
Damar mendapati diri nya tidur sendirian di atas kasur, Ia tidak melihat Alena di kamar nya. Lalu Damar beranjak turun dari atas kasur nya untuk mencari Alena, namun Alena tidak ada. Di Villa tersebut hanya tinggal diri nya saja.
Setelah itu Damar mandi lalu bersiap siap pergi mencari Alena. Damar mulai mencari Alena di setiap tempat, namun Ia belum menemukan Alena juga. Karena khawatir dengan Alena, Ia pun langsung menghubungi ponsel Alena namun sayang ponsel Alena tidak aktif.
Tak lama kemudian, teman teman satu tim Alena datang menghampiri Damar yang kala itu tengah mencoba untuk menghubungi ponsel Alena.
"Damar, lu lagi ngapain di sini?" tanya Riska
"Gue lagi nyari Alena, lu liat Alena gak? pagi pagi udah ngilang!"
"Emm.. tadi si gue liat Dia pergi sama Daffa ke arah sana, tapi gue juga gak tau mereka mau pergi kemana!" jawab Riska.
Damar pun terdiam sebentar, Ia mulai khawatir akan keberadaan Alena saat ini. Tanpa banyak bicara, Damar langsung pergi begitu saja untuk mencari Alena.
Saat tengah mencari Alena, tiba tiba saja Ia bertemu dengan saudara sepupu nya, Rayhan.
"Dam, mau kemana lu?" tanya Rayhan
"Gue mau cari Alena, Han!"
"Emang nya Alena pergi kemana si?"
"Ya mana gue tau, pas gue bangun tidur Dia udah gak ada di kamar!"
"Yaudah, kalo gitu gue bantu lu cari Alena, oke!"
"Oke, gue ke arah sana, elu ke arah sini!" Damar menunjukan jari telunjuk nya ke arah jalan
"Oke, kalo udah ketemu sama Alena kabarin gue Dam!"
"Oke!"
Setelah itu Damar dan Rayhan mulai mencari Alena di lain tempat. Damar terus mencari Alena hingga masuk ke dalam hutan, padahal di sana sudah tertulis jelas di papan peringatan bahwa di daerah tersebut di larang.
Namun demi mencari Alena, Damar masuk ke dalam wilayah yang di larang tersebut. Lalu Ia mencoba untuk menghubungi ponsel Alena lagi namun hasil nya tetap saja sama. Ponsel Alena tidak bisa di hubungi.
Damar mulai mencari Alena seraya berteriak memanggil nama Alena. Hingga pada akhir nya, Damar mendengar suara teriakan seorang wanita dari dalam hutan. Ia pun langsung berlari untuk mencari asal suara tersebut.
Sesampai nya di sana, Damar melihat Alena tengah berusaha mengusir monyet liar yang menyerang Daffa, teman Alena. Dengan cepat Damar pun langsung membantu Alena untuk mengusir monyet liar yang menyerang Daffa.
Setelah monyet liar itu pergi, Damar langsung menghampiri Alena seraya menggenggam kedua tangan nya. Damar terlihat khawatir dengan Alena.
"Alena, kamu gak apa apa?" tanya Damar
"Damar!" ucap Alena
Damar pun langsung memperhatikan wajah serta tangan Alena, Ia takut kalau Alena juga terluka. "Kamu gak apa apa kan, Na? ada yang luka gak?" tanya Damar seraya merangkum wajah Alena
Alena masih terdiam seraya menatap Damar, Ia tidak menyangka kalau Damar akan datang lalu menyelamatkan diri nya dan juga Daffa dari serangan monyet liar itu.
__ADS_1
"Alena, kamu gak apa apa kan? kamu tau gak si, aku khawatir banget sama kamu, kenapa si kamu gak bilang sama aku kalo mau pergi?"
"Maafin aku Damar, tapi aku beneran gak apa apa!" ucap Alena lalu melihat ke arah Daffa. "Tapi Daffa, Dia luka dan kita harus bawa Dia ke dokter sekarang juga!"
Damar melihat ke arah Daffa lalu melihat ke arah Alena lagi. "Aku butuh penjelasan kamu, kenapa kamu bisa ada di sini, Na?"
"Nanti aku jelasin sama kamu, Dam. Tapi yang penting sekarang kita bawa Daffa dulu ke dokter!"
"Iyaudah!"
Akibat kejadian tersebut, Daffa mengalami luka cakaran yang cukup parah di bagian dada dan juga tangan akibat di serang oleh monyet liar.
Karena kasihan, Damar pun memberikan jaket milik nya pada Daffa untuk menutupi luka cakaran monyet di bagian dada serta tangan Daffa. Lalu Damar membantu memapah tubuh Daffa keluar dari dalam hutan.
Saat berada di luar hutan, Damar langsung menghubungi Rayhan dan meminta nya untuk segera datang ke tempat tersebut. Tak lama kemudian, Rayhan pun datang bersama dengan beberapa warga sekitar untuk membantu mereka.
Setelah itu, Daffa langsung di bawa oleh Rayhan dan warga sekitar ke sebuah klinik terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
Lalu Alena duduk di sebuah batang pohon yang sudah terbengkalai. Alena terlihat ketakutan karena kejadian yang baru saja di alami oleh teman satu tim nya itu.
"Alena, kamu kenapa?" tanya Damar, namun Alena hanya menggelengkan kepala nya saja. Ia tidak mau berbicara sejak kejadian tadi.
"Terus kenapa kamu diem aja, Na? aku pengen denger penjelasan dari kamu, kenapa kamu sama Daffa bisa sampe ke sini? kamu tau kan ini daerah yang di larang!"
"Iya aku tau, sebener nya tadi pagi niat nya aku pergi keluar karna mau nyari udara seger trus gak sengaja ketemu sama Daffa di luar Villa, trus akhir nya aku sama Daffa jalan jalan pagi sampe ke sini, trus Daffa ngeliat ada anak monyet di deket pohon, kasian kaki nya luka tapi gak ada induk nya!"
Damar masih mendengarkan. "Terus?"
"Iya niat nya si kita mau balikin anak monyet itu ke dalem hutan, tapi pas Daffa baru mau naro anak monyet itu di pohon tiba tiba aja ada segerombolan monyet liar yang nyamperin kita dan langsung nyerang Daffa, gitu cerita nya!" Alena menjelaskan secara detail kejadian sebenar nya.
"Oh... gitu, lain kali kalo kamu mau pergi keluar bilang sama aku jadi nya aku gak khawatir, Na!" ucap Damar. "Kamu tau kan kita baru nginjek tempat ini jadi jangan macem macem di sini!"
Damar pun langsung merangkum wajah Alena seraya menatap nya. "Yang paling penting buat aku, kamu baik baik aja Alena!"
Alena tersenyum. "Makasih ya Dam kamu udah nyelametin temen aku, kalo gak ada kamu aku gak tau deh apa yang bakal terjadi, mungkin aku sama Daffa udah-"
Damar langsung menutup bibir Alena dengan jari telunjuk nya. "Sssttt... udah diem!" tukas Damar tersenyum. "Yang penting kan sekarang kamu baik baik aja, itu udah bikin aku tenang kok. Yaudah, mendingan kita balik ke villa aja yuk!"
Alena menganggukan kepala nya. "Iyaudah ayo!"
Damar langsung menggandeng tangan Alena lalu berjalan menuju ke arah Villa. Lalu Alena melihat ke arah Damar, Ia menatap wajah Damar lalu tersenyum.
"Ya Allah, terima kasih banyak karna Engkau telah mengirimkan sosok suami yang baik dan juga penyayang seperti Damar, aku mencintai nya!" (batin Alena)
Lalu Damar menoleh ke arah Alena. "Kenapa, Na? kamu capek?"
"Hah?"
Damar tersenyum. "Yah... masa cantik cantik budeg!" ucap Damar lalu tertawa
"Apa kamu bilang tadi? hah?" Alena langsung menghujani Damar dengan cubitan sakti nya, Ia mencubit perut Damar.
"Aw, iya iya ampun sayang aw! ampun Alena ampun, sakit tau!" Damar berusaha untuk menghindari cubitan Alena.
__ADS_1
"Maka nya jangan ngeledek, rasain!"
"Bener bener ya cubitan kamu Na, luar biasa!" ucap Damar seraya menggelengkan kepala nya. "Luar biasa sakit!" sambung nya
Alena tertawa. "Itu nama nya cubitan cinta!"
"Mana ada cubitan yang nyakitin itu cinta!" ucap Damar seraya mendekati wajah Alena lalu mencium pipi Alena hingga membuat Alena sedikit terkejut bercampur senang. "Ini baru ciuman cinta!"
"Damar, kamu nih!" ucap Alena memukul pelan lengan Damar. Sementara Damar, Ia hanya tersenyum saat Alena memukul lengan nya.
Sesampai nya di Villa, teman teman satu tim Alena sedang berdiri di dekat Villa. Rupa nya mereka tengah menunggu kabar dari Alena atau pun Daffa.
Lalu teman teman Alena menghampiri Alena. Mereka terlihat khawatir. "Na, lu gak apa apa kan? soal nya tadi kata Rayhan lu sama Daffa di serang monyet liar di hutan?" tanya salah satu teman Alena
"Iya gue gak apa apa kok, tapi Daffa ngalamin luka cakaran gara gara monyet liar itu!" jawab Alena
"Trus Daffa mana, Na?" tanya Riska
"Dia udah di bawa ke klinik tadi sama Rayhan dan warga sekitar!"
"Oh... gitu, syukur deh yang penting semua nya selamet!" ucap Riska lalu pandangan mata nya beralih ke arah Damar. "Oh iya Dam, tadi kata Rayhan lu mau pulang kapan?"
"Gue gak tau kapan, tapi yang jelas nunggu si Daffa sehat dulu baru kita pulang ke Jakarta!"
"Oh...yaudah!"
...
Keesokan hari nya.
Teman teman satu tim Alena berniat untuk menjenguk Daffa di salah satu rumah warga sekitar yang membantu pengobatan Daffa. Pengobatan yang di lakukan menggunakan bahan bahan alami.
Saat itu Damar dan Alena turut hadir untuk menjenguk Daffa, lalu Daffa melihat ke arah Damar.
"Dam, makasih ya udah nyelametin gue dari serangan monyet itu!" ucap Daffa tersenyum. "Emm... oh iya, makasih juga buat jaket nya, ini jaket lu gue balikin, tapi sorry ya belom gue cuci!"
"Iya gak apa apa!" jawab Damar
"Eh Daf, gimana kondisi lu? udah baikan?" tanya Rayhan
"Iya Han, udah mendingan sakit nya. Tapi ya belom sepenuh nya pulih!"
"Yaudah, kita semua pulang ke Jakarta nunggu luka nya Daffa mendingan aja, gimana?" tanya Rayhan melihat ke arah semua teman satu tim nya.
"Iyaudah gue setuju, lagian kan gak mungkin juga dong Daffa naek motor dalam keadaan tangan yang masih sakit, kasian!" ucap Riska
"Iya gue juga deh nunggu temen baik gue sembuh dulu!" timpal salah satu teman lain nya
"Wah... maaf banget ya udah ngerepotin kalian semua, dan makasih juga loh karna kalian udah peduli sama gue!" ucap Daffa
"Iya Daf sama sama, nama nya juga musibah gak ada yang tau. Lagian kan kita berangkat nya bareng bareng, ya pulang nya juga harus bareng bareng lah!" ucap Rayhan. "Yaudah lu istirahat aja Daf!"
"Iya bener, mendingan sekarang lu istirahat biar lu cepet sembuh Daf!" ucap Alena
"Iya Na, makasih ya lu udah perhatian sama gue, gue jadi seneng!" ucap Daffa tersenyum pada Alena, begitu juga Alena.
__ADS_1
"Kenapa si Daffa ngeliatin Alena begitu banget ya? kenapa tatapan mata nya kayak gak biasa? apa jangan jangan Daffa nyimpen rasa suka sama Alena?" (batin Damar).
Pemandangan itu membuat hati Damar sedikit kesal, karena tatapan mata Daffa terlihat tak biasa saat menatap Alena. Ia pun memutuskan untuk pergi keluar bersama dengan Rayhan dan teman teman lain nya.