Cinta Untuk Alena

Cinta Untuk Alena
episode 36


__ADS_3

Saat tiba di rumah, kedua orang tua nya Damar terkejut ketika melihat Riska, seperti nya Riska sedang menunggu kedatangan mereka di rumah. Lalu ibu Asih dan pak Joko langsung menghampiri Riska yang tengah duduk di atas motornya.


"Riska, kamu lagi ngapain di sini?" tanya ibu Asih


Riska pun menoleh dan langsung turun dari motor nya "Riska lagi nungguin bapak sama ibu!" jawab Riska tersenyum. "oh iya bu, Damar mana?" sambungnya lagi.


"Damar lagi maen di rumah calon istri nya!" jawab ibu Asih sembari tersenyum. "ayo masuk dulu, kita ngobrol di dalem aja!" sambung nya lagi


Setelah itu Riska mengobrol dengan ibu asih di ruang tamu. Sementara pak Joko langsung pergi lagi untuk menjaga warung sembako miliknya. Saat itu Riska berniat ingin memberitahukan pada ibu Asih dan pak Joko soal latar belakang Alena yang sebenarnya.


"Ris, kenapa kamu nyariin ibu? ada apa?" tanya ibu Asih dengan serius.


"mungkin ini waktu yang tepat buat gue ngomong sama ibu nya Damar soal bapaknya Alena yang sekarang masih ada di penjara!" (batin Riska bergumam).


"Riska, kok kamu jadi bengong sih? kenapa?" tanya lagi ibu Asih yang membuyarkan lamunan Riska.


Riska langsung memberitahukan pada ibu Asih soal latar belakang Alena yang sebenarnya, Ia pun menceritakan semua nya dengan detail pada ibu Asih. Ia juga memberikan bukti bahwa saat ini bapak nya Alena sedang berada di dalam penjara karena kasus pembunuhan.


Setelah mendengar cerita dari Riska dan melihat jelas semua bukti kebenaran nya, ibu Asih langsung terkejut. Ia memang belum sempat menanyakan pada Alena soal bapak nya itu dari kemarin. karena saat itu Alena belum menjawab nya.


Saat itu ibu Asih juga merasa sudah di bohongi oleh ibu Retno, ibu nya Alena. karena tadi Ibu Retno hanya menceritakan pada nya bahwa ibu Retno dan suami nya telah bercerai sudah lama, itu saja.


Ibu Retno tidak menceritakan yang sebenarnya soal suami nya itu pada nya. Ibu Asih tidak percaya bahwa sebenar nya Alena adalah anak dari seorang pembunuh. Ia juga tidak ingin nama baik keluarga nya menjadi tercemar jika nanti berbesan dengan ibu Retno.

__ADS_1


Karena hal itu lah akhirnya ibu Asih memutuskan akan membatalkan pertunangan Damar dan Alena. Ia tidak mau jika putra nya menikah dengan Alena, anak dari seorang pembunuh. Ibu Asih pun berniat ingin memberitahukan hal ini juga pada suami nya.


Tak lama kemudian, Riska pamit pulang. Saat itu Ia memang sengaja datang ke rumah Damar hanya untuk memberitahukan hal ini pada ibu nya Damar. Ia merasa puas karena telah berhasil dengan misi nya untuk menghancurkan hubungan Damar dan Alena.


"Alena... gue gak akan biarin elu ngerebut Damar dari gue, karena Damar itu milik gue... milik gue seorang!" ( ucap batin Riska).


****


Damar dan Alena terlihat asik dan seru saat berjalan jalan di luar. Mereka sangat menikmati waktu berdua hingga lupa waktu. Setelah cukup puas berjalan jalan, Damar dan Alena duduk di sebuah taman. Lalu Damar menatap wajah Alena dari arah samping, Ia berniat ingin mengabadikan moment keseruan mereka dengan berfoto bersama.


"na, foto bareng yuk?" pinta Damar yang langsung mengeluarkan ponsel milik nya. Alena pun hanya diam memperhatikan Damar.


Lalu Alena menggelengkan kepala nya "gak ah, aku gak mau foto bareng sama kamu!" ucap Alena yang langsung bangun dari duduknya lalu berjalan pergi meninggalkan Damar. Damar pun mengikuti Alena dari belakang. Lalu Ia berjalan di samping Alena.


"kata nya aku gak boleh pegang tangan kamu, ini apa bukti nya? aku pegang tangan kamu, tapi kamu gak brontak tuh!" ucap Damar yang memperlihatkan genggaman tangan mereka. Lalu Alena tersenyum dan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"tuh kan liat deh, muka kamu langsung berubah jadi kayak kepiting rebus, merah!" ucap Damar tertawa meledek Alena. Ledekan Damar membuat Alena sedikit kesal, Ia pun langsung mencubit bagian perut Damar.


"aaww! sakit tau, kamu seneng banget sih nyubit perut aku, gemes ya sama aku?" tanya Damar yang masih meledek Alena.


Alena tertawa "apa'an sih, siapa juga yang gemes sama perut gendut kamu!" ucap Alena meledek balik


"ih mana gendut?, orang sixpack gini di bilang gendut, aku kan rajin fitnes tau!" ucap Damar membela diri

__ADS_1


"masa? mana bukti nya kalo kamu rajin fitnes?" tanya Alena menantang Damar


"oh... jadi kamu mau liat perut aku? aku buka nih disini!" ucap Damar menantang balik


"eehh.... jangan lah, ntar di kira nya orang kita berdua mau berbuat mesum lagih, jangan!" ucap Alena sedikit panik. Damar pun tertawa dan langsung mencubit hidung mancung Alena.


Lalu Damar mengajak Alena pergi ke tempat Gym. Sesampai nya di tempat Gym, Alena melihat ada banyak sekali alat alat kesehatan fisik yang sedang di gunakan oleh beberapa orang di tempat itu.


Ia sedikit tercengang ketika melihat salah satu tubuh pelatih di sana. Tubuh nya terlihat kekar dan berotot. Alena melihat ke arah pria itu dengan kagum dan tanpa berkedip, hal itu membuat Damar sedikit cemburu. Ia langsung berdiri tepat di depan Alena untuk menghalangi pandangan mata Alena.


"Damar, kamu lagi ngapain sih?" tanya Alena sembari memasang wajah jutek nya


"aku lagi ngalangin pandangan mata kamu, supaya kamu gak bisa liatin cowok laen sampe kayak gitu!" ucap Damar sembari berkacak pinggang. Lalu Alena mengernyitkan alisnya, Ia menatap Damar dengan tatapan kesal.


"emang nya kenapa? ini kan mata ku, aku bebas dong ngeliatin siapa aja!" ucap Alena ketus. "awas! jangan ngalangin, aku mau nyoba!" sambungnya lagi sembari menyingkirkan tubuh Damar dari hadapan nya lalu berjalan mendekat ke arah alat bantu kesehatan fisik yaitu sit up.


Alena pun mencoba alat tersebut, Ia mulai merebahkan tubuh nya di atas alat sit up itu. Namun Ia terlihat kesulitan melakukan nya, karena tidak ada yang membantu nya. Lalu Damar menghampiri Alena, Ia mencoba untuk membantu nya.


"sini, aku bantuin pegangin kaki kamu biar kamu bisa sit up!" ucap Damar. Damar pun mulai memegangi kedua kaki Alena agar Ia mudah melakukan gerakan sit up nya. Lalu Alena menganggukan kepala nya.


Alena mulai dengan perlahan lahan melakukan gerakan sit up nya, Ia melakukan nya dengan baik. Namun saat kepala nya mulai mengangkat ke atas, tiba tiba saja bibir nya hampir menempel dengan bibir Damar.


Jarak kedua nya pun sangat dekat, Damar menatap kedua manik mata Alena, begitu juga dengan Alena yang menatap kedua manik mata Damar. Mereka pun berdua saling bertatapan mata.

__ADS_1


__ADS_2