Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 25


__ADS_3

Alena dan Tiara berjalan masuk ke dalam rumah Damar, mereka berdua duduk di ruang tamu.


"kak, bentar ya... aku panggil kak Damar dulu!" ucap Putri sembari berjalan pergi menuju kamar Damar. Tiara pun hanya tersenyum sembari menganggukan kepala nya.


Saat itu Alena hanya diam saja, Ia tidak bicara sedikit pun. Lalu Tiara memperhatikan raut wajah Alena yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu hingga akhir nya Tiara menegur Alena.


"na, lu kenapa? sakit?" tanya Tiara sembari menyenggol bahu Alena yang duduk di samping nya.


Alena pun menoleh lalu Ia menggelengkan kepala nya "nggak, gue gak kenapa-napa kok!" jawab Alena dan langsung mengalihkan wajah nya ke arah lain.


Beberapa menit kemudian Damar dan Rifki datang lalu menghampiri mereka berdua yang tengah duduk di ruang tamu. Alena dan Tiara langsung menoleh ke arah Damar dan Rifki yang datang menghampiri mereka. Damar pun tersenyum saat melihat kedatangan Alena dan Tiara di rumah nya.


Saat itu Alena memperhatikan wajah Damar yang terlihat sedikit pucat, entah kenapa Alena merasa seperti ada perasaan khawatir pada Damar. Namun Alena bingung dengan diri nya sendiri, kenapa Ia bisa merasakan hal tersebut.


"kenapa gue ngerasa kasian ya sama Dia?, padahal kan gue gak peduli sama Dia, tapi kenapa hati gue ngerasa sedih gini!" (ucap batin Alena)


Lalu Damar menatap Alena yang sedang menatap nya. Dengan cepat Alena langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Saat itu Damar terlihat senang dengan kedatangan Alena di rumah nya. Ia tidak menyangka bahwa Alena akan datang untuk menjenguk nya.


"Dam, gimana keadaan lu? udah mendingan? lu sakit apaan si?" ucap Tiara yang bertanya sekaligus.


"biasa lah ra sakit nya orang miskin, gue sakit KanKer ra!" ucap Damar yang terlihat serius.


Seketika Tiara langsung diam menatap Damar dengan tatapan terkejut nya. begitu juga dengan Alena yang langsung menatap Damar. "hah?... kanker?, ya allah..." (ucap batin Alena)


"Dam, serius lu demi apah?" tanya Tiara yang menatap Damar dengan tatapan terkejut nya. Ia tidak percaya dengan ucapan Damar barusan.


Lalu Damar hanya diam dan sedikit menundukan kepala nya sembari menahan tawa. Sama hal nya dengan Rifki yang duduk di samping nya, Ia terlihat sibuk mengalihkan pandangan nya ke arah lain untuk menahan tawa nya juga.


"Damar, serius?..." ucap Tiara lagi yang sudah mulai membendung air mata.

__ADS_1


Melihat raut wajah Alena dan Tiara yang terlihat lucu membuat Damar dan juga Rifki langsung tertawa dengan kencang di depan mereka berdua yang masih menatap nya.


"iya KanKer.... Kantong Kering!" jawab Damar yang langsung tertawa lagi bersama dengan Rifki.


Tertawaan Damar membuat Alena kesal, lalu Ia pun langsung bangun dari tempat duduk nya dengan raut wajah nya yang terlihat kesal pada Damar.


"bercandaan lu berdua tuh gak lucu!" ucap Alena yang ingin pergi.


Seketika Damar langsung memegang tangan Alena untuk menahan nya, Ia pun bangun dari tempat duduk nya. Lalu Alena menoleh ke arah Damar, Ia terlihat masih kesal dengan candaan Damar. Tiara dan Rifki hanya jadi penonton di tengah-tengah mereka.


"na, jangan pergi!" pinta Damar. "gue minta maaf deh, kalo candaan gue tadi udah kelewatan, please... jangan pergi!" sambung nya lagi dengan penuh penyesalan.


Lalu Alena hanya diam sembari menatap Damar, saat itu perasaan nya campur aduk. Di sisi lain Ia kesal dengan ucapan Damar karena candaan nya itu sudah kelewatan. Namun di sisi lain juga, Ia merasa kasian pada nya karena melihat kondisi nya yang kurang sehat.


"oke, gue maafin elu kali ini!" ucap Alena. "tapi... lu harus janji sama gue kalo elu gak bakal bercanda kek gitu lagi, ngerti!" sambung nya lagi dengan penuh penekanan.


"iya iya, gue janji na!" ucap Damar sembari tersenyum pada Alena. Lalu Alena pun tersenyum balik. Mereka berdua pun saling bertatapan mata di depan Tiara dan juga Rifki yang masih memperhatikan mereka berdua.


Suara Tiara membuyarkan tatapan Alena dan juga Damar, lalu Alena pun langsung melepaskan genggaman tangan nya yang masih di genggam oleh Damar. Saat itu Damar dan Alena terlihat kikuk dan malu karena mereka berdiri di tengah-tengah Tiara dan juga Rifki yang sedang memperhatikan mereka sedari tadi.


"aduh... maap ya, tenggorokan gue gatel!" ucap Tiara yang meledek sembari tertawa pelan.


Tidak lama kemudian ibu nya Damar datang ke ruang tamu sembari membawa beberapa gelas berisi air es dan juga cemilan ringan yang di susun beriringan di atas nampan.


"ayo... minum dulu!" saut ibu nya Damar yang datang lalu menghampiri mereka semua yang tengah duduk di ruang tamu. Pandangan mereka pun langsung tertuju pada ibu nya Damar. Selang beberapa menit kedatangan ibu nya Damar, bapak nya Damar pun datang juga menghampiri mereka di ruang tamu lalu ikut duduk bergabung bersama mereka semua.


Saat itu bapak nya Damar terlihat sedang memperhatikan Alena yang tengah minum air es yang di siapkan di meja ruang tamu. Karena merasa sedang di perhatikan, Ia pun langsung menoleh ke arah bapak nya Damar dan tersenyum malu ketika melihat bapak nya Damar menatap nya.


"kamu yang nama nya Alena?" tanya bapak nya Damar dengan tegas pada Alena sembari menatap nya dari atas kepala sampe ke kaki nya.

__ADS_1


"iya pak, saya Alena!" jawab Alena. "kenapa ya pak?" sambung nya lagi sedikit bingung.


"ini kenapa bapak nya Damar malah ngeliatin gue kek gitu banget ya?" (ucap batin Alena). "apa ada yang salah sama penampilan gue?" (sambung nya lagi)


Alena pun melihat penampilan nya sendiri lalu kembali melihat bapak nya Damar.


Setelah itu bapak nya Damar tersenyum pada Alena lalu berkata "cantik!" . Ucapan singkat bapak nya Damar membuat Alena tersipu malu. Ia pun hanya tersenyum canggung di depan bapak nya Damar yang sudah memuji nya itu.


Sementara Damar hanya tersenyum lalu memberi kode jempol tangan pada bapak nya secara diam-diam, seolah-olah Ia ingin mengatakan "oke kan pak calon mantu nya!".


"kamu asli orang mana?" tanya bapak nya Damar pada Alena


"orang tua saya asli nya orang Jawa Tengah pak, Jawa nya Tegal. Kalo saya mah lahir dan kecil di Jakarta!" jawab Alena dengan sopan.


"oh... gitu, bapak juga orang Jawa Tengah. tapi bapak Jawa nya Brebes ndok!" ucap bapak nya Damar. "emang kamu tinggal dimana?" sambung nya lagi bapak nya Damar yang mulai akrab dengan Alena.


"oh... saya tinggal di jalan melati pak no.82, jarak nya juga gak jauh kok dari Mall besar yang ada di Jakarta!" jawab Alena senyum.


"iya pak, tau gak pak... Damar aja udah sering maen ke rumah Alena, mereka berdua tuh emang deket pak, ya kan Dam?" ucap Tiara dengan semangat nya tanpa di tanya sembari melihat ke arah Damar. Lalu Damar hanya diam dan tersenyum canggung.


"eett dah, nih bocah mulut nya ya nyerocos bae kek petasan korek, kacau!" (ucap batin Damar)


Alena pun langsung menoleh lalu menatap Tiara yang duduk di samping nya dengan tatapan khas nya, ya... jutek.


"wah... bagus dong, jadi kamu sama Damar tuh deket nya udah lama ya?" tanya bapak nya Damar


Karena merasa tidak enak dengan bapak nya Damar, Alena pun hanya diam dan tersenyum canggung lalu Ia menganggukan kepala nya.


"kamfreett nih bocah! , awas aja nanti lu ra, gue jadi in rujak bebeg lu!" (ucap batin Alena)

__ADS_1


Bersambung...πŸ˜‚


__ADS_2