
Beberapa tahun yang lalu .....
"BRakkkk!!! terdengar suara pintu yang di buka dengan kencang, kencang nya suara pintu itu telah membuatku dan juga mamah langsung terbangun dari tidur. Lalu Aku dan mamah langsung bergegas keluar untuk mengecek.
Rupa nya itu papah yang baru saja pulang entah dari mana. Papah memang selalu pulang larut malam dan dalam keadaan mabuk. Karena tercium dengan jelas bau alcohol dari jarak kejauhan yang cukup menyengat. Lalu mamah menghampiri papah yang tengah terbaring di atas sofa ruang tamu dan masih menggengam sebotol MIRAS.
Saat itu umurku masih 7 tahun, Aku melihat semua kejadian yang tidak akan pernah Aku lupakan. Saat itu papah pulang dalam keadaan mabuk lalu marah marah pada mamah dan juga memaki mamah. Entah apa yang sedang di bicarakan oleh kedua orangtua ku, Aku hanya melihat semua kejadian itu dari jauh.
Dan tiba tiba...
"PLakkk!..!!" suara tamparan tangan papah yang mendarat tepat di pipi mamah, mamah langsung tersungkur di lantai sembari memegang pipi nya yang memerah lalu menangis. Kejadian itu langsung membuatku jadi ketakutan, Aku pun langsung berlari ke kolong meja untuk bersembunyi. Namun kedua mata ku tetap melihat sikap papah yang kasar pada mamah.
Papah memang sudah tidak bekerja lagi di kantor perusahaan, papah sudah di pecat karena masalah korupsi uang perusahaan. Di tambah lagi papahku juga suka bermain judi hingga membuat nya jadi kehilangan kendali seperti saat ini.
"Apa yang papah lakuin?!" tanya mamah yang menangis tersungkur di lantai
"Dasar wanita gak berguna, aku ini lagi butuh duit sekarang, mana sini!" pekik papahku sembari menyodorkan tangan
"Gak ada pah, dagangan ku juga lagi sepi!" ucap mamah yang masih menangis
__ADS_1
"Jangan bohong kamu!!!" pekik papah lagi dengan amarah
Lalu papah berjalan menuju kamar dengan berjalan sempoyongan karena masih terpengaruh minuman keras. Papah mengubrak abrik se isi kamar, rupa nya papah tengah mencari uang milik mamah.
Lalu papah membuka lemari baju dan di temukan nya simpanan uang dalam amplop coklat dan juga kotak perhiasan milik mamah, di ambil lah kotak perhiasan tersebut dan uang milik mamah.
Mamah langsung berlari pelan mengampiri papah yang membawa semua uang tabungan miliknya dan juga kotak perhiasan mas kawin nya. Mamah berusaha untuk menghalangi papah yang membawa uang serta kotak perhiasan milik nya.
"Pah, jangan di bawa pah ini tabungan ku satu-satu nya untuk masa depan Alena nanti!!" ucap mamah yang mencoba mengambil kembali uang dan kotak perhiasan miliknya
"Lepas!!" ucap papah. "Uang dan kalung emas ini akan aku jual untuk bermain judi dan juga membayar semua hutang-hutangku, tahu!" sambung nya lagi sembari mendorong mamah
Papah membawa semua uang tabungan serta kalung mas kawin milik mamah dan langsung pergi keluar meninggalkan mamah yang masih tersungkur di lantai. Melihat mamah menangis membuatku ikut menangis juga, lalu aku menghampiri mamah yang masih menangis.
Malam itu hujan deras di iringi dengan suara petir yang menggelegar di luar membuat suasana semakin mencekam. Aku meminta mamah untuk duduk di atas sofa.
Aku berusaha menenangkan mamah yang masih bersedih. Lalu mamah menyuruh ku untuk tidak membenci papah, namun kejadian yang baru saja terjadi telah membuatku membenci papah ku sendiri.
"Sayang, dengarin mamah baik baik, kamu jangan pernah membenci papah ya, karena gimana pun juga papah itu tetep orang tua kamu!" ucap pelan mamah padaku
__ADS_1
Aku anak yang masih polos dan tidak tahu apa-apa hanya bisa terdiam memandangi wajah mamah, Aku juga melihat pipi kiri mamah yang memerah karena tamparan dari papah. Terlihat dengan jelas bekas cap jari tangan papah yang masih mengecap di pipi mamah, hal itu membuatku jadi sedih.
Tidak lama kemudian mamah menerima panggilan telepon dari kantor polisi yang memberitahunya bahwa saat ini papah sedang berada di kantor polisi dan di tahan karena kasus pembunuhan.
Sontak hal itu membuat mamah terkejut bersamaan dengan suara petir yang menggelegar di luar. Mamah hanya diam membisu, tubuh nya terlihat gemetaran dan juga panik. Lalu mamah dan Aku langsung bergegas pergi ke kantor polisi untuk melihat keadaan papah.
Sesampainya di kantor polisi, papah sudah berada di balik jeruji besi. Lalu mamah meminta izin pada polisi untuk berbicara sebentar dengan suaminya.
Namun papah masih saja bersikap kasar dan galak pada mamah. Papah tidak menyesali perbuatan nya sama sekali. Hal itu makin membuatku menjadi benci dengan papah.
"pah, kenapa jadi begini?, kenapa papah membunuh orang?" tanya mamah dengan pelan
"Dia udah berani nipu aku dan juga bawa semua duit punyaku, aku kesal! dan langsung kubunuh saja dia!" ucap papahku. "Sebaiknya kamu bebasin aku sekarang dari penjara busuk ini!" sambung nya lagi dengan nada tinggi dan wajah yang marah
"Pah, aku gak bisa bebasin kamu karena aku udah gak punya duit lagi buat jaminan!" ucap mamahku
"Ah... kamu emang gak berguna, udah sana pergi aja kamu, aku bakal cerain kamu!" ucap papah dengan penuh kemarahan dan langsung pergi meninggalkan kami
Setelah itu mamah bercerai dengan papah, mamah menjadi single parent. Semua kejadian yang terjadi pada masa kecil ku membuatku menjadi pribadi yang tertutup dan tidak mudah untuk bergaul dengan laki laki.
__ADS_1
***************************************
Jangan lupa like ya makasih😂