Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 32


__ADS_3

Sontak ucapan Alena membuat Damar terkejut sekaligus bahagia ketika mendengar Alena mengatakan hal itu. Damar pun tersenyum pada Alena, dan tanpa sadar Ia langsung memeluk Alena dengan erat sekali hingga membuat nya terkejut.


"na, gue seneng banget denger nya... makasih na!" ucap Damar yang senang lalu melepaskan pelukan nya. Damar merangkum wajah Alena dengan kedua tangan nya, Ia menatap kedua mata Alena dengan lembut lalu tersenyum pada nya. Alena pun balik menatap Damar dan juga membalas senyuman nya.


Tiara dan Rifki pun ikut senang ketika melihat dua sahabat nya sudah bersatu menjadi pasangan kekasih. Setelah itu Damar mengantar Alena pulang ke rumah nya, Ia membonceng Alena. Begitu juga dengan Tiara yang langsung di antar pulang oleh Rifki ke rumah nya.


**********


(falshback on)


Pada siang hari, Damar dan juga Rifki datang mengujungi rumah Alena. Kedatangan Damar dan Rifki di sambut ramah oleh ibu Retno, ibu nya Alena. Lalu Damar menceritakan soal perasaan nya pada ibu Retno sekaligus meminta izin pada ibu Retno soal keseriusan hubungan nya dengan Alena.


Damar meminta izin kepada ibu nya Alena untuk melamar putri nya tersebut. Ibu Retno terlihat senang sekali ketika mendengar hal itu. Dengan senang hati, ibu Retno langsung memberikan izin sekaligus restu pada Damar. Setelah mendapatkan restu dari ibu Retno, Damar langsung mendatangi kantor Alena untuk memberikan nya kejutan.


(flashback off)


*********


Beberapa hari kemudian.


Pagi itu, Alena dan Tiara berangkat bersama ke kantor JPB. Namun ada yang berbeda, Alena dan Tiara tidak naik motor. Mereka berangkat menaiki mobil angkutan umum, dan nanti pulang nya mereka akan di jemput oleh kekasih mereka masing-masing.


Seperti biasa, mereka berdua terlihat sibuk mengerjakan perkerjaan mereka masing-masing. Lalu Riska tiba-tiba datang menghampiri Alena dan juga Tiara yang tengah fokus pada pekerjaan nya.


Ia datang ke meja kerja Alena untuk memberikan beberapa lembar kertas resi untuk di cek kembali sebelum barang nya benar-benar di kirim ke customer. Setelah itu, Riska memperhatikan jemari tangan Alena. Ia sedikit terkejut ketika melihat Alena sudah memakai cincin di salah satu jemari tangan nya.

__ADS_1


Riska pun bertanya-tanya pada diri nya sendiri perihal cincin yang di pakai oleh Alena. Karena yang Ia tahu sebelum nya, Alena tidak pernah memakai cincin. Cincin yang di pakai oleh Alena sangat bangus namun polos, hanya ada satu permata warna putih bening yang menempel di lingkaran cincin tersebut.


"Alena pakai cincin, bukan nya Dia gak pernah pakai cincin ya?, apa jangan-jangan cincin itu dari Damar lagih?" (ucap batin Riska). Alena tidak menyadari bahwa diri nya sedang di perhatikan oleh Riska sedari tadi karena Ia sedang fokus mengerjakan pekerjaan nya.


Riska masih terdiam di depan Alena dan juga Tiara. Ia terlihat masih memperhatikan cincin yang sedang di pakai oleh Alena. Namun tanpa di sadari oleh nya, ternyata Tiara juga sedang memperhatikan Riska.


"kenapa si Riska ngeliatin Alena gitu banget ya?" (gumam batin Tiara). Lalu Tiara melihat ke arah Alena, Ia mengikuti kemana arah pandangan mata Riska memandang.


"oh... gue tau, kek nya Riska ngeliatin cincin yang di pake Alena deh, tapi kenapa ya?" (ucap batin Tiara). Tiara pun menegur Riska hingga membuat perhatian nya langsung membuyar.


"Ris, kenapa lu bengong?" tanya Tiara yang penasaran dengan sikap Riska barusan. Riska pun langsung menoleh ke arah nya, Ia tersenyum sembari menggelengkan kepala nya. Alena pun ikut melihat ke arah nya sebentar lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya lagi.


"engga kok ra, siapa yang bengong?" saut Riska tersenyum. "emm... yaudah ya ra gue balik dulu ke meja gue!" sambung nya yang terlihat gugup. Setelah itu Riska pergi dari hadapan Alena dan juga Tiara. Saat itu Tiara terus memperhatikan tingkah laku Riska yang terlihat sedikit aneh.


..


..


Jam kerja telah usai, Alena dan Tiara merapihkan meja kerja nya. Lalu mereka berjalan keluar, namun Riska terlihat masih sibuk dengan pekerjaan nya. Tiara pun datang menghampiri meja kerja Riska, namun Alena tidak mengikuti Tiara. Ia malah berjalan keluar dan menunggu Tiara di luar kantor.


Setelah itu Tiara menyapa Riska yang terlihat masih sibuk dengan pekerjaan nya.


"Ris, kerjaan lu belom kelar?" tanya Tiara.


"iya nih masih banyak!" jawab Riska tersenyum sembari melanjutkan pekerjaan nya. "lu gak pulang ra?" sambung nya lagi yang bertanya pada Tiara.

__ADS_1


"iya ini juga mau pulang!" ucap Tiara. "eh Ris, tadi gue liat lu kayak nya ngeliatin Alena gitu banget sih, kenapa? ada masalah?" sambung nya lagi yang penasaran.


Riska pun tertegun sebentar di depan komputer, lalu Ia menoleh ke arah Tiara "gak ada apa-apa si ra, gue cuma terpesona aja sama cincin yang di pake Alena tadi, cakep!" ucap Riska. "oh iya ra, kemaren itu lu pada pergi kemana si pas waktu ada Damar sama Rifki kesini?" sambung nya lagi.


"oh... itu, gue kemaren tuh nemenin si Damar nyari cincin buat Alena, jadi waktu kemaren tuh si Damar mau ngasih kejutan buat Alena, Dia mau ngelamar Alena, Ris... gitu!" jawab Tiara menjelaskan.


"oh... jadi kemaren itu si Damar dateng kesini karna mau kasih kejutan dan mau ngelamar Alena toh!" ucap Riska dengan raut wajah datar nya sembari melakukan pekerjaan nya di depan komputer.


Dan tanpa di sadari oleh nya, Tiara memperhatikan raut wajah Riska yang terlihat kesal ketika Ia menceritakan soal Damar melamar Alena kemarin.


"bener nih ada yang aneh sama Riska, kenapa Dia kayak gak suka gitu ya pas gue cerita soal Damar ngelamar Alena kemaren, keliatan banget dari muka nya, apa jangan-jangan Dia juga suka sama Damar?" (ucap batin Tiara).


"emm... yaudah Ris, kalo gitu gue pulang duluan ya, dah..." ucap Tiara sembari berjalan pergi keluar. Riska pun tersenyum sembari menganggukan kepala nya. Setelah itu, Ia kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Tidak lama kemudian Riska di panggil oleh atasan kantor untuk memindahkan beberapa pack lembar kertas resi yang baru di cetak ke gudang. Ia pun langsung pergi ke gudang untuk meletakan beberapa pack kertas resi tersebut ke dalam gudang.


Saat berada di dalam gudang, kedua mata nya tak henti-henti nya mengitari area gudang tersebut. Ia sedikit terkejut dengan kondisi gudang yang sudah di penuhi dengan tumpukan kertas-kertas resi yang tersusun rapih di atas rak.


Lalu kedua kaki nya melangkah untuk melihat-lihat area gudang tersebut. Namun langkah kaki nya tiba-tiba terhenti ketika Ia melihat ada sebuah tumpukan buku tebal yang ada di atas meja, karena penasaran Ia pun mengambil nya lalu membuka buku tersebut.


Rupa nya isi dari buku tebal itu adalah data diri milik para karyawan kantor yang sudah lama berada di atas meja tersebut. Ia pun membuka buku tersebut dan melihat-lihat data diri milik karyawan satu persatu. Saat tengah asik membaca data diri milik karyawan, tiba-tiba saja kedua mata nya langsung melebar ketika Ia melihat ada data diri milik Alena.


"ini kan Alena... coba ah gue baca data punya Dia!" ucap Riska sembari membaca data pribadi milik Alena. Ia pun terkejut ketika membaca latar belakang keluarga Alena. Di sana tertulis dengan jelas bahwa ayah nya Alena terlibat tindakan kriminal.


"hah? apa'an nih?..." ucap Riska terkejut. "oh... jadi ternyata bapak nya Alena itu seorang narapidana, trus berarti sekarang bapak nya Dia masih ada di dalam penjara dong, wah... ini kesempatan bagus buat gue ngancurin hubungan lu, Alena!" sambung nya lagi sembari menyeringai jahat ke arah buku tersebut.

__ADS_1


__ADS_2