pundak Malin.


Sebenernya Malin merasa tidak senang dengan perhatian dari Cakra. Namun mengingat Cakra adalah sahabat kakaknya jadi Malin menganggap perhatian ini adalah perhatian dari teman kakaknya yang menganggap Malin seperti adiknya sendiri. Sepolos itu pemikiran Malin saat ini.


Disisi lain Bukan hanya Vania, Aya dan seluruh tamu undangan yang terkejut. Awan, Sahabat Cakra sendiri sampai tersedak minuman saat melihat temannya sang predator kupu kupu malam begitu perhatian pada Malin.


Memang Cakra adalah laki laki yang tampan, sedikit bicara dan lembut. Namun dibalik sikap nya yang seperti itu sudah menjadi rahasia umum bagi seluruh murid di SMA Unggulan Garuda Bangsa jika Cakra sebenarnya adalah langganan para PSK dan club malam.


Tidak hanya sampai disitu, Cakra juga mendirikan ratusan Bar yang tersebar di seluruh kota. Bisa dibilang usahanya tersebut juga cukup sukses dan menjanjikan. Namun tidak mungkin rasanya jika Cakra ingin menargetkan adik sahabatnya sendiri sebagai permainan selanjutnya.


"Ay, toilet dimana?" Ucap Cakra.


"Lo lurus aja masuk kedalam ntar belok kiri ada lorong." Ujar Aya.


Tanpa basa basi Cakra langsung menggandeng Malin menuju toilet. Tatapan semua orang tertuju pada mereka berdua, kejadian seperti itu terjadi tepat di depan mereka tentu saja mereka mulai bergosip mempertanyakan hubungan antara Cakra dan Malin.


Sementara itu, Pandangan Aya sempat tertuju pada seorang Laki laki bertopeng hitam yang duduk menunduk dengan santainya di sebelah Malin. Bahkan laki laki itu terlihat seperti tidak bergerak sama sekali, postur tubuh dan gelagat Laki laki tersebut juga terasa tidak asing bagi Aya.


Langkah kaki Aya berjalan hendak menghampiri laki laki tersebut, namun tiba tiba Dimian menarik tangan Aya dan membawanya kembali duduk di kursi.

__ADS_1


......................


__ADS_2