Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
Melamar Alena


__ADS_3

Damar dan Alena masuk ke dalam sebuah restoran, rupa nya Damar berniat ingin memberikan kejutan kecil untuk Alena. Lalu Damar meminta Alena untuk menunggu diri nya sebentar di kursi restoran. Alena pun duduk menunggu Damar.


Saat itu Damar menuju ke meja kasir restaurant, Ia meminta pada pelayan restaurant tersebut untuk membantu nya menyiapkan pesta kejutan kecil untuk Alena.


Dengan senang hati, pelayan restaurant itu pun mengikuti keinginan Damar untuk membantu nya menyiapkan kejutan kecil dan juga menyediakan menu spesial yang ada di restaurant tersebut untuk Alena.


Beberapa menit kemudian, Damar datang menghampiri Alena lalu duduk di depan nya. Ia tersenyum pada Alena hingga membuat nya jadi sedikit keheranan dengan maksud dari senyuman Damar.


"Kamu kenapa si Dam? kok senyam senyum kayak gitu? emang nya ada yang aneh ya sama muka aku?" tanya Alena seraya menyentuh wajah nya sendiri.


"Engga kok, Na. Aku seneng aja liatin kamu, walaupun tadi kita abis ujan ujanan tapi penampilan kamu masih keliatan cantik ya!" ucap Damar lalu tersenyum


Alena pun tersenyum. "Ih apa'an sih, gombal!" sahut Alena seraya menahan senyum nya. "Oh iya, itu jaket kamu kan masih basah Damar, kenapa gak di copot aja si?"


"Gak usah lah gak apa apa, lagian juga kan basah nya cuma sedikit doang, ntar juga kering sendiri. Kamu tenang aja, Na!"


Tak lama kemudian, dua pelayan restaurant tersebut datang menghampiri meja Damar dan Alena seraya membawa dua buah kotak sedang yang di tutup rapih. Lalu pelayan itu langsung meletakan dua buah kotak tersebut di atas meja mereka.


Pelayan itu pun langsung membuka salah satu kotak tersebut, rupa nya berisikan menu spesial yang ada di restaurant itu. Namun salah satu kotak lain nya tidak di buka oleh pelayan itu. Setelah semua nya beres, dua pelayan restaurant itu langsung pergi meninggalkan meja Damar dan Alena.


"Wah... apa'an nih Dam? kamu pesen ini semua?" tanya Alena terkagum dengan menu spesial itu, pasal nya Ia memang belum pernah mencicipi nya dan sebenar nya menu itu terkenal mahal harga nya.


"Iya, emang nya kenapa?"


"Emm... ya gak apa apa si, tapi kan ini menu nya mahal banget Damar, mendingan kita pesen menu yang biasa nya aja ya?"


"Udah Alena gak apa apa, kamu gak usah mikirin harga atau yang lain nya, mendingan sekarang kamu makan aja ya karna aku yakin kamu pasti suka rasa nya!"


"Yaudah deh..."

__ADS_1


Lalu Alena pun mulai mencicipi menu spesial itu, Ia tersenyum ketika merasakan rasa dari menu spesial tersebut. "Emm... enak!"


"Kamu suka?"


Alena pun hanya menganggukan kepala nya saja seraya tersenyum pada Damar sebagai tanda kalau Ia menyukai menu spesial itu, lalu Ia melihat ke arah salah satu kotak sedang di depan nya. Rupa nya kotak itu belum di buka oleh pelayan tadi. Isi dari kotak itu membuat Alena penasaran.


"Damar, ini isi nya apa'an sih? kok pelayan tadi naro di sini?" tanya Alena


Damar pun tersenyum. "Coba deh kamu buka, Na!"


Lalu Alena pun membuka kotak tersebut, Ia terkejut ketika melihat isi dari kotak sedang itu. "Ini..."


"Iya Alena, Selamat ulang tahun ya!" tukas Damar lalu tersenyum "Aku doain, semoga kamu selalu di kasih kesehatan sama Allah, di kasih kelancaran dalam semua hal, dan semoga aja apa yang selama ini kamu semoga kan akan di kabulin sama Allah, amin!" ucap Damar dengan ketulusan hati nya.


"Amin ya Allah, makasih ya Damar!" ucap Alena yang terharu dengan hadiah yang di berikan oleh Damar. "Padahal aku gak minta ini semua, Dam. Cukup kamu ada di samping aku aja, aku udah seneng kok!"


Damar berniat ingin melamar Alena untuk yang kedua kali nya, karena cincin yang dulu pernah Ia berikan pada Alena telah di buang oleh Alena. Pada saat itu Alena kesal dengan Damar karena hubungan mereka nyaris berakhir. Namun kini mereka berdua telah bersatu kembali dengan cinta yang sama.


"Alena, aku mau kita ngulang semua nya dari awal lagi ya, aku gak mau kita pacaran terus, Na. Aku mau kita jadi pasangan yang halal, kamu mau kan nikah sama aku, Na?" ucap Damar seraya memperlihatkan cincin tersebut di depan Alena.


Sontak hal itu membuat Alena terkejut, Ia langsung menutup mulut nya karena terharu dengan kejutan yang di buat oleh Damar. Alena sangat senang dengan semua kejutan itu. Damar melamar nya lagi tepat di hari ulang tahun nya. Lalu Alena meneteskan air mata hingga membuat Damar sedikit kebingungan.


"Na, kamu kenapa? kok kamu nangis? apa aku udah bikin kamu sedih?" tanya Damar


Alena pun langsung menggelengkan kepala nya seraya tersenyum. "Engga Damar, aku nangis bukan karna aku sedih, tapi aku terharu sama keseriusan dan juga ketulusan hati kamu!" ucap Alena


"Jadi... kamu mau kan nikah sama aku, Na?"


Alena pun langsung menyodorkan tangan nya di depan Damar, Ia siap untuk menerima cincin yang di berikan oleh Damar. "Iya, aku mau!"

__ADS_1


Seketika jawaban dari Alena membuat Damar bahagia bercampur haru. Ia pun langsung memakaikan cincin tersebut di salah satu jemari tangan Alena. Lalu Ia tersenyum melihat Alena, begitu juga dengan Alena.


Lalu Damar duduk di samping Alena. "Jadi... kapan nih kita mulai ngurusin syarat syarat buat nikah, Na?" tanya Damar seraya menatap Alena.



Alena pun tersenyum. "Kapan aja Dam, aku mah bebas dan aku akan ikutin kamu!" jawab Alena


"Bener ya? oke deh!"


Lalu Damar dan Alena kembali melanjutkan makan malam mereka di restaurant tersebut. Selesai makan, Damar langsung mengantarkan Alena pulang. Ia tidak mampir ke rumah Alena karena mengingat jam malam telah berlaku di tempat Alena.


Damar tidak mau membuat ibu Retno terkena masalah jika ibu Retno menerima tamu pria di jam malam. Maka dari itu, Damar memutuskan untuk langsung pulang ke rumah nya.


...


Saat itu Alena terlihat senang sekali, Ia pun langsung masuk ke dalam kamar nya. Ia mulai merebahkan tubuh nya di atas kasur seraya memperhatikan jemari tangan nya, rupa nya Ia tengah memperhatikan cincin yang kini melingkar di jemari manis nya.


"Damar makasih, gue sayang sama lu!" ucap Alena yang masih memperhatikan cincin di tangan nya lalu tersenyum dengan sendiri nya


Tak lama kemudian, ponsel Alena berdering. Ia pun langsung meraih ponsel yang berada di samping nya itu lalu melihat nama orang yang menghubungi nya di layar ponsel. Ia tampak kebingungan, pasal nya nomor yang menghubungi nya itu tidak ada nama nya atau pun nomor nya.


"Ini siapa si yang nelfon gue? kok nomor nya di privat gini? bikin kepo aja nih orang. Gue angkat aja kali ya dari pada gue penasaran!" Alena pun langsung menerima panggilan masuk tersebut. "Maaf, ini siapa ya?"


πŸ“ž"Eh Alena, mendingan sekarang lu jauhin Damar deh, soal nya Damar itu punya hubungan yang spesial sama gue, dan lu gak tau soal itu. Asal lu tau aja ya, diem diem Damar tuh maen gila di belakang lu, Jadi gue harap lu paham maksud gue!"


Sontak Alena pun terkejut dengan perkataan wanita itu. "Apa? apa'an si maksud lu? gue gak ngerti!" ucap Alena merasa kebingungan dengan perkataan wanita itu. "Halo! halo! ini siapa si?" Alena makin penasaran dengan sosok wanita misterius yang menghubungi nya itu.


Namun wanita itu langsung memutuskan panggilan telepon nya begitu saja hingga membuat Alena jadi kesal. "Apa apa'an si nih orang? gak jelas banget, tuh cewek nelfon gue cuma buat marah marahin gue kayak gitu doang? maksud nya apaan coba? dasar cewek gila. Tapi... kenapa Dia bisa kenal sama gue ya? Dia siapa si?" ucap Alena yang terus mengoceh dengan sendiri nya seraya berpikir soal wanita yang menghubungi nya barusan.

__ADS_1


__ADS_2