Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
Positif Hamil


__ADS_3

Pagi itu wajah Alena terlihat pucat, tubuh nya lemas, namun Ia tetap memaksakan diri untuk masuk kerja karena tugas pekerjaan nya.


Lalu Alena keluar dari ruangan pak Fandi, tiba tiba saja pandangan mata nya buram, kepala nya terasa pusing. Alena tidak bisa menahan tubuh nya untuk tetap berdiri tegak, akhir nya Ia pun kehilangan keseimbangan.


Saat Alena ingin jatuh pingsan, tiba tiba saja Damar datang lalu segera menangkap tubuh Alena.



Sontak saja gerakan Damar membuat Alena tersadar dan terkejut. Lalu Damar menatap Alena dengan tatapan khawatir nya.



"Alena, kamu kenapa? kok muka kamu pucet gini sih?" tanya Damar



Alena tersadar sepenuh nya. "Damar!"


Damar dan Alena pun saling bertatapan mata, setelah itu Alena memperhatikan posisi tubuh nya dengan posisi tubuh Damar yang saling merangkul satu sama lain.



Dengan cepat Alena langsung melepaskan diri dari pelukan Damar lalu menjauh. Damar pun bingung dengan Alena, lalu Damar melangkah maju mendekat ke arah Alena namun Alena malah melangkah mundur menjauhi Damar.



"Na, kamu kenapa si? kenapa kamu berusaha buat ngejauhin aku? apa aku punya virus yang berbahaya ya sampe di jauhin kek gini?" tanya Damar meledek lalu terkekeh dengan sendiri nya.



Perkataan Damar membuat Alena sedikit kesal, Ia pun menatap Damar dengan jutek nya. "Apa? kamu ngomong apa'an si, Dam? gak jelas!"


"Jelas kamu tau apa yang lagi aku omongin ini Alena, aku punya salah apa sama kamu sampe di jauhin kek gini?"


"Buat apa kamu nanya kalo udah tau jawaban nya?"


Damar tersenyum. "Pertanyaan di bales sama pertanyaan, hebat!" ucap Damar lalu berjalan mendekat ke arah Alena. "Na, kalo kamu masih marah soal surat tes itu, ayo ikut aku sekarang juga ke rumah sakit!"


"Mau ngapain? aku udah capek, aku gak mau bahas hal yang gak penting kayak gini!" ucap Alena dengan nada kesal.


"Ya aku mau coba tes DNA lagi buat bukti'in ke kamu kalo anak yang di kandung sama Elsha itu bukan anak aku!" jelas Damar.


"Udah lah-"


"Na, aku udah bilang sama kamu kalo aku tuh gak pernah ngelakuin hal kayak gitu!" tukas Damar


Saat Damar tengah menjelaskan semua nya pada Alena, tiba tiba saja Alena jatuh pingsan di depan nya. Dengan gerakan cepat Damar pun langsung menangkap tubuh Alena agar tidak jatuh mengenai lantai.


"Na! Alena! sadar Na!" pekik Damar seraya menepuk pelan pipi Alena untuk membuat nya sadar lagi namun Alena tetap tak sadarkan diri.


Tanpa sengaja Riska melihat Alena pingsan, Ia pun langsung menghampiri Damar dan Alena.

__ADS_1


"Dam, Alena kenapa?" tanya Riska panik


"Dia pingsan Ris!"


"Apa? pingsan? yaudah kalo gitu kita bawa Dia ke ruangan yang ada di sana aja!"


Setelah itu, Damar langsung membopong tubuh Alena lalu membawa nya ke sebuah ruangan. Riska mengambil minyak kayu putih lalu mengoleskan minyak tersebut ke arah hidung Alena agar Alena sadar.


Namun Alena tak kunjung sadar juga, akhir nya Riska menyarankan untuk membawa Alena ke rumah sakit. Damar pun langsung membopong tubuh Alena lalu membawa nya pergi ke rumah sakit menggunakan mobil milik kantor, Riska ikut pergi menemani Damar ke rumah sakit.


Setiba nya di rumah sakit, Alena langsung di bawa masuk ke dalam sebuah ruangan untuk di periksa kesehatan nya. Damar dan Riska pun menunggu di luar ruangan.



Dokter pun langsung memeriksa Alena, namun saat tengah di periksa oleh dokter tiba tiba saja Alena sadar.


Lalu Alena memperhatikan sekeliling nya, Ia terlihat kebingungan. "Kenapa saya bisa ada di sini?" tanya Alena


"Iya, sekarang mbak lagi ada di rumah sakit, tadi mbak pingsan!" ucap salah satu perawat yang berada di dalam ruangan Alena.


"Oh... tadi kepala saya rasa nya pusing banget, trus tadi pagi perut saya juga rasa nya mual!"


Lalu Dokter mulai memeriksa keadaan Alena. "Udah berapa hari mbak begini?" tanya Dokter


"Udah dua harian si dok saya udah ngerasa gak enak, emang nya saya sakit apa ya dok?


Lalu Dokter pun tersenyum. "Bukan sakit mbak, tapi mbak positif hamil!"


"Iya, dan usia kandungan mbak sekarang udah menginjak delapan minggu, selamat ya!" ucap Dokter itu lalu beranjak pergi.


Namun saat Dokter itu ingin pergi, tiba tiba saja Alena menarik tangan Dokter tersebut. "Dok, sebentar!" pinta Alena, dokter itu pun langsung menghentikan langkah kaki nya.


"Iya, kenapa mbak?"


"Em... bu Dokter, saya minta tolong sama bu dokter, tolong jangan kasih tau suami saya kalo saya lagi hamil!"


Dokter bingung. "Loh? kenapa mbak? bukan nya bagus kalo suami mbak tau mbak positif hamil?"


"Em... pokok nya jangan, saya minta tolong bu dokter, tolong jangan kasih tau suami saya ya kalo saya lagi hamil, saya mohon!" pinta Alena. "Bilang aja kalo saya cuma masuk angin biasa!" sambung nya.


Dokter pun terdiam sebentar sebelum akhir nya menyetujui permintaan Alena. Dokter itu hanya tersenyum lalu menganggukan kepala nya.


"Makasih ya dok!"


Setelah itu, Dokter dan perawat tersebut keluar dari ruangan Alena. Lalu Damar dan Riska langsung menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan keadaan Alena, Dokter itu pun menjelaskan soal keadaan Alena.


Lalu Damar dan Riska masuk ke ruangan Alena untuk melihat keadaan Alena, Damar menatap Alena lalu berjalan menghampiri Alena, Alena pun menoleh ke arah Damar.


Lalu Alena langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain saat melihat Riska datang. Ia tidak senang dengan kedatangan Riska.


"Alhamdulilah, akhir nya kamu sadar juga Na!" ucap Damar lalu duduk

__ADS_1


"Na, gimana keadaan lu?" tanya Riska


"Alhamdulilah gue baik baik aja kok, makasih karna udah nolongin gue!" ucap Alena seraya memasang raut wajah jutek nya.


Riska pun tersenyum. "Iya sama sama!" sahut Riska. "Yaudah ya, kalo gitu gue pulang dulu!" sambung nya lalu berjalan pergi meninggalkan Damar dan Alena.


Alena memperhatikan Riska, lalu Alena mulai merebahkan tubuh nya dengan posisi tubuh membelakangi Damar yang kala itu tengah duduk di samping Alena.


"Damar, mendingan kamu pulang aja aku mau istirahat!" ucap Alena


Lalu Damar bangun dari duduk nya, Ia berjalan untuk melihat wajah Alena namun Alena malah berpindah posisi lagi membelakangi Damar. Ia benar benar tak ingin di ganggu oleh Damar.


"Na, aku gak mau pulang. Aku mau nemenin kamu di sini sampe kamu sembuh!" ucap Damar. Namun Alena tak menjawab apapun, Ia hanya terdiam di balik selimut nya. "Aku tidur di bawah sini, kamu tidur aja Na!" sambung nya lagi.


Damar mulai merebahkan tubuh nya di lantai lalu tidur. Setelah beberapa menit, Alena pun bangun dari rebahan nya lalu melihat ke arah Damar. Saat itu Alena merasa kasihan karena Damar tidur di lantai.


Namun hal itu sudah menjadi pilihan Damar sendiri untuk tidur di lantai. Padahal Ia sudah menyuruh Damar untuk pulang namun Damar menolak dan lebih memilih untuk tidur di lantai rumah sakit.


"Ya Allah Damar, kenapa si kamu keras kepala? kan aku udah nyuruh pulang tapi kenapa kamu gak mau pulang? malah tidur di sini. Pasti Dia kedinginan!" ucap Alena


Karena tak tega melihat Damar kedinginan, akhir nya Alena pun bangun lalu menyelimuti tubuh Damar dengan selimut. Setelah itu Alena kembali naik ke atas ranjang rumah sakit lalu tidur tanpa selimut.


Selang beberapa menit, Damar terbangun dari tidur nya lalu mendapati selimut di atas tubuh nya. Damar merasa bingung, lalu Ia melihat ke arah Alena. Rupa nya Alena sudah tidur dengan posisi tubuh kedinginan akibat AC rumah sakit.


Damar memperhatikan Alena. "Ya Allah, kalo kamu sendiri aja ngerasa kedinginan kenapa selimut ini malah kamu kasih ke aku Na?" ucap Damar lalu naik ke atas ranjang.


Damar langsung menyelimuti tubuh Alena dan tubuh nya. Mereka berdua tidur di satu ranjang dan satu selimut yang sama dengan posisi Damar memeluk Alena dari arah belakang.


.....


Shubuh.


Alena mulai berpindah posisi tidur menghadap ke arah Damar. Saat itu Alena belum menyadari kalau Damar tidur bersama nya di atas ranjang rumah sakit.


Lalu perlahan lahan kedua mata Alena terbuka, Ia terkejut saat melihat wajah Damar di depan nya. Lalu Alena memperhatikan posisi tubuh nya dengan Damar. Rupa nya mereka sudah tidur bersama semalaman.


Alena menatap wajah Damar lalu meraba wajah Damar. Mulai dari dahi, alis, mata, hidung serta bibir Damar. Saat tengah meraba wajah suami nya, tiba tiba saja Damar membuka mata nya hingga membuat Alena terkejut.


Damar tersenyum menatap Alena. "Kamu suka ya sama wajah aku sampe di raba gini?" ledek Damar


"Apa'an sih? enggak!" ucap Alena yang ingin bangun dari rebahan nya namun di tahan oleh tangan Damar.


Damar menatap Alena lalu memeluk nya. "Na, jangan pergi. Aku suka posisi tidur kayak gini!" ucap Damar lalu tersenyum. "Oh iya Na, kamu tau gak? masa tadi aku mimpi tau, jadi tuh ada anak kecil perempuan yang panggil aku ayah, trus anak kecil itu ngajak aku maen ke taman, tapi gak tau kenapa aku seneng aja bisa maen sama anak itu, aku bingung kenapa anak kecil itu manggil aku ayah ya?"


Alena pun hanya terdiam menatap Damar. "Ya Allah, apa mimpi Damar itu sebuah tanda kalo Dia emang bakal jadi ayah nanti nya? apa aku kasih tau aja sama Dia kalo sekarang ini aku emang lagi hamil? tapi..." batin Alena


"Na, aku berharap kalo mimpi yang aku alamin tadi bisa jadi kenyataan, kalo suatu saat nanti aku jadi ayah, aku bakal jadi ayah yang baik!" ucap Damar menatap Alena.


"Oh iya?"


Damar tersenyum. "Iya, kalo misal nya nanti anak kita laki laki, aku bakal jadi ayah yang baik sekaligus jadi sahabat buat Dia. Kalo anak kita perempuan, aku bakal jadi ayah yang baik sekaligus jadi cinta pertama buat Dia!" ucap Damar

__ADS_1


"Ya Allah Damar, calon anak kita pasti bangga punya ayah kayak kamu!" batin Alena


__ADS_2