Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 34


__ADS_3

Setelah cukup lama berada di rumah Alena, akhirnya Damar meminta izin pada ibu Retno untuk pamit pulang. Alena mengantar Damar sampai depan rumah nya, sementara ibu Retno tengah sibuk merapihkan gelas gelas yang berada di atas meja ruang tamu.


"na, aku pulang dulu ya?" ucap Damar. "oh iya, besok kan aku libur, aku ada rencana mau ngajak bapak sama ibuku datang kesini, boleh kan?" sambung nya lagi.


"oh... ya boleh lah, masa gak boleh si!" ucap Alena. "yaudah, kamu ati ati ya di jalan, inget! jangan ngebut ngebut!" sambung nya lagi dengan tegas.


"iya sayangku!" ucap Damar sembari mengusap lembut rambut Alena. Setelah itu Damar pun pergi melajukan motor nya.


Lalu Alena kembali masuk ke dalam rumah, Ia melihat ibu nya sedang duduk di ruang tamu. Rupa nya ibu Retno sedang menunggu Alena. Alena pun ikut duduk di samping ibu nya, Ia memegang tangan ibu nya dengan penuh kelembutan.


"mah, tadi kata nya mamah mau ngomongin hal penting sama Alena, apa mah?" tanya Alena


"emm... Alena, ayo kita jengukin papah kamu di penjara, kamu kan juga harus minta restu sama papah kamu ndok!" jawab Ibu Retno


Alena pun terkejut ketika mendengar ucapan ibu Retno. Bagaimana tidak, Ia begitu membenci sosok pria yang dahulu nya sering sekali Ia panggil dengan sebutan "papah". Karena ulah ayah nya lah yang membuat Ia dan juga ibu nya menjadi kesulitan. Lalu Alena bangun dari duduk nya, Ia menatap ibu Retno dengan tatapan kesal.


"mah, kenapa sih mamah bahas soal papah?" tanya Alena kesal. "pokok nya Alena gak mau jenguk papah di penjara, biarin aja Dia busuk di penjara!" sambung nya lagi yang mengumpat.


Ibu Retno pun menatap Alena. "Alena, kamu gak boleh ngomong begitu, biar gimana pun juga Dia itu papah kamu!" ucap ibu Retno. Alena pun terdiam sembari mengalihkan wajah nya ke arah lain.


''Alena... dengerin mamah, selama ini tanpa sepengetahuan dari kamu, mamah sering jenguk papah kamu di penjara, kondisi nya keliatan buruk, ndok!" ucap ibu Retno dengan lembut.


Ibu Retno memegang tangan Alena, Ia menyuruh nya untuk duduk kembali di samping nya. Alena pun akhirnya menuruti perkataan ibu nya lalu duduk kembali di samping nya.

__ADS_1


"Alena, kita gak boleh nyimpen dendam sama siapapun, apa lagi sama papah kamu sendiri, kita ini bukan tuhan, nak!" ucap ibu Retno menasehati Alena. "Allah aja maha pemaaf, masa kita hanya seorang hamba Allah yang gak sempurna ini gak bisa sih memaafkan orang lain?" sambung nya lagi.


Alena pun terdiam mendengar perkataan ibu nya. Lalu muncul perasaan tidak tega dalam hati nya, namun Ia menutupi hal tersebut. Karena Ia sudah terlanjur membenci ayah nya sendiri. Tetapi Ibu Retno tahu bahwa sebenarnya putri nya itu sangat menyayangi ayah nya.


Namun karena kejadian pada masa kecil nya yang buruk, membuat Alena menjadi sosok gadis yang tertutup dan tidak mudah bergaul dengan laki laki. Ia sedikit trauma pada sosok laki laki, semua itu terjadi karena Ia melihat sendiri perlakuan dari ayah nya yang kasar terhadap ibu nya dulu.


"Alena, sekarang papah kamu itu udah berubah, papah kamu udah gak kayak dulu lagi yang galak!" ucap ibu Retno. "masa penahanan papah kamu juga sekarang udah di kurangi, papah kamu itu udah bener bener tobat nak!" sambung nya lagi.


Namun Alena masih saja terdiam, tanpa basa basi lagi Ia langsung bangun dari tempat duduknya lalu berjalan menuju arah kamar nya. Ia meninggalkan ibu nya sendiri di ruang tamu. Ibu Retno pun hanya memperhatikan sikap putri nya itu.


"ya allah... buka kan lah pintu hati anak ku, supaya Dia mau maafin papah nya sendiri, aamiin..." (doa ibu Retno dalam hati).


..


Air mata nya pun akhirnya jatuh juga, Alena menangis pelan di dalam kamar nya. Setelah itu Ia mulai merebahkan tubuh nya di atas kasur. Perlahan lahan kedua mata nya menutup dan akhirnya Ia pun tertidur dengan sendiri nya.


..


..


Keesokan pagi nya.


Alena menghampiri ibu nya yang sedang berada di dapur, Ia langsung memeluk tubuh ibu nya dari belakang dan mulai menyenderkan kepala nya di bahu ibu nya. Lalu ibu Retno pun menoleh ke arah putri nya, Ia hanya tersenyum sembari mengusap lembut kepala Alena.

__ADS_1


"mah, maafin Alena ya?... soal nya semalem Alena pergi gitu aja ninggalin mamah sendirian!" ucap Alena yang masih memeluk tubuh ibu nya.


"iya, mamah selalu maafin kamu kok!" ucap ibu Retno. "yuk! mendingan sekarang kita sarapan, lihat nih mamah udah bikin nasi goreng!" sambung nya lagi sembari memberikan sepiring nasi goreng pada Alena. Mereka pun sarapan bersama di meja makan.


"mah, soal semalem itu..." ucap Alena dengan ragu lalu berhenti melanjutkan ucapan nya.


"kenapa ndok? lanjutin aja ngomong nya!" ucap ibu Retno sembari menyantap makanan nya.


"Alena mau mah jenguk papah di penjara!" ucap Alena. Sontak ucapan Alena barusan membuat ibu Retno sedikit terkejut, Ia langsung menghentikan sarapan nya sebentar lalu menatap Alena dengan bingung.


"Alena, apa kamu serius sama ucapan kamu barusan?" tanya ibu Retno yang tidak percaya.


"iya mah, Alena mau liat keadaan papah, lagi pula udah lama banget kan Alena gak jenguk papah di sana!" ucap Alena sembari menyantap makanannya


Ibu Retno pun tersenyum mendengar putri nya mengatakan hal itu. "yaudah, nanti kita sama sama jenguk papah kamu di sana!" ucap ibu Retno. Alena pun mengangguk sembari tersenyum pada ibu nya.


Setelah itu ibu Retno membahas soal Damar, tiba tiba saja Ia menanyakan soal kelanjutan hubungan nya dengan Damar. Alena pun tampak malu malu ketika ibu nya menayakan soal hubungan nya dengan Damar.


Lalu Alena pun menceritakan soal hubungannya dengan Damar. Terlihat jelas di wajah nya, kalau Alena begitu menyukai Damar. Ia begitu antusias dan juga semangat saat menceritakan soal Damar pada ibu nya. Padahal dulu putri nya itu sangat sulit untuk berteman dengan laki laki, bahkan tertutup dalam hal percintaan.


Namun seperti nya hal itu sudah tidak berlaku lagi ketika Alena bertemu dengan Damar yang saat ini sudah menjadi kekasih nya. Sedikit demi sedikit Alena mulai membuka hati nya, rupa nya Ia sudah mulai mencintai Damar.


"Alena.... semoga kamu selalu ceria kayak gini, dan semoga Damar jodoh yang terbaik buat kamu, aamiin..." (doa ibu Retno).

__ADS_1


__ADS_2