
"Aku udah cape Dri. Nama baik aku dan sekolah udah tercoreng karena ulah Celine. Cuma sebatas ini yang bisa aku lakukan Dri" Ucap Hendra kepada saudara kembarnya yang bernama Hendri Pramono.
Dari nama serta penampilan kepala sekolah dan Ayah Celine, bisa dikatakan dengan jelas bahwa mereka adalah saudara kembar. Karena hubungan keduanya sangat erat inilah yang membuat Celine semena mena di sekolah.
Pada dasarnya Celine tau kalau ayahnya selalu mendidik Celine dengan keras kalau menyangkut pendidikan. Namun Celine juga sadar, kalau kemarahan ayahnya hanya sebatas menarik kartu ATM yang dia pegang selama beberapa hari, nyatanya ayahnya juga takut kehilangan putri semata wayangnya dan selalu memberikan apapun yang Celine inginkan.
"Kamu pikir kak, kalau Celine di keluarin dari sekolah dengan catatan buruk, Dimana lagi Celine bisa di terima di negara ini?" Ujar Hendri.
"Iya om jangan keluarin Celine dari sini. Celine gak mau pisah sama temen temen Celine hkss." Celine nampak menangis tersedu sedu. "Pah Celine gak mau keluar pah hkss hkss."
"Diam kamu. Ini semua karena kamu terlalu dimanja, papah sudah lelah. Ntah harus bagaimana lagi papah mengajari kamu." Hendri nampak sangat naik pitam.
Disisi lain Aya merasa sangat senang melihat pemandangan itu, akhirnya dia bisa menyaksikannya ekspresi ketakutan di wajah Celine. Batin Aya tertawa puas melihat kejadian itu.
Aya tak sadar bahwa sedari tadi Bintang berdiri dibelakangnya dan memperhatikan tingkah Aya.
"Jangan ikut campur urusan orang." Bintang berlalu begitu saja melewatinya dan berjalan ditengah lorong menuju keluar sekolah.
Jelas saja Aya kaget dan menatap kesal kearah Bintang yang sudah pergi menjauh. Saat menoleh kearah tigak orang yang sedang bertengkar itu Aya juga kaget mendapati mereka tengah menatap dirinya.
Dengan canggung Aya tersenyum malu dan berlari mengejar Bintang.
Raut wajah Celine nampak semakin marah dan kesal, kemarahan dalam dirinya terhadap Aya kini berubah menjadi kebencian.
Jauh didalam lubuk hati Celine, Celine memaki Aya ribuan kali dan bersumpah akan membalaskan semua ini suatu hari nanti.
__ADS_1
*****
Setelah kejadian pertengkaran hebat ini, Celine tidak pernah terlihat lagi di SMA Unggulan Garuda Bangsa, Orang orang berkata kalau Celine dipindahkan keluar negeri oleh orang tuanya karena urusan bisnis. Rania yang merupakan sahabat dekat Celine juga nampak selalu menyendiri dan tak pernah mau berbaur dengan siapapun.
Selama satu bulan ini tak ada kejadian kejadian aneh lagi yang menimpa Aya. Hubungan Aya dan Bintang juga berjalan datar seperti biasanya.
Hingga akhirnya Malam ini tiba, malam pesta perayaan pelepasan jabatan seluruh anggota OSIS yang dipimpin Aya. Pesta yang dihadiri segelintir superstar sekolah dan seluruh rekan rekan OSIS itu digelar dengan megah di halaman belakang rumah Aya.
Tidak disangka malam itu Rania datang ke pesta.
Malam ini, tema yang diambil oleh Aya adalah tema yang terbilang cukup classic. Para tamu undangan diwajibkan menggunakan dress dengan base color gold atau black yang dipadukan dengan topeng wajah. Aya sengaja mengambil tema ini karena nanti akan ada sesi berdansa bersama dan saling membuka topeng satu sama lain.
Aya sendiri sudah sibuk mempersiapkan pesta ini sejak seminggu lalu. Meskipun cukup menguras tenaga dan waktu, tapi dengan adanya bantuan dari rekan rekan OSIS sangat membantu meringankan beban Aya. Aya juga selalu terlihat senang dan bersemangat apalagi mengingat ini adalah Pesta terakhirnya sebagai ketua OSIS.
Pesta yang digelar megah di halaman belakang rumah Aya itu didekor dengan pernak pernik berwarna emas dan hitam senada dengan dresscode yang digunakan para tamu.
Meja meja, kursi dan makanan telah disusun rapi. Aya menatap halaman belakang dari balkon kamarnya sembari menikmati secangkir teh. Aya memperhatikan keramaian dibawah yang nampak sudah gemerlap dengan para tamu yang mulai berdatangan.
Saat melihat Alpha'B datang tanpa Bintang Aya merasa sedikit kecewa. Meskipun sebenarnya Aya sudah menduga kalau Bintang pasti tidak akan hadir dalam pesta ini. Mengingat selama proses persiapan acara saja Bintang tidak pernah hadir.
Ntah kenapa Bintang tidak pernah mau menginjakkan kaki nya di rumah Aya.
Saat ini pandangan Aya tertuju pada seorang perempuan bertopeng putih dengan dress hitam selutut namun bagian lengannya panjang sampai menutupi jari jari. Sepertinya Aya merasa tidak asing dengan sosok itu. Merasa sedikit tertarik akhirnya Aya memutuskan untuk turun.
Sesampainya Di halaman belakang, Aya merasa sedikit canggung seolah tatapan semua orang tertuju padanya, Apalagi Dimian. Laki laki berkemeja hitam dengan bunga mawar merah disaku nya itu menatap Aya tanpa berkedip. Aya sampai merasa ada yang salah dengan penampilannya.
__ADS_1
Tak lama Aya langsung disambut senyuman Vania yang tengah duduk santai menyeruput minuman bersama Alpha'B.
"Gilaaa, mantan ibu ketos kita cantik banget." Vania berdecak kagum.
Aya tersenyum kecil. "Lo juga cantik banget Van. Gue kira Lo bakal milih dress gold. Ternyata malah black."
Vania tertawa kecil. "Sebenernya kita semua sepakat Ay, yang pake dress gold Lo doang Hehe." Ujar Vania.
Rupanya seluruh tamu undangan telah merencanakan untuk menggunakan pakaian hitam supaya hanya sang ketua OSIS saja yang menggunakan dress gold.
Bukan apa apa mereka sampai harus merencanakan ini di belakang Aya, karena mereka tahu kalau Aya adalah pemimpin yang mau diperlakukan sama rata seperti anggota yang lainnya. Jika diberitahu sejak awal, pasti Aya akan menolak karena Aya tidak suka diperlakukan berbeda.
"Ya ampun, pantesan dari tadi gue gak liat ada yang pake dress gold." Aya berdecak kesal.
Bila digambarkan, Aya saat ini mengenakan gaun berwarna gold yang menutupi dada sampai kaki. Bagian lengan yang terbuka menampakkan kulit putih mulus Aya. Di leher jenjang Aya tergantung sebuah kalung berlian, ditambah rambut yang tergulung keatas dilengkapi mahkota bunga mawar emas menambah kesan elegan dan anggun pada Aya. Tak lupa sebagai pelengkap dresscode, Aya mengenakan topeng dengan bulu emas yang sangat indah.
"Ay, Lo cantik banget pake gaun ini." Dimian berbinar menatap Aya, ia tak mampu memalingkan pandangannya.
"Makasih Dim. Lo juga cocok pake kemeja itu." Sahut Aya. "Oiya lanjutin makannya aja dulu guys, Gue mau nyapa temen temen yang lain." Imbuhnya.
Jelas Dimian hanya diam tersipu. Dimian seolah tak mau jauh jauh dari Aya, dia selalu mengikuti Aya kemanapun saat bertegur sapa dengan teman teman lainnya. Jika yang tidak tahu mungkin mereka akan salah paham mengira Aya dan Dimian adalah pasangan.
Sementara itu sembari bertegur sapa dengan teman temannya, Aya berusaha mencari keberadaan perempuan yang Aya lihat saat di balkon. Ntah kemana menghilangnya perempuan itu, sepertinya dia sudah tak ada di area pesta.
Disisi lain Awan, Cakra dan Vania nampak menatap tajam kearah Dimian dan Aya yang tengah sibuk mengobrol dan bertegur sapa dengan teman teman yang lain. Tatapan mereka bertiga seolah tidak senang melihat kedekatan Aya dan Dimian. Dimata mereka, yang cocok dengan Aya hanyalah Bintang.
__ADS_1
Namun sebagai teman yang baik, mereka harus saling mendukung.
......................