Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 24


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Pagi itu kedua orang tua nya Damar dan juga adik nya yang bernama Putri tengah sarapan pagi di meja makan. Lalu pak Joko bertanya pada istri nya yang bernama ibu Asih, ibu nya Damar.


"bu, Damar mana? kok tumben sih bocah itu gak keliatan?" tanya bapak nya Damar. "emang nya Dia gak berangkat kerja apah!" sambung bapak nya lagi.


"ibu juga gak tau pak, mungkin masih tidur kali, coba ya ibu liat dulu di kamar nya!" jawab ibu nya Damar lalu berjalan menuju kamar Damar. Setelah berada di depan pintu kamar Damar, ibu nya langsung mengetuk pintu kamar Damar yang masih tertutup.


"tok!..tok!...tok!..." suara ketukan pintu yang di ketuk ibu nya Damar.


"Damar!!" teriak ibu Asih yang memanggil Damar dari luar kamar nya sembari terus mengetuk pintu kamar nya. Sudah beberapa kali ibu nya mengetuk pintu dan memanggil nama nya namun Damar tak kunjung menjawab panggilan ibu nya itu.


Karena merasa penasaran akhir nya ibu nya Damar memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar Damar, saat itu ibu nya Damar melihat Damar masih tertidur pulas di atas kasur. Tanpa ragu lagi ibu nya langsung menghampiri Damar lalu menepuk-nepuk tubuh Damar agar Ia bangun dari tidur nya.


"Damar, bangun... emang kamu gak berangkat kerja?" tanya ibu nya Damar. "ini udah mulai siang!" sambung nya lagi di sela tepukan tangan nya.


"Damar gak enak badan bu, jadi hari ini gak berangkat kerja dulu!" jawab Damar yang masih memejam kan mata nya lalu membuka perlahan. Ia pun bangun dari tidur nya. Setelah itu ibu nya langsung menyentuh dahi Damar untuk memastikan kalau Damar tidak berbohong. Saat di sentuh oleh ibu nya ternyata benar dahi dan tubuh nya terasa panas.


"badan kamu panas banget, ayo berobat ke dokter sekarang!" ucap ibu Asih yang panik sembari memegangi tangan Damar.


"iyaudah bu tapi nanti, sekarang aku mau telfon Rifki dulu!" jawab Damar sembari merebahkan kembali tubuh nya di atas kasur.


"yaudah, kalo gitu ibu buatin bubur dulu buat kamu!" jawab ibu nya Damar lalu pergi keluar dari kamar nya.


lalu Damar meraih ponsel nya yang berada di atas meja tepat di samping kasur nya. Damar langsung menelfon Rifki untuk meminta tolong pada nya agar Rifki memberitahu pada atasan nya bahwa saat ini Ia sedang sakit.


Setelah itu Damar meletakan kembali ponsel nya di atas meja dan langsung melanjutkan tidur nya.

__ADS_1


..


..


..


Saat itu Alena dan Tiara terlihat tengah fokus mengerjakan pekerjaan mereka, lalu beberapa menit kemudian Riska datang menghampiri Alena yang tengah fokus duduk di depan komputer. Riska membawa beberapa lembar kertas yang di suruh oleh atasan nya untuk memberikan nya pada Alena.


"na, ini ada 10 lembar kertas resi dari atasan, lu di suruh cek kin semua nama sama alamatnya buat pengiriman barang nya nanti ke customer!" ucap Riska yang berdiri di depan Alena sembari membawa lembar kertas tersebut.


Lalu Alena menatap Riska yang berada di depan nya dengan tatapan yang sedikit jutek. "yaudah, taro aja di situ!" jawab Alena singkat sembari memberi kode mata untuk meletakan kertas tersebut di meja nya. Lalu Riska pun meletakan beberapa lembar kertas resi tersebut di atas meja Alena.


sementara Tiara hanya memperhatikan sikap Alena pada Riska yang terlihat agak berbeda. Tiara merasa kalau sikap Alena pada Riska sedikit jutek. Setelah itu Riska mengeluarkan ponsel nya lalu menyodorkan nya pada Alena yang tengah duduk di depan komputer.


"oh iya, gue minta nomor lu dong, boleh gak?" tanya Riska yang sudah menyodorkan ponsel nya di depan Alena.


Tanpa ambil pusing Ia pergi dari hadapan Alena untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya juga.


Setelah Riska sudah pergi, Tiara langsung menepuk pelan pundak Alena yang duduk di samping nya. lalu Ia menegur sikap Alena barusan pada Riska.


"na, tadi gue liat lu jutek banget si sama Riska?" tanya Tiara. "emang nya Dia udah buat kesalahan ya sama lu?" sambung nya lagi yang penasaran dengan sikap Alena.


Alena hanya diam saja menghadap ke arah komputer sembari fokus melakukan pekerjaan nya. membuat Tiara sedikit kesal dengan Alena yang cuek pada nya.


"na?... kebiasaan nih, orang nanya tuh ya di jawab dong, diem bae lu udah kek orang bisu!" tanya Tiara lagi dengan nada sedikit tinggi. Setelah itu Alena pun menoleh ke arah Tiara.


"apa'an si ra? kerjaan gue tuh lagi banyak nih, ngobrol nya nanti kek!" saut Alena lalu kembali melanjutkan aktifitas nya.

__ADS_1


Tiara pun menarik nafas lalu membuang nya lewat mulut. "dasar gila kerja lu na!" ucap Tiara sembari melihat ponsel nya. Lalu Tiara terkejut ketika melihat pesan singkat dari Rifki.


πŸ“©"sayang, maaf ya nanti aku gak bisa jemput kamu dulu, soal nya aku mau ke rumah Damar, Dia lagi sakit sekarang jadi aku mau jenguk Dia dulu, aku sayang kamu 😘" (Rifki)


Lalu Tiara menoleh ke arah Alena dan Ia langsung memberitahu Alena bahwa Damar sedang sakit saat ini.


"na, barusan Rifki ngirim sms ke gue trus kata nya sekarang Damar lagi sakit!" ucap Tiara pada Alena. "ayo na, nanti pulang kerja kita ke rumah Damar yuk, jenguk Dia!" sambung nya lagi.


"hah? sakit?... terus apa hubungan nya ama gue?" ucap Alena dengan wajah datar nya sembari terus melanjutkan aktifitas nya.


"na, jahat lu ngomong begitu, gimana pun juga Damar itu temen kita na!" ucap Tiara sedikit kesal. "lu gak kasian apah sama Damar?, tega lu!" sambung nya lagi bertanya pada Alena.


Alena tertegun sebentar mendengar ucapan Tiara, sebenar nya Ia juga tidak tega ketika mendengar kabar kalau Damar sakit. Namun Alena hanya bisa menutupi hal tersebut, Ia malah bersikap seolah-olah tidak peduli pada Damar, padahal kenyataan nya Ia peduli pada Damar.


"na?... Alena?... lu ngapa jadi bengong si, ayo nanti jenguk Dia!" ucap Tiara yang menepuk pundak Alena hingga membuat nya langsung menoleh ke arah Tiara.


"iya iya, nanti kita jenguk Dia, bawel banget lu!" jawab Alena sedikit kesal. Setelah itu Tiara hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya.


Setelah jam kerja telah selesai, mereka berdua pun langsung pergi kerumah Damar. Tiara yang mengendarai motor Alena, karena memang Dia yang tahu di mana rumah Damar.


beberapa menit kemudian, Alena dan Tiara sampai di depan rumah Damar. Tiara langsung mengucapkan salam, lalu adik nya Damar menjawab salam Tiara sembari berjalan keluar dari rumah nya.


"iya kak, cari siapa ya?" tanya Putri yang langsung membuka pintu gerbang rumah nya.


"cari Damar, saya temen nya!" jawab Tiara


"oh... ayo kak masuk, kebetulan kak Damar baru aja pulang dari tempat berobat!" ucap Putri yang menyuruh Alena dan Tiara untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"kenapa gue jadi deg deg kan gini si, tenang Alena... tenang, cuma ngeliat kondisi Damar doang kok!" (ucap batin Alena)


__ADS_2