Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 16


__ADS_3

Hari sabtu tanggal merah....


Alena dan Tiara menikmati hari libur mereka di tanggal merah untuk pergi berjalan-jalan ke mall, lalu Tiara mengajak Alena ke sebuah caffe di dekat mall, mereka berbincang-bincang dengan seru nya di dalam caffe sambil menikmati minuman cappucino latte yang mereka pesan di caffe tersebut.


lalu Tiara meminta izin pada Alena untuk pergi ke toilet sebentar, saat sedang berada di dalam toilet Tiara langsung menelfon Rifki dan meminta nya untuk datang ke caffe tempat yang sudah di janjikan kemarin, Tiara meminta Rifki untuk datang menyusul nya bersama dengan Damar sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan oleh mereka berdua.


"Ki gimana?, kamu udah ke rumah Damar belom?" tanya Tiara


πŸ“ž"belom sayang, baru juga mau jalan ke rumah nya, sabar dong!" ucap Rifki


"ish lama banget si, aku sama Alena udah di Caffe deket Mall nih, buru!!" ucap Tiara


πŸ“ž"iya iya sabar napah, nanti kalo marah-marah mulu cepet kisut luh..." ucap Rifki tertawa


"ya makan nya buruan, aku tunggu ya sayang!" ucap Tiara


πŸ“ž"iya, yaudah ya sayang aku tutup dulu telfon nya, bye..." ucap Rifki


setelah mereka sudah merencanakan pertemuan nya, Rifki pun langsung bergegas pergi ke rumah Damar menaiki motor sport nya untuk mengajak Damar pergi ke sebuah Caffe dekat Mall besar di Jakarta. setelah tiba di rumah Damar, Rifki langsung mengucapkan salam dan masuk ke rumah Damar.


lalu Damar menyuruh Rifki untuk masuk dan duduk di teras depan rumah, saat itu Rifki langsung mengajak Damar untuk ikut pergi ke sebuah Caffe dekat Mall besar di Jakarta. pada awal nya Damar menolak namun Rifki terus meminta nya untuk ikut dengan nya pergi ke Caffe, karena Damar merasa bosan juga berada di rumah akhirnya Damar pun mau ikut pergi dengan Rifki ke Caffe dekat Mall besar di Jakarta, Damar dan Rifki menaiki motor sport nya masing-masing.


beberapa menit kemudian, Damar dan Rifki tiba di Caffe dekat Mall besar di Jakarta tempat yang sudah di janjikan nya dengan Tiara, mereka berdua pun masuk ke dalam Caffe tersebut. saat itu Rifki menoleh ke arah kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Tiara kekasih nya sekaligus sahabat Alena.


tiba-tiba saja dari kejauhan terdengar suara teriakan Tiara yang memanggil nama nya sambil melambaikan tangan nya ke arah Rifki.


"Rifki!!!...di sini!!" teriak Tiara yang melambaikan tangan nya

__ADS_1


spontan Rifki langsung menoleh ke arah Tiara yang memanggil nya, Damar pun ikut menoleh dan terkejut saat melihat ada Alena yang duduk di samping Tiara. begitu juga dengan Alena, ia terkejut saat melihat kedatangan Damar dan juga Rifki.


lalu Damar dan Rifki menghampiri Alena dan Tiara yang tengah duduk, setelah itu Damar hanya diam menatap Alena yang berada di hadapan nya namun Alena hanya diam menundukan kepala nya namun sesekali melihat ke arah Damar dalam hitungan detik saja lalu membuang muka.


Alena langsung menoleh ke arah Tiara dengan tatapan yang terlihat kesal pada nya, Tiara yang di tatap oleh Alena hanya tersenyum dengan senyuman yang terpaksa se akan-akan Tiara ingin mengatakan pada Alena perkataan seperti : "maafin gue na". saat itu Alena hanya menghela nafas pelan, lalu Tiara mulai membuka obrolan nya.


"wah... kebetulan banget ya kita ketemu di sini, kalian berdua mau gue pesenin minuman apa nih?" tanya Tiara tersenyum


"aku mocachino latte aja deh ra!"


"Dam, kalo elu mau pesen minuman apah?" tanya Rifki menoleh ke arah Damar


saat itu Damar hanya diam dan masih menatap Alena hingga akhirnya tersadar oleh tepukan pelan di pundak nya yang di tepuk oleh Rifki, sementara Alena seperti biasa memasang wajah khas nya yang jutek.


"Dam? woy?... lu ngapa jadi bengong si kek kesambet setan kuyang lu?!" tanya Rifki yang menepuk pundak Damar


"yaudah bentar ya gue pesenin dulu, kalian ngobrol-ngobrol aja dulu!" ucap Tiara yang pergi untuk memesan


beberapa menit setelah Tiara pergi dari tempat duduk nya, Rifki pun izin pergi ke toilet meninggalkan Damar dan Alena yang sedang duduk.


"Dam, gue mau ke toilet dulu ya bentar, lu ngobrol aja dulu ama Alena!" ucap Rifki yang pergi juga


saat itu Alena hanya diam dan tidak berbicara apapun hingga akhirnya Damar yang lebih dulu memulai obrolan nya dengan Alena.


"na, udah lama ya kita gak ketemu, gimana kabar lu?" tanya Damar tersenyum


"alhamdulilah kabar gue baik, elu?" tanya balik Alena

__ADS_1


"alhamdulilah gue juga baik, na gue boleh nanya sesuatu gak sama lu?" tanya Damar lagi


"lu mau nanya apa'an?" tanya balik Alena


"sebelum nya gue minta maaf nih, soal kemaren-maren waktu gue nelfon elu itu, maksud dari omongan elu apa ya na?" tanya Damar penasaran


"sorry Dam, gue harus pergi ke toilet dulu!" ucap Alena yang langsung pergi begitu saja


Alena berjalan pergi dengan terburu-buru meninggalkan Damar yang duduk seorang diri, saat itu Damar hanya memperhatikan Alena yang pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan nya. tiba-tiba saja Tiara datang dengan membawa minuman cappucino latte dan mochacino latte yang sudah di pesan oleh Damar dan juga Rifki.


saat Tiara datang ia bingung kemana Alena dan juga Rifki pergi, lalu Tiara memperhatikan raut wajah Damar yang saat itu terlihat seperti sedang kebingungan.


"Dam kemana Alena ama Rifki, kok pada ilang kek hantu?" tanya Tiara sambil duduk


"Rifki tadi ke toilet, Alena juga ke toilet barusan!" jawab Damar


"Dam, elu kenapa? kok lu kayak bingung gitu si?" tanya Tiara penasaran


"ra, gue mau nanya deh sama lu, kenapa si Alena kek nya berusaha ngindarin gue ya?"


"gue punya salah apa'an sih, lu tau gak?" tanya Damar balik


"gue gak ngerti deh maksud lu?, ngindarin gimana si?" tanya balik Tiara yang bingung


"jadi gini ra, lu tau kan waktu dulu gue pernah beli in Alena martabak keju kesukaan nya, gue nelfon dia tuh waktu itu, trus dia malah bilang ke gue kata nya nanti gue bakal nyesel kalo deket sama Dia, emang kenapa si ra?" tanya balik Damar


"kek nya gue ngerti deh maksud dari ucapan Alena itu Dam!" jawab Tiara

__ADS_1


__ADS_2