Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 19


__ADS_3

Setelah selesai menerima panggilan telfon, Damar kembali dengan raut wajah yang terlihat sedikit panik.


"sorry nih, gue harus cabut sekarang!" ucap Damar yang panik


"lu mau kemana, Dam?" tanya Tiara


"gue mau pergi ke rumah sakit dulu!"


"ki, ayo ki lu ikut gue ke rumah sakit sekarang!" ucap Damar


"emang siapa si Dam yang sakit?" tanya Rifki bingung


"udah lu ikut aja ayo nanti gue jelasin!" ucap Damar panik


"iya iya bentar, Dam!" ucap Rifki


(flashback on)


saat itu Riska menelfon Damar untuk memberitahu nya bahwa ibu nya mengalami kecelakaan saat berjualan di pinggir jalan, Damar pun terkejut saat mendengar ibu nya Riska kecelakaan.


πŸ“ž"hiks...hiks...Damar!" (suara Riska menangis)


"Riska lu kenapa? kok lu nangis?" tanya Damar bingung


πŸ“ž"Dam, ibu gue abis di tabrak motor trus sekarang ibu gue ada di ruang UGD rumah sakit ****, gue mau minta tolong lu dateng kesini ya Dam sekarang, gue mohon!" ucap Riska


"iya iya Ris, gue dateng kesana sekarang, lu tunggu aja ya!" ucap Damar


πŸ“ž"thanks ya, Dam!" ucap Riska


(flashback off)


Damar pun langsung pergi dengan terburu-buru di ikuti dengan langkah kaki Rifki di belakang nya, saat itu Alena dan Tiara bingung dengan sikap Damar yang terlihat panik begitu. karena penasaran Tiara pun mengajak Alena untuk segera mengikuti Damar dan juga Rifki yang sudah pergi lebih dulu.


"na, ayo na ikutin mereka ke rumah sakit, gue penasaran nih siapa si yang sakit!" ucap Tiara yang menarik tangan Alena


"ih mau ngapain si? biarin aja udah dia ke rumah sakit, gak usah kepo deh ra!" jawab Alena menolak


"udah na ayo ikut gue sekarang, buru!" ucap Tiara yang menarik paksa tangan Alena


dengan terpaksa Alena akhirnya ikut pergi bersama dengan Tiara untuk mengikuti Damar dan juga Rifki dari belakang dengan jarak yang jauh, saat itu Damar dan Rifki tidak menyadari bahwa mereka di ikuti oleh Tiara dari belakang.

__ADS_1


setiba nya di rumah sakit besar di Jakarta, Damar dan Rifki langsung masuk ke dalam rumah sakit. lalu Damar bertanya pada salah satu perawat yang bertugas, ia menanyakan lokasi ruangan UGD. setelah Damar mengetahui ruangan yang di tuju, ia langsung bergegas pergi untuk melihat kondisi ibu nya Riska.


"Dam, siapa si yang sakit?" tanya Rifki


"ibu nya Riska ki abis di tabrak motor trus sekarang lagi di UGD!" jawab Damar


"ya allah, trus gimana kondisi nya?" tanya Rifki


"gue juga belom tau ki!" jawab Damar


..


..


selang beberapa menit kedatangan Damar dan Rifki di rumah sakit, Alena dan Tiara pun tiba juga di rumah sakit tersebut. mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah sakit lalu Tiara bertanya pada salah satu perawat yang bertugas.


"misi mbak mau nanya dong, mbak tadi ngeliat dua cowok gak dateng kesini barusan? orang nya tuh ganteng, tinggi trus pake kaos warna item!" tanya Tiara


"oh... mas yang barusan tadi dateng ya, itu mbak Dia barusan pergi ke ruangan UGD di sebelah sana!" jawab perawat tersebut sambil menunjukan arah


"oh... makasih ya mbak!" jawab Tiara


setelah itu mereka berdua pergi untuk mencari Damar dan juga Rifki yang pergi ke ruangan UGD. beberapa menit kemudian, Alena dan Tiara melihat mereka berdua dari kejauhan. terlihat Damar dan Rifki sedang duduk di kursi dekat ruang UGD bersama dengan seorang wanita, Alena dan Tiara pun langsung menghampiri mereka.


lalu Damar menoleh ke arah yang memanggil nya, ia terkejut dan langsung bangun dari tempat duduk nya saat melihat Tiara dan Alena yang datang menyusul nya ke rumah sakit.


"ra, lu ngapain ke sini?" tanya Damar


"gue cuma pen tau aja siapa si yang sakit?" jawab Tiara


"nih ibu nya Riska abis di tabrak motor tapi orang nya kabur!" jawab Damar


"ya allah, trus gimana keadaan ibu nya?" tanya Tiara lagi


"belom tau, lagi di tanganin dokter!" jawab Damar


saat itu Alena hanya diam memperhatikan Damar dengan wanita yang duduk di samping nya itu yang terlihat tidak asing, Damar pun menatap Alena dengan lembut namun Alena langsung membuang muka ke arah samping.


"ra, gue mau keluar bentar ya!" ucap Alena


"iya udah gih, ntar balik kesini lagi ya na?" tanya Tiara

__ADS_1


"iya ra..." ucap Alena


Alena pun langsung pergi meninggalkan mereka semua di depan ruang UGD, Damar hanya memperhatikan sikap Alena yang aneh. Damar pun pergi juga untuk mengikuti Alena yang baru saja pergi keluar.


sementara Tiara dan Rifki duduk di samping Riska yang sedang menangis, Tiara berusaha untuk menenangkan hati Riska yang tengah sedih. saat itu Tiara terus menatap wajah Riska yang terlihat tidak asing, Tiara merasa seperti pernah bertemu dengan nya namun ia lupa dimana bertemu nya.


"kek nya gue pernah liat ni cewek deh, tapi dimana ya?" (ucap batin Tiara)


Tiara pun berusaha untuk mengingat-ingat kembali wajah Riska yang terlihat tidak asing itu, tidak lama kemudian Tiara pun baru mengingat nya.


"eh, gue kek pernah ketemu sama lu deh di kantin kantor, ya nggak sih?" Tiara pada Riska


"iya, gue juga ngerasa kek pernah ketemu sama lu, kebetulan gue karyawan baru yang di pindah tugasin di cabang B!" jawab Riska


"oh iya pantesan ge muka lu gak asing, gue kan karyawan di cabang B!" jawab Tiara


"oh... makasih ya udah mau dateng kesini!" ucap Riska


"iya, sama-sama!" jawab Tiara


mereka pun mengobrol sambil menunggu dokter yang sedang menangani ibu nya di dalam ruangan UGD.


..


..


sementara itu Damar mengejar Alena yang berjalan dengan terburu-buru, lalu Damar menarik tangan Alena hingga membuat Alena terkejut. saat itu dengan cepat Alena langsung melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Damar.


"lu ngapain si ngebuntutin gue?" tanya Alena kesal


"ya gue cuma mau nemenin elu doang kok na, emang gak boleh?" jawab Damar yang bertanya balik


"nggak! , gue kan udah pernah bilang sama lu jangan pernah deketin gue!" ucap Alena ketus


"emang kenapa si na?, segitu nya ya lu benci sama gue?" tanya Damar


"gue gak pernah benci sama lu, Dam!" jawab Alena


"ya trus kenapa gue gak boleh deket sama lu? kasih gue alesan yang logis na?" tanya Damar


"lu gak perlu tau alesan nya, tapi yang jelas jangan pernah temuin gue lagi Dam!" jawab Alena

__ADS_1


lalu Alena langsung pergi meninggalkan Damar, tiba-tiba saja tangan Alena di tarik oleh Damar hingga membuat nya terkejut dan jatuh ke pelukan Damar, saat itu mereka berdua saling bertatapan mata.


__ADS_2