
Malam semakin larut.
Alena terus berjalan menyusuri jalan menuju arah rumah nya, Ia berjalan dengan langkah kaki yang perlahan-lahan menjauh dari tempat restoran. Lalu Ia melihat ada sebuah kursi umum di dekat jalan, Ia pun langsung segera menghampiri kursi tersebut lalu duduk di sana.
Alena hanya duduk diam sembari memikirkan Damar, lalu Ia menoleh ke arah kanan dan kiri nya. Rupa nya suasana di sana sudah mulai sepi, hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas. Lalu Ia melihat ke arah jam tangan yang di pakai oleh nya, dan ternyata arah jarum jam nya sudah menunjukan pukul 23.00 WIB.
"udah malem banget nih, gue harus pulang sekarang!" ucap Alena. "hmm... pasti sekarang Damar udah ngelamar cewek nya nih di sana!" sambung nya lagi dengan raut wajah sedih nya.
Alena pun mulai mengaktifkan kembali ponsel nya, lalu Ia melihat ada banyak sekali panggilan tak terjawab terutama mamah nya, Ia pun langsung menelfon mamah nya untuk memberitahukan bahwa Ia akan pulang malam.
Setelah cukup lama duduk sendirian di sana, tidak lama kemudian datang segerombolan pria yang tak di kenal oleh nya berjalan menuju ke arah nya. Alena pun mulai panik ketika melihat segerombolan pria itu datang menghampiri nya.
"Ya Allah... mereka siapa ya? mau ngapain mereka nyamperin ke arah sini!" (ucap batin Alena).
Dengan cepat Ia langsung bangun dari duduk nya lalu segera meninggalkan tempat tersebut. Kedua langkah kaki nya berjalan dengan cepat, Ia berniat kembali ke restoran tempat Damar dan teman-teman nya berada. Lalu Ia menoleh ke arah belakang nya, ternyata segerombolan pria itu masih saja mengikuti nya. Ia pun semakin panik dengan situasi nya saat ini.
"Ya Allah, mereka kenapa ngikutin gue terus ya? , gue takut banget nih, ya allah tolongin Alena..." (ucap batin nya yang terus menerus berucap).
Semakin cepat langkah kaki Alena berjalan namun tetap saja Ia di ikuti oleh segerombolan pria itu. Karena merasa terancam Ia pun langsung berlari tak tentu arah hingga membuat nya masuk ke dalam gang-gang sepi.
"ya allah... gue dimana sekarang!" ucap Alena sembari menoleh ke arah belakang. "fyuhhh... untung aja tuh gerombolan preman udah pergi!" sambung nya lagi sembari mengelus dada nya untuk menenangkan diri nya sendiri, lalu Ia segera mengeluarkan ponsel nya berniat untuk menelfon Tiara.
Namun saat Alena berbalik badan tiba-tiba saja segerombolan pria itu sudah berada di depan nya, Ia pun terkejut dan panik.
__ADS_1
"mau kemana si neng cantik?, yuk maen aja sama abang!" ucap salah satu pria itu sembari berjalan mendekat ke arah nya. Alena pun terkejut ketika melihat segerombolan pria itu di depan nya.
****
Di tempat berbeda dan di waktu yang sama.
Damar terus mencari Alena ke setiap tempat, begitu juga dengan Tiara dan Rifki yang ikut mencari Alena bersama Damar. Lalu Tiara kembali menghubungi Alena.
"eh bentar-bentar, hape nya Alena udah aktif nih!" ucap Tiara sembari menunggu jawaban dari Alena. Damar dan Rifki pun diam sembari memperhatikan ponsel Tiara . "eh, kok lama banget ya ngangkat telfon nya?" sambung nya lagi sembari melihat ke layar ponsel nya lalu di speaker.
Tiba-tiba saja Alena menjawab panggilan Tiara namun suara Alena terdengar seperti orang yang sedang berlari dan ketakutan.
π"tolongin gue sekarang, gue di sekitar gang!!" teriak Alena di ponsel. Sontak teriakan Alena itu membuat Damar panik lalu Ia segera merebut ponsel Tiara.
"halo!, Alena? lu di gang mana?!" teriak Damar di layar ponsel dengan raut wajah yang panik. Lalu tiba-tiba saja panggilan telfon nya langsung terputus.
******
Saat itu Alena berhasil kabur dari kejaran pria-pria jahat itu. Ia langsung bersembunyi di balik pohon besar yang menutupi tubuh nya, nafas nya pun terengah-engah tak beraturan karena berlari. Lalu tidak lama kemudian terdengar suara segerombolan pria itu yang sedang berlari menuju ke arah nya.
Alena pun langsung menutup mulut nya dengan telapak tangan nya, Ia berusaha menahan dan melawan perasaan takut nya itu. Keringat nya mulai bercucuran keluar dari tubuh nya karena berlari. Setelah di rasa aman, Ia pun perlahan-lahan keluar lalu mengintip dari balik pohon besar itu.
"fyuhhh..." suara helaan nafas lega nya, lalu Alena keluar dari balik pohon besar itu. Ia berjalan dengan perlahan untuk memastikan bahwa pria-pria itu sudah tidak ada di sana. Lalu kedua mata nya mengitari tempat sekitar, hanya ada kesunyian dan kegelapan yang menyelimuti tempat itu.
__ADS_1
Lalu ponsel nya berdering, ternyata Damar yang menghubungi nya, Alena pun tersenyum. Namun saat ingin menerima panggilan tersebut, tiba-tiba saja jemari tangan nya langsung berhenti ketika Alena mengingat-ingat kembali soal cincin itu dan juga soal Damar yang ingin melamar kekasih nya. Ia pun akhirnya membiarkan ponsel nya itu terus berdering di depan nya.
Tidak lama kemudian, pundak Alena di pegang oleh seseorang dari arah belakang nya. Sontak kedua mata nya langsung melebar, dengan spontan tangan Alena langsung menyikut ke arah belakang hingga mengenai bagian perut nya lalu Ia menggerakan tangan satu nya lagi untuk memukul wajah nya tanpa melihat orang nya terlebih dahulu.
"aawww!!!" suara kesakitan dari seorang pria yang di pukul oleh Alena hingga terjatuh. Namun saat Ia berbalik badan dan melihat wajah pria itu Ia langsung terkejut.
"Damar!!" teriak Alena sembari memasang wajah terkejut nya lalu segera menghampiri Damar yang sudah tersungkur di tanah, Ia terlihat sedang menahan sakit di wajah nya akibat pukulan Alena. "ya allah Damar... maafin gue, gue bener-bener gak tau kalo itu elu!" sambung nya lagi sembari membantu Damar untuk bangun.
Lalu Damar terus mengusap-usap wajah nya di bagian yang terkena pukulan Alena. Alena pun menatap Damar, Ia merasa bersalah ketika melihat wajah Damar yang terlihat lebam dan juga sedikit lecet di bagian sudut bibir nya akibat pukulan nya tadi.
"Dam, lu gak papa kan?" tanya Alena sembari menyentuh wajah Damar yang lebam. "maafin gue Dam, gue bener-bener gak sengaja mukul lu tadi sumpah, itu gue lakuin karena gue takut!" sambung nya lagi dengan penuh penyesalan sembari fokus mengusap lembut pipi Damar tanpa sadar.
Damar pun hanya terdiam sembari menatap wajah cantik Alena yang jarak nya cukup dekat dengan nya, lalu pandangan Alena langsung mengarah pada Damar yang sedang menatap nya. Mereka berdua pun saling menatap, tiba-tiba saja Damar langsung memeluk Alena dengan penuh kelembutan.
Pelukan Damar yang tiba-tiba itu membuat Alena terkejut. Alena tidak bisa mengatakan apa-apa, entah kenapa tubuh nya terasa kaku.
"Alena, gue khawatir banget sama lu, kenapa sih lu pergi gitu aja ninggalin gue?" tanya Damar yang masih memeluk Alena.
Lalu Alena melepaskan pelukan Damar "lu ngapain si kesini?" tanya Alena. "bukan nya sekarang lu lagi ngelamar cewek lu ya pake cincin itu?" sambung nya lagi dengan raut wajah jutek nya.
"cewek gue? siapa?" tanya Damar bingung sembari berpikir. "oh.. bentar deh na, apa jangan-jangan lu pikir gue beli cincin itu buat pacar gue gitu?, lu salah na, cincin itu buat elu!" sambung nya lagi tersenyum sembari menatap Alena.
Lalu Alena menatap Damar "buat gue?, tapi..." belum sempat bicara Damar kembali memeluk nya lagi dengan penuh kelembutan, Damar memejam kan kedua mata nya lalu mengatakan hal yang tidak akan pernah Alena lupakan.
__ADS_1
"Alena, aku cinta sama kamu, bener-bener cinta!" bisik Damar tepat di telinga Alena hingga membuat kedua mata nya terbelalak ketika mendengar nya.
*Kira-kira bakal di terima gak ya sama Alena???π€