Cinta Tak Direstui

Cinta Tak Direstui
CTD23


__ADS_3

Sekarang mereka berdua berada didalam mobil Brayen, setelah mengobrol bersama keluarga Brayen, pria itu mengantar kekasihnya pulang.


Ditengah perjalanan Ray mengajak Zaa untuk makan bersama.


"Sayang kita makan dulu yuk?" Ray berucap sambil fokus menyetir.


"Emm..boleh."


"Mau makan apa sayang?" tanyanya, dengan sesekali melirik kearah Zaa.


"Apa aja mas." membalas dengan tersenyum.


Sungguh bagi Brayen senyuman Zaa adalah senyum termanis yang pernah ia lihat. mungkin karna ia mencintai Zaa dengan sepenuh hati, dan tulus.


Bahkan senyuman Zaa menular kepada pria dingin itu.


"Oke." Ray mengelus tangan Zaa dengan tersenyum.


Setelah beberapa menit berkendara ahirnya mobil Brayen sampai disebuah restoran mewah.


huff..


Zaa menghela napas, kalo Brayen yang menentukan tempat makan,pasti akan memilih Restoran mewah atau Cafe mewah. mungkin bagi brayen makanan dipinggir jalan tidak layak bagi mereka kalangan orang kaya. padahal kalau soal rasa dijamin tidak kalah enak nya dengan warung atau tenda pinggir jalan.


"Ayo sayang." Brayen segera meraih tangan Zaa ketika masih berdiri disamping mobil.


Setelah memesan makanan mereka asik mengobrol.


bahkan tidak tau kalo ada sepasang mata yang sejak mereka masuk sudah menahan geram.

__ADS_1


"Jadi wanita itu yang jadi kekasih Ray sekarang." geramnya dalam hati.


"Tidak ada yang bisa memilikimu Ray, kecuali aku." dengan senyum semiriknya penuh arti.


"Kau kenapa Honey?" Doni sedari tadi menatap Monika heran, karna Monika asik memperhatikan sesuatu.


Doni pun mengikuti arah pandang Monika, dan ternyata ada sepasang kekasih yang juga Doni kenal.


"Zaa." gumamnya.


Setelah pergulatan panas yang mereka berdua lakukan. Ahirnya Doni mengajak Monika makan di restoran mewah dan kebetulan Brayen juga makan disana.


"Kau mengenal mereka Mon?" Tanya Doni dengan menatap Monika lekat-lekat, sepertinya Monika menahan amarah didalam kedua bola matanya.


Mendapat pertanyaan Doni, Monika langsung menatap Doni sekilas. "Ya.. Brayen, mantan yang dulu pernah aku tinggalkan, dan sekarang aku ingin kembali lagi tapi dia menolak ku gara-gara wanita itu.!" Monika bersuara dengan sorot mata tajam menatap kedua insan yang tengah asik bermesraan sambil makan.


"Pria itu mantan kekasih mu? wow ternyata kau pernah menjadi mantan kekasih pria kaya raya dinegara ini?" ucap Doni setengah tergelak. karna partner ranjang nya dulu pernah menjadi kekasih seorang konglomerat atau sultan.


Sungguh sangat disayangkan bukan, putus dari pria kaya itu.


"Ck! tidak usah menertawakan ku bodoh.!" Kesal karna Doni menertawakannya.


Kalo bukan karna ketahuan dia sedang selingkuh dengan pria lain mungkin sekarang Monika sudah menjadi nyonya Abraham. tapi sayang perbuatan bejadnya sudah ketahuan duluan sebelum dia mendapatkan harta yang Brayen punya.


Karna Monika selain menyukainya dia juga mengincar harta yang Brayen miliki.


"Hahaha...kau saja yang bodoh sudah mendapatkan hati pria seorang Brayen Abraham yang kaya raya tapi kau berulah. sungguh Sial nasibmu Nona." Doni masih menertawakan nasib Monika yang dicampakkan Brayen karna ketahuan sedang selingkuh, bahkan kepergok sedang bercinta. Dasar j****g.


"Sudahlah, kau menyebalkan." Monika mendengus kesal karna Doni tidak berhenti mengatainya.

__ADS_1


"Bahkan kau kalah dengan seorang pelayan." ucap Doni sambil melirik kearah Zaa dan Brayen yang masih asik menikmati makanannya.


Monika memincing kan matanya mendengar ucapan Doni barusan, 'Apa maksudnya pelayan' "Maksudmu apa seorang pelayan?" Monika menatap Doni meminta penjelasan.


"Ya itu wanita yang sedang makan dengan pak Ray, adalah seorang pelayan disalah satu Cafe yang aku punya, dia bekerja di tempatku." ucap Doni sambil menyesap minumannya.


"What!!" Monika memekik tertahan karna masih ingat dia sedang berada diman. "Pelayan? Ray memilih seorang pelayan ketimbang aku yang jauh lebih dari segalanya,ketimbang pelayan itu?!" Monika bertambah emosi karna Brayen menolaknya demi seorang pelayan.


"Jangan merendahkan gadis itu, meskipun seorang pelayan tapi dia lebih baik darimu.!" Doni menatap tajam Monika yang seolah-olah merendahkan Zaa sebagai pelayan.


"Ck.! kau membela pelayan rendahan itu." Monika berdecak, kenapa Doni harus membela pelayan miskin itu. menyebalkan.


"Karna dia tidak menjajakan tubuhnya, meskipun dia seorang pelayan, tidak seperti dirimu yang hanya menawarkan selakangan kepada semua pria yang banyak uang. tanpa mau bekerja keras untuk mendukung penampilan glamourmu itu..!" Doni tersulut emosi ketika Monika menghina Zaa.


"Kau itu kenapa? bukanya kau juga menikmati selakanganku ini.!" Monika menatap Doni dengan memincing, "Jangan-jangan kau juga menyukai gadis pelayan miskin itu?" pertanyaan Monika tepat sasaran.


Doni tersenyum sinis. " yaa aku menyukainya sejak pertama melihatnya." jawabnya dengan menatap gadis yang hanya terhalang oleh beberapa meja lainya. wanita cantik dan sederhana yang mampu membuatnya tertarik dan ingin memilikinya.


"hm..Seleramu rendah sekali." Monika mencibir.


"hmm..bahkan kamu kalah dari gadis rendah itu." Doni tidak kalah mencibir. bahkan sampai membuat Monika mengepalkan kedua tangan nya karna marah.


'Mungkin ini kesempatan untuk membuat Ray berpisah dengan gadis pelayan itu, Doni kau harus membantuku." Monika tersenyum iblis dalam hati, karna dia yakin kalo usahanya akan berhasil.


Next...mungkin akan ada sedikit gangguan diperjalanan cinta babang Ray dan Neng Zaa..😄


tenggalkan jejak kalen yaa..


makasih yang udah mampir.

__ADS_1


Like


komen..


__ADS_2