Cinta Tak Direstui

Cinta Tak Direstui
CTD30


__ADS_3

Sang Surya pagi telah menunjukan sinarnya, seorang gadis masih nyenyak tidur dengan lelapnya sebelum sinar pagi menyapanya lewat jendela yang sudah terbuka tirai gorden nya.


Zaa mengeliat, dan mengerjapkan matanya,sungguh nyenyak tidurnya malam ini.


setelah nyawanya terkumpul Zaa menatap sekeliling kamar yang ia tempati,tempat asing yang baru pertama ia lihat, ingatannya teringat ketika ia pulang kerja ada seseorang yang tiba-tiba membekapnya dari belakang. Zaa reflek langsung duduk dan membuka selimutnya,bernafas lega ternyata pakaian nya masih lengkap.


"Siapa yang membawaku kesini,apa aku diculik?" pikiran Zaa kemana-mana untuk apa orang menculik nya,kalau untuk meminta tebusan, penculik itu bodoh sekali kalau menculiknya.


Masih dengan pikirannya yang kemana-mana, suara pintu terbuka dari luar.


Ceklek. Melihat siapa yang membuka pintu mata Zaa membulat sempurna, terkejut kenapa Brayen bisa disini, apa mungkin ia yang menculiknya.


"Sudah bangun sayang?" Suara berat Brayen menyapa Zaa.


"Untuk apa anda membawa saya kesini!" hardik Zaa dengan suara keras dan tatapan tajam.


Meskipun Zaa sempat terpesona oleh penampilan Brayen, tapi ia segera menguasai kesadarannya.


Brayen yang habis selesai berolah raga pagi,keringat yang masih menempel ditubuh atletisnya membuat kesan Manly, apalagi ditambah kaos abu-abu ketat yang membungkus tubuh sempurna pria itu.

__ADS_1


Brayen melangkah mendekati Zaa yang masih duduk diatas ranjang, setelah sampai disamping gadis itu, Brayen menundukan sedikit badan nya.


Cup


Brayen mengecup kening Zaa sebagai sapaan selamat pagi.


"Morning kiss sayang, untuk sekarang dikening dulu yaa" Brayen mengkerlingkan sebelah matanya sambil tersenyum, karna melihat ekpresi wajah Zaa yang terkejut plus menggemaskan baginya.


Setelah mengucapkan itu, Brayen melangkah ke kamar mandi, tanpa menghiraukan tatapan marah gadisnya itu.


Zaa hanya bisa menyimpan kemarahannya, ia harus minta penjelasan kenapa pria itu membawanya dan dimana dia sekarang.


Zaa Bagun dan berjalan menuju jendela kamar ternya ada balkon, Zaa menatap takjub pemandangan yang ada didepanya. pemandangan yang sangat indah dan baru pertama ia lihat, pantai yang menyejukkan mata,hamparan pasir putih yang menggoda untuk diinjak.


"Kau menyukainya sayang?"


Tiba-tiba sebuah tangan melingkar diperut nya dengan erat, Zaa meronta karna dia tau tangan kekar itu milik siapa.


"Lepas tuan!"

__ADS_1


"Kau menyukai pemandangan nya sayang?" Brayen tidak mengindahkan permintaan Zaa dan mengulang kembali pertanyaannya.


Zaa terus berusaha melepaskan rangkulan tangan Brayen karna jantung nya sudah tidak bisa bekerja dengan baik,meskipun ia juga merindukan pria yang sedang memeluknya dari belakang itu.


"Biarkan kan sebentar begini sayang, aku merindukanmu.. sangat" suara serak nan berat Brayen membuat Zaa diam pikirannya berkecamuk antara marah dan rasa kecewa didalam hatinya masih terasa.


Brayen menyandarkan dagunya dipundak gadis itu,menyusupkan kepalanya diceruk leher Zaa, aroma alami dari tubuh Zaa yang baru bangun tidur membuat perasaan Brayen tenang dan menghangat. Rindu ia sangat rindu gadisnya.


Setelah menyuruh Zaa membersihkan diri,kini mereka berdua sedang duduk dimeja makan untuk sarapan.


Zaa sedari tadi yang merasa dongkol karna Brayen sengaja mengulur waktu ketika Zaa meminta penjelasan,kenapa pria itu membawanya kesini.


"Saya sudah selesai, apa mau anda membawa saya ketempat ini"


Zaa menatap tajam kearah Brayen,sedangkan pria itu masih santai untuk menikmati makanan yang masih ia santap.


Brayen menyudahi makanya ketika gadis nya tidak lepas menatapnya tajam untuk waktu agak lama, sebenarnya Brayen juga tidak tahan untuk menjahili gadisnya ini, ia sengaja mengulur waktu agar bisa semakin lama bersama gadisnya ini.


like

__ADS_1


komen


tinggalkan jejak kalian🤗🤗🙏


__ADS_2