
Lalu Damar menoleh ke arah Alena, Ia menatap Alena yang berada di samping nya. Alena terlihat sedang fokus memandangi cincin yang berada di jemari nya, Damar pun tersenyum.
"kayak nya Alena suka nih sama cincin nya, oke fix gue bakal kasih cincin itu ke Dia nanti, tunggu ya Alena!" (ucap batin Damar).
"na, gimana menurut lu cincin yang lu pake? bagus gak?" tanya Damar sembari melihat ke arah cincin yang berada di jemari tangan Alena. Seketika Alena pun langsung menoleh ke arah Damar lalu melepas cincin yang sedang di coba nya itu.
Alena pun mengangguk sembari tersenyum "iya, cincin ini bagus kok, pasti cocok deh di tangan Dia!" jawab Alena sembari memberikan cincin tersebut pada Damar. Lalu Damar pun tersenyum sembari menerima cincin yang di berikan oleh Alena.
"yaudah, kalo gitu gue beli yang ini!" ucap Damar pada Alena lalu Ia menoleh ke arah karyawan toko perhiasan emas tersebut.
"mbak, bungkus yang ini ya trus sekalian di kasih juga kotak emas nya mbak!" ucap Damar pada karyawan toko tersebut. Karyawan itu pun mengangguk sembari tersenyum lalu segera membungkus cincin yang di beli oleh Damar.
Saat itu Alena hanya terdiam dan tidak bicara apapun ketika melihat raut wajah Damar yang terlihat senang. Entah kenapa Alena merasa sedikit kecewa setelah mengetahui kalau Damar membeli cincin itu untuk orang yang spesial.
"apa sih yang gue harepin, lagi pula kan Damar beli cincin itu buat pacar nya trus kenapa gue kesel!" (batin Alena terus bergumam).
Lalu Damar menepuk pelan pundak Alena hingga membuat lamunan nya membuyar karena terkejut. Ia pun langsung menoleh ke arah Damar yang sedang tersenyum pada nya.
"na, lu kenapa bengong?" tanya Damar tersenyum. "yuk, kita pergi ke restoran nyusul Tiara ama Rifki, mereka berdua udah nungguin kita di sana!" sambung nya lagi sembari menggandeng tangan Alena lalu berjalan keluar dari toko perhiasan tersebut.
Alena hanya terdiam sembari memperhatikan Damar yang berada di depan nya. Saat itu Damar masih menggandeng tangan nya sampai ke tempat restoran yang di tuju. Tidak ada tanda-tanda penolakan dari Alena. Ia hanya mengikuti langkah kaki Damar yang berjalan membawa nya pergi menuju restoran.
Setelah sampai di restoran yang di maksud, Damar langsung menghampiri Tiara dan juga Rifki yang sedang duduk di kursi restoran tersebut. Rupa nya mereka sudah menunggu kedatangan Damar dan Alena di sana. Damar dan Alena langsung duduk bergabung bersama mereka berdua.
"lama banget lu Dam? gue kan udah laper!" ucap Tiara melihat ke arah Damar.
"iya iya maap, tadi gue sama Alena tuh lagi bingung milih-milih cincin yang cocok!" jawab Damar. "yaudah mendingan langsung pesen aja ra!" sambung nya lagi sembari melihat buku menu di restoran tersebut, tidak lama kemudian Alena meminta izin untuk pergi ke toilet.
__ADS_1
"sorry ya, gue harus pergi ke toilet sebentar!" ucap Alena sembari melihat ke semua teman-teman nya.
"yaudah sono, jan lama-lama na!" saut Tiara lalu kembali fokus lagi memilih menu makanan yang di inginkan nya. Alena pun langsung berjalan pergi menuju toilet di restoran tersebut.
*****
Saat berada di dalam toilet, Alena bercermin di depan cermin besar yang berada di dalam toilet restoran tersebut. Ia memandangi diri nya sendiri di depan cermin, lalu kedua mata nya mulai memerah seperti ingin menangis. Air mata nya pun langsung jatuh mengenai pipi nya, Ia pun menyeka air mata nya.
"kenapa ya hati gue rasa nya sakit banget pas tau kalo Damar mau ngelamar cewek nya?" ucap Alena yang bercermin sembari menyentuh dada nya kiri nya.
Lalu kedua tangan nya menepuk pelan kedua pipi nya "sadar Alena sadar... elu itu bukan siapa-siapa nya Dia, lagian juga kan lu udah pernah nolak Dia waktu itu!" ucap Alena lagi. "apa mendingan gue pergi aja ya dari sini?, iya bener... gue pergi aja deh!" sambung nya lagi yang terus saja berbicara melihat ke depan cermin.
Setelah itu, Alena diam-diam pergi meninggalkan Damar dan juga teman-teman nya yang tengah duduk di kursi restoran tersebut.
"maafin gue ya temen-temen, kalo gue harus pergi dari sini ninggalin lu semua, sekali lagi maaf!" (ucap batin Alena).
***
Kedua mata Damar terlihat mengitari seluruh isi restoran tersebut. Bukan ingin memesan makanan, melainkan Ia sedang mencari Alena yang sedari tadi belum juga terlihat wujud nya.
Damar merasa ada yang janggal, lalu tangan nya tak henti-henti nya mengeletuk meja restoran dengan jemari tangan nya hingga membuat Tiara dan Rifki memperhatikan nya.
"Dam, lu kenapa sih? muka lu kek tegang gitu!" ucap Tiara yang memperhatikan Damar.
"ini ra, kenapa Alena gak nongol-nongol ya?, ini udah 1 jam loh ra kita nungguin Dia!" ucap Damar yang mulai khawatir. "gue takut nya Dia kenapa-kenapa nih ra!" sambung nya lagi dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
"iya juga sih... mana ya Alena?" ucap Tiara melihat sekitar. "yaudah gih Dam, mendingan lu susulin Dia, gue sama Rifki nungguin elu disini, ya kan ki?" sambung nya lagi sembari melihat ke arah Rifki.
__ADS_1
"iya Dam bener, gue ama Tiara nungguin lu aja disini, coba sana lu cek Alena!" saut Rifki menyuruh Damar pergi.
"yaudah deh kalo gitu, bentar ya gue liat Alena dulu!" ucap Damar lalu berjalan pergi menuju toilet restoran tersebut.
Saat itu Damar terlihat berdiri di dekat toilet tersebut untuk menunggu Alena yang masih berada di dalam toilet. Beberapa kali Ia hanya melihat wanita yang berbeda keluar masuk dari dalam toilet tersebut. Dan tidak lama kemudian, ada seorang wanita yang menegur Damar.
"mas maaf, lagi nunggu siapa?" tanya wanita yang baru saja keluar dari dalam toilet.
"ini bu, saya lagi nungguin pacar saya yang masih ada di kamar mandi, tapi belum keluar juga!" jawab Damar.
"lah... tapi mas di dalam kamar mandi tuh udah gak ada siapa-siapa lagi mas, saya orang terakhir yang pake kamar mandi nya!" ucap wanita tersebut.
"hah? masa sih bu?" tanya Damar yang terkejut.
"iya, kalo gak percaya coba aja mas masuk kedalam!" ucap wanita itu lagi. "yaudah mas saya permisi dulu, mari!" sambung lagi wanita tersebut lalu pergi.
Karena merasa penasaran, Damar pun langsung masuk ke dalam toilet restoran tersebut. ternyata benar, Alena sudah tidak berada di dalam toilet. Ia langsung pergi keluar untuk mencari Alena.
Damar segera menghampiri Tiara dan juga Rifki yang tengah duduk mengobrol di kursi restoran. Ia memberitahu pada mereka berdua kalau Alena tidak ada di toilet. Sontak hal itu membuat Tiara dan Rifki sedikit terkejut. Tiara langsung bangun dari tempat duduk nya.
"lah... Alena pergi kemana?" tanya Tiara yang terkejut. Lalu Tiara langsung menelfon Alena, namun ponsel nya tidak bisa di hubungi. Hal itu makin membuat Damar merasa khawatir akan keberadaan Alena yang saat ini entah dimana.
"ra, ayo kita cari Alena sekarang, gue khawatir banget sama Dia!" ucap Damar yang panik lalu bergegas pergi.
Dengan cepat Tiara dan juga Rifki langsung bergegas mengikuti langkah kaki Damar yang berjalan keluar untuk mencari Alena.
"Alena, lu dimana sekarang? , please jangan bikin gue khawatir!" (ucap batin Damar).
__ADS_1