
Beberapa hari kemudian.
Pagi itu, Alena berangkat kerja seperti biasa nya. Ia bergegas menuju rumah Tiara untuk mengajak nya berangkat kerja bersama. Namun ada sesuatu yang berbeda dari penampilan Alena. Ia memotong pendek rambut nya yang panjang sampai sebahu seperti potongan rambut seorang Polwan. potongan rambut baru nya itu membuat nya terlihat semakin cantik.
Setiba nya di rumah Tiara, Alena mengucapkan salam sembari memencet bel yang ada di samping nya itu. Tidak lama kemudian Tiara pun keluar dari rumah nya, Ia tercengang ketika melihat penampilan baru Alena dengan model rambut pendek bak seorang Polwan.
"ra, ayo kita berangkat napa jadi bengong lu?" saut Alena yang membuyarkan tatapan Tiara.
"ini elu na?" ucap Tiara yang memutar-mutar tubuh Alena. "lu abis putus ama siapa emang kok rambut lu jadi pendek?" sambung nya lagi sembari memegang rambut Alena.
"apaan si ra... siapa si yang abis putus, emang nya gue pacar apah!" jawab Alena. "udah ayo berangkat ntar kita telat!" sambung nya lagi sembari mengajak Tiara untuk naik ke motor.
Setiba nya di kantor, semua karyawan yang berada di dalam kantor langsung memperhatikan Alena yang tengah berjalan masuk. Semua mata tertuju pada penampilan baru Alena yang terlihat cantik dan sederhana. Terutama karyawan laki-laki yang tidak berkedip menatap Alena.
"na, liat deh semua anak cowok yang ada disini pada ngeliatin elu terus!" bisik Tiara pada Alena. "kek nya mereka terpesona deh sama penampilan baru lu na, cie!" sambung nya lagi lalu tertawa pelan.
"bodo amat ah, emang nya gue pikirin!" saut Alena dengan raut wajah yang jutek lalu berjalan menuju meja kerja nya. Ia langsung mengerjakan pekerjaan nya seperti biasa. Tidak lama kemudian Riska datang menghampiri meja Alena sembari membawa beberapa lembar kertas resi untuk di cek oleh Alena.
"na, ini tolong di cek kin semua nya ya, takut nya ada kesalahan!" ucap Riska yang langsung meletakan semua lembar kertas resi yang di bawa nya.
"yaudah, taro aja di situ!" saut nya sembari fokus melakukan pekerjaan nya di depan komputer. Lalu Riska memperhatikan penampilan baru Alena.
"na, kenapa lu potong rambut?, padahal kan bagusan rambut panjang tau, sayang banget rambut lu jadi pendek!" ucap Riska.
"emang nya kenapa si?, aneh?" tanya balik Alena dengan tatapan jutek nya.
"engga, bukan nya gitu cuma..."
"Riska!" tiba-tiba ada suara salah satu karyawan kantor yang memanggil nya. hingga membuat nya langsung menoleh dan berhenti melanjutkan obrolan nya dengan Alena, Ia pun segera berjalan menghampiri karyawan yang memanggil nya.
"na, lu kenapa si judes banget ama Riska?" tanya Tiara menepuk pundak Alena. "lu benci ya ama Dia?" sambung nya lagi.
__ADS_1
"hah? engga kok, gue cuma gak suka aja penampilan gue di kritik sama Dia!" jawab Alena menoleh. "udah ah gue mau lanjut ngerjain tugas gue!" sambung nya lagi lalu kembali fokus ke komputer nya.
Jam istirahat tiba, Alena dan Tiara langsung bergegas ke kantin kantor untuk makan siang. Saat tengah berjalan tiba-tiba saja Riska memanggil mereka berdua hingga membuat langkah kaki nya terhenti lalu menoleh ke arah Riska.
Rupa nya Riska ingin bergabung dengan Alena dan juga Tiara untuk makan siang bersama di kantin. Dengan senang hati Tiara langsung mengajak nya untuk makan bersama di kantin.
Hal itu membuat Alena semakin kesal, Ia tidak menyukai Riska sama sekali semenjak Dia memeluk Damar di Rumah sakit. Tatapan Alena terlihat sangat jutek, Ia hanya diam saja sembari menyantap makan siang nya.
Saat itu Tiara dan Riska asik mengobrol, mereka berdua terlihat sangat akrab. Sementara Alena, Ia hanya diam saja memperhatikan Riska dan Tiara yang mengobrol di depan nya. Lalu tiba-tiba saja Riska membahas soal Damar, Ia menanyakan beberapa hal tentang Damar pada Tiara. Tiara pun menceritakan tentang awal pertemuan nya dengan Damar.
"oh jadi gitu, gue pikir lu kenal sama Damar tuh udah lama!" ucap Riska. "tapi kok bisa kebetulan gitu ya kita kenal sama orang yang sama!" sambung Riska sembari tertawa.
"iya ya aneh, mungkin udah takdir kali!" ucap Tiara tertawa. "trus lu kenal sama Damar udah lama ya?" sambung Tiara yang penasaran.
"emm.. ya lumayan si, gue kan temen sekelas nya Dia waktu di SMA!" jawab Riska.
"oh gitu..." jawab Tiara singkat.
Tiara dan Riska masih saja membahas soal Damar, hal itu membuat Alena makin kesal.
Lalu Riska melihat raut wajah Alena yang terlihat kesal. Ia pun mencoba untuk mengajak Alena untuk mengobrol. Namun jawaban Alena selalu saja ketus pada nya.
"Alena, lu kenapa?" tanya Riska tersenyum pada Alena.
Alena pun menoleh lalu menatap Riska dengan tatapan khas nya yang jutek. "gue gak pa pa kok!" jawab singkat Alena.
"na, kalo menurut lu Damar tuh orang nya gimana sih?" tanya Riska.
"mana gue tau, gue juga kan baru kenal sama Dia!" saut Alena dengan ketus. "kan elu yang kenal sama Dia udah lama, harus nya elu tau dong Dia tuh gimana orang nya, ngapain lu nanya!!" sambung nya lagi lalu pergi begitu saja meninggalkan Tiara dan juga Riska yang tengah duduk di bangku kantin.
Lalu Tiara memperhatikan sikap sahabat nya itu, Ia merasa ada yang aneh dengan sikap Alena barusan.
__ADS_1
"ini anak kenapa si, kok tiba-tiba jadi marah gak jelas, wah... ada yang gak beres nih sama Alena!" (ucap batin Tiara)
Begitu juga dengan Riska, Ia terus memperhatikan Alena yang sudah pergi menjauh dari pandangan nya. Ia pun bingung pada Alena.
"kenapa Dia marah?, gue salah apa ya?" (ucap batin Riska)
Mereka berdua pun sama-sama kebingungan.
*****
Jam kerja pun telah usai, semua para karyawan kantor sibuk merapihkan meja kerja nya masing-masing lalu keluar. begitu juga dengan Alena dan Tiara yang bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
"na, gue ke toilet bentar ya, lu tunggu di luar ajah!" ucap Tiara yang langsung pergi ke toilet.
Alena pun mengangguk lalu Ia pergi keluar untuk menunggu Tiara. Namun saat keluar dari kantor nya, Ia terkejut ketika melihat ada Damar dan juga Rifki, mereka terlihat sedang asik mengobrol dengan Riska. "Damar!!" (ucap batin nya) .
Damar pun menoleh ke arah Alena, Ia tersenyum pada nya lalu melambaikan tangan nya pada Alena. Damar langsung menghampiri Alena yang tengah berdiri di depan pintu kantor. Tatapan Alena terlihat jutek, namun Damar sudah terbiasa dengan sikap Alena.
"Alena!" ucap Damar yang berdiri di depan Alena sembari tersenyum pada nya. "lu potong rambut nambah cantik ajah lu na!" sambung nya lagi tersenyum.
"apaan sih, lu ngapain kesini?" tanya balik Alena dengan ketus. Lalu Alena menoleh ke arah Rifki dan juga Riska yang berdiri di dekat parkiran motor tak jauh dari tempat nya berdiri.
"tuh Riska udah nungguin lu tuh, udah sono pergi!" sambung nya lagi sembari melihat ke arah Riska dan juga Rifki.
Damar pun hanya tersenyum pada Alena lalu tiba-tiba Tiara keluar dari kantor nya. Ia terlihat senang dengan kedatangan Damar terutama dengan Rifki, sang kekasih.
"Damar, kapan lu dateng?" tanya Tiara senyum
"tadi sekitar 30 menit yang lalu, tumben lu pulang nya sore banget?" jawab Damar yang bertanya balik
"iya nih biasa lah orang sibuk!" jawab Tiara. Lalu kedua mata nya mengarah ke arah Rifki. "eh ada ayang beb gue tuh, gue kesana dulu ya!" sambung Tiara yang langsung pergi menghampiri Rifki.
__ADS_1
"udah sono pergi, lu ngapain si kesini?" tanya Alena dengan ketus.
"gue kesini mau ngajak lu pergi ke suatu tempat, ada kejutan buat lu!" ucap Damar sembari menatap Alena.