
"Damar, apa-apa'an si!... lu udah gila ya?" ucap Alena yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Damar. "lepasin gue gak? dasar psikopat!" sambung nya yang terus meronta-ronta untuk di lepaskan, Damar pun hanya diam saja dan malah tersenyum pada Alena.
tidak lama kemudian, Alena berhasil melepaskan diri dari pelukan Damar dan langsung pergi begitu saja ke arah kantin rumah sakit meninggalkan Damar yang berada di belakang nya, saat itu Alena sangat kesal dengan Damar karena Dia sudah berani memeluk nya di tempat umum.
"dasar psikopat mesum! , berani-berani nya Dia meluk gue di tempat umum, maksud nya apa coba?!" ucap Alena kesal sambil masuk ke dalam kantin rumah sakit.
setelah itu Alena membeli sebotol air mineral dan kembali ke rumah sakit. namun saat tengah berjalan ia melihat Damar sedang duduk sendirian di kursi depan rumah sakit, Damar terlihat seperti sedang menunggu seseorang.
"Damar?!...ngapain Dia masih di situ? , Dia tuh lagi nunggu siapa si?!" (ucap batin Alena)
Alena terlihat bingung, ia pun segera berjalan dengan cepat melewati Damar yang tengah duduk sendirian itu. lalu tiba-tiba saja tangan Alena kembali di tarik oleh Damar lagi hingga membuat nya terkejut dan langsung menoleh ke arah nya.
"na, gue nungguin lu di sini, elu malah pergi gitu aja!" ucap Damar
Damar pun langsung bangun dari tempat duduk nya dan masih memegang tangan Alena. saat itu raut wajah Alena terlihat kesal dan marah, lagi-lagi Damar hanya tersenyum tipis menatap Alena di depan nya.
"lepasin gak?!" ucap Alena kesal dan berusaha untuk melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Damar. "Damar!, lu tuh sebener nya mau ngapain si?!" sambung nya lagi dengan nada sedikit teriak.
"na, lu kenapa si? tiba-tiba sikap lu jadi berubah kayak gini?" tanya Damar bingung
"apa'an si maksud lu? , gue gak ngerti!" jawab nya sambil mengalihkan wajah nya
__ADS_1
"lu tiba-tiba jadi marah sama gue trus ngindarin gue, lu kenapa si na?" tanya Damar yang bingung dengan Alena. "padahal tadi lu baik-baik aja na, gak kek gini sikap lu sama gue!" sambung nya lagi yang merasa aneh dengan sikap Alena dan masih memegang erat tangan Alena.
"gue gak papa, lepas!!" jawab Alena yang langsung melepas paksa tangan nya dan langsung pergi meninggalkan Damar, Damar pun hanya diam saja lalu berpikir sejenak.
"sikap Alena kenapa aneh banget si, apa yang bikin Dia marah sama gue ya? duh... elah coba'an apa lagi si inih!" (ucap batin Damar)
setelah itu Damar kembali ke ruangan UGD untuk melihat kondisi ibu nya Riska, saat itu dari kejauhan ia melihat dokter yang keluar dari ruang UGD. ia pun segera menghampiri teman-teman nya lalu memperhatikan raut wajah mereka yang terlihat senang.
saat itu Damar bertanya mengenai kondisi ibu nya Riska. beruntung, operasi ibu nya Riska berjalan dengan lancar. namun untuk sementara ibu nya Riska belum bisa di jenguk.
saat itu Riska terlihat senang mengetahui bahwa operasi ibu nya berjalan dengan lancar, ia pun tak henti-henti nya mengucap syukur. tiba-tiba saja Riska langsung memeluk tubuh Damar di samping nya dengan raut wajah senang nya itu. "makasih Damar... makasih banget!" ucap Riska yang terus mengulang kata tersebut.
Damar pun terkejut saat Riska tiba-tiba memeluk nya. ia pun langsung berusaha untuk melepaskan diri dari nya, namun pelukan Riska sangat erat memeluk nya.
terutama Alena, raut wajah nya terlihat begitu kesal saat melihat Damar di peluk mesra oleh Riska tepat di depan nya. saat itu Alena hanya diam menatap Damar, lalu ia mengepalkan kedua tangan nya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka semua, Damar pun menoleh ke arah Alena yang pergi.
"na!...Alena!.." pekik Tiara
Tiara yang melihat Alena pergi begitu saja langsung ikut pergi juga untuk menyusul nya. selang beberapa menit, Damar baru bisa melepaskan diri dari pelukan Riska lalu pergi dengan terburu-buru untuk mengejar Alena dan Tiara yang sudah hilang dari pandangan nya.
kedua bola mata Damar mengitari halaman depan rumah sakit untuk mencari Alena dan juga Tiara, namun jejak mereka sudah hilang dengan cepat. lalu Damar pergi ke tempat parkiran motor, kedua mata nya tak henti-henti nya mengitari sekitar area parkiran.
__ADS_1
Damar terus mencari keberadaan Alena dan juga Tiara, tidak lama kemudian ia melihat Alena dan Tiara sedang berusaha untuk mengeluarkan motor nya dari barisan motor yang lain. setelah itu Damar langsung buru-buru menghampiri Alena dan Tiara yang terlihat dari kejauhan sudah menyalakan motor nya dan akan segera pergi.
saat Alena baru mulai menjalankan motor nya, tiba-tiba saja Damar muncul di hadapan mereka untuk memberhentikan motor Alena yang baru saja berjalan itu. Alena dan Tiara pun langsung terkejut melihat Damar yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
dengan spontan Alena langsung menarik rem motor nya dengan cepat dan berhenti tepat di depan Damar, lalu Alena menatap Damar dengan tatapan yang marah, Damar pun balik menatap Alena yang berada di depan nya.
"Dam, lu gak papa kan? ada yang luka gak?!" tanya Tiara panik dan langsung turun dari motor Alena.
"gue gak papa kok ra!" jawab nya dengan santai pada Tiara. "cuman...ada yang mau gue omongin sama Alena sebentar!" sambung nya melihat ke arah Alena.
"iyaudah kalo gitu gue tinggal dulu, ya?" ucap Tiara yang langsung berjalan pergi meninggalkan Damar dan juga Alena di tempat parkiran motor. saat itu Tiara menyimpan banyak sekali pertanyaan untuk Alena, Tiara merasa ada yang aneh dengan sikap Alena. setelah Tiara pergi, Damar langsung menarik paksa tangan Alena untuk turun dari motor nya.
"Dam, lepasin tangan gue, gak jelas bet si lu!" ucap Alena meronta-ronta. "urusin aja noh cewek lu ituh!" sambung nya dengan kesal
"siapa cewek gue? Riska maksud lu?, dia mah cuman temen gue doang na, gak lebih!" ucap Damar menjelaskan. "bentar deh, apa lu lagi cemburu na? lu suka ya sama gue?" tanya Damar tersenyum meledek
"apah lu bilang?... nggak sama sekali!, gak usah sok kepedean deh lu, siapa juga yang suka sama lu!" jawab Alena dengan tegas
"bener?... kalo gitu dengerin gue ya, cewek yang gue suka itu nama nya Alena, yang sekarang ada di depan gue ini!" ucap Damar tersenyum menatap Alena, seketika Alena langsung terdiam menatap Damar.
bersambung....
__ADS_1
______******________
lanjut gak nih?π