
Beberapa tahun kemudian.....
Alena Diningtyas adalah nama lengkap gue, gue bukan asli orang Jakarta tapi gue lahir di jakarta. Gue juga di besarkan di Jakarta, orang tua gue asli orang Jawa Tengah. Gue suka baca novel, tapi novel romantis doang. Dan sekarang ini umur gue udah 25 tahun tapi gue belum nikah 😂.
Gue kerja di kantor bidang JASA PENGIRIMAN BARANG di Jakarta sebagai staff kantor. Jadi tugas nya itu cuma mengurus surat jalan dan mengecek keluar masuk barang. Gue orang nya sedikit cuek dan tertutup kalau soal percintaan.
Sebenarnya ada banyak laki laki yang berusaha buat deketin gue, tapi gue selalu jaga jarak sama mereka. Karena masa lalu yang bikin gue takut. Gue jadi trauma sama laki laki, apalagi waktu inget kejadian kecil dulu, takut banget. Tapi gue selalu berharap ada cinta yang bener bener tulus dateng nemuin gue.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Alena bangun! udah siang nih! emang nya kamu gak berangkat kerja?"
Terdengar samar dari kejauhan suara ibu Retno. Retno adalah nama ibu Alena, Alena di bangunkan paksa dari tidur nyenyak nya oleh ibu Retno. Suara kicauan burung milik tetangga di luar ikut membangunkan Alena. Di tambah lagi suara alarm ponsel Alena terus berdering. Suara suara itu tentu saja membuat telinga Alena terganggu. Alhasil, Alena pun terbangun di hari libur nya. Alena duduk sejenak seraya memperhatikan ibu Retno dari jauh.
"Alena! kenapa bengong? ayo mandi! udah siang nih, emang nya kamu gak berangkat kerja hari ini?" ibu Retno menyodorkan banyak pertanyaan pada Alena. Seperti biasa, beliau membuka hordeng kamar Alena agar sinar matahari masuk ke dalam kamar Alena.
Alena pun masih terdiam di tempat, Ia tak merespon pertanyaan ibu Retno. Mungkin kah karena baru bangun dari tidur nya? sehingga nyawa nya pun belum masuk ke dalam raga. Ibu Retno berjalan mendekat ke arah Alena.
__ADS_1
"Alena, kamu belom jawab Mamah, kamu gak berangkat kerja?"
Alena langsung tertawa saat mendengar pertanyaan ibu Retno. Bagaimana tidak? di hari minggu tentu saja tanggal merah, apa kah ada kantor yang masih buka di tanggal merah? Alena bekerja di perusahaan yang mengikuti hari bertanggal hitam di jadwal. Oleh karena itu Alena tertawa, lalu ibu Retno menyentuh dahi Alena untuk memastikan kalau putri nya itu tidak sakit.
"Mah, Alena masih sehat kok! Alena gak gila!" Alena menjelaskan pada ibu Retno perihal jadwal kerja nya. "Mah, sekarang tuh tanggal merah, hari ini hari minggu, ya jelas Alena libur! masa di suruh kerja?" Alena kembali tertawa. Ibu Retno langsung kebingungan, beliau pun melihat ke kalender yang berada di kamar Alena untuk melihat tanggal hari itu. Dan benar saja, ibu Retno tersenyum lalu menoleh ke arah Alena.
"Eh... iya ya tanggal merah, Mamah lupa!" ibu Retno pun ikut tertawa bersama Alena.
Ibu Retno memang sangat peduli pada putri nya itu, beliau sangat menyayangi Alena. Sebenar nya kedua orang tua Alena masih lengkap, namun mereka sudah bercerai. Ibu Retno bercerai dengan pak Ari, ayah Alena. Perceraian itu terjadi saat Alena masih kecil. Kini Alena hanya tinggal berdua saja dengan ibu Retno.
Ibu Retno hanya seorang pedagang gado gado kecil, namun gado gado buatan ibu Retno sangat enak hingga membuat orang orang yang membeli nya datang lagi dan lagi. Saat ini pelanggan ibu Retno sudah banyak, ibu Retno berdagang di pinggir jalan raya.
"Siap, Mah!" ucap Alena. "Tapi Alena mandi dulu ya" Alena beranjak masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi, Alena merapihkan kamar nya yang masih terlihat berantakan. Setelah itu, Alena keluar dari kamar lalu pergi menyusul ibu Retno di luar. Dengan senang hati, Alena pun mau membantu ibu nya berdagang di depan. Kebetulan jarak rumah nya dengan tempat dagang ibu nya tak jauh.
"Alena, tadi kamu sholat shubuh gak?" tanya ibu Retno. Perihal agama, ibu Retno sangat keras mendidik Alena, ibu Retno memang sengaja mengajarkan Alena soal ilmu agama agar kelak Alena menjadi wanita yang baik.
__ADS_1
"Iya mah, Alena sholat shubuh kok cuma tidur lagi" Alena terkekeh kala mendengar jawaban sendiri.
"Huh dasar! yaudah, sekarang kamu bantuin mamah beresin ini, abis itu beresin rumah, nanti kalo kamu nikah jadi terbiasa!"
"Mah, Alena gak mau nikah. Alena takut kalo nanti nikah Alena dapet suami kayak papah, galak!"
"Alena, dengerin mamah ya. Gak semua laki laki itu sifat nya kayak papah kamu, cepat atau lambat kamu juga pasti bakal nikah!" ibu Retno berusaha menasehati Alena, rupa nya ingatan Alena sewaktu kecil dulu masih membekas di kepala nya. "Lagian Mamah ini kan udah tua, kalo bukan suami kamu yang jaga kamu, siapa lagi? harus ada seseorang yang nemenin kamu nanti!"
"Pokok nya Alena akan tetep sama Mamah di sini!" Alena kekeh dengan pendirian nya, Ia begitu trauma akan laki laki, perlakuan pak Ari pada ibu Retno membuat Alena trauma. Alena masih menganggap semua pria sifat nya sama dengan ayah nya. Hingga Alena pun berani membenci ayah kandung nya sendiri.
Setelah membantu membersihkan area rumah, Alena kembali menemani ibu Retno di depan. Alena membantu ibu nya untuk berjualan gado gado di depan. Alena tidak pernah malu dengan keadaan keluarga nya, justru Alena terlihat seneng karena masih di beri kesempatan untuk bisa membantu ibu Retno.
Bagi Alena, ibu Retno adalah segala nya, ibu Retno sumber kekuatan Alena. Alena merasa senang dengan kehidupan nya. Alena bisa berada di titik saat ini, itu semua karena ibu nya. Ibu Retno bertekad untuk membiayai sekolah Alena hingga tinggi. Menjadi single parent tidak lah mudah, namun hebat nya, ibu Retno bisa melewati semua nya seorang diri. Alena di sekolah kan sampai lulus, kini Alena bisa mendapatkan pekerjaan yang Ia sukai.
Saat tengah membantu ibu Retno berjualan, tiba tiba saja ada sekelompok orang yang ingin tawuran. Mereka semua terlihat seram dan berbahaya. Yang lebih menakutkan lagi adalah, orang orang itu membawa beberapa benda tajam di tangan nya. Kejadian itu pun membuat orang yang tengah makan gado gado di lapak ibu Retno berhamburan pergi tanpa membayar nya.
Ibu Retno menarik tangan Alena, beliau tak ingin Alena berada dalam bahaya. Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah. Namun sayang, dagangan ibu Retno belum sempat di rapihkan di atas meja terkena imbas dari keributan tersebut. Saat keributan berlanjut, tiba tiba suara mobil polisi datang, mereka semua berhasil di bubarkan paksa oleh pihak kepolisian.
__ADS_1
Semua orang yang bersembunyi keluar dari rumah nya, termasuk ibu Retno dan Alena. Mereka semua keluar dari persembunyian nya. Ibu Retno terkejut saat melihat lapak dagangan nya rusak dan hancur akibat efek dari keributan tadi. Ibu Retno memunguti bahan yang masih bisa di gunakan. Hati Alena rasa nya menangis saat melihat ibu Retno memunguti bahan gado gado seperti itu, ibu Retno sudah rugi banyak karena pelanggan yang makan belum membayar makanan nya, di tambah kini lapak gado gado nya hancur. Hari itu, ibu Retno pun memutuskan untuk libur dahulu sampai keadaan normal kembali.
Jangan lupa like dan vote nya ya! makasih😂