Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 22


__ADS_3

Alena pun berjalan mendekat ke arah Damar, Alena menatap Damar dengan tatapan jutek nya. setelah itu Alena menoleh ke arah Tiara yang tengah duduk dengan Rifki.


"ra, kok Damar bisa ada disini?" tanya Alena kesal pada Tiara


"emm... itu na.." belum sempat menjawab, Damar langsung menjawab pertanyaan Alena.


"kenapa? emang nya gak boleh?..." tanya balik Damar dengan melihat Alena. "lagian kan ini tempat umum, siapa aja boleh dong dateng kesini, iya kan?!" sambung nya dengan mempertegas Alena.


Alena langsung menoleh ke arah Damar dengan tatapan jutek nya namun Damar tidak memperdulikan tatapan jutek Alena, justru Ia tersenyum pada Alena. perlahan-lahan Damar sudah mulai terbiasa dengan sikap dingin Alena pada nya.


Alena pun duduk di samping Tiara lalu Ia memberikan sebotol air mineral untuk Tiara, karena Alena tahu kalau Tiara memang haus. setelah itu Damar juga ikut duduk di samping Alena, Alena langsung menoleh ke arah Damar dengan sinis.


tidak lama kemudian, Rifki mengajak Tiara untuk ikut pergi dengan nya membeli sepatu di area sekitar tempat nya jogging, dengan senang hati Tiara menuruti ajakan Rifki. lalu mereka berdua langsung pergi meninggalkan Damar dan juga Alena yang tengah duduk di kursi besi dekat taman tersebut.


Alena terlihat sedikit kesal saat Tiara pergi meninggalkan nya dengan Damar. saat Alena ingin pergi dari tempat duduk nya tiba-tiba saja tangan nya di tarik pelan oleh Damar hingga membuat nya langsung menoleh ke arah nya.


"lu mau pergi kemana? gue ikut dong!" tanya Damar penasaran


"apaan si, gue mau pergi kemana kek bukan urusan lu, lepasin gak tangan gue?!" jawab Alena yang berusaha melepaskan tangan nya dari pegangan tangan Damar. "jangan kurang ajar ya Damar, lepasin gak?!... atau gue bakal teriak nih!" sambung nya mengancam Damar.


bukan nya takut, Damar malah tertawa saat melihat wajah panik Alena hingga membuat nya sedikit bingung dengan tawaan Damar.


"teriak aja gih, silahkan!..." jawab Damar dengan senyuman. "lagian juga ya gue tuh gak pernah takut sama orang na, yang ada gue bakal bilang sama semua orang di sini kalo sekarang pacar gue ini lagi ngambek sama gue, gimana? lu mau?" sambung nya meledek Alena lalu tertawa.


"gila lu!... dasar psikopat!, lepasin gak tangan gue?" ucap Alena dengan kesal. "Damar!... lepas!" sambung nya lalu mencubit tangan Damar yang masih menggenggam nya.

__ADS_1


"aaww!...iya iya nih gue lepas!" ucap Damar melepas tangan Alena.


"udah gue bilang kan waktu itu sama lu, jangan pernah deket-deket sama gue, budeg lu ya?" ucap Alena kesal. "mau lu tuh apa si Dam sebenernya?" sambung Alena bertanya pada Damar.


"haha... gue gak budeg na, parah nih kalo ngomong, gue cuma mau berteman aja kok sama lu, boleh kan kita jadi temen baik?" jawab Damar yang bertanya balik pada Alena dengan menyodorkan tangan nya ke arah Alena untuk berjabatan tangan.


Alena tertegun sebentar, Ia menatap tangan Damar yang sudah menyodorkan tangan nya ke arah nya.


"tenang aja na, gue gak ada niat jahat kok sama lu kan gue bukan psikopat, gue minta maap deh kalo sikap gue tadi agak lancang sama lu!" ucap Damar yang menunggu tangan Alena untuk menerima sodoran tangan nya.


"bener lu gak ada niat jahat sama gue?, awas aja kalo sampe macem-macem sama gue!" tanya Alena dengan curiga


"astagfirullah... iya na, ngapain si gue jahat sama lu na, jadi gimana nih? temenan?" ucap Damar tersenyum lalu bertanya balik pada Alena.


"oke.. kita temenan!" ucap Alena yang tersenyum lalu menerima sodoran tangan Damar, mereka berdua akhirnya berjabatan tangan.


Damar pun langsung tersadar, setelah itu Damar mengajak Alena untuk melanjutkan jogging nya, Alena pun menerima ajakan Damar. saat itu mereka berdua lari pelan dan beriringan, terlihat Damar begitu antusias dan semangat lari pagi nya hingga membuat Alena tertinggal di belakang nya. dengan cepat Alena langsung menyusul Damar di depan nya.


setelah berlari beberapa menit, Damar mengajak Alena untuk duduk istirahat sebentar di sebuah kursi. Damar menyeka keringat yang keluar dari tubuh nya, saat itu Alena memperhatikan Damar yang berada di samping nya, lalu perlahan-lahan kedua mata nya mengarah pada lengan Damar yang terlihat sedikit berotot.


"kek nya Dia rajin olahraga deh, lengen nya aja ampe berotot gitu!" (ucap batin Alena)


saat itu Damar hanya memakai kaos hitam tanpa lengan dan celana pendek selutut hingga terlihat otot-otot nya, lalu Damar menyadari kalau Alena sedang memperhatikan nya, Ia pun menoleh ke arah Alena.


"na, lu kenapa?" tanya Damar

__ADS_1


"hah?... engga kok, gue gak kenapa- napa!" jawab Alena singkat. "bentar ya gue mau telfon Tiara dulu!" sambung nya lalu berjalan pergi menjauh dari Damar.


saat itu Damar memperhatikan Alena yang tengah menelfon Tiara dari kejauhan, lalu Ia tersenyum sendiri saat melihat Alena. tiba-tiba saja ada wanita cantik yang datang menghampiri nya, Dia mengajak Damar untuk berkenalan lalu mereka mengobrol dengan seru nya.


saat Alena menoleh ke arah Damar, Ia sedikit terkejut melihat Damar di temani oleh wanita cantik yang duduk di samping nya. Alena pun langsung segera berjalan menghampiri Damar yang tengah asik mengobrol dengan wanita cantik yang tidak Ia kenali.


"Damar!" ucap Alena


Damar langsung menoleh ke arah Alena yang memanggil nya, dan juga wanita yang sedang duduk di samping Damar. Alena pun langsung memasang wajah jutek dan sinis nya pada wanita yang duduk di samping Damar.


"kenapa na?" tanya Damar


"gak papa, tadi nya gue mau minta tolong sama lu, tapi gue liat kek nya lu lagi sibuk!" jawab Alena sembari melihat ke arah wanita yang duduk di samping Damar.


"hah? engga kok na santai aja kali!" ucap Damar


"oh... ini pacar kamu ya?" tanya wanita yang duduk di samping Damar


"hah?... bukan kok, Dia temen gue nama nya Alena!" jawab Damar dengan tersenyum pada wanita tersebut. melihat Damar bersikap ramah pada wanita itu membuat Alena menjadi kesal.


"oh... kirain pacar nya, yaudah mana mas nomer nya?" jawab wanita itu sembari mendekatkan diri nya pada Damar, lalu Alena menatap kesal Damar dan wanita itu yang tengah asik bertukar nomor telfon.


"maap deh kalo ganggu, gue pergi dulu permisi!" ucap Alena lalu pergi meninggalkan Damar yang tengah duduk bersama wanita itu.


"na!...Alena!..." pekik Damar

__ADS_1


saat itu Damar bingung dengan sikap Alena yang tiba-tiba terlihat kesal pada nya, padahal Ia merasa sikap Alena tadi baik-baik saja. lalu Damar pun langsung segera menyusul Alena yang sudah berjalan jauh meninggalkan nya.


__ADS_2