
Riska menunggu Rayhan di area parkiran saat jam kerja telah usai, semua karyawan keluar dari ruangan kerja masing masing. Dan tak lama, Rayhan pun muncul di dekat pintu keluar kantor, Rayhan berjalan menuju ke arah parkiran motor nya. Dengan cepat, Riska langsung menghampiri Rayhan yang ingin beranjak pergi dengan motor nya.
Riska meraih tangan Rayhan tuk menahan nya pergi dari sana. Spontan Rayhan pun menoleh ke arah samping nya. "Riska?" ucap nya heran.
"Han, ada yang mau gue tanyain sama lu, boleh gue minta waktu lu sebentar?"
Rayhan terdiam sejenak sebelum akhir nya Ia mengangguk mau, Riska pun tersenyum lalu mengajak Rayhan untuk duduk di kursi yang berada dekat dengan area parkiran. Rayhan tak menatap ke arah Riska, Rayhan hanya terdiam dengan pandangan mata fokus ke arah parkiran.
"Lu mau ngomong apa'an, Ris?" Rayhan menoleh sekilas lalu kembali ke arah depan.
Dengan ragu, Riska pun memberanikan diri untuk bertanya pada Rayhan. Karena jika tidak, Ia akan merasa salah paham terus menerus pada nya. "Emm... Han, tolong ya jawab pertanyaan random gue ini, lu udah punya pacar, Han?"
Seketika Rayhan langsung menoleh menatap Riska dengan heran. "Ris, kenapa tiba tiba lu nanya kayak gitu si?"
"Sorry Han, tapi tolong jawab aja"
"Lu aneh deh, Ris" Rayhan enggan menjawab pertanyaan yang di tanyakan oleh Riska. Karena menurut nya percuma saja jika Ia menjawab pertanyaan Riska. Yang Rayhan tahu, Riska masih menyukai sepupu nya, yaitu Damar. "Sorry nih, gue buru buru, Ris!" sambung nya lalu beranjak pergi, namun dengan cepat Riska meraih Rayhan dengan cara memegang tangan nya.
"Jawaban lu itu penting buat gue, Han tolong jawab!" Riska merengek meminta jawaban Rayhan. "Apa ada orang spesial di hati lu, Han?" sambung nya lagi.
Riska hanya ingin mengetahui soal perasaan Rayhan terhadap diri nya, apa kah benar yang di katakan oleh Tiara? atau Tiara telah berbohong? entah lah, inti nya saat ini Riska hanya ingin mengetahui pasti perasaan Rayhan yang sebenarnya.
Rayhan duduk kembali seraya menatap lekat kedua mata Riska. "Iya Ris, sebenar nya ada orang spesial di sini"
Saat mendengar Rayhan berbicara, tiba tiba saja jantung Riska berdegub kencang tak karuan, rasa penasaran Riska menggebu gebu, Riska menatap Rayhan dengan fokus. "Siapa, Han?" Riska mendekatkan tubuh nya, Riska berusaha untuk tetap tenang, namun jantung nya tak bisa di ajak berteman, rasa nya mau copot dari tempat nya. "Dia kerja di sini?" tanya nya lagi penasaran.
"Iya" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Rayhan.
__ADS_1
"Siapa?" Riska makin di buat frustasi karena menunggu jawaban jelas dari Rayhan. "Siapa orang spesial yang lu maksud, Han?"
"Emm.... inisial nya 'R' pokok nya!"
Rayhan makin membuat Riska frustasi, pasal nya ada banyak wanita di kantor nya yang berinisial "R". Contoh nya ada Rani, Revina, Rini, dan R lain nya. Namun seperti nya Riska sudah bisa menebak nya, lalu apa kah Tiara telah berbohong? entah lah, tapi yang jelas Ia bisa menduga wanita yang di sukai oleh Rayhan.
"Oh... Rani ya? ponakan nya pak Fandi, iya si dia emang cantik"
Rayhan bingung, mengapa Rani? bukan kah Rani sudah mau menikah? apa kah Riska tak tahu soal kabar pernikahan Rani? entah lah, yang jelas inisial "R" yang di maksud Rayhan bukan lah Rani.
"Kok Rani si? bukan!" tolak Rayhan dengan nada tegas. "Inisial R yang gue maksud itu bukan Rani" sambung nya.
"Terus siapa kalo bukan Rani? bukan nya lu pernah jalan bareng sama Dia ya?"
"Dih, kapan?"
"Ris, gue sama Rani tuh cuma temen doang, lagian juga Rani kan udah mau nikah sama calon nya, emang lu gak dapet undangan?"
"Hah? masa? kok gue gak tau si?"
"Yaelah, lu ketinggalan berita" ledek Rayhan. Lalu Rayhan menggenggam tangan Riska seraya menatap nya. "Ris, inisial R yang gue maksud di sini itu ya elu, Ris. Gue suka sama lu" sambung nya lagi.
Riska sedikit terkejut, rupa nya benar yang di katakan oleh Tiara kalau Rayhan memang menyukai diri nya. Riska tak bisa berkata apa apa, Ia hanya terdiam menatap Rayhan dengan wajah haru.
"Han, gue-"
"Iya gue tau kok Ris, lu gak perlu jawab apa apa!" tukas Rayhan saat mendengar ragu mulut Riska berucap. "Yang jelas gue udah ngungkapin isi hati sama perasaan gue ke elu Ris, lu bebas nolak gue, gue gak bakal maksa elu buat bales perasaan gue kok, lu tenang aja!" sambung nya.
__ADS_1
"Han, gue kan belom jawab apa apa. Emang lu tau bakal di tolak?"
"Iya lah tau, soal nya kan selama ini lu suka banget tuh sama Damar sampe gagal move on kan?" Rayhan sedikit frontal, mengingat memang benar dahulu Riska begitu bodoh menyukai Damar, bahkan saat Damar sudah menikah pun, Riska masih menyukai Damar.
"Han, sebener nya perasaan suka gue sama Damar tuh udah lama ilang, gue udah bisa move on, gue udah berhasil ikhlasin Damar sama Alena, Han!" jelas Riska.
"Masa? kok bisa?" tanya Rayhan bingung
Sebenar nya selama ini Rayhan telah salah paham terhadap Riska, Rayhan pikir kalau Riska masih menyimpan rasa suka pada Damar. Padahal tidak, Riska sudah berhasil melupakan rasa suka nya pada Damar, itu semua berkat kehadiran Rayhan.
"Iya, itu semua karna kamu, Han" jelas Riska lalu merangkum wajah Rayhan. "Kamu udah berhasil bikin aku jatuh cinta sama kamu" Riska menatap Rayhan, begitu juga dengan Rayhan.
Rayhan tersenyum. "Apa? aku gak denger Ris kamu bilang apa tadi?" Rayhan berpura pura tak mendengar perkataan Riska agar Riska mengulang kembali perkataan nya itu.
Riska menoleh ke arah kanan dan kiri nya, di lihat nya lagi dengan teliti, memastikan tak ada orang di area parkiran, parkiran terlihat sepi. Gerak gerik aneh Riska terangkap oleh Rayhan, Rayhan memasang wajah bingung nya kala melihat Riska seperti maling yang sedang bersembunyi.
"Ris, ada apa si?" tanya Rayhan lagi.
Dengan cepat, Riska pun langsung mencium pipi Rayhan hingga membuat nya terkejut. Tubuh Rayhan mematung, kedua mata nya membulat sempurna. Rayhan mengerjapkan kedua mata nya beberapa kali karena reaksi terkejut nya.
"Makasih buat semua nya ya Han, anggep aja tadi itu hadiah dari aku karna kebaikan kamu selama ini, aku sayang sama kamu, Rayhan" ucap Riska yang hanya di balas Rayhan dengan senyuman dan tatapan mata lembut nya saja.
Sejak Riska bertemu dengan Rayhan, hidup Riska mulai di penuhi oleh warna, Riska jadi tak merasa kesepian atau pun sendiri lagi. Setiap Riska mengalami kesusahan, Rayhan selalu ada dan membantu diri nya, bahkan saat Riska sedang menangis pun, Rayhan dengan lembut nya menenangkan Riska.
Dari situ lah perasaan Riska mulai muncul, Riska diam diam menyukai Rayhan, namun saat Riska melihat kedekatan Rayhan dengan Rani di kantin cukup membuat Riska sakit hati, Ia jadi ragu menyukai Rayhan. Sebisa mungkin Riska menghindari Rayhan, bahkan berupaya menjauhi Rayhan, hingga lama kelamaan hubungan dari kedua nya mulai merenggang.
Namun semua kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka sudah jelas, tidak ada yang salah dengan kedua nya, hanya saja mereka terlalu pengecut untuk mengungkapkan isi hati mereka.
__ADS_1