Cinta Tak Direstui

Cinta Tak Direstui
CTD55


__ADS_3

Setelah makan malam bersama Brayen dan Zaa memutuskan untuk pulang ke apartemen mereka. Kini didalam mobil Zaa nampak sudah memejamkan matanya dengan kepala menyandar di bantalan kursi mobil.


"Gemesin banget sih kamu sekarang yank, __Tangan Brayen mengelus perut buncit Zaa, __Sehat-sehat ya anak papa, kalian berdua adalah orang yang paling papa cintai."


Brayen mengusap pelan perut buncit istrinya dengan satu tangan, sedangkan tangan satunya untuk memegang setir kemudi.


Hanya 20menit Brayen sudah sampai di basemen Apartemen. Dirinya menggendong istrinya untuk masuk ke lift. Brayen menidurkan kan Zaa diranjang setelah sampai di kamar.


Zaa yang memang tertidur pulas sama sekali tidak terusik.


Brayen segera membersihkan diri menuju kamar mandi, dan ikut berbaring dengan memeluk istrinya menuju alam mimpi.


........................


Dilain tempat setelah kepulangan Brayen dan kakaknya, Rian mengajak nenek dan ibunya untuk bicara sebentar tentang keputusan yang dirinya ambil untuk melanjutkan sekolah keluar negeri.


"Ibu, nenek Rian ingin meminta ijin." Ucap Rian dengan serius duduk didepan dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Minta ijin untuk apa Nak?" Ibu mengernyit bingung kenapa tiba-tiba Rian meminta ijin.


"Rian ingin melanjutkan pendidikan Rian diluar negri."

__ADS_1


Ibu dan nenek nampak terkejut, tapi masih diam dan mendengarkan perkataan Rian sampai selesai.


"Abang yang nawarin Rian dan menyuruh Rian untuk mengambil sekolah keluar negeri, dan Abang juga akan menyiapkan semua keperluan Rian disana, __Rian menatap kedua wanita didepan nya dengan penuh harap, __Jadi apa boleh Rian melanjutkan sekolah Rian keluar negeri?" Pinta Rian dengan harap.


Ibu menghela napas berat, sejujurnya dirinya tidak rela jika anak laki-lakinya harus pergi jauh untuk menempuh pendidikan, tapi dirinya juga tidak berhak melarang keinginan anaknya, karena baginya keinginan Rian adalah keputusan yang sudah Rian ambil dengan penuh pertimbangan, dan dirinya cukup hanya mendukung dan mendoakan Rian semoga menjadi anak yang berhasil sukses kelak.


"Kalau itu sudah jadi pertimbangan kamu, dan sudah menjadi keputusan kamu, Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu." Ibu berucap dengan lembut dan senyum tulus, meskipun nampak dimatanya tidak rela, tapi beliau akan membiarkan anaknya memilih keinginan nya sendiri, selama itu yang terbaik untuk anaknya.


"Terima kasih ibu." Rian langsung berdiri, menghampiri dua wanita yang berharga baginya dan duduk ditengah-tengah memeluk mereka berdua.


"Nenek juga hanya bisa mendoakan cucu nenek, semoga kelak kamu akan berhasil dan sukses." Nenek membelai kepala cucu pria satu-satunya itu.


"Amin.."


"Rian janji Bu, tidak akan mengecewakan kalian semua." Ucap Rian dengan binar bahagia dan sungguh-sungguh.


Ibu dan nenek banyak memberi wejangan kepada Rian, dan itu semua hanya untuk kebaikan Rian.


...................


Pagi hari di apartemen Brayen dan Zaa, mereka berdua kini sedang menikmati sarapan pagi.

__ADS_1


"Sayang hari ini jadwal kamu periksa ke dokter?" Tanya Brayen sambil menggigit potongan sandwich kedalam mulutnya.


"Iya Mas, hari ini jadwal rutin cek up bulanan ku." Jawab Zaa dengan meminum susu coklat ibu hamil.


"Baiklah nanti aku jemput kamu." Brayen segera menyudahi sarapan nya, dan bergegas berangkat ke kantor, tak lupa mencium kening dan bibir sang istri sebelum pergi, dan dibalas dengan Zaa mencium punggung tangan suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


Like

__ADS_1


Komen,


Tinggalkan jejak kalian, kasih semangat author bolehlah malak secangkir kopi biar semangat up🤣🤣


__ADS_2