
Alena dan Tiara pulang kerja menaiki sepeda motor. Tiara menyetir motor nya, sementara Alena di bonceng oleh Tiara, mereka selalu melakukannya secara bergantian. Saat di lampu merah, semua kendaraan berhenti begitu juga dengan motor yang di naiki oleh Alena dan Tiara.
Namun entah dari mana asal nya, tiba tiba saja sebuah motor sport berwarna hitam datang dan langsung menyenggol motor Alena saat tengah berhenti di lampu merah. Senggolan kencang itu membuat Alena dan Tiara langsung terjatuh dari motornya.
"Ngung... Brukk....!!!"
Pria yang menabrak pun ikut terjatuh juga dari motor sport nya, orang orang di sekitar yang melihat kejadian itu langsung berlarian mengampiri tempat kecelakaan itu terjadi untuk menolong Alena dan Tiara, begitu juga dengan pria yang menabrak nya dari arah belakang.
Beruntung, Alena dan Tiara tidak mengalami luka yang serius begitu juga dengan pria yang menabrak nya, hanya mengalami luka ringan. Tiara dalam keadaan baik-baik saja, namun pergelangan tangan Alena terkilir dan sedikit lecet, lalu mereka semua di bawa ke klinik terdekat dari tempat kejadian.
"Na, lu gak apa apa kan? tangan lu kenapa?" tanya Tiara
"Iya gue gak apa apa Ra, tangan gue cuma keseleo sama lecet dikit doang"
"Mana tuh cowok songong yang udah nabrak kita dari belakang?!" Tiara terlihat kesal dengan pria yang sudah menabrak mereka, kedua mata nya pun mengitari area klinik untuk mencari pria tersebut. "Kurang ajar banget!" sambung nya.
Tak lama, datang lah seorang pria tampan berperawakan tinggi, berkulit sedikit putih menghampiri Alena dan juga Tiara. Pria itu duduk di samping Alena lalu memberikan obat luka. Tak hanya itu saja, pria itu juga memberikan uang ganti rugi untuk Alena.
Alena bingung, Ia memperhatikan pria yang duduk di samping nya itu. Alena menatap obat dan uang yang ada di tangan pria itu dengan tatapan jutek nya. Setelah itu, tatapan jutek Alena beralih melihat wajah pria itu. Sementara Tiara, Tiara tersihir oleh ketampanan pria yang duduk di samping Alena. Kedua mata Tiara seolah tak berkedip, Ia hanya fokus menatap pria tampan di samping Alena.
"Mba maaf ya, saya yang tadi udah nabrak mba berdua, ini ada obat sama sedikit uang ganti rugi dari saya, sekali lagi saya bener bener minta maaf!" ucap pria itu namun tak di jawab sama sekali oleh Alena. Alena hanya terdiam seraya menatap pria itu dengan tatapan jutek nya yang khas. Lalu pria itu mencoba untuk mengajak Alena berbicara lagi. "Em... gimana keadaan mba nya?"
__ADS_1
"Alhamdulilah saya sama temen saya baik baik aja, cuma lecet dikit doang, tapi saya gak minta uang nya mas, makasih!" Alena berupaya duduk menjauh dari pria yang menurut nya asing dan aneh. Reaksi Alena membuat pria itu keheranan, pasal nya Ia tak ada maksud apapun, Ia hanya berniat meminta maaf dan mengganti rugi saja. Namun seperti nya sikap nya itu di salah artikan oleh Alena.
"Maaf, tapi saya gak ada maksud apa apa, saya cuma mau bertanggung jawab atas insiden kecelakaan tadi, niat saya hanya bertanggung jawab aja, gak lebih!" jelas pria itu
"Mas, kok mas bisa ganteng sih?" ucapan Tiara langsung membuat Alena dan pria itu terkejut, Alena pun menoleh ke arah Tiara seraya menatap nya. Alena melototi Tiara dengan mata besar nya, reaksi Alena di tangkap oleh Tiara, Tiara pun mengeluarkan jurus nya juga, cengiran gigi kuda.
Alena menepuk paha Tiara. "Ra, lu apa-apa an si, jangan mulai deh!" bisik Alena seraya melototi Tiara.
"Lah gak apa apa Na, dia emang beneran ganteng tau, sikat udah sapa tau jodoh lu!" Tiara ikut berbisik di telinga Alena seraya tersenyum meledek. Perkataan aneh Tiara membuat Alena kesal, Alena pun terdiam seraya melotot ke arah Tiara. Namun Tiara membalas tatapan jutek Alena dengan senyuman manis nya.
Lalu pria itu memperhatikan Alena dan Tiara, Alena dan Tiara terlihat sibuk berdebat. Pria itu hanya terdiam lalu tersenyum ramah. Senyuman pria itu tertangkap oleh Tiara, Tiara pun membalas senyuman pria itu.
Pria itu langsung tersenyum. "Iya gak apa apa kok mba" ucap pria itu. "Em... tolong ya mba terima obat ini sama uang ganti rugi dari saya, saya gak ada maksud apa apa kok, saya cuma-"
Alena langsung bangun dari duduk nya. Ia memegang tangan Tiara hingga membuat Tiara ikut berdiri dan bingung. "Gak usah mas gak apa apa, lagian saya sama temen saya gak kenapa napa kok, kalo gitu kita permisi!" Alena langsung memotong ucapan pria itu lalu menarik tangan Tiara agar pergi dari sana.
Lalu Alena dan Tiara pergi keluar dari klinik, mereka berjalan dengan langkah tergesa gesa. Tiara mengambil motor nya dan ingin pulang bersama Alena. Namun saat Alena dan Tiara ingin pergi dari parkiran, tiba tiba saja pria itu muncul lalu menghadang Alena dan Tiara hingga membuat mereka terkejut.
"Mas, lu gak apa apa? ada yang kena gak? kaki atau tangan lu gitu? enggak kan? ya Allah mas, untung rem gue masih pakem!" cerocos Tiara karena panik.
"Maafin saya mba, tapi tolong terima uang sama obat nya ya mba, saya cuma mau bertanggung jawab aja kok, gak ada maksud apa apa!" pria itu berdiri di depan motor Tiara seraya menghentikan laju motor Tiara.
__ADS_1
Tiara tersenyum lalu menerima obat dan uang yang di berikan oleh pria itu. "Iya mas ganteng, saya terima deh obat sama uang ganti rugi nya, makasih loh!" ucap Tiara. "Oh iya, nama nya siapa, mas? kerja di mana si? kalo rumah nya dimana, mas?" cerocos Tiara dengan kepo nya di mulai.
"Ra!" bisik Alena, namun tak di respon oleh Tiara, kedua mata nya hanya terfokus pada pria di depan nya. Mereka berdua malah asik berbincang.
Alena mulai kesal dengan sikap dan tingkah Tiara, namun lagi lagi Alena memilih untuk diam. Alena menatap pria aneh itu dengan jutek nya lalu di tangkap oleh pria itu, Alena pun langsung mengalihkan tatapan mata nya ke arah lain, Alena memang tak suka di dekati oleh pria, apa lagi pria itu terlihat aneh.
Kini pria itu menatap Alena namun dengan senyuman, entah mengapa tatapan mata gadis yang duduk di belakang Tiara mampu menyihir diri nya, walaupun wajah gadis itu terlihat jutek tapi Ia suka. Pria itu merasa ada getaran di hati nya, namun Ia sendiri pun tak tahu mengapa hal itu terjadi. Apa kah itu efek sehabis kecelakaan saja? atau ada hal lain? entah lah, yang jelas pria itu mulai merasakan getaran di hati nya.
"Mas! mas!" Tiara membuyarkan lamunan pria itu hingga membuat nya tersadar seketika. "Mas kenapa?" sambung nya.
Pria itu tersenyum. "Ah... gak apa apa kok. Oh iya, kenalin nama saya Damar, saya kerja di Astra Honda, ini nomor telepon saya, kalo ada apa apa sama mbak nya bisa langsung hubungin saya aja!"
Dengan senang hati Tiara pun langsung menerima nomor ponsel Damar. "Iya mas Damar, makasih!" ucap Tiara. "Oh iya, kenalin nama saya Tiara, kalo ini nama nya Alena, kita satu tempat kerja"
"Oh... iya salam kenal ya mbak!"
Lalu Alena berbisik di telinga Tiara. "Ra, kita pulang sekarang! ayo cepet!" omel Alena
"Iya iya" jawab Tiara lalu menoleh ke arah Damar. "Yaudah ya mas Damar, kita pamit dulu, kapan kapan kita ketemu lagi trus kita ngobrol, oke!" sambung Tiara yang hanya di jawab dengan anggukan kepala saja. Motor Tiara mulai melaju meninggalkan Damar di sana, pandangan Damar tak beralih melihat Alena, rupa nya gadis jutek itu mampu menyihir diri nya. Lalu Alena menoleh ke arah belakang, Ia melihat Damar dari arah jauh, rupa nya pria aneh itu masih menatap nya dari kejauhan, mereka berdua saling beradu pandang.
'Alena, nama nya cantik sama kayak orang nya, gue yakin suatu hari nanti gue bakal ketemu lagi sama dia!' batin Damar.
__ADS_1