
Mendengar ucapan Ray, membuat Zaa mendongakan kepalanya. menatap manik mata hitam legam dengan seksama.
"Apa karna napsu Mas mengatakan itu?"
Masih mencoba menormalkan deru napasnya. Zaa berucap.
"Bukan, aku hanya tidak mau aku akan hilaf." mengelus pipi gadisnya.
"Kita baru dekat Mas, belum mengenal satu sama lain."
"Aku sangat mencintaimu Zaa, aku tidak ingin kehilangan mu." menarik Zaa dalam pelukannya.
menciumi pucuk kepala kekasihnya yang ia cintai dengan sepenuh hati.
"Beri aku waktu Mas.." sambil menyentuh wajah Brayen,_Aku akan bicarakan dulu sama ibu."
"Baiklah, jangan lama-lama." tersenyum mengeratkan pelukan nya.
..........
"Yuhuu....Sherin pulang!!!"
Dari arah luar gadis manis nan crewet berteriak sambil masuk rumah.
"Sayang jangan teriak-teriak." ucap sang mama.
"Heee.. Assalamualaikum." sambil mencium tangan mama Indri.
"Waalaikumsalam."
"Abang kemana mah,?"
"Panggilin gih ditaman belakang,suruh minum teh bareng?"
"Tumben."
"Lagi pacaran dia." ucap mama sambil tersenyum
Melongo mendengar ucapan sang mama," p-pacar, sejak kapan mah Abang punya pacar?"
"Sejak dua bulan lalu, gih panggilin keburu dingin tehnya."
Sherin dengan berlari menuju taman belakang, dan diambang pintu ia melihat abangnya sedang berpelukan dengan seorang wanita.
"Abaangg.!!!"
Mendengar suara cempreng menggelegar Brayen dan Zaa sontak melepas pelukan mereka,dan melihat seorang gadis mendekati mereka.
__ADS_1
"Ck! Pengganggu.!" gerutu Ray.
"Apaan sih mas ,adik mas tu."
Sherin mendekati Abang satu-satunya yang ia miliki, memincing kan matanya, setelah melihat wajah wanita yang dipeluk Abang nya, matanya membulat sempurna.
"OMG.!! Kak Zaa" pekiknya kegirangan.
"Hay Sher?" sapa Zaa, sedikit canggung.
"Ini beneran kak Zaa pacar Abang.!"
"Gak usah lebay deh,!" ketus Ray
Zaa hanya bisa diam dan menunduk malu.
"Ck! Abang ihh."
"Ngapain kamu kesini, ganggu Abang aja tau gak.!"
"Yee.. Abang tau gak kalo berduaan itu yang ketiga nya adalah setan." mencibir Abang nya.
"Yaa kamu itu setannya."
"Iss Abangg... Sherin cantik,imut,manis gini dibilang setan." dengan muka cemberut. "Kak Zaa Abang nakal tuh?"
"Udah Mas, jangan diledekin." ucap Zaa membela Sherin.
"wlee sukurrin.."
"Suka ada yang belain hm."
"Iya..dong biar gak ditindas Abang terus, Sher udah punya pawang buat Abang." saut Sherin sambil cekikikan, melihat Abang nya yang langsung kicep mendapat pelototan mata Zaa.
"Abang ditungguin mama sama papa tuh di dalem."
"Yok yang kita masuk." menarik tangan Zaa, agar berdiri dari duduk nya.
"Cie.. Cie... yang bisa sayang, sayangan jiwa Jombloku meronta Boss."
Zaa yang mendengar ocehan Sherin,merona malu dengan tingkah adik dari kekasihnya itu.
"Bawel.!!"
"Cih.. dasar bucin.!" Sherin mencibir.
Dan mereka bertiga ahirnya masuk kerumah,dimana mama Indri dan papa Rudi menunggu mereka.
__ADS_1
.........
Dikamar hotel seorang wanita cantik nan sexy. memainkan ponsel nya mencoba menelpon ataupun mengirim pesan tapi tidak ada yang tersambung.
"Ray sialan." umpatnya dengan nada marah." gue harus pake cara lain agar Ray mau kembali sama gue,, yaa harus." ucap wanita itu dengan senyum penuh arti.
"Mon..!" panggil seorang laki-laki.
Wanita yang dipanggil hanya menoleh,lalu pandangan nya sibuk kembali dengan ponselnya.
"Ada apa honey?" seraya mengecupi pipi Monika dari arah belakang.karna Monika sedang duduk disofa single dikamar itu.
"Hmm.. tidak apa-apa."
"Bicaralah mungkin aku bisa membantu.." tangan nya merambat turun mengelus dada Monika yang hanya memakai baltrobe.
"Belum saatnya honey, "
"Don aku lapar.." Monika berucap sambil memejamkan matanya. sunggu dia sangat lelah, tapi dia tidak bisa menolak jika seseorang menyentuh dan membangkitkan napsu gairahnya.
"Hmm.. baiklah kita makan diluar..Tapi aku masih ingin makan kamu dulu."
"Donn...!!"
Dan akhirnya Doni berhasil mengungkung tubuh Monika dibawahnya lagi. Melakukan percintaan yang terus candu tanpa henti.
"Arrggghh" Leguhan panjang kedua nya menandakan mereka sudah mencapai gelombang kenikmatan yang mereka inginkan.
"Sudah Don, aku lapar." Monika mendorong tubuh Doni yang masih menindih tubuhnya,bahkan dibawah masih menyatu.
"Iya..iya.." Doni pun melepas penyatuan mereka,lalu bergeser kesamping.
"Mandilah.." mengecup bibir Monika sekilas.
Monika bergegas masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Doni.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC